ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
MARAH


__ADS_3

Sampailah jam sudah hampir menunjukkan pukul dua, Ira pun tidak muncul-muncul juga dari toilet, sengaja Ira membuat seperti itu agar Sofiya terlambat untuk memasak di rumah menyediakan makanan untuk suaminya yang baru pulang tersebut.


Lagi-lagi nanti Ira akan mengirimkan foto yang baru saja di tangkap oleh kameranya tersebut, Ira pun sudah mempunyai nomor ponsel Zaid.



Ira yang mendapatkan nomor ponsel itu ketika Sofiya sedang berada di rumah sakit waktu itu, Sofiya yang tenggelam di laut itu dimanfaatkan oleh Ira untuk mengambil nomor ponsel Zaid.



Ira begitu puas selepas melihat hasil jepretan yang akan membuat Sofiya akan dibenci oleh mertuanya sekaligus suaminya tersebut. Setelah jam sudah menunjukkan pukul dua, Ira pun baru menghampiri Sofiya di meja makan tersebut.



Awalnya Sofiya sangat merasa bingung, karena Ira tak kunjung hadir, Sofiya sudah mencoba menelpon ponsel Ira berkali-kali, namun Ira tidak menjawabnya.



Sofiya merasa bingung dan ketika itu Ira pun terus datang ke meja dengan meminta maaf bahwa dirinya tidak mengangkat panggilan dari Sofiya tersebut, karena dirinya begitu tiba-tiba terserang penyakit sakit perut maka Ira beralasan dia berulang kali membuang air besad di toilet.



"Maaf...banget..Fiya! aku dari tadi sakit perut, bolak balik buang air besar," ucap Ira.



"Loh...kok bisa Ra!! pantesan kamu lama," jawab Sofiya



"Iya...aku gak tahu ni Fiya, yasudah kita pulang yuk, nanti kamu telat lagi," ucap Ira.



"Iya Ra, udah pukul dua juga. Yaudah ayok kita pulang aja!!" ucap Sofiya.



Akhirnya mereka berdua pun menuju ke arah parkiran dan Ira memasukkan segala barang belanjaan mereka ke dalam mobil Ira tersebut.



Sampai di tengah jalan tiba-tiba mobil Ira mengalami kerusakan mendadak, jam pun hampir menunjukkan pukul 2.30.



Tiba-tiba Ibu mertuanya menelepon karena merasa khawatir Sofiya tidak juga kembali ke rumah itu sudah beberapa jam.



Sofiya ingin menjawab panggilan ibu mertuanya tersebut, tiba-tiba ketika iya ingin menjawab nya, ponsel Sofiya habis baterai, dia merasa begitu bingung saat ini.



Sementara Ira menelpon mekanik untuk mengambil mobilnya yang mogok di tengah jalan itu, ketika mereka keluar ada taksi yang lewat, Ira menyarankan Sofiya untuk pulang dengan taksi saja.



Karena jam sudah menunjukkan pukul 3 pastilah Zaid sudah dijalan pulang, pikir Sofiya. Sofiya pun mengikut saran Ira tersebut, akhirnya Sofiya naik taksi itu untuk pulang kerumah nya.



Perjalanan ke rumah Fiya tersebut cukup memakan waktu hampir empat puluh menit juga. Setelah sampai di depan pagar Sofiya pun melihat mobil hitam yang yang telah berhenti di depan pagar rumahnya tersebut juga.


__ADS_1


Ternyata yang keluar adalah suaminya dan Heru teman baik suaminya tersebut, Sofiya dan suaminya tersebut sama-sama sampai tepat di depan pagar rumah mereka.



Zaid yang begitu melihat Sofiya membawa barang belanjaan yang cukup banyak, langsung memeluk istrinya itu dan menolong mengeluarkan barang belanjaan Sofiya dari taksi tersebut.



"Heyy...heyy!! kalau mau pelukan jangan disini!! Uucap Heru teriak.



"Hahaha...sirik aja lu Her!! yaudah buruan bawain belanjaan istri gue masuk ke dalem." ucap Zaid.



"Sayang...i miss you..."



"Sudah, ayo masuk dulu," ucap Sofiya.



"Cepat Her, bawak ya!! perintah Zaid.



"Oke bos," jawab Heru.



Mereka bertiga pun masuk secara bersamaan, ibu yang dari tadi mengkhawatirkam Sofiya, akhirnya melihat Sofiya pulang bersama suaminya tersebut begitu lega.




"Sayang...tapi kamu pergi dengan Ira??" tanya Zaid.



"Iya yank, tadinya dengan Ira, ketika menuju pulang, mobil Ira mogok ditengah jalan."



"Karena jam sudah menunjukkan pukul tiga, Dinda takut gak bisa masakin kanda, ehh ternyata bener kanda juga sudah sampai. maafin Dinda ya," ucap Sofiya menjelaskan.



"Oh...jadi Ira menyarankan kamu naik taksi, begitu kah sayang?? tanya Zaid.



"Iya sayang, tapi percuma juga naik taksi, kanda juga sudah sampai, dan makan siang pun sudah dimasak oleh bI Sumi dan bu Laras, mmm," ucap Sofiya sedih.



"Sudah Dinda jangan bersedih," ucap Zaid kembali memeluk istrinya



"Sudah ya...gak apa-apa, Kanda hanya ingin memeluk Dinda saat ini," ucap Zaid.


__ADS_1


Heru yang sedang berada di kamar tamu tersebut merasa begitu lelah dan dia pun tidur dengan begitu lelap nya, ibu mertua Sofiya pun Sedang membereskan pakaian di dalam kamarnya sendiri.



Sedangkan Zaid dan Sofiya sedang berada di kamar mereka juga, alih-alih mereka ingin menuangkan segala rindu karena sudah tiga hari tidak bertemu.


Zaid begitu merindukan istrinya tersebut, jadi momen saat ini Zaid hanya ingin bersama Sofiya dan memeluk Sofiya tanpa henti di atas ranjang mereka.


Ketika mereka saling bercengkrama mesra tiba-tiba ponsel Zaid berdering terdengar suara notifikasi chat yang masuk, Sofiya pun menyuruh Zaid melihat gambar tersebut, Sofiya pikir itu adalah hal yang penting maka Zaid disuruh untuk melihatnya.



"Sayang..buruan lihat ponselnya, pasti ada yang penting itu," ucap Sofiya.



"Tapi Kanda tidak ingin melepasmu Dinda.." ucap Zaid.



"Sebentar saja, ambilah dulu," ucap Sofiya.



"Baiklah sayangku," ucap Zaid.



Zaid pun mengambil ponselnya yang berada di sebelah ranjang. Ponsel itu terletak di atas meja sebelah lampu tidur mereka berdua. Karena menurut Sofiya ada sesuatu yang penting, Sofiya pun menyuruh suaminya segera melihat apa yang masuk di ponsel suaminya tersebut.



"Apa?? tidak mungkin!!" ucap Zaid tiba-tiba.



"Kanda..apa yang tidak mungkin??" tanya Sofiya bingung.



Wajah Zaid memerah, dia pun tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini. Ya! foto itu telah masuk dalam ponselnya yang sengaja di kirim oleh Ira kepada Zaid.



Sofiya begitu penasaran, wajah suaminya berubah merah dan ekpresi Zaid sangat berubah total saat ini. Namun, Sofiya mengingat sesuatu di kepalanya.



Jika wajah suaminya memerah, menandakan dia sedang menahan amarah. Apa mungkin Zaid marah?


Dan kenapa Zaid bisa marah??


Tanya besar di dalam pikiran Sofiya saat ini, Sofiya yanh sedari tadi memanggil Zaid, namun tidak ada dahutan apapun dari nulut suaminya.



Yang awalnya tadi mesra, sekarang menjadi dingin bak kutub utara. Zaid benar-benar kesal namun Sofiya mengingat sesuatu lagi, jika wajah suaminya memerah berarti dia marah, dan Zaid selalu mengingatkan Sofiya sebelum-sebelum ini, jika wajahnya memerah, peluklah dirinya maka amarahnya akan sirna.



Mengingat itu, Sofiya mencoba mendekati Zaid yang sedang berada di tepi ranjang, dengan masih memandangi layar ponselnya, Sofiya mendekat lalu memeluk suaminya dengan eratnya.



Zaid terkejut dengan perlakuan istrinya tersebut, Zaid pun menoleh kebelakang dan mengatakan sesuatu untuk Sofiya.

__ADS_1


*****


*****


__ADS_2