ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
MALAM PERTAMA


__ADS_3

    


Kejadian itu membuat Sofiya Memang mengalami trauma. Namun tidak begitu parah, Zaid sempat membawanya kerumah sakit untuk bertemu psikiater. 


     Hal itu dilakukannya agar kejiwaan Sofiya Tidak terganggu kemudian hari. Sofia Sudah menolaknya, namun Zaid memaksanya agar lebih pulih kembali, begitu pintas Zaid.


        Zaid pun meminta tidak ingin dirawat, setelah itu mereka semua kembali ke apartemen milik Sofiya. Sudah berapa hari Sofiya Tidak balik ke apartemen nya itu. 


    Semenjak malam pertama perjumpaan mereka, hanya pagi Sofiya Pulang sebentar. Itu pun untuk memasak makanan untuk suaminya dan ibu mertuanya, setelah hari itu Sofiya Menghabiskan hari-harinya di rumah sakit.


      Apartment itu cukup luas, ada tiga kamar disana. Kamar tamu yang kala itu sudah di bersihkan dan di tata rapi oleh kedua sahabatnya itu. Akhirnya kini bisa ditempati oleh ibu dan Heru.


      Awalnya, kamar tamu itu untuk Zaid dan ibu, tapi sekarang Zaid telah menjadi suami Sofiya. Jadi boleh-boleh saja Zaid tidur seranjang dengan Sofiya.


     Ibu masuk ke kamar yang telah disediakan untuknya. Heru pun begitu juga, Rani sudah pun pamit pulang, karena jam menunjukkan malam, setelah melaksanakan sholat isya, ini adalah sholat isya pertama Sofiya Dengan suaminya yang menjadi imam. 


      Sangat romantis, mungkin yang dikatakan Zaid benar, buah kesabaran itu rasanya amat lah manis, dia pun sekarang merasakan kenikmatan dari buah-buah yang tumbuh di pohon kesabarannya itu.


     Malam itu begitu dingin, hujan dengan petir membasahi kota Batam. Sofyan Zaid malam ini berada dalam balutan selimut yang sama.


     Rasa canggung pasti ada, belum terbiasa dengan keadaan ini. Namun Zaid yang tidak malu-malu memeluk punggung Sofiya Dengan begitu hangat. 


    Awalnya Sofiya Sedikit malu-malu, ini bisa dibilang malam pertama mereka, karena malam pertama setelah menikah mereka menghabiskan waktu dirumah sakit.


      Mata Sofiya Beradu pandang dengan Zaid, di bawah selimut yang sama begitu lembut di ujung leher mereka, Sofiya Berkali-kali menelan liurnya. 


     Sofiya Menatap mata indah dan bibir sensual milik Zaid itu, sekarang tiada jarak bagi mereka, semua begitu dekat bahkan Zaid yang dicintainya itu berada tepat di atas wajahnya.

__ADS_1


     Zaid mencoba memulai ciumannya kepada Sofiya. Awalnya Sofiya Malu-malu, namun akhirnya menyambut setiap ciuman itu, dan permainan bibir pun terjadi di bawah selimut itu, lalu lidah mereka seolah tidak ingin lepas satu sama lain.


      Setelah itu Zaid mencoba menjelajahi leher jenjang Sofiya. Ia menciumnya dengan gairah yang luar biasa, lumayan lama ciuman itu berada di leher, dan ketika Zaid  ingin mengeksplorasi lebih jauh lagi, dan mencoba membuka baju Sofiya, tiba-tiba ada suatu kejadian mengejutkan Zaid.


         


       "Jangann!!" 


     Sofia Berteriak, lalu memukul Zaid. Entah mengapa Sofiya Tiba-tiba berbuat seperti itu, Zaid begitu terkejut dengan perlakuan Sofiya.


         Sofiya Turun dari ranjangnya, duduk di sudut pintu dengan meringkuk kan kaki nya dan membenamkan wajahnya sambil tertunduk.


     


     Zaid terkejut, awalnya dia berpikir Sofiya Akan baik-baik saja dengan perlakuan cepat itu, Zaid yang tadi hampir tidak tahan dengan permainannya, Sofia Sangat membuatnya bergairah.


     Namun sayang gairah itu juga dihilangkan oleh Sofiya. Zaid tahu ini adalah salah si brengsek itu, hingga istrinya mengalami trauma yang begitu berat.


     Malam pertama mereka itu gagal total, Sofiya Menangis dan antara menyesal, melihat itu Zaid iba, lalu mendekati Sofiya. Awalnya Zaid mencoba memperbaiki ritme perasaannya terlebih dahulu.


      Karena aset milik Zaid yang sudah berdiri, dan makin bergairah sebelum nya memuat awalnya Zaid sedikit kesal dengan penolakan Sofiya Yang secara tiba-tiba. 


     Tapi lagi-lagi Zaid tidak akan menyalahkan trauma yang dialami istrinya, dia mencoba turun dari ranjang, dan mendekati Sofiya.


    Sofiya Yang sedari tadi menunduk memenamkan wajahnya sambil terisak-isak, Sofiya Sedikit demi sedikit mendongak ke arah Zaid. Zaid lalu memeluknya dengan erat dan lembut.


     "Sayang, kanda minta maaf. Seharusnya tidak secepat ini kanda melakukan itu padamu dinda, kanda minta maaf," ucap Zaid sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


     Zaid seolah bersalah pada Sofiya. Sangat lembut dia meminta maaf sambil memeluk Sofiya. Sofia Menjadi merasa kasihan dengan Zaid, dia sepertinya menjadi istri yang tak berguna bagi suaminya itu.


     Sambil terisak-isak Sofiya Menjawab sendu.  


    "tidak Kanda, Dinda lah yang bersalah. Dinda ini istrimu, tidak seharusnya Dinda berperilaku seperti tadi. Dinda benar-benar minta maaf," balas Sofiya, ia pun kembali memeluk suaminya dengan erat.


    "Sudah jangan pernah salahkan dirimu, besok kita kembali ke psikiater ya, tolong jangan menolak ini lagi ya sayang," jawab Zaid.


       Lembut Zaid meminta agar Sofiya Mengikuti sarannya untuk datang ke psikiater. Awalnya Sofiya Menolak dan merasa tidak apa-apa terhadap dirinya itu. Namun nyatanya sekarang dia menyadari efek atas penolakan datang ke psikiater.


    Sofia Begitu merasa bersalahnya kepada Zaid, untung saja malam itu hujan dengan deras.  Jadinya ibu dan Heru tidak mendengar teriakan Sofiya, bahkan isak tangis Sofiya Malam itu. 


    Besok polisi akan mengabarkan mereka atau Heru lah yang akan langsung ke kantor polisi itu, untuk menanyakan kasus yang mereka laporkan terhadap Mike.


     Akhirnya Sofyan Zaid kembali naik ke ranjang mereka.  Mereka kembali berselimut yang sama, kali ini Zaid tidak ingin melakukan yang berlebihan kepada Sofiya. Dia hanya mencium kening Sofiya, istrinya pun  sepertinya tampak nyaman dan terlelap.


     Sofiya Memeluk Zaid dalam selimut itu, mata Zaid masih belum bisa untuk terlelap, dia masih teringat ini kali pertamanya dia berciuman dengan Sofia Tadi. 


     Hampir saja Sofiya Bisa mengimbangi dirinya tersebut. Namun hal yang tak terduga pun terjadi, Zaid sangat susah tidur, sepertinya karena dekat Sofiya, hal seperti ini membuat aset Zaid kembali berdiri.


    Tapi apa daya, dia pun telah berjanji kepada Sofiya, tidak akan melakukan itu sekarang dalam kondisi Sofiya Yang sedang tidak baik- baik saja itu.


        Zaid ingin melepaskan pelukan Sofiya, kalau ia tak lepaskan gairah nya akan memuncak. Dia hampir tak tahan kalau melihat bibir ranum milik istrinya itu.


    Tepat berada di depannya, Zaid mencoba mengelus bibir Sofiyadengan lembut, dia pun tersadar tindakan itu salah, nanti bisa membangunkan Sofiya Dari tidur pulasnya ini.


      Sedikit demi sedikit Zaid mencoba menaruh kepala Sofiya Dengan lembut. Karena Sofia Sangat terlihat nyaman dan begitu nyenyak tidur di atas tangan kanan suaminya tersebut.

__ADS_1


******


      


__ADS_2