ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
TUNTUTLAH SEPUASMU!


__ADS_3

            GUBRAK...


     Tiba-tiba pintu terhempas dan terbuka, Mike yang sedang ingin memperkosa Sofiya seketika begitu terkejut, dengan kedatangan tamu yang tidak diundang.


    Tak menunggu lama untuk tamu tak diundang itu memberi pelajaran kepada Mike.


     "Keparat Kau!!" ucapnya


      Prak..prak...


     Pukulan demi pukulan telah dilayangkan kedua tangan Heru ke wajah Mike.


   "Fiya..kamu tidak apa-apa kan! FIYA, tenang ada aku disini," ucap  Rini lari ke arah Sofiya dan langsung memeluk Sofiya erat.


***


       Kali ini Mike benar-benar babak belur, untung saja kedua sekuriti nya langsung menolong nya. Awalnya kedua sekuriti itu menolak kedatangan Rani dan heri, tapiHeru mengancam kedua sekuriti itu, akhirnya Harus bisa menyelamatkan Sofiya tepat waktu.


     Perasan khawatir Zaid sangat tepat. Ketika Fiya pergi, Zaid pun langsung menghubungi Heru dan memerintahkan nya mengikuti Sofiya.


     Alih-alih menunggu Sofiya sangat lama keluar membuat Heru dan Rani yang sejak tadi membuntuti Sofiya, akhirnya memutuskan masuk. 


      Para staf  Mike yang sudah mengetahui kejadian yang baru saja terjadi, mereka sangat menyayangkan perbuatan boss nya itu.


     Fadil yang termasuk teman dekat Sofiya  sangat tidak respek dengan perbuatan bosnya Sofiya tersebut.  Jika memang dia menyukai Sofiya tak sepantasnya bosnya yang berpendidikan melakukan tindakan asusila tersebut. 


     Sepertinya Mike tidak senang atas pukulan Heru. Setelah sekuriti nya melerai antara mereka, jika tidak Mieke bisa mati di tangan Heru tadi yang kala itu sangat geram melihat tingkah Mike.


     Sofiya dan Rani mencoba mengambil satu persatu ponsel Sofiya yang telah berserakan di lantai.  Segera Rani menyimpan ponselnya setelah mendapat sedikit bukti, Sofiya yang nampak lemas itu. Sepertinya Sofiya sangat syok dengan kejadian itu, kemungkinan psikis nya akan terganggu, dia akan sedikit trauma.


      "Kamu akan saya tuntut!!" ucap Mike geram.


  

__ADS_1


         Mike ingin menuntut Heru. Karena sudah melayangkan pukulan  di wajah Mike dan membuat Muka menjadi babak belur. 


      Mike tidak kenal dengan pria ini, namun dia akan menuntut dengan bukti wajahnya yang lebam-lebam itu. Sangat gila bukan, dia yang melakukan tindakan tidak senonoh itu, dia pula yang ingin menuntut heru yang menolong Sofiya sebagai korban.


   "Hahaha...silahkan bajingan, tuntut lah sepuasmu!!" ucap Heru geram.


      


      Heru yang begitu geram langsung menyatakan ketidak taatannya untuk dilaporkan atas luka yang ada di wajah Mike tersebut.


    Mike masih memegangi mulutnya yang berdarah. Heru mendekati Rani dan Sofiya, segera Heru menarik kedua wanita itu dan membawanya keluar.


   "Sekali lagi gua peringati ke elu, silahkan tuntut!! Kalau lu memang tidak ada otak dan pendidikan," pungkas Heru geram.


    


     Heru menegaskan sekali lagi, dan sambil melihat sinis ke wajah mike yang masih terlihat mengeluarkan darah segar di bibir nya.


          Mereka pun berjalan melewati para karyawan Mike. Semua mata tertuju iba kepada Sofiya yang menjadi korban. Dera yang melihat Sofiya terlihat sangat iba, ketika Sofiya terlihat dipapah oleh Heru dan Rani.


        Rani yang sambil memapah Sofiya itu, yang tengah lemah tertunduk, dengan badan masih gemetar. Sofiya mengalami trauma, dan trauma yang dialaminya kemungkinan akan membutuhkan perobatan psikologi untuk dirinya.


  "Iya Ran, syukurlah Sofiya masih terselamatkan dari boss nya yang brengsek itu!!" ucap Heru lagi geram.


            


           Sekali lagi Heru merasa geram jika ingatannya kembali ke Mike, secara langsung dia melihat Mike duduk diatas Sofiya, dan mencumbuinya. Mengingat lagi akan hal ini, kalau Zaid nanti yang mengetahui ini, pasti akan marah besar kepada Mike.


     "Tolong, jangan beritahu Zaid ya Her," ucap Sofiya lemah.


        Seketika Heru memandang wajah Sofiya yang pucat pasih itu, kenapa dengan wanita ini pikirnya. Apa yang ditakutinya, semua sudah terbukti Mike bersalah.


          Belum lagi Heru menjawab, Heru terus saja memapah Sofiya sampai lah ke parkiran mobil. Dan menyuruh Sofiya masuk kedalam mobil, untung nya ada Rani yang membawa mobil, kalau tidak mereka pun akan kebingungan.

__ADS_1


    "Her, tolong sekali lagi jangan kasih tau Zaid tentang ini. Aku hanya takut dia syok, penyakitnya belum sembuh aku tidak mahu ini menambah beban pikirannya. Pasti nanti jika dia banyak berpikir kepalanya akan kembali sakit. Tolong mengerti lah Her," pukul Sofiya.


      


          Sofiya memelas dihadapan Heru yang kala itu Sofiya berada di sebelah Heru. sedangkan Rani membawa mobil Sofiya, yang sama-sama terparkir di area depan kantor Sofiya tersebut.


    


          Heru merasa serba salah, berkecamuk rasa ibanya terhadap Sofiya yang memelas begitu. Namun ini bukan hal yang tidak serius, ini hal yang sudah melecehkan istri sahabat nya itu, pikir Herun.


      Zaid akan tahu mengambil tindakan untuk Mike, lagi pula, sebelum mereka membuntuti Sofiya, Heru dan Zaid sudah membuat rencana yang di luar dugaan Mike.


      Jika benar akan terjadi hal yang tidak diinginkan, Heru menyuruh Rani agar memegang ponsel lalu menghidupkan rekaman video waktu tadi.


      Begitu saja pintu itu didobrak, Rani berhasil mendapat rekaman Mike tengah ingin mencoba melakukan pemerkosaan terhadap Sofiya, sedangkan Heru terus melayangkan pukulannya ke arah Mike.


        Perjalanan sedikit macet kala itu, Sofiya terlihat diam, dan Heru pun hanya mampu diam lalu menyetir dengan tenang. Agar mereka bisa sampai dengan selamat, Heru tidak mengiyakan keinginan Sofiya itu.


     Namun dia hanya diam, mungkin dia akan memberitahukan kepada Zaid secara diam- diam. Tanpa sepengetahuan Sofiya, agar Sofiya tidak merasa khawatir yang berlebihan kepada Zaid.


     Jika dia tidak memberitahukan hal itu, tentu saja dikemudian hari, Heru akan dibenci oleh Zaid, dan Heru tidak ingin hal itu terjadi pikirnya.


        Tapi alasan Sofiya juga sangat masuk akal. Heru akan mencari jalan agar semua bisa ia selesaikan,  urusan Zaid adalah urusan dirinya juga. 


     Jadi apa pun itu dia akan ada disisi Zaid, Heru yang tidak mengenal Mike, bahkan baru tahu untuk apa gunanya dia datang ke Pulau Batam itu, dia datang untuk cek itu. Dan sekaligus menjadi bodyguard untuk istri boss nya sekaligus sahabatnya itu.


      Tubuh atletis yang dimiliki  Heru sangat mempuni menjadi seorang petinju yang handal, dia selalu berlatih gym, dan rajin untuk berolahraga. 


     Tubuhnya tak kalah tinggi dengan Zaid, tinggi badannya 180, warna kulitnya sawo matang, dan ada lesung pipi di setiap pipi nya. Itulah yang membuat banyak para wanita tergila-gila dengannya, dia dan Udin  menyebut dirinya adalah playboy cap biawak.


       Namun tidak dengan sekarang, sepertinya dia akan mengakhiri gelar playboy nya itu, pasalnya dia telah tertarik dengan Rani sahabat Sofiya. Walaupun baru satu hari bertemu, namun sudah ada puing perasaan yang timbul.


       Sampailah di parkiran, dan terlihat juga mobil Sofiya  yang di kendarai Rani juga ikut sampai  di halaman rumah sakit tersebut. 

__ADS_1


     ***


__ADS_2