ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
DALAM PERJALANAN


__ADS_3

    Perjalanan dari Pulau Batam ke pulau Kalimantan Utara memakan waktu itu sekitar 7 jam perjalanan.


      Mereka berangkat pukul 17.00 dan akan sampai pada pukul Jam 12 malam, sebelumnya nya mereka sempat terkena delay setengah jam, akhirnya sekarang  mereka hampir sampai di pulau Kalimantan Utara.


      Sofiya yang duduk di tengah-tengah antara Zaid dan ibu mertuanya itu, Sofiya dan ibu terlihat sangat ngantuk mereka tertidur pulas.


      Zaid yang masih terjaga sesekali membelai lembut rambut Sofiya, Zaid yang duduk di dekat jendela melihat takjub pemandangan dari atas pesawat, jam pun sudah hampir menunjukkan pukul  23.40 malam.


     Karna sudah hampir sampai, pengumuman pun terdengar jelas.


     " Pesawat XYZ sebentar lagi akan mendarat, tetap duduk di tempat dengan tenang sampai pesawat benar-benar mendarat dengan selamat, semoga anda semua sampai ke destinasi masing- masing, terima kasih."


      Zaid yang mendengar pengumuman itu, langsung mengejutkan istrinya dan ibunya, untuk bersiap-siap turun dari pesawat, mengingat ini sudah mencapai larut malam, sebelumnya Zaid sudah menghubungi supir pribadinya.


       "Sayang....bangun, udah mau sampai," ucap Zaid lembut di telinga istrinya.


     Lembut dan penuh kehangatan Zaid mengelus pipi istrinya itu, tak lama kemudian istrinya pun perlahan sadar dari tidurnya yang pulas itu. setelah Sofiya sadar, Zaid pula membangunkan kan ibu nya yang duduk disebelah Sofiya.


         "mhmmm..sudah sampai kah yank??" tanya Sofiya masih dengan matanya yang masih terlihat menyipit. Karena tidurnya terbilang sangat pulas, Zaid membuat dirinya begitu nyaman.


      "Iya...sayang, sudah sampai," baasnya. 


    Sofiya yang melihat ibu masih tertidur pulas itu, mencoba membantu Zaid membangunkan ibu.


       "Bu...kita sudah sampai," ucap Sofiya.


     Sofiya menepuk lembut lengan ibu mertuanya itu, perjalanan jauh membuat ibu pun sangat kelelahan.


      "Ha..hemmm, sudah sampai..." ucap Ibu. Ibu akhirnya sadar dari tidurnya, dan tersenyum menatap anak dan menantunya itu.


        Ramai penumpang dalam pesawat itu, Zaid membiarkan orang-orang yang mendahului mereka, lalu setelah terlihat longgar barulah Zaid, ibu, dan Sofiya berjalan keluar dari pesawat itu.


        Ada beberapa koper yang yang dititipkan di bagasi pesawat, ada juga koper kecil yang diletakkan di atas mereka, Sebelum turun Zaid membawa koper kecil itu dan dan membiarkan ibu dan Sofiya berjalan terlebih dahulu.


        Semua barang sudah lengkap mereka terima, Zaid mecoba menghubungi supir pribadinya itu, ada dalam 10 menit di menelpon supirnya itu.


      "Hallo pak, assalamualaikum," ucap sang supir


      " Waalaikum salam, pak Kirman dimana?? saya sudah sampai," balas Zaid

__ADS_1


      " Maaf, maaf pak, saya tadi ke wc, sakit perut, ini saya menuju arah bapak," ucapnya


     "Oh....yasudah baik-baik, saya tunggu di sini," ucapnya.


      Tak lama panggilan itu terputus, tiba-tiba ponsel Zaid berdering kembali, tertulis nama Udin yang menelponnya. 


    Zaid merasa sedikit aneh, malam-malam begini tumben Udin menelponnya, ada keperluan apa pikirnya, tanpa pikir panjang Zaid pun menjawab panggilan itu.


        "Hallo... assalamualaikum, knpe din??


   


       "Waalaikumsalam, boss gawat bos!!" Terburu-buru udin berbicara.


      "Gawat kenapa din!! tenang dulu lah, ceritain dengan betul-betul," jawab Zaid mencoba menenangkan Udin yang terdengar cemas itu.


     "Si Jasmin ada disini boss, dia gk akan pergi sebelum gua ngasih nomor ponsel lu yang baru ke dia," jawab Udin menjelaskan.


    "Jasmin?? Dasar Cewek konyol! ngapain dia datang lagi, dan minta nomor ponsel gua segala," ucap Zaid terkejut dengan nama Jasmin yang disebutkan Udin.


     Sofiya dan ibu yang melihat Zaid seperti orang kesal itu, mencoba menenangkan Zaid.


     "Cewek Gila!!" jawab Zaid


   


     "Yaudah Din, sekarang juga elu keluar kasih ponsel lu sama dia, gua mau ngomong sama dia!!" perintah Zaid.


   Nada tegas terdengar jelas di telinga Udin, kalau begini suaranya Zaid pasti lagi kesal banget. Udin pun segera memberikan ponsel nya ke perempuan yang bernama Jasmin itu.


      "Jasmin!! ini boss gua mau ngomong same Elu," panggil Udin kepada Jasmin yang berdiri di depan pintu


       "Kan..apa gue bilang... Zaid pasti gak nolak gue," ucapnya percaya diri.


     Wanita yang bernama Jasmin itu penuh rasa yakin kalau Zaid masih ingin berhubungan dengan dirinya itu.


     "Udah ah..nihh!! cepetan lo jawab!! bentak Udin kesal.


     Kesal Udin dengan tingkah Jasmin yang memaksa seperti itu, sudah dia yang menghianati Zaid, sekarang dia pula mengganggu hidup Zaid kembali, pikir Udin.

__ADS_1


      "Halloo...sayang, gue mau minta maaf sama lo, gue rindu banget sama elo," ucap Jasmin.


    Jasmin sengaja membuat suara manja dan memelas, Udin yang melihat acting Jasmin itu merasa jijik.


    Wanita palsu penuh kepura-puraan, Udin mengumpat Jasmin dalam hatinya, semoga Zaid tidak tergoda kembali dengan wanita seperti ini, harap Udin.


    "Udah deh Jasmin, Gue gak mau basa-basi sama elo!!  jangn banyak basa-basi juga sama gue, gue gak ada waktu lagi buat lo!!"


    "Sekarang gue udah menikah, gue udah bahagia bersama istri gue, elo tolong jangan pernah usik kehidupan gue lagi, tentang kita sudah berakhir, oke bye!!" Zaid begitu menegaskan suaranya setelah berkata panjang lebar Zaid langsung menutup panggilan itu.


      Belum sempat Jasmin menjawab, Zaid langsung mematikan panggilan itu. Berbicara dengan mantan yang pernah menghianatinya itu, membuat Zaid begitu emosi sekaligus jijik mendengar suara manja wnita itu.


     Sofiya yang mendengar Zaid memaki wanita itu, cukup kagum karena  Zaid menunjukkan sikap yang tegas sebagai seorang laki-laki.


         Udin yang melihat ekspresi Jasmin sudah bisa menebak,  kalau wanita di depannya mengalami penolakan oleh Zaid,. 


    Dalam hati Udin, dia bahagia Zaid telah bersikap tegas kepada mantannya nya yang telah menghianati nya itu.


       Jasmin yang melihat Udin senyum-senyum, merasa kesal dengan sikap Udin itu, lalu Jasmin berkata kasar kepada Udin.


        "Heh udin, yang gak laku-laku, gak usah cengar-cengir lu, gua gak percaya Zaid udah nikah pasti dia bohong!! ucap Jasmin kesal, dan masih berpendapat Zaid bohong, Udin tampak senang dengan kekesalan wanita itu.


        "Eh..Jasmin, biarin gue gak laku-laku, asal gue gak ngejar mantan kayak elu, dan ngehalu bisa balikan!! hahaha....ngimpi!! Zaid udah bahagia sekarang, asal loe tahu aja ye!! teriak Udin di depan wajah Jasmin, dia sengaja memanas manasin Jasmin, kata- kata Jasmin langsung bisa Udin patahkan.


     "Oh..lu mau main-main sama gue, lu liat aja, kalau gue gak bisa dapetin Zaid, Cewek mana pun gak bakalan dapetin dia!! ucapnya nada memberi ancaman.


      "Sekarang Zaid Dimana??" tanya Jasmin kembali.


    Jasmin seperti mengancam Udin, namun Udin tidak memperdulikannya, rasanya tidak mungkin. Sekarang Zaid sudah jauh dari kota Jakarta itu, Jasmin tidak akan bisa menemuinya, pikir Udin.


     "Gue gak tahu dimana Zaid sekarang, elo kan bisa ngelakuin apa aja kan...yaudah cari tau sendiri dong Zia dimana!! ok...dah gih pulang lo, sebelum gue panggilin security nih!! Ancam Udin kembali, udin sudah sangat muak dengan cewek konyol satu ini.


       "Awas...aja lu, gua gak terima lu buat begini, kalian semua akan hancur, termasuk istri Zaid, jika benar mereka sudah menikah!!" ucap Jasmin dengan teriak kembali.


      Terlihat wajah dendam Jasmin terhadap Udin, dan dia tampak  seperti orang kerasukan  dengan ucapannya itu. Melihat Jasmin yang semakin tidak menentu, Udin mencoba menelpon sekuriti yang sedang berada di depan poss pagarnya.


       Akhirnya Jasmin berhasil diseret paksa oleh kedua sekuriti itu, Udin tersenyum puas, Jasmin tak henti-henti nya memberi ancaman kepada Udin.


 *******

__ADS_1


      


__ADS_2