ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
AYO TURUN!


__ADS_3

Sofiya pun turun menggunakan lift, kala itu Sofiya memakai jeans dengan sweeter berwarna hijau lumut, pakaian Sofiya itu pun harus diketahui Zaid, agar mudah melihat Sofiya masuk ke mobil mana.


     Walaupun tadi Sofiya sempat memberitahukan kepada mereka nomor plat mobil nya itu, tapi mereka tidak bisa percaya penuh.


      "Heii...itu Sofiya, dia sudah keluar dari appartment, sepertinya dia bingung dan mencari mobil mana yang di tujukan Mike padanya," ucap Rani


"Tenang kita pantau saja Sofiya dahulu," jawab Heru.


      "Ayo...kut kami!!" dua lelaki bernada paksa.


     Ada dua orang yang menarik tangan Sofiya, ternyata mobil yang disebutkan Mike itu tidak benar, orang ini memasukkan Sofiya ke mobil lain, untung Heru sigap melihatnya, dan segera mendekati mobil yang membawa Sofiya itu.


       


      "Gilaa!! benar kata lu Her, akal-akalan nya si brengs*k aja itu, mungkin dia ngebaca situasi, untung aja kita tanya Sofiya pakai baju apa, terus untungnya lagi kita gak beranjak mencari mobil yang plat diberikan Sofiya tadi," pungkas Zaid.


   Didalam mobil Sofiya begitu resah, pasalnya itu bukan mobil yang sama yang di beritahukan kepada Zaid. Sofiya begitu cemas, Zaid tidak akan bisa membuntuti mereka. 


    Sofiya di dudukkan di belakang dan dijaga oleh satu orang bodyguard yang berbadan tinggi, lalu ponsel orang itu berbunyi tiba- tiba.


     "Hallo boss, kami berhasil membawanya boss!!" jawab salah seorang dari mereka.


     "Berikan ponsel ini kepadanya," ucap Mike.


      "Baik boss." 


   "Ini boss saya ingin berbicara kepada anda." 


       "Hallo pak Mike, saya sudah mengikuti apa yang anda mahu, tolong lepaskan teman saya," ucap Sofiya.


      "Tidak sayang, tunggu kamu sampai baru akan aku lepaskan temanmu ini," ucap Mike.


     "Yasudah kalau begitu, jangan sakiti dia,dia tidak bersalah," jawab Sofiya.


   


      "Aku tidak akan menyakitinya, aku hanya mau dirimu Fiya, bukan orang lain," tambah Mike.


  


     Panggilan itu ditutup Mike, terlihat ceria wajah Mike kala itu mendengar suara Sofiya, sepertinya kali ini dia berhasil membawa Sofiya tanpa seorang pun juga. 

__ADS_1


    Bahkan  dia membaca trik-trik Sofiya meminta nomor plat, dan menyuruhnya menghidupkam lokasi ponselnya.


 "hahhhaha...kamu begitu polos sayang, kamu pikir aku tidak tahu trik bodoh itu," ucap Mike dengan penuh kemenangan.


     Mike merasa penuh kemenangan, dia hanya tinggal menunggu kedatangan Sofiya dihadapannya, lalu dia akan memeluk Sofiya dengan erat. Dan membawa Sofiya pergi jauh yang orang lain tidak bisa menemukan mereka, pikir Mike.


       Hampir sampai, mobil yang membawa Sofiya nampak nya sudah hampir sampai, perjalanannya begitu sedikit gelap, tempat menuju ke arah pantai tanjung bemban, Sofiya sangat mengenal daerah ini, sepertinya meraka menuju satu villa.


     "Ayo turun!!  boss sudah menunggu mu didalam," ucap lelaki yang memegangi Sofiya. 


  Salah seorang dari mereka menyuruh Sofiya turun, Sofiya sedikit ragu-ragu dan takut, kalau Zaid, Heru dan Rani, tidak bisa menemukan dirinya.


      Sofiya hanya pasrah kepada tuhan saat ini, demi Rini yang tidak bersalah pikirnya. Zaid pasti akan menolongnya, kali ini Heru pun bersama Zaid, pasti bisa meloloskan mereka berdua pikirnya.


     "Rini......"  (Sofiya)


    Sofiya merasa  kasihan ketika melihat Rini di ikat tangan dan kakinya disebuah kursi, lalu mulutnya ditutup, Sofiya pun mencoba meminta Mike untuk membuka ikatan Rini. 


  Mike yang sedang bahagia melihat kehadiran  yang dicintainya itu, dia pun menuruti apa yang di inginkan Sofiya.


     "Tolong buka ikatannya, aku sudah disini, lepaskan dia!!" perintah Sofiya.


      "Baik sayang, aku tidak butuh dia, aku hanya ingin dirimu," ucap Mike.


    Dan Rani di lepaskan, tidak lama kemudian...


     "Dubrakkkk...."


      Pintu itu terbuka mereka terkejut, Zaid dan Heru mendobraknya. Sofiya terkejut dengan kedatangan mereka, akhirnya mereka berhasil mengikuti Sofiya.


     Mereka memukuli orang suruhan Mike dengan mudah, Mike yang melihat orang suruhannya itu tumbang satu persatu langsung menangkap Sofiya yang jarak berdirinya tidak jauh dari Mike.


     "Jika kalian mendekat, Sofiya akan saya habisi!!" bentak Mike.


     Mike mencoba mundur, sambil menodongkan pisau di leher Sofiya, mereka pun tidak berani mendekati Mike. mwike dibiarkan mundur mendekati pintu, dan berjalan mundur.


      "Doorrrrr...."


    Pisau mike terjatuh, Sofiya langsung ditarik oleh Zaid.


     Kaki Mike penuh darah, dia terjatuh saat ini. Ternyata Zaid membawa polisi bersama mereka, polisi mengamankan mereka semua.

__ADS_1


      Mike meringis kesakitan, para anak buah Mike juga sudah di borgol oleh polisi, kali ini Mike benar-benar menaruh dendam yang mendalam kepada Sofiya.


     Antusias Mike untuk mendapatkan Sofiya semakin menggebu, kali ini pula polisi telah menyiduk Mike dan anak buahnya.


     Mike sudah sangat banyak melakukan kesalahan terhadap Sofiya dan keluarganya. Dari mulai ingin memperkosa, menculik Sofiya, kemudian ini lebih gila lagi Mike lakukan menculik Rani, namun dia salah orang.


      Rini pun di lepas ikatannya, dia langsung di peluk oleh Sofiya dan Rini. Tangis Rini pecah melihat adiknya menjadi korban.


      "Rin, kamu enggak kenapa-kenapa kan??" tanya Rani lembut.


     "Idih, kakakku lebay banget, udah jangan nangis aku gak apa-apa," jawab Rini dengan semangat.


     "FIYA, jangan nangis, aku baik-baik aja kok," ucap Rini lagi.


    


     "Rin, ini salahku. Seharusnya aku lah yang berada di posisimu tadi, bukan malah kamu," ucap Sofiya sambil terisak.


   "Sudah, jangan menyalahkan dirimu Fiya. Lagian kita semua udah selamat," ucap Rini sambil memeluk mereka berdua.


     Rini yang di culik malahan tidak menangis dan tidak merasa takut sedikit pun. Sedangkan Rani Sofiya begitu terisak keduanya. Perwatakan Rani dan Sofiya hampir sama, keduanya penuh kelembutan dan rasa iba yang tinggi.


    Beda hal nya dengan Rini yang tomboy, kejadian yang menimpanya saja seolah bukan dia yang terkena musibah barusan tadi.


     Heru dan Zaid, membawa mereka ikut bersama. Malam itu mereka ikut ke kantir polisi terlebih dahulu, untuk menjelaskan apa yang terjadi.


     Mereka semua naik satu mobil, mengikuti mobil polisi yang lebih awal berjalan membawa Mike dan anak buahnya itu.


    Semuanya tersenyum hangat, mereka begitu bersyukur atas berkah yang sekali lagi ini di berikan kepada mereka semua.


    "Dinda, tidak kenapa-kenapa kan??" tanya Zaid lembut.


   "Iya kanda, Dinda tidak mengapa," ucap Sofiya.


    Zaid menciumi tangan istrinya itu, dia seolah menghapus jejak Mike disana, Mike yang sebelumnya memegangi tangan Sofiya, kini jejak Mike sudah di hapus oleh Zaid.


      "Sudah sayang, ada Heru dan yang lainnya, jangan begini," ucap Sofiya malu-malu.


   "Biarin saja mereka, kita kan sudah halal," ucap Zaid sambil tersenyum.


   "Idih...dasar pasangan alay," celetuk Rini.

__ADS_1


     Mendengar ucapan Rini tersebut Zaid terkekeh kuat, karena Rini seorang yang berani berkata begitu kepada dirinya.


   *****


__ADS_2