
Takutnya kedua orang tua mereka akan curiga, dan pernikahan itu ditukar tempatnya menjadi di kota Medan, itulah saran Heru kepada Rani, dan Heru mengucap salam untuk Rani yang dicintainya itu.
"Rin..aku boleh tanya sesuatu??" Heru begitu penasaran, dia sangat ingin tahu alasan mengapa Rini rela menerima pernikahan itu.
"Iya..boleh, tanya aja mas Her, mumpung aku lagi gak sibuk," ucap Rini menjawab.
" Maaf banget, kamu nggak takut menikah dengan orang yang tidak pernah kamu cintai?? Jika kamu ragu Rin, Mas Heru bisa bantuin kamu juga nanti.. "
"Terima kasih mas Her, udah khawatir denganku, tapi menurutku, cinta itu dibentuk lalu dibangun atas dasar keyakinan, dan keputusanku ini adalah sebuah keyakinan," ucap Rini.
"Kalau ini lah jalan takdirku, aku menerimanya," ucap Rini.
Kali ini Rini berbicara sangat serius kepada Heru, Heru yang mendengarkan Rini itu pun tidak menyangka Rini bisa berpikir sedewasa itu.
Biasanya Rini adalah seorang yang ceria, blak-blakan dan suka bercanda, tapi malam ini Heru tahu jati diri seorang Rini, pantas saja pikir Heru, dia berhasil dalam pekerjaannya sebagai arsitektur wanita.
" Hebat kamu Rin, kamu benar-benar wanita yang tegar dan mempunyai prinsip hidup. Aku malam ini, banyak mendapatkan pelajaran dari dirimu Rin, Kadang aku berpikir takdir begitu kejam terhadap hidupku, ketika aku berpikir seperti itu sepertinya Tuhan menamparku dengan setiap ujiannya, dan kini aku tahu, ketika kita Berserah diri kepada Tuhan, membuat hati kita lebih lapang."
"Dan tiba-tiba ada solusi yang diberikan tuhan kepada kita, dan hal ini baru kusadari karena kata-katamu tadi itu Rin, dan aku sangat begitu takjub mendengar penjelasan mu tentang cinta," jelas Heru pula.
" Widih Mas Her Lebay ah, Inilah aku yang sebenarnya Mas Her, keceriaan dan sikapku yang merasa selalu bodo amat, itu hanya fiktif belaka, hidup di perantauan orang seperti ini membuat kami harus kuat. Untuk menjadi seorang arsitektur sampai sekarang ini, itu semua karena jasa kak Rani yang selalu membantu uang kuliahku."
"Saat aku berkuliah di jurusan arsitektur, dan itulah yang membuat diriku begitu hutang budi kepada kakak kembarku itu," jelas Rini.
Malam ini Rini dan Heru banyak berbagi cerita dan pengalaman mereka, Heru baru mengetahui kisah Rani dan Rini sampai mereka harus merantau ke kota Batam.
Walaupun mereka berdua adalah seorang wanita, tapi keteguhan mereka untuk merubah nasib mereka menjadi lebih baik, Heru sangat meng apresiasi keteguhan wanita kembar itu.
Heru pun jadi teringat kedua sahabat baiknya itu, yaitu Udin dan Zaid yang selalu membantu dirinya dalam keadaan suka maupun duka.
Untuk saat ini pun Zaid masih membantu dirinya, padahal ini adalah urusan pribadi Heru, namun Zaid tetap membantu dirinya layaknya saudara kandung, bak pepatah bilang, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
__ADS_1
Malam sudah pun begitu larut, Rini yang besok akan bekerja, berpamitan dengan Heru untuk menutup panggilan itu, sebelum menutup panggilan itu, Heru meminta Rini merekam suaranya sebentar.
Heru ingin Rani, mendengarkan kan suara Heru walaupun tidak secara langsung, dan Rini pun menyetujui permintaan Heru tersebut. Dia pun merekam suara Heru lewat panggilan itu, sebelum mereka menutup panggilannya.
"Yaudah Rin, Maaf sudah mengganggu waktumu malam ini, sekali lagi mas ucapkan terima kasih banyak, Selamat malam, semoga harimu selalu baik, mimpi indah, assalamualaikum."
" baik Mas Her, tidak mengapa aku pun begitu senang Mas Her, menghawatirkan Kak Rani, dengan begitu aku semakin yakin kalau Mas Her benar-benar mencintai kakakku, Selamat malam kembali semoga mimpi indah juga, Waalaikumsalam."
malam itu Heru bisa menjadi tidur nyenyak, dan Rani pula bisa berpikir dengan baik dan jernih.
Karena dengan kekhawatiran yang ditunjukkan Heru tadi, sudah cukup membuatnya Yakin, kalo Heru benar-benar akan menjaga kakaknya dengan baik.
Dan Zaid sendiri begitu bersyukur atas ide gila istrinya itu membuat sahabat baiknya itu menjadi semangat kembali, malam itu mereka semua bisa tidur nyenyak tanpa memikirkan hari esok yang akan terjadi.
****
Pagi yang cerah untuk mereka semua, namun tidak dengan Rini. Rini teringat wajah klien menyebalkannya itu. Dia harus bekerja melihat wajah Mike kali ini.
Namun, dengan kecerdasan Rini tersebut membuat Mike susah mengorek informasi itu. Rumah ibu Zaid tersebut memang susah untuk di ketahui orang banyak.
Pasalnya memang, Zaid juga beru saja bertemu dengan Ibunya itu. Jadi untuk menemukan temoat tinggal sekarang Mike harus mendekati orang-orang terdekat Sofiya.
Dalam benak Rini saat ini, dia ingin melepas karirnya demi pernikahan palsu yang akan dia jalani nanti.
Entah mengapa, Rini begitu takut dengan keadaan Rani yang cepat merasa lemah berbanding dirinya itu.
Rani pula dengan hati yang lemah mudah putus asa. Sedangkan Rini gadis itu sangat kuat menyimoan segala keluh kesahnya.
Pasrah adalah jalan hidupnya. Jika memang takdir berkehendak untuk dirinya melakukan pernikahan palsu tersebut maka dia akan melakukannya.
Dua orang yang akan dia selamatkan. Sofiya dan kakaknya Rani. Dia tahu, Mike yanh sengaja menempah desai di perusahannya tersebut hanya ingin merusak kebahagiaan Sofiya lewat dirinya.
__ADS_1
Sedangka untuk menyelamatkan Rani kakaknya dia harus menikah dan menukar posisi Rani nantinya.
Rini masih dengan nafas tertahan. Nangis itu bukan dirinya, wanitabyang sulit menangis, segalanya dia hadapi sendiri sekarang ini.
Moto hidupnya adalah, selagi dia bermanfaat maka dia adalah seorang manusia yang baik.
Jadi dia tidak segan-segan menyatakan dirinya untuk di manfaatkan orang lain, bukan dia marah namun dia malah bahagia.
Entahlah, seorang Rini mempunyai kepribadian yang tidak di miliki orang lain khususnya wanita lainnya. Dia yang kuat namun sebenarnya dia lah yang lemah.
Kenyataan begitu saja dia terima, tanpa harus dia berusaha menolak atau merubahnya dahulu.
Karir dia akan gagal, percintaan dia juga gagal, bahkan kehidupan dia tidak tahu. Apa ini yang di bilang hidup??
Rini mandi dan bangkit, sementara ini dia masih pergi ke kantornya untuk menyelesaikan apapun yang masih dia kerjakan disana.
Dia ingin bangkit dengan cepat untuk memulihkan kepalanya yang sedikit sakit karena banyak berpikir.
Tiba-tiba ponselnya berdering masuk notifikasi pesan beberapa kali.
"Cepat datang ke cafe feminem, aku menunggumu disini!!" tulis pesan tersebut.
Ya! pesan itu dari Mike. Mike seolah semena-mena atas dirinya. Karena Mike adalah klien besar dsri perusahaan dimana ia bekerja itu, maka Mike seolah memanfaatkan situasinya saat ini.
Sial!! untuk apa lelaki mata sipit ini menyuruhku datang ke cafe itu, sepagi ini!!" umpat Rini dalam hatinya.
Dengan malas dia bangkit, namun harus tetap bangkit juga.
***
__ADS_1