
Setelah sampai tepat di depan ruangan dimana suaminya dirawat. Sofiya segers masuk dan menebar senyuman yang begitu bersemangat.
"Assalamualaikum," ucap Sofiya ketika melihat sang suami telah bangun.
Zaid sudah bangun dan ibu yang sedang berada disisi Zaid. Sambil membasahi tubuh Zaid dengan kain, Zaid belum diperbolehkan untuk mandi saat ini.
Jadi ibu hanya membersihkan tubuhnya dengan kain basah. Walaupun ada perawat yang menawarkan diri sebelumnya, Ibu lah yang ingin melakukan itu untuk anaknya itu. Zaid pun lebih nyaman jika ibunya yang melakukan itu.
"Waalaikumsalam," keduanya serentak membalas ucapan salam kepada Sofiya.
Dan kedua nya terlihat menebarkan senyuman hangat kearah Sofiya. Sofiya pun melangkah kearah mereka dan membuka apa yang dia bawakan untuk mereka berdua. Masakan pertamanya untuk suami dan ibu mertua.
"Beruntung banget ibu punya menantu sepertimu Nak!! Sudah cantik kamu baik lagi. Dan pinter masak pula itu!! Kamu pergi dari sini sangat pagi sekali, dan datang membawa masakan," ucap ibu sambil tersenyum.
Ibu mertuanya itu tak henti-henti memuji dirinya. Diapun tersipu malu, Apalagi sang suami menatapnya dengan penuh kehangatan, semakin memerah pipi Sofiya dibuat oleh tatapan itu.
Ibu berpamitan sebentar dengan mereka untuk pergi mandi. Karena ibu merasa badannya sudah gatal-gatal, karena ibu terbiasa mandi pagi.
Ibu utamakan kebersihan untuk anaknya terlebih dahulu. Baru untuk dirinya, ibu mertua dan menantu itu saling kompak merawat Zaid.
"Nanti ibu makan nasi goreng nya ya nak!! Ibu mandi dulu, udah gatel-gatel ni badan Ibu," ucap ibu.
Ibu Pun segera masuk ke kamar mandi. Sofiya dan Zaid tersenyum melihat ibu merasa risih karena belum mandi. Sofiya pun membuka bekal untuk Zaid, bubur ayam pertama dari tangan Sofiya.
"Kanda!! Hari ini Dinda memasak bubur ayam!! Dinda suapin kanda ya!!" ucapnya sambil tersenyum lembut.
"Iya istriku sayang. Terima kasih banyak!!" balasnya.
"Jangan berterima kasih terus dengan ku, ini adalah kewajiban Dinda sebagai istri kanda!!" balas Sofiya pula.
"Hmmm!! begini ternyata punya istri," ucap Zaid sambil tersenyum nakal.
Sengaja Zaid membuat Sofiya malu-malu kembali dengan perkataannya itu. Namun Sofiya mencoba membiasakan dirinya itu dengan suaminya, toh lambat laun dia akan berani lebih terbuka kepada suaminya secara terang-terangan.
"Yaudah buka mulutnya!! Dinda suapin ya!!" ucapnya sambil memegang se sendok bubur.
"Iya Dinda ku sayang!!" balasnya.
Panggilan Zaid itu semakin membuat dia tersipu-sipu memerah merona pipinya semakin tebal. Membuat Zaid sangat suka memandangi pipi merah itu.
Membuat dirinya dengan keadaan itu, Zaid suka melihat Sofiya malu-malu. Pipinya yang kemerahan itu membuat gemas dan lebih menarik dimata Zaid.
__ADS_1
Zaid pun sepertinya menyukai bubur yang dimasak Sofiya tersebut. Dengan lahap dia makan, sudah 4 suapan masuk kedalam mulutnya itu, rasanya pagi ini dunia milik mereka berdua.
15 menit berlalu..
Ibu yang melihat pasangan suami istri itu tersenyum dari pintu kamar mandi dan mulai menghampiri mereka.
Di usianya yang terbilang senja ini, akhirnya ibu bisa berkumpul dengan anak sekaligus menantunya itu.
Mereka tidak menyadari ibu datang ke arah mereka berdua. Karena kedua asik saling suap-suapan dan saling menatap penuh dengan kehangatan kasih sayang.
Pagi ini adalah pagi pertama Sofiya akan memulai kehidupan barunya.
"Ehem ehem!!" dehem ibu mengejutkan mereka.
Namun bukan malah menjawab, mereka berdua terlihat menjadi kaku. Dan akhirnya mereka tertawa kecil, ibu yang membuat mereka malu itu juga ikut tertawa bahagia bersama.
"Bu, silahkan di makan nasi gorengnya!!" ucap Sofiya.
"Terima kasih ya nak, Ibu juga sudah lapar!! Hehehe," ucap Ibu sambil membawa rantangan yang berisi nasi goreng ke arah sofa.
Sofiya pun menyulangi minuman ke mulut Zaid. Namun ketika dia sedang memasukkan air ke mulut suaminya tiba-tiba terdengar riuh suara dari balik pintu masuk.
"Assalamualaikum!! Surprise!!!" ucap serentak Rani dan Rini yang baru sampai.
Tak disangka Rani dan Rini mengejutkan mereka berdua serta mengejutkan ibu yang sedang enak mengunyah nasi goreng buatan Sofiya.
Mereka masuk dengan terburu-buru, dan membawa beberapa kantong plastik yang berisikan makanan yang cukup banyak.
"Waalaikumsalam!! Kok gak ngabarin mau kesini," ucap Sofiya sambil geleng kepala melihat tingkah kedua sahabat nya itu.
"Eitsss sorry!! kita berdua lagi mengganggu pengantin baru suap-suapan ya!!" ucap Rini yang suka ceplas ceplos.
Ibu tertawa mendengar ucapan itu, membuat Zaid tersipu malu. Pasal nya Zaid belum mengenal kedua gadis kembar ini.
"Ahhh kita berdua terlambat!! Padahal kita berdua bawa makanan Fiya!! Untuk ibu, kamu, dan suamimu!! eh ternyata telat ya!!" ucap Rani bersuara sambil mengangkat makanan yang dibawanya itu.
__ADS_1
"Ayo nak Rani dan nak Rini mari makan bersama!!" ibu memanggil mereka berdua untuk duduk di sofa.
"Hehehe iya deh bu!!" Wah Fiya masak nasi goreng ya bu!!" ucap Rani.
"Iya nak, rasanya juga enak banget!!" ucap ibu.
Mereka pun akhirnya berkumpul dan makan bersama di dalam ruangan itu.
Pagi berlalu dengan lenggang. Sofiya mulai mendatangi kantor capil untuk mengurus surat-surat pindahnya.
Sepertinya tidak begitu sulit yang seperti bayangannya semalam. Besok segala urusan Sofiya akan diproses, namun Sofiya masih belum membicarakan hal itu kepada kedua sahabatnya itu.
Biarkan dahulu semua ny selesai baru Sofiya akan memberitahukan berita itu kepada sahabatnya.
Karena segala urusan pindahnya itu hampir terbilang selesai. Dia pun menyempatkan membuat surat resain kerjanya, lalu dia mencoba menitipkan ke postman surat resign tersebut.
Setelah semua telah dibuatnya, mudah-mudahan pak Mike mengizinkan dirinya untuk resign. Karena tidak ada hak apapun dari pak Mike untuk menahan Sofiya berhenti bekerja.
Selesai menulis surat dia segera mengirimkan surat itu agar segala urusannya cepat selesai, pikirnya.
Surat pun sampai dengan cepat. bukan main pak Mike terkejut!! Bukannya Sofiya hanya cuti karena sakit!! Tapi hanya beberapa jam datang surat resign kerjanya!! Sofiya sebenarnya kenapa??"
Pak Mike berpikir keras melihat surat resign yang tertera di atas meja nya itu, sekretaris pak Mike pun takut melihat ekspresi pak Mike saat itu.
Tak disangka pak mike langsung menghubungi Sofiya dengan ponselnya. Sofiya ragu untuk menjawabnya, namun ia tidak mungkin menolaknya.
"Pasti surat resign ku sudah sampai ke tangan pak Mike! Maknya pak Mike langsung menelponku," ucapnya dalam hati.
Ponselnya terus berbunyi tanpa henti, Sofiya mencoba memberanikan diri menjawabnya.
"Ha Hallo Pak Mike!!" ucap Sofiya terbata-bata menjawab telepon dari pak Mike.
Belum habis Sofiya menyapa pak Mike. Namun Atasannya itu angkat bicara dengan langsung dan tutup poin.
"Alasan apapun itu!! Saya tidak akan mengizinkan kamu berhenti!!" ucap Pak Mike.
Panggilan itu langsung diakhiri oleh atasannya tersebut. Kali ini Sofiya benar-benar pusing tujuh keliling.
***
__ADS_1