ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
KEMARAHAN HERU


__ADS_3

Heru pun makin murka dengan alasan yang tidak masuk akal itu, jelas-jelas bukti di depan mata, lalu polisi itu ingin menyangkal semuanya. 


      " Dasarrr hukum yang lemah!!" ucap Heru dengan kemarahan.


   "Pasti ini permainan uang yang dilayangkan Mike ke oknum aparat-aparat yang tidak bertanggung jawab, hukum benar-benar lemah, uang menjadi pengatur segalanya," ucap Heru lagi.


     Sangat kesal raut wajah Heru, dia pun segera menelpon Zaid. Tapi tidak jadi, mengingat mereka masih dijalan, Heru mencoba menelpon Rani, apakah Rani bisa meminjamkannya mobil.


    Karena perasaannya sangat tidak enak, lagi- lagi si brengsek Mike berhasil tidak ditahan oleh kepolisian pasti rencana busuknya akan diluncurkan kembali, pikir Heru.


*****


   


        Setelah mendengar berita dari kepolisian Heru merasa sangat marah, hukum semakin tidak adil, bahkan bukti-bukti sudah tertera, tetap saja oknum-oknum yang suka memakan suap masih merajalela. 


    Sangat miris keadilan, walaupun begitu Heru masih mencari strategi untuk menghadapi Mike.


     Firasatnya sungguh tidak enak, dia pun akhirnya merental mobil dari jasa rental yang dikenalkan Rani, pasalnya saat ini dia bukan berada di kotanya sendiri, dan Rani pula sedang bekerja hari ini.


     Tak lama kemudian mobil yang dirental Heru datang, dia pun langsung berpamitan, dan kemudian turun untuk langsung pergi mengikuti Zaid dan Sofiya Yang katanya pergi ke psikiater terlebih dahulu.


     Rumah sakit yang sama, Heru sangat mudah menghafal jalan, apalagi kota Batam tidak begitu besar seperti Jakarta, pikir Heru. Untunglah hari ini tidak begitu macet, jadi dengan mudahnya mobil di kendarai Heru. 


   Dia sangat mahir sekali kalau masalah mengendarai mobil, di Jakarta dia memiliki mobil sport, sangat mudah untuknya hanya mengendarai mobil biasa.


       Tak lama kemudian sudah sampailah  Heru di depan rumah sakit tersebut, namun dia tidak keluar dari mobilnya, dia cukup memantau sedikit jauh dari mobil Zaid, agar Zaid tidak merasa kalau dirinya itu tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri, Heru tidak ingin Zaid tersinggung dengan cara nya itu untuk melindungi Zaid.


         Dia melihat Zaid turun beriringan dengan Sofiya, sangat begitu mesra. Sedetik hati Heru merasa begitu terharu melihat adegan suami istri itu penuh kasih sayang. 


     Heru sangat bahagia jika Zaid bahagia, dia tahu perjuangan Zaid, dia tahu turun naik bisnis Zaid, sampai pada titik dimana ia benar-benar jatuh Heru juga tahu.

__ADS_1


    Dan saat ini dia benar-benar bisa terbilang miliarder muda, namun sama sekali dia tidak pernah menunjukkan apapun yang dia punya kepada orang lain.


         Hampir setengah jam menunggu di dalam mobil, Heru pun membuka ponselnya untuk bermain game, jadi tidak begitu bosan menunggu Zaid dan Sofiya.


    Heru pun asik dengan gamenya, sadar tidak sadar tak lama kemudian terlihat  Sofiya, yang hanya Sofiya Sendiri yang keluar, Heru pun memberhentikan  permainan game nya, dia memantau Sofiya Dengan selamat untuk masuk kedalam mobil.


         Hampir mencapai mobilnya, Sofia Sudah membuka pintu, tiba-tiba ada yang mencoba menutup mulut Aliq dengan kain, Heru yang melihat begitu jelas kejadian itu langsung turun dari mobilnya, dan kemudian Heru pun langsung mengejar orang tersebut dan  memukulnya. 


      Kemudian Sofiya Yang sepertinya terhuyung, langsung terduduk di mobilnya yang tadi sempat iya buka. Heru yang sibuk memukul orang tersebut sampai orang itu tidak bisa membalasnya, tiba-tiba ada satu orang yang membawa kayu besar dan ingin memukul Heru. 


    Hampir saja kena, untungnya lagi Zaid cepat berteriak, lalu orang itu menjatuhkan kayunya tepat dibelakang Heru. Heru terkejut dengan teriakan Zaid itu, dan yang di hajar Heru tadi pun pergi berlari kencang.


     Terlihat ada mobil yang telah menunggu mereka, dan mereka langsung berlalu meninggalkan halaman rumah sakit itu.


     "Huhh...sial gagal lagi!!" ucap Mike.


    Mike ternyata dalang dibalik ini semua. Iya yang melihat adegan itu langsung membawa kedua orang suruhannya itu, ternyata yang menunggu kedua orang itu adalah Mike, Heru dan Zaid pasti sudah menebaknya.


       


     Zaid  mencoba menyakinkan istrinya kalau dia  tidak ada apa-apa, wajahnya sedikit pucat, tapi Sofiya Tidak sempat pingsan, karena sewaktu orang itu ingin menutup wajah Sofiya, ia reflex bergerak, jadinya membuat orang tersebut bersusah payah untuk membuat Sofiya Pingsan, dan kedatangan Heru sangat tepat, untung saja Heru membuntuti mereka.


      "Sial, gua gk sempat dapat tu orang," ucap Heru.


     Heru geram dan tidak puas, orang itu belum dapat dicapainya, wajah Heru memerah, menahan amarah yang begitu terlihat. 


    Ternyata Mike benar-benar tidak puas, dan lagi-lagi mencoba melakukan tindakan kriminal, kemarin ingin memperkosa, harini dia mencoba menculik Sofiya, syukurnya niat itu gagal terus.


      "Her, tanks ya her, elu lagi-lagi udah jadi penyelamat buat istri gue," ucap Zaid tulus


       

__ADS_1


     Kali ini Zaid baru mengucap terima kasih, biasanya tidak pernah ia dengar dari mulut Zaid. Zaid benar-benar berubah pikirnya, semenjak Sofiya Datang di kehidupannya.


    "Yaelah, elu lebay. Kita kan emang doyan bogem orang, udah deh boss santai aja, gua disini sebagai bodyguard elu sama istri lu," ucap Heru.


     "Eh, elu kesini naik apaan, apa sama Rani??" tanya Zaid.


    Penasaran Zaid dengan kedatangan Heru itu, pasalnya hanya Rani lah yang bisa membawanya keliling, dan hari ini Zaid tidak melihat Rani, lantas Heru naik kendaraan siapa, pikirinya.


   "Eddah, gua ngerental mobil. Rani yang rekomen ke gua, Rani gk bisa, dia kerja hari ini, jadi yaudah gua mintak nomor rental, akhirnya dapat deh tu mobil. Noh..avansa hitam sebelah sana," ucap Heru sambil menunjukk mobil yang iya naiki saat itu.


      


    Zaid tak habis pikir, Heru sangat perhatian kepada dirinya, dia pun tak berpikir sampai kesitu, namun Heru benar-benar memikirkan nya, untunglah ada Heru.


    Kalau tidak, dia akan benar-benar kehilangan Sofiya Untuk selamanya pikirnya, Mike sangat terobsesi dengan Sofiya. Heru sempat mendengar cerita itu dari Rani.


    Dari situlah Heru berpikiran Mike tidak akan pernah tinggal diam untuk itu semua, Mike pasti akan membalas nya lagi walau hari ini gagal pasti ada hari yang lain.


      Zaid langsung membenarkan duduk Sofiya, dan memakaikan sabuk pengaman untuk Sofiya. Istrinya itu masih terlihat lemas, baru saja  Sofiya Mengobati traumanya karena percobaan perkosa, hari ini traumanya akan penculikan pasti bertambah.


     Sofia Berbicara lagi dan lagi didalam hatinya, jika saja dia mengikuti saran suaminya ini, pasti ini tidak akan terjadi sepanjang ini, menitis air mata Sofiya Menyesali tindakan keras kepalanya beberapa hari lalu.


     Zaid yang mengemudi, melihat Sofiya Menangis, mencoba memberhentikan mobil ke pinggir, dan menghapus air mata Sofiya Yang jatuh dipipinya.


     "Sayang, kamu jangan nangis, disini ada Kanda, maafin Kanda ya, Kanda yang tadi ninggalin kamu sendiri ke parkiran, harusnya Kanda bawa Dinda ke kamar mandi tadi," ucap Zaid sambil menghapus buliran yang ada di pipi Sofiya.


       


    ****


    

__ADS_1


__ADS_2