ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
BISA DIKENAKAN PASAL BERLAPIS


__ADS_3

           Heru dan Rani sudah memiliki bukti yang cukup kuat. Lalu Heru menyuruh Rani untuk siapkan bukti yang sudah mereka rekam, sebelum mereka memasuki ruangan Mike kala itu.


    "Jangan banyak bicara!!" pungkas salah satu oknum.


     "Iya benar, kami sudah melihat video anda menghajar Saudara Mike di ruangannya sendiri," tambah salah seorangnya lagi. 


      Polisi yang tidak tahu kronologi sebenarnya itu sepertinya geram melihat Heru dan Zaid yang masih terlihat membantah mereka. 


     Kemungkinan Mike mengedit cctv nya dan memotong hanya bagian pemukulan nya saja, makanya pelaporan ini berhasil, pikir Heru.


      Tapi Mike tidak sadar Rani telah merekam perbuatan Mike. Ketika Mike masih duduk diatas tubuh Sofiya. Lalu Heru datang memukulnya puas-puas.


   Ponsel Sofiya yang terekam sedang berhamburan di lantai,  rasanya itu akan cukup juga untuk senjata mengeluarkan Heru lalu menuntut balik si brengsek itu, pikir Heru lagi.


       Sofiya yang melihat Heru langsung bangkit, ingin memberhentikan polisi, Sofiya pun memberanikan diri berkata di depan keempat polisis itu, Zaid tidak menahannya, biar lah Sofiya sendiri yang akan berbicara kebenaran ini, pikir Zaid.


       "Berhenti pak! dia tidak bersalah, Mike lah yang bersalah, dia mencoba memperkosa saya, dan Heru datang dan menolong saya," ucap Sofiya dengan tegas.


      "Benar, saya ada buktinya pak." tambah Rani pula.


     "Kalau begitu jelaskan dikantor saja, semua nya ikut ke kantor sekarang!!" perintah polisi tersebut.


     Akhirnya semua ikut ke kantor polisi, untung saja Rani telah merekam kejadian itu, jadi akan mudah bagi mereka meloloskan Heru dan menjerat Mike untuk membusuk di penjara. 


     Di Dalam mobil Sofiya duduk di tengah tengah antara Zaid dan ibu mertuanya, sedang Rani yang menyetir mobil, Heru pula didalam mobil polisi, tangannya diborgol oleh polisi tersebut.


      Sofiya merasa sedih, juga takut dan kasihan kepada Heru. Dia merasa selalu dirinya membawa sial untuk orang-orang terdekatnya, dalam hatinya Sofiya mencoba berinteraksi dengan Tuhan. 


    


      "Tuhan..mengapa selalu aku yang dijadikan seperti ini," ucap Sofiya dalam hati. 

__ADS_1


     Tampak rasa sesal kepada semesta, padahal ini adalah ujian bagi orang-orang yang tangguh dan kuat seperti Sofiya. 


     Sofiya tersadar dari merenungnya yang begitu jauh, sepertinya ucapan Zaid menampar dirinya yang baru saja menyalahkan Tuhan. Seolah Zaid mendengar dia berbicara dalam hati.


      "Dinda, kamu jangan ngerasa tuhan gak adil, kamu juga jangan ngerasa kenapa selalu kamu yang menyebabkan masalah. Jangan pernah ya sayang. Ini adalah ujian untuk kita naik di level yang paling atas, ujian kesabaran mempunyai buah yang manis nantinya," jelas Zaid kepada istrinya itu.


     Zaid mencoba menguatkan Sofiya dengan kata-katanya, Sofiya sedikit terkejut, mengapa Zaid bisa tiba-tiba berbicara begitu. 


     Sepertinya inilah yang disebut sehati sejiwa, apa yang dirasakan istri dirasakan juga oleh suami. Dan apa yang dirasakan suami begitupun istri merasakan nya juga. 


    Luar biasa ketika Tuhan menyatukan dua insan, walau mereka belum bertatap muka kala itu, jodoh sudah lama tertulis dalam naskah Tuhan, hanya saja mencapai paragraf dimana kita akan di jumpakan dengan jodoh kita, banyak yang kita lalui terlebih dahulu.


       Mereka pun sampai di kantor polisi, usut punya usut ternyata wajah Heru telah diambil dengan Mike, dan mencari identitas Heru lewat caranya yang mempunyai alat menganalisis orang. 


    Mudah sekali untuk Mike melakukan itu, bahkan dia pun sudah mengetahui tentang Zaid juga.


           


     Polisi itu mengintrogasi Heru, dan akhirnya Rani tidak sabar menunjukkan segala bukti yang lengkap tanpa dipotong. Rani pun ikut di introgasi sebagai saksi kala itu, Rani dilepaskan, dan Zaid ikut duduk untuk menuntut Mike yang membuat pelecehan sekaligus pelaporan palsu tersebut. 


     Melihat segala bukti yang ada memang  menunjukkan Mike lah yang salah bukan Heru. Tapi ketika Mike yang melapor Heru lah yang terlihat salah, karena cctv itu sudah di edit oleh Mike. 


     Kesimpulan itu sudah ditangkap oleh pak polisi, pak polisi bilang akan segera melayangkan surat penangkapan Mike.


      Sepertinya mereka belum bisa pindah, mereka harus mengikuti prosedur hukum, mereka sebagai penuntut akan mendatangi ruang sidang nantinya, pikir Zaid. Jadi kemungkinan pindah rumah dengan cepat itu belum terealisasi.


****


     


      Akhirnya Heru bisa pulang bersama mereka bersamaan. Heru yang dinyatakan tidak bersalah tidak jadi ditahan disana. Dan untungnya Heru cerdik menyuruh Rani merekam kejadian waktu itu.

__ADS_1


      Hal seperti itu sangat mudah dibaca Heru, jadi bagi Heru bukan masalah jika dirinya dilaporkan lebih awal.


     Segala bukti yang dibawa Rani sudah cukup untuk membebaskan Heru dari ancaman penjara yang baru saja Heru lalui.


      "Alhamdulillah ya nak Her, kamu tidak jadi ditahan," ucap ibu sambil menangis Haru.


     "Iya bu, Alhamdulillah. Lagian semua berkat Rani juga, dia berhasil merekam semuanya tanpa Mike mengetahui itu," ucap Heru memandang ke arah kaca.


     "Itu juga karenamu Her, kamu yang memberikan ide bagus itu kepadaku," sahut Rani yang menyetir mobil.


     "Kalau tidak ada kalian berdua, pasti menantu ibu sudah kenapa-kenapa," balas ibu lagi.


    "Ini kewajiban saya bu, Heru sudah berjanji kepada diri sendiri. Heru akan melindungi orang-orang yang disayangi Zaid," jawab Heru.


     Zaid yang duduk di belakang bersama Sofiya tersenyum hangat ketika Heru mengatakan hal itu. Zaid memang tidak salah pilih sahabat, mereka begitu tulus kepada Zaid.


    Heru dan Ibu duduk tepat di belakang Rani yang sedang mengemudi mobil itu.


     Rani memutuskan untuk dia yang menyetir, karena mengingat Sofiya dan Zaid sedang tidak baik-baik saja. Sedangkan Heru sepertinya lebih baik duduk di belakang sementara, karena Heru terlihat begitu kelelahan.


      Akhirnya mereka bisa pulang bersama dengan begitu hangat. Diantara mereka benar-benar terlihat semua tulus. Persahabatan mereka semua bukan hal yang harus diragukan lagi.


      Begitu juga dengan Rani, sampai hari ini Rani belum sempat mengunjungi toko pakaiannya. Bagi Rani Sofiya sangat penting di hidupnya.


    Rani meminta karyawannya untuk mengurus semuanya di toko itu. Sementara Rani sedang sibuk mengurus Sofiya yang benar-benar sedang membutuhkan bantuan dirinya saat ini.


      Satu sisi Rini pula sedikit sulit dengan waktunya. Rini terlihat banyak kerjaan akhir-akhir ini. Rani tidak ingin mengganggu kesibukan adiknya kembarnya tersebut.


      Walaupun begitu tetap saja Rani dan Rini adalah kedua sahabat yang terbaik untuk Sofiya hingga saat ini.


     Begitu juga dengan Heru dan Udin, mereka bukan hanya sahabat baik, namun mereka adalah keluarga yang terbaik bagi Zaid juga saat ini.

__ADS_1


     Mereka pulang dengan senyum lebar, senyum yang begitu ikhlas dari wajah yang penuh kehangatan.


  ******


__ADS_2