ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
SAMPAI DI BANDARA BATAM


__ADS_3

    


    


      Ini kali pertamanya Heru ke kota Batam. Heru Yang mengetahui dirinya pernah dilahirkan di kota Medan.


    Medan terbilang tidak begitu jauh dari kota Batam, walaupun ia tahu dilahirkan di kota Medan, namun sekalipun dia tidak pernah menginjakkan kakinya di tanah kelahirannya itu.


 


     Dia besar di jalanan Jakarta. Dan  orang tua nya pun meninggal dunia sejak usia delapan tahun. Lalu dia hidup dengan tangguh di jalanan dan tumbuh di jalan, hingga akhirnya menemukan orang orang yang tulus seperti Zaid dan Udin.


         Pesawat Heru telah mendarat dengan selamat, "WELCOME TO BATAM". Tulisan selamat datang di batam itu, dipandangi Heru.


   


     Tak sangka bisa sampai di pulau yang belum pernah dijejakinya ini. Sebelum dia memberitahu Zaid, dia baru ingat dengan udin, kalau udin belum  diberi kabar karena kalang kabutnya Zaid meminta segera dirinya datang ke pulau itu.


       "Hallo din!!" Gua lagi gak di Jakarta, elu handle sementara gua gak ada, ini arahan Zaid," ucap Heru.


      "Kemane lu bang Her?? Kok mendadak gini sih!!" ucap udin kesal.


       "Iye, lu tau kan, Bos gimana kalau mau sesuatu harus cepat adek. lo paham lah!! Sekarang aja gua di Pulau Batam," ucap Heru lagi.


      "Ape..gile buset, jauh amat. Ngapain bang Zaid di Batam?" terkejut udin mendengar pernyataan Heru.


      "Gue belum tahu din, nih masih sampek di airport. Gue belum menghubungi die, gue hubungin elu dulu, entaf elu kecarian gue lagi," jelasnya.


    "Gile gile, tu Zaid memang saraf ye. Suka dia aje!! Yaudah bang Her, hati-hati. Kirim salam sama pak boss gesrek satu itu," balas udin.


    "Iye iye din, oke bye," ucapnya 


    Heru pun menutup panggilan itu, lalu dia dengan cepat menghubungi Zaid kembali. Memberitahukan bahwasannya dirinya telah pun sampai.


****


  


          Heru telahpun sampai, Zaid langsung memberinya lokasi dimana dirinya berada sekarang. Dengan taxi yang dinaiki Heru dari airport. Sepertinya taxi itu sangat mengetahui sisi letak tempat alamat tersebut.


       "Oh ini Rs.Camatha sahidya, tidak jauh pak. Ayo silahkan masuk," ucap taxi di kota Batam cukup menunjukkan keramahannya.


       "Oh..iya pak, baik terimakasih," balas Heru


    Heru masih bingung kenapa Zaid di Rumah sakit, apa sakitnya kambuh lagi,dan bukan menemui Sofiya, atau Zaid sengaja mencari pengobatan di luar pulau Kalimantan dan Jakarta, pikir Heru.


     Tapi entah lah Zaid belum memberi tahunya apapun itu, dia hanya diperintahkan untuk datang dan membawa beberapa Cek tunai milik Zaid.

__ADS_1


      "Pak, sudah sampai. Ini rumah sakitnya," ucap supir taxi itu mengejutkan Heru yang tengah melamun panjang disetiap perjalanan. 


    Heru memerhatikan kota Batam, sepertinya kota bebas sama hal nya kota Jakarta pikirnya. dia pun sedikit terkejut oleh sapaan pengemudi itu.


     "Eh, sudah sampai pak, cepet juga ya. Yaudah nih pak ambil aja semua!!" seru Heru. 


     Heru Selalu dermawan. Zaid mengajarkan sahabat-sahabatnya untuk selalu dermawan. Mereka tahu, mereka pernah berada di tingkat paling rendah dalam hidup.


      Jalanan mengajarkan mereka hidup harus saling membantu, itulah mengapa setiap dengan orang dibawah mereka, mereka pun tak segan-segan mengulurkan bantuan.


       Masih bingung harus masuk atau tidak, Heru mencoba menelpon Zaid dari luar gedung rumah sakit. Tidak lama Zaid menjawabnya.


      "Masuk aja kedalam ruangan gue, lu minta tunjukin perawat ke ruang vip," ucap Zaid.


      "Oke!! gue segera masuk." 


     Heru pun masuk kedalam dan menemui petugas daftar pasien terlebih dahulu. Dengan begitu dia akan mudah menuju kamar Zaid tersebut.


     Salah satu perawat itu mengantarkan Heru keruangan Zaid, sampai diruangan itu, Heru pun langsung segera masuk.


     "Assalamualaikum boss," ucapnya dengan sopan.


    "Waalaikumsalam."  serentak ketiganya menjawab.


      Heru masih bingung ada seorang wanita cantik yang menemani disisi Zaid. Selain ibu, siapa pikir Heru, apa ini Sofiya, pikirnya lagi.


     Tapi melihat foto nya yang di tunjukan udin, sedikit berbeda dengan asli nya, yang asli sangat manis bahkan tak bosan dipandang, pikir heru.


    Heru yang masih termenung seketika melihat Sofiya, terkejut dia. Pasalnya Zaid seorang yang dingin, semenjak ditinggal nikah tunangan nya dahulu Zaid tidak  pernah dekat dengan perempuan kecuali Sofiya.


     Itupun hanya sebatas teman chat pikirnya, Apa mungkin impian mereka telah tercapai ini, pikir Heru lagi dengan seribu tanda tanya di kepalanya.


     Melangkah heru ke dekat mereka, menanyakan kenapa Zaid bisa dirawat di rumah sakit ini. Heru pun bersalaman dengan ibu Zaid dengan rasa hormat, lalu duduk di sisi kanan Zaid.


      "Her, kenalin cewek yang di sebelah gue ini, dia istri gue," ucap Zaid. 


      Dengan ringan nya Zaid berbicara ke Heru. Heru yang mendengar hampir spot jantung. Tak percaya secepat ini Zaid menikah.


     Dan siapa perempuan ini, yang berhasil dinikahi Zaid pikirnya. Boss nya yang dingin bak kutub utara ini, yang tidak pernah memikirkan cinta, tiba-tiba sudah menikah, ah gila  ini sangat gila, ucap heru dalam pikirannya.


     "Apa..istri!!" Gile lu boss, sakit-sakit masih bisa bercanda. Gak mungkin lah elu nikah kita-kita gak diundang, gile bos gile mengigau kah elu??" tanya Heru masih tidak percaya 


   Heru pun langsung bertanya kepada perempuan yang dimaksud oleh bos nya itu. Karena rasa penasarannya yang tidak dibendungnya lagi.


      "Hey kamu, apa benar kamu istrinya boss saya?" tanya Heru penasaran.


 " Iya benar, aku Sofiya istrinya Zaid," ucap Sofiya. 

__ADS_1


    Sofiya pun mengulurkan tangannya, untuk bersalaman kepada Heru. Dan ketika Heru ingin menyambut tangan Sofiya, Zaid yang berada di tengah-tengah mereka menarik tangan Sofiya ke bibirnya.


   "Gk usah sayang, gak perlu!! hahaha," ucap Zaid.


      Zaid sengaja membuat Sofiya merasa malu didepan Heru. Dia sengaja membuat Heru cemburu karena dirinya lebih awal menikah dari pada mereka berdua. 


    Mereka yang selalu mengaku playboy cap kangguru, begitulah sebutan mereka berdua.


     "Gua bakalan kasih tahu kabar ini ke Udin. Pasti dia ikut seneng, lu kan tau boss yang harus menikah duluan elu ya kan, makanya kalau lo udah nikah ya syukur...kita bisa kawin juga!!" ucap Heru di sertai gelak tawa.


     "Hahaha entar aja deh kasih kabar, mana cek yang gua minta," tanya Zaid meminta cek yang diinginkannya.


    "Ini tenang aja, gua pasti bawa apa yang lo mau kok. Eh tapi gua laper banget, hihihi," jawab heru sambil memegangi perutnya.


    "Oh iya ada roti tu, sudah malam memang belum sampai makanan, tadi aku udah pesan via online," balas Sofiya.


    


     Sofiya merasa kasian kepada Heru, baru sampai dari Jakarta, pasti dia pun terburu- buru membawa apa yang diminta suaminya itu.


    "Yaudah deh gua mau, buat ganjel perut nunggu makanan datang yakan," ucap Heru meminta roti yang ditawarkan Sofiya.


****


       "Assalamualaikum"


     Dua suara masuk bersamaan membuat terkejut yang di dalamnya. Kali ini Heru yang sedang asik mengunyah roti nya itu, dia yang merasa kelaparan sekali.


    Karena dia baru sampai di kota Batam, tertawan oleh kecantikan gadis kembar yang baru saja masuk menemui mereka.


      "Waalaikumsalam" ucap mereka bersamaan.


     Bersamaan mereka menjawab salam si kembar itu, sepertinya si kembar datang juga datang membawa sesuatu.


     Padahal Sofiya tidak meminta mereka datang membawa makanan, tapi sahabatnya ini tahu sekarang Sofiya  akan membutuhkan mereka,mereka memang selalu ada untuk Sofiya.


*****


    


    


   


    


    

__ADS_1


   


    


__ADS_2