ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
SOFIYA TENGGELAM


__ADS_3

      Di perjalanan menuju Kalimantan Selatan, pikiran Heru terganggu dengan sosok wanita yang ia temui sekilas di restoran ketika Heru makan soto banjar.


    Pasalnya wajah itu benar-benar tidak asing bagi Heru, itu benar-benar seperti Jasmin mantan dari Zaid.  Zaid yang melihat Heru tiba-tiba termenung menghadap ke arah jendela pesawat itu, menepuk bahu Heru, kemudian Heru pun terkejut. 


     "Her..lu kenapa, masih khawatir samaRani??" tanya Zia  penasaran dengan diam Heru itu.


     "Ha...Rani, enggak ko boss," ucap Heru cepat.


    "Jadi kenapa?? dan Rani keadaannya gimana sekarang?" tanya Zaid pula.


    "Kalau Rani sih, sudah membaik. Semenjak Sofiya membuat rencana itu, Rani sudah kembali semangat, dan mau makan, Rini yang ngabarin gua," jelasnya.


    "Ohh..syukurlah kalau begitu, minggu depan kita bertiga barengan aja berangkatnya ya," ucap Zaid memberi saran kepada Heru.


    


    "Oke oke boss. Ehh iya, gua sih gak begitu yakin nih, dengan apa yang gua lihat," ucap Heru mencoba ingin mengatakannya.


    "Ha..emang nya apaan yang lu liat Her?" penasaran Zaid.


    "Gua liat Jasmin boss!! ucap Heru tegas dan yakin.


   "Jasmin!! Dimana??  ah gak mungkin lah, salah liat kali lo Her!!" ucap Zaid.


   "Tapi mirip banget sama Jasmin mantan lo itu bos! tapi gak tau juga sih ya, mungkin salah kali  ya," ucap Heru sekarang menjadi ragu.


   "Oh..jadi elu termenung tadi cuma gara- gara liat orang yang mirip mantan gue, hahaha, aneh lu Her!!" ucap Zaid.


   " Iya entah kenapa feeling gue gak enak boss, tapi mungkin aja salah kali ya," ucapnya lagi.


    "Yaudah, jangan dipikirin dah, si Jasmin gak mungkin ada disini," ucap Zaid mencoba positif.


      Akhirnya Zaid dan Heru pun sampai di Kalimantan Selatan dengan selamat, Mereka pun memulai meeting mereka.


     Sofiya dan IRa asik berjalan menyusuri tepi pantai, IRa terlihat begitu sedih curhat kepada Alika. IRa menceritakan bahwa masalah rumah tangganya diambang kehancuran.


      Kesedihan IRa pun sepertinya dirasakan oleh Sofiya, walaupun mereka baru saja mengenal tadi pagi dan di tempat yang tidak mereka pikirkan sebelum-sebelumnya.


     IRa bilang, bahwa suaminya telah menyelingkuhi dirinya, namun Ira sendiri tidak bisa Meminta cerai suaminya itu, karena Ira Masih memikirkan anak semata wayangnya, Ira pun menangis di depan Sofiya, Sofiya mencoba menenangkan Ira.

__ADS_1


       "Terima kasih Ika, kamu begitu baik, sudah mau mendengar keluh kesahku hari ini," ucap Ira.


     Ira pun tiba-tiba berlutut di pasir pantai dan sambil memegangi lehernya, Ira seperti seorang yang panik mencari sesuatu yang hilang di lehernya.


         "Ira...kamu kenapa??" tanya Sofiya bingung.


         "Ika... kalungku Ka,  kalungku!!"


          "Kalung apa??" tanya Sofiya bingung.


 


   "Itu kalung pernikahanku dengan suamiku, aku sangat menyayangi kalung itu, dimana kalungku, mungkin jatuh di area sini!!" ucap Ira membuat suara semakin keras.


        IRA pun berjalan kesana kemari seolah mencari kalungnya yang benar-benar hilang itu.  Ira semakin menjadi-jadi suara tangisnya, Sofiya yang melihat Ira seperti itu menjadi sedikit panik, Ira memasuki area tengah pantai.


     Ira berpikir kalungnya itu terbawa oleh arus pantai tersebut, Sofiya yang merasa iba dia pun ikut turun sampai ke tengah pantai.


     Tanpa sadar ombak menggulung begitu hebatnya, Sofiya ingin memberitahu kepada Ira, namun Ira sengaja memanfaatkan itu semua.


      Ira sengaja membuat Sofiya terjatuh, lalu Ira berlari ke tepi pantai.  Sofiya yang sudah jatuh dan tergulung ombak, sedangkan Ira melihat Sofiya dengan tatapan yang  puas dan senang.


 


     Lalu tiba-tiba ada seorang pemuda yang mendekati ke arah Ira, Ira melihat pemuda itu sepertinya melihat tangan Sofiya yang masih mengapung di dalam air.


      Ira yang melihat pemuda itu ke arahnya, takut dia dituduh oleh pemuda itu sengaja membuat Sofiya terjatuh, akhirnya Ira pura-pura meminta bantuan kepada seorang pemuda itu sama dengan wajah memelas dan penuh tangisan.


         "Mass..mas..tolongin teman saya mas!! tadi saya coba narik tangannya, tapi tidak dapat, tolong mas!!" ucap Ira sambil menekan-nekan tangan pemuda itu.


      "Baik...mbak, mbak tenang disini!!" balas pemuda itu.


    Pria itu pun langsung menceburkan dirinya, pria itu mencoba meraih tangan Sofiya yang masih mengambang di tengah-tengah air laut itu.


   Akhirnya Sofiya bisa didapatkan, dengan susah payah nya pria itu membawa Sofiya sampai tepi pantai.


     Kondisi Sofiya terlihat begitu lemah, dia pun sudah pingsan, sepertinya Sofiya sudah banyak terminum air laut, melihat itu, Ira mencoba menelpon ambulans.


      Itu pun ia lakukan karena terpaksa, agar pria itu tidak curiga dengan Ira, tak lama kemudian ambulans pun datang yang membawa Sofiya dan Ira ke rumah sakit, kali ini Ira akan membuat rencana yang lebih jitu lagi untuk melenyapkan Sofiya.

__ADS_1


         Sofiya  yang terlihat lemah itu langsung ditangani oleh dokter khusus, Ira mencoba mengambil ponsel Sofiya, Ira pun langsung mengambil nomor telepon ibu mertua Alika.


     Dan Ira tidak lupa menyalin nomor telepon Zaid yang baru. Kali ini dia akan membuat rencana seolah-olah dia lah penyelamat Sofiya yang tenggelam di pantai.


    Dia sengaja tidak menukar bajunya yang basah itu, agar ibu mertua Sofiya percaya bahwa dirinyalah yang menyelamatkan Sofiya ketika menantunya itu hampir saja tenggelam dan terbawa arus ombak.


      "'Hallo...assalamualaikum bu," ucap Ira.


     "Waalaikumsalam salam, ini siapa??" tanya ibu.


     "Maaf kan Ira bu, Iraa membuat Sofiya terjatuh di laut," ucap Ira dengan suara sesedih mungkin.


       "Maksud kamu apa?? menantuku kenapa?? dimana menantuku sekarang?? tanya ibu begitu khawatir kepada Sofiya.


     Suara  Ibu benar-benar khawatir dengan Sofiya, Ira yang menelepon ibu sengaja membuat suaranya terdengar sangat sedih, agar ibu tidak mencurigai dirinya, Ibu pun begitu panik, tiba-tiba Ira yang menelpon Ibu mengatakan Sofiya tenggelam.


          "Sofiya sedang dirawat dirumah sakit bu," ucap Ira lemah.


            "Apa???? Sofiya dibawa ke rumah sakit??"


    "Rumah sakit mana?? ayo segera bagi tahu ibu di rumah sakit mana Sofiyadi rawat!! ucap ibu histeris.


    Mendengar nama rumah sakit,  mertua Sofiya semakin panik, sepertinya keadaan Sofiya sekarang ini benar-benar lemah, pikir Ibu.


      


       "Kami sekarang di RSUD Ulun bu," ucap Ira.


         "Baik, ibu akan segera kesana," ucap ibum 


    Ibu yang mengetahui letak RSUD Ulun tersebut, langsung berangkat menuju RSUD Ulun tersebut dan menyuruh pak kirman untuk segera cepat berangkat menuju rumah Sakit tersebut.


     Ibu benar-benar panik, selain panik Ibu juga takut, takut Zaid akan marah jika mengetahui istrinya tengah dirawat di rumah sakit sekarang ini.


     "Bagaimana kalau anakku mengetahui ini," ucap ibu dalam hatinya.


    "Aku berharap, Sofiya tidak apa-apa," ucap ibu lagi, penuh rasa takut dan khawatir.


    

__ADS_1


     .


__ADS_2