
Fiya!! ada apa? Rini penasaran.
"Fiya...Fiya!! kenpa sih? Rani tak kalah penasarannya.
Mulut Sofiya ternganga seolah ada hal yang mengejutkan dirinya. Rani mengambil ponsel di tangan Sofiya.
Ohh tuhan..!! ini kan Zaid kamu kan?? tanya Rini tak kalah terkejutnya.
"Kenapa bisa dia apload foto??" bertubi-tubi Rini pun melayangkan pertanyaan.
"Ha..!! yang bener dek, mana lihat!!" Rani semakin penasaran.
Sedangkan Sofiya masih syok melihat itu, dirinya merasa tertipu oleh kabar dua bulan lalu. Dia sangat merasa kehilangan oleh sosok tapi kenapa tiba tiba Zaid ada apload foto.
Caption puisi yang pernah Delisha post di moment nya, lalu di post kembali oleh akun Zaid.
"maksud nya apa ini??" bertanya-tanya Sofiya
"Fiya..sabar dulu jangan syok dulu, kita selidiki dahulu!! nanti ini akun temen nya yang pakai!!" Rini mencoba berbikir positif.
"Tapi Rin, itu tulisan dia aku tanda bnget loh," ucap Sofiya.
Sofiya sangat mengenali tulisan Zaid, walaupun baru dua bulan. Kemampuannya mengamalisis sangat tajam, hingga tulisan Zaid yang baru dia kenal pun sangat dia tahu.
Ini juga captionnya berisi puisi Sofiya yang pernah dia apload di momentnya. Semua terdiam sejenak, hanya menatap layar.
"Sepertinya dia rindu deh sama kau Fiya!!" Disini banyak tulisan tulisan rindu gitu, dia seperti kehilangan juga," ucap Sofiya mencoba menganalisis postingan Zaid yang diketahui sudah meninggal.
"Yadah coba deh chat Fiya, tanya siapa yang pakai ini akun nya si Zaid kamu itu," ucap Rani menyarankan langasung bertanya tanpa menduga-duga.
"Iya iya Ran!! aku coba chat deh, mudah mudahan emang yang punya akun ini yang pakai," ucap Sofiya seperti kembali ada semangat.
"Entah siapaun kamu..dibalik akun ini!! Yang ku tahu aku sedang merindu yang bernama Zaid Fahlevi. makanya aku kembali membuka aplikasi ini," tulis Sofiya.
pesan terkirim..!!
Terbaca pukul 22.05
"Sepertinya aktif Fiya..!!" Langsung dibaca ni Rini tak sabar menunggu balasan.
Mereka bertiga penuh harap, dan melototkan mata fokus menunggu balasan.
Ting...Tong..
Notif chat masuk
"Fiya..!! Lihat ini dibalas..!!" ucap Rini antusias
__ADS_1
"Iya iya tau fah!!"
mereka bertiga membuka pesan balasan itu, semu tidak sabar ingin tahu apa isinya.
"Dinda..! (isi pesan)
"Hanya itu saja balasannya??"
Mereka bertiga saling tatap, sambil memeluk Sofiya untuk menguatkannya.
"sungguh balasan yang sangat singkat, namun penuh tanda tanya," ucap Rini.
"Apa dia Hidup kembali??" tanya Rani.
"Hidup kembali!! perasaan dia belum meninggal, mungkin masih ada yang disembunyikan," ucap Sofiya.
"Semoga begitu," ucap Rani dan Rini bersamaan.
"Gaiss!! Aku harus balas apalagi ini??" tanya Sofiya bingung.
"Kamu coba deh tanya lagi apa benar itu Zaid atau bukan!!" ucap Rani.
"Tapi Ran!! Dari caranya menuliskan Dinda saja aku sudah tahu itu pasti dia. Kalau Udin dia tidak pernah memFiyal ku Dinda, dia selalu memFiyalku Gici, Gigi kelinci," jelas Sofiya.
"Kalau memang kamu percaya itu dia Ka, yadah tutup point aja, tanyain kenapa dia harus bohong dan mengatakan dirinya meninggal," sara Rini.
"Tumben adikku bijak...Hehehe!!" ucap Rani mencairkan suasana yang tegang.
"Yadah buruan Fiya," bersamaan Rini dan Rani.
Tulis pesan...!!
"Aku merasa ini kamu kanda. Namun untuk meyakinkanku lagi, apa benar ini memang kamu??" tulis Sofiya penuh harap.
Balasan pesan itu hanya tertulis nama "Dinda". Sepertinya ada sesuatu yang ingin Disampaikan lagi, namun kenapa hanya Sepenggal nama yang tertulis disitu.
Masih belum ada balasan lagi, mereka masih saling tunggu. Begini memang hal yang paling berat adalah menunggu yang tak tahu ujungnya dimana, Sofiya mencoba menulis pesan lagi.
"Iya ini aku kanda, siapa kamu sebenarnya!! Apa kamu benar kandaku??"
Pesan terkirim.!!
(Dilihat) sedang mengetik....
"Kira kira apaan yang diketiknya ya!! kok gak kelar kelar," ucap Rini begitu merasa penasaran.
"Iya apaan ya!! Dari tadi sedang mengetik mulu," Rani pun tak kalah penasarannya.
__ADS_1
Sedangkan Sofiya hanya diam sambil Menaruh harap dihatinya, kalau Zaid itu Masih hidup,dan yang membalas ini adalah Zaid nya sendiri.
Ting..tong..
Suara notif masuk!
"Dinda!! iya ini aku, maafin aku," balas Zaid
Melihat balasan singkat itu, membuat tangis Sofiya pecah, balasan yang ia benar-benar inginkan dari Zaid akhirnya benar. Zaidnya masih hidup, dan kini yang membalas pesan itu adalah Zaid sendiri.
Sofiya pun segera mengetik balasan kembali, dia tidak ingin kehilangan kali keduanya, walau dua bulan sepertinya Sofiya mempunyai ikatan batin tersendiri kepada Zaid.
Pesan di ketik..!!
"Untuk apa kamu meminta maaf!! Tapi kenapa Kamu malah menyuruh temanmu mengabari Berita kematian yang sampai sekarang tidak Bisa kuterima. apa ketulusanku ini tidak kau percayai??" balas Sofiya penuh harap cepat dijawab.
Terbaca..
Sedang mengetik..
"Untuk berita itu memang aku Menyuruhnya. Untuk alasan yang sulit ku Jelaskan, dan sekarang pun aku bukan berada di Jakarta, melainkan di Kalimantan Utara. Dan aku udah menemukan ibuku dan tinggal dengan Ibu," balas Zaid.
Kembali Sofiya membalas..
"Syukurlah kalau kamu sudah bertemu ibumu. Tapi bukankah kamu berjanji akan menemuiku?" tulis Sofiya dengan penuh harap lagi.
"Aku percaya sampai hari ini kamu masih ada, karena jujur dalam mimpiku pun kamu selalu hadir, walau kita belum pernah bertatap dalam dunia nyata. Namun hatiku telah melihatmu lebih nyata daripada sebatas dunia," tambah Sofiya lagi.
Sambil mengetik ini Sofiya menumpahkan deraian air matanya. yang sudah lama di atas pelupuknya tergenang.
"Udah sabar Fiya...sabar.. ya!! Mudah mudahan si Kandamu bisa ngerti perasaan kau saat ini. Jangan nangis dong,aku juga sedih ni," ucap Rini mencoba memberi semangat.
Iya Fiya, jangan sedih coba kuatin hati kau lagi. Toh juga dia masih hidup, mungkin nunggu waktu untuk pertanyaan mu itu," Rini mencoba memberi pengertian kepada Sofiya.
Kedua gadis kembar ini merangkul Sofiya, karena pelukan bisa meredakan emosi, amarah dan lebih akan bisa membuat seseorang yang sedih akan kembali normal.
Begitu banyak kegunaan dari pelukan yang mungkin bermanfaat bagi kita, bisa menjadi kunci keharmonisan hubungan.
Berpelukan dapat memancing tubuh melepaskan hormon oksitosin, yang dapat membuat perasaan lebih tenang dan nyaman, sehingga membantu hubungan antara siapapun yang saling berpelukan menjadi tenang.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang dewasa yang sering memeluk dan dipeluk sejak kecil, dapat memiliki tingkat stres yang lebih rendah jika dibandingkan yang kurang mendapat pelukan saat kecil.
Kontak fisik pada orang dewasa juga dianggap mampu mengurangi tekanan dalam kehidupan mereka, bahkan meski hanya berupa sedikit sentuhan.
Menumbuhkan hal positif makanya Rini dan Rani selalu memeluk erat Sofiya, begitu juga dengan Sofiya dia selalu merentangkan tangannya untuk sahabatnya itu.
Mereka masih menunggu balasan..!!
__ADS_1
******