
Hampir tiga jam ibu dan Ira menunggu SOFIYA untuk sadar dari pingsannya tersebut. dokter yang menangani SOFIYA tersebut mengatakan bahwa SOFIYA sangat banyak terminum air laut.
Itulah membuat kondisi SOFIYA susah untuk siuman, setelah itu SOFIYA sadar Ibu pun masuk untuk melihat menantunya itu, Ira pun mengekori ibu untuk melihat SOFIYA , didepan Ibu Ira masih berakting dan pura-pura baik kepada SOFIYA .
"Ibu....aku dimana??" tanya SOFIYA .
Dia masih lemah dan ia menyipitkan matanya seolah bingung sekarang dia sedang berada di mana, dia melihat ibu mertuanya itu sudah di sisi-nya.
"Iya nak..ini ibu, jangan banyak gerak dulu, kondisi kamu masih lemah," ucap ibu.
Ibu mertuanya itu sangat mengkhawatirkan dirinya, melihat itu Ira sangatlah kesal, dalam hatinya Ibu mertuanya itu nanti akan Ira buat untuk membenci SOFIYA , itulah rencana Ira selanjutnya.
"Iya KA, kamu jangan banyak gerak dulu, kondisi mu benar masih lemah," tambah Ira pula.
Ira seolah-olah mengkhawatirkan kondisi SOFIYA , Padahal di dalam hatinya adalah dia ingin cepat-cepat melenyapkan SOFIYA dari muka bumi ini, agar dia bisa bersatu kembali dengan suami SOFIYA , dan mendapat perhatian dari ibu mertua SOFIYA juga.
"Ira..terimakasih ya, pasti kamu kan yang menolongku, dan membawaku kesini," ucap SOFIYA .
SOFIYA yang tidak ingat apapun karena pada saat itu tubuhnya Sudahlah terombang-ambing oleh ombak dan dia sudah tidak sadarkan diri saat itu, makanya dia berpikir Ira lah yang menyelamatkan dia saat dirinya tenggelam di laut.
Dan membawa dirinya ke rumah sakit, SOFIYA sangat berterima kasih kepada Ira dihadapan Ibu mertuanya itu, Ibu mertuanya itu semakin percaya kepada Ira bahwasannya Ira adalah orang yang baik dan bertanggung jawab.
"Itu sudah kewajibanku Fiya, kita kan teman, aku ingin selalu berteman denganmu," ucap IRa lagi.
Di depan mereka berdua Ira layaknya seperti malaikat penolong untuk SOFIYA . Padahal, ia tak lebih dari iblis yang bermuka dua.
SOFIYA tidak ingin lama-lama dirawat di rumah sakit tersebut, SOFIYA merasa keadaannya sudah membaik, lalu ia membujuk Ibu mertuanya itu untuk membawanya pulang ke rumah saja, dia ingin istirahat di rumah saja.
Dan dia tidak ingin hal yang dialaminya hari ini diketahui oleh suaminya, pasalnya dia takut Zaid menjadi khawatir, jIKA begitu dia takut Zaid tidak fokus dengan pekerjaannya saat ini, jadi dia meminta agar ibu maupun Ira merahasiakan kejadian hari ini.
__ADS_1
"Ibu, SOFIYA mohon kepada Ibu agar ibu tidak memberitahukan kepada Zaid, kalau SOFIYA mengalami accident seperti ini, tolong ya bu. SOFIYA tidak ingin Zaid menjadi kepikiran, FIYA takut kondisi Zaid akan memburuk jika mengetahui Keadaan FIYA saat ini, mohon sekali lagi ya Bu," ucap SOFIYA membujuk ibunya.
"Tapi..nak.." terhenti ibu disana.
"Mohon bu... jika Ibu mengatakan itu kepada Zaid, FIYA takut Zaid juga akan marah kepada ibu, dan pastinya Zaid tidak akan memberi izin kepada FIYA untuk berteman dengan Ira lagi. FIYA tidak ingin itu terjadi bu kepada kita, FIYA tidak ingin Ibu dimarahi oleh Ziab dan FIYA dilarang untuk berteman dengan Ira yang telah menolong FIYA , Semoga ibu bisa maklumi ini," ucap SOFIYA .
Ibu yang mendengar penjelasan SOFIYA itu, menjadi berpikir sangat panjang untuk memberitahukan tentang keadaan SOFIYA saat ini kepada anaknya itu, pasalnya apa yang dibilang SOFIYA itu sangat benar.
Hari ini SOFIYA bisa pergi dengan Ira itu berkat saran dari ibu, dan ibu pun tidak bisa menyalahkan Ira, pasalnya dihadapan Ibu, Ira sangat berperilaku baik dan bertanggung jawab. Dan dia pula yang sudah menyelamatkan SOFIYA , pikir Ibu. Akhirnya Ibu menyetujui untuk merahasiakan tentang kejadian hari ini kepada anaknya.
Tersenyum puas Ira yang mendengar percakapan SOFIYA dan ibu mertuanya itu, Ira merasa mereka berdua sudah masuk dalam perangkapnya, untuk tahapan selanjutnya dia ingin bisa memasuki rumah SOFIYA dengan leluasanya.
Tepat pada waktunya nanti dia akan membuka siapa jati dirinya yang sebenar-benarnya di hadapan ibu mertua SOFIYA itu, dan dia begitu Ambisi untuk mendapatkan Zaid dari tangan SOFIYA , hari ini adalah keberutungan menurutnya.
Ibu mertuanya pun menyetujui permintaan SOFIYA untuk dirawat di rumah saja, lalu SOFIYA pun pulang dibawa oleh Ibu mertuanya itu, dan ibu mengajak Ira untuk singgah di rumah mereka.
Ibu ingin Ira akrab dengan mereka, dan ibu ingin Ira terbiasa dengan dirinya juga, melihat sYIFA p baik Ira tersebut Ibu menjadi suka dengan Ira. SOFIYA yang melihat itu merasa sangat bahagia, pasalnya Ibu mertuanya itu juga menyukai teman baiknya, pikir SOFIYA .
Tapi untuk kali ini seolah-olah SOFIYA benar-benar menemukan teman yang sejati, teman yang bisa untuk berbagi suka dan duka, seperti kedua sahabat baiknya yang ada di pulau Batam yaitu Rani dan Rini.
"Ira...ayo singgah ke rumah ke rumah," ucap ibu menawarkan itu kepada ira, ira masih ragu, karena ida takut ada Ziab di rumah."
"Lain kali aja deh..bu, Ira masih segan dengan suami SOFIYA ," ucap Ira Sengaja ia mengatakan itu, agar ia mengetahui Zaid ada atau tidak di dalam rumah tersebut.
"Jangan khawatir Ira, Suamiku sedang keluar kota untuk 2 atau 3 hari ini, ayolah singgah ke rumah aku, agar kita menjadi lebih akrap," ucap SOFIYA .
" Iya ra, benar itu. Ayo singgah sini, lagipula kamu sudah menyelamatkan SOFIYA tadi, ibu sangat berterima kasih kepada mu...ra. JIKA tidak ada dirimu mungkin Ibu tidak akan melihat SOFIYA lagi, ayolah kita masuk jangan sungkan, suami SOFIYA sedang berada di luar kota," tambah ibu pula.
"Baik...lahh bu, jIKA kalian memaksa aku akan singgah."
__ADS_1
Ira pun memasuki rumah SOFIYA tersebut, Ira melihat hunian itu sangat iri pasalnya SOFIYA adalah wanita yang beruntung yang bisa mendapatkan lelaki seperti Zaid.
SOFIYA pun mendapatkan seorang mertua yang begitu perhatian pada dirinya, Ira mencoba melihat isi rumah itu, namun Ira tidak menemukan foto Menikah dan Zaid. Itu membuat Ira lebih penasaran lagi, apakah benar SOFIYA dan Zaid sungguh benar-benar sudah menikah pikirnya.
Rasa penasaran Ira tersebut, membuat Ira bertanya kepada salah satu asisten rumah tangga SOFIYA , ketIKA ibu dan SOFIYA masuk ke kamar, untuk menukar pakaian mereka.
Kebetulan pula bu Laras lah yang membawakan minuman untuk Ira pada saat itu, dengan rasa penasaran itu Ira bertanya kepada asisten rumah tangga itu mengenai foto-foto pernikahan SOFIYA dan Zaid yang tidak terpajang di setiap sudut ruangan rumah itu.
"Diminum..non.."
"Terimakasih bi, oh iya Sudah berapa lama bibi bekerja disini??" tanya Ira.
"Lumayan lama juga..sih..non," ucap bu Laras.
"Oh...begitu, jadi bibi ini bekerja untuk SOFIYA ya??" tanya Ira lagi.
"Tidak... Saya tidak mengenal perempuan itu, Saya bekerja untuk tuan Zian dan ibunya, untuk perempuan itu saya pun baru melihatnya dalam tiga mingguan ini lah," ucap bu Laras.
Laras yang tidak menyukai SOFIYA itu sengaja bercerita dengan Ira, Ira yang melihat ketidaksukaan bu Laras kepada SOFIYA itu tiba-tiba memberikan kartu nama dirinya kepada bu Laras sepertinya dia akan mengajak kerjasama dengan bu Laras
"Apa ini non??" tanya bu Laras.
"Itu Kartu nama saya bu, jIKA Ibu membutuhkan sesuatu telepon saja ke nomor itu, saya akan memenuhi apapun keinginan ibu," ucap Ira.
Ira mencoba memperalat bu Laras agar bisa membuat kerjasama dengan dirinya.
Laras yang melihat SOFIYA dan ibu mertua SOFIYA itu kembali menemui Ira, bu Laras pun cepat-cepat kembali ke dapur, agar omongan mereka tidak dicurigai oleh SOFIYA maupun Ibu mertuanya itu.
*********
__ADS_1