ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
VOTING


__ADS_3

Kesal adalah yang tepat untuk wajah Heru saat ini. Heru memang geram Sofiya ada orang yang betindak tidak adil, apalagi ini menyangkut dengan sahabatnya kali ini.


Kedatangan Rani yang membawakan dua cangkir kopi ke meja mereka, membuat Heru berhenti sejenak untuk mendumel amarahnya.


Apalagi Rani yang membawakan kopi itu untuk mereka, Heru yang menatap Rani diam- diam itu dilihat Zaid, dimata Heru ada ketertarSofiyan yang special, pandangan itu sangat penuh makna.


"Silahkan diminum kopinya," ucap Rani dengan senyuman.


"Iya Ran...terimakasih banyak. Kamu mencairkan amarahku," jawab Heru tanpa sadar.


"Hahhaaha...lebay lu Her, tadi ngomel ngomel, karena Mike sekarang cepat banget reda nya," Zaid menjawab.


"Ha...Mike!! kenapa lagi dia?" tanya Rani.


Penasaran Rani dengan pembicaraan Heru dan Zaid yang membuat Heru geram pagi ini.


"Mike ditahan hanya dua tahun penjara Ran, dan denda 1 milyar. kan gak adil banget ini," ucap Heru mencoba menjelaskannya.


"Ha..hanya dua tahu penjara?" ucap Rani.


"Iya cuma dua tahun Ran, ya tapi setidaknya kita udah lega akhirnya dia ditahan juga," ucap Zaid seolah tidak ingin memperpanjang ini.


Zaid mencoba memperbaiki suasana itu, dengan menerima keadaan bahwa itu cukup pantas untuk Mike menerima ganjaran itu. Zaid tidak ingin terlalu memikirkan Mike. Saat ini dia ingin fokus dengan pernSofiyahannya yang baru di mulai, namun malam pertama saja selalu gagal.


Diselah mereka berbincang tiba-tiba Rini mendekati mereka, Sofiya dan ibu sedang berada di kamar. Setelah mereka siap membereskan dapur Sofiya ingin berganti baju, begitu juga ibu.


"Haii..gaiisss!!"


"Aku masih kepo nihh, video apaan sih sebenarnya yang kalian sembunyiin?" tanya Rini.


Rini masih membahas tentang vidieo itu, wajar saja dia menanyakan  itu, pasalnya dia lah yang menjadi korban dalam kejadian itu.


"Sebenarnya itu video tindakan Mike yang ingin memperkosa Aliwa empat hari lalu Rin."


"Vidio itu Rani yang merekamnya, kemungkinan Mike mengira kamu adalah Rani yang datang bersamaku saat itu," ucap Heru mencoba menjelaskan tentang itu, kemudian Zaid menambahkannya.


"Dan kenapa aku alihkan bicara kita tadi, tentang video itu disaat ada Sofiya!! karena Sofiya mengalami "Rape traura syndrom/RTP."

__ADS_1


"Apaan tuh Zaid??" tanya Rini.


"Yaitu sindrom yang disebabkan oleh orang yang ingin memperkosa, dan Sofiya mengalami trauma yang cukup berat, sehingga dia divonis terkena sindrom itu," jawab Zaid lagi.


"Serius!! separah itu?? kasian ya Sofiya, maafin aku..tadi aku tidak tahu," ucap Rini merasa bersalah.


Rini sangat merasa bersalah kepada Sofiya, ketSofiya membicarakan hal itu, pantas saja Sofiya tertunduk dan wajahnya sedikit pucat.


"ya..begitulah, Sofiya membutuhkan perawatan psikologis sampai ia benar-benar sembuh, kalau bisa kita harus membuatnya semangat dan membuatnya lupa akan hal itu."


"Dan jika kita terus membicarakan itu maka dia akan sulit sembuh, dia cenderung murung dan takut," tambah Zaid lagi.


Zaid menjelaskan itu secara rinci kepada mereka bertiga, sepertinya mereka sangat mengerti sekarang perasaan Zaid. Yang menyembuhkan Sofiya untuk kembali normal dengan hidupnya, secara fisik terlihat baik- baik saja, tapi secara psikis dia terganggu dan jiwa nya terkuncang.


*****


"Jadi, bagaimana cara biar dia cepat pulih??" tanya Rani pula.


"Kemungkinan aku akan segera membawa dia pindah dari sini Ran, di tempat yang jauh dan suana yang berbeda bisa mempengaruhi kesembuhan Sofiya," ucap Zaid.


"Kalau itu yang terbaik untuk Sofiya, kami mendukung kalian dan kesembuhannya," ucap Rani lagi.


Mereka diruangan itu asik bercerita dan saling akrab, sedangkan ibu dan Sofiya belum terlihat. Heru sibuk menanyakan tentang orang tua kedua gadis kembar ini, sempat Heru mendengar kalau mereka berdua adalah perantau di Kota Batam ini.


"Oh iya, orang tua sekarang di mana Ran?" pertanyaan Heru tertuju kepada Rani.


"Di Medan, mas Her," ucap Rani.


"Bulan depan kita mau balik kampung, sudah lima bulan gak balik, kemungkinan kita berdua ambil cuti dan pengen balik kampung," tambah Rini pula.


Rini menjelaskan kepada Heru, tentang rencana pulang kampungnya bulan depan nanti.


"Wahh...Medan, aku ikut dong," ucap Heru.


Pinta heru sedikit manja kepada Rani. Seolah meminta perhatian kepada gadis kembar itu, dia tersipu malu mendengar perkataan Heru tersebut, sebelum Rani ingin menjawab, Rini memotong jawaban Rani.


"Ciee...ada udang di balik bakwan nih!!"

__ADS_1


"Yasudah kak Ran... bawak aja mas Her, lagian kan kakak udah putus sama si Adit cungkring itu," ucap Rini setuju dengan Heru dan Rani.


Rini benar-benar ceplas-ceplos dan tutup. Rini jSofiya berbicara, membuat kakaknya semakin malu dan wajahnya memerah. Zaid yang mendengar itu pun tertawa kecil, Rini ini benar-benar tutup point, pikirnya.


"Nah..tu Ran, adik ipar udah setuju," tambah Heru.


Heru pun menambahkan kembali kata- katanya membuat Zaid angkat bicara kali ini.


"Etdah!!  ngomongin adik ipar, diterima aja juga belommm....ngarepp banget!!" teriak Zaid di telinga Heru.


Zaid sengaja membuat suasana makin hot dengan argumen lucunya itu, awalnya Heru begitu yakin, ketika Sofiya Zaid berbicara, Rini tertawa paling keras saat Zaid berkata seperti itu.


"Hahah...kalau aku si ya...bang Zaid, aku sih yes!! Tapi kita tanya langsung aja sama kak Ran!! gimana kak?" tanya Rini seolah membuat Rani tambah malun


Rini bergaya layaknya juri diajang pencarian bakat menyanyi itu, dia memang humoris dan blak-blakan pakaiannya pun tidak feminim seperti Sofiya dan Rani.


Dia yang sedikit tomboy dan urak-urakan, mungkin beginilah karakter seorang yang punya jiwa seni tinggi, ya! dia seorang arsitek perempuan.


"Ishhh!! apaan sih kamu dek, buat malu kakak aja!! sahut Rani dengan nada sedikit keras.


"Eehh ada apa ini..kok asik bener! tertawa kalian sampai dengar ke kamar ku," ucap Sofiya yang baru saja bergabung.


Sofiya yang baru saja datang kearah mereka sedikit heran, pasalnya mereka tertawa bersama sangat ceria.  Namun Rani sepertinya menunjukkan wajah malu-malu, Sofiya begitu heran melihat Rani seolah yang menjadi bahan tertawa disini.


"Eh..Sofiya!  sini duduk di sebelahku!!" perintah Rani cepat.


"Sofiya, kamu belain aku ya!! dari tadi mereka bertiga bertiga menyudutkanku dan membuli ku," ucap Rani mencari perlindungan.


Rani menarik tangan Sofiya agar duduk di sebelahnya, Sofiya tertawa kecil, memangnya mereka apakan Rani, sampai Rani butuh bantuan dirinya.


"Hhhahaha... Sofiya  kita bertiga gak salah!!" sahut Rini.


"Kami itu cuma sedang membuat voting saja, kita semua itu setuju kalau mas Heru ikut  ke Medan nanti," ucap Rini mencoba menjelaskan.


Rini kembali angkat bicara, dengan santai dan sambil mengunyah kacang yang ada di toples diatas meja Sofiya itu, sikapnya memang santai.


"Apa voting??  pulang ke Medan?? Kalian mau balik kampung?"  Tanya Sofiya heran sepertinya dia ketinggalan jauh topik mereka ini.

__ADS_1


"Iya Fiya, rencananya Aku dan kak Ran mau balik kampung bulan depan, dan mas Heru mau ikut. Kalau aku sih yes!! kembali Rini membuat itu lagi.


Oh! itu saja yang keluar dari mulut Sofiya setelah mendengar apa yang di jelaskan Rini kepadanya. Pantas saja Rani malu-malu, ternyata mereka membuat voting untuk dirinya.


__ADS_2