ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
CAPIL


__ADS_3

        Rani tambah malu, dia gugup menjawab pertanyaan itu. Belum lagi habis menjawab, tangan Rani sudah disambar Heru.


    "Udah Ran gak usah dijawab. Zaid mah rese sudah ada istri juga masih rese banget. Ayo temenin aku sarapan, aku lapar!! Zaid noh udah disuapin sama istrinya, lah aku mau disuapin sama sama kamu!!" ucap Heru.


    "Hahaha, ada-ada aja kamu nak Heru," tambah ibu  yang tertawa geli menyapanya.


    "Hehe, ya sudah bu. Heru pamit dulu ya!Doain Heru ya bu. Ibu jangan kayak pasangan suami istri ini malah menjatuhkan semangat Heru!!" ucapnya lagi.


 


   Semakin Heru ngomong semakin membuat ibu geli dan tertawa lepas. Akhirnya mereka berdua meninggalkan ruangan dimana Zaid dirawat itu.


     


      Mereka berdua pun duduk di salah satu restaurant yang tidak jauh dari rumah sakit itu. Awalnya Rani sedikit canggung, namun lama kelamaan Rani merasa lucu dengan tingkah Heru, dan akhirnya Rani nyaman duduk disebelah Heru.


      "Ran, kamu sudah berapa lama kenal Sofiya," tanya Heru basa-basi, sambil menikmati makanannya.


 


     "Dari kita kuliah mas Her, emang nya kenapa?" tanya Rani.


     "Wow..lama juga ya awet banget sampe sekarang,"   Heru terkejut betapa lamanya persahabatan mereka telah terjalin.


     "Iya begitulah, karena Sofiya orang nya asik. Terus juga pinter, dulu Sofiya pemegang beasiswa di sekolah bahkan sampai di jenjang universitas," ucapnya.


   "Dia berjuang sendirian untuk hidupnya, semenjak kepergian neneknya waktu itu," tambah Rani lagi menjelaskan panjang lebar tentang Sofiya.


    "Wah..pantes aja si Zaid klepek-klepek. Sofiya baik banget ternyata dan pintar pula," ucap Heru juga.


    "Iya mas Her gitu lah. Kalau  mas Her sendiri, dengan Zaid sudah berapa lama?" tanya Rani.


     "Ada sekitar lima tahunan gitulah kita udah sahabatan. Zaid juga baik banget, dia itu kayak kepala bagi kita, kalau dia gak ada gak tau deh aku dan udin gimana nasib nya," pungkas Heru.


    "Oh..iya iya. Lama juga sih itu lima tahunan, eh tapi kita beruntung bisa kenal mereka yakan. Semoga mereka langgeng hubungannya sampe kakek nenek," tambah Rani.


    "Eh, beneran mereka sudah resmi menikah al?"  tanya Heru yang masih tidak percaya, dia pikir itu hanya akal-akalan Zaid saja.


     "Iya lah mas Her, aku dan Rini sendiri yang mencarikan penghulunya malam itu. Nikahnya dadakan, hahaa!!" celetuk Rani.


   "Zaid meminta Sofiya menyetujui pernikahan itu, sebelumnya Zaid tidak sadarkan diri, baru tiga hari dah Zaid sampai. so pernikahan mereka pun baru berumur tiga hari," ucap Rani menambahkan.

__ADS_1


    "Wahh gila tu Zaid, jadi emang bener dia udah nikah!!


    "gila, gila!! tiba-tiba nyuruh gue datang kesini bawa cek lagi, dia tuh begitu kalau ada mau nya harus cepat gk bisa dibantah," tambah Heru.


    Mereka berdua semakin akrab dalam perbincangan. Keduanya sangat asik menikmati sarapan pagi itu. Sepertinya Heru sangat lihai untuk akrab dengan wanita.


**** 


  


       Setelah menyuapi Zaid sarapan pagi. Sofiya meminta izin dan ber pamitan pada ibu mertuanya beserta suaminya itu.


     Kalau pagi-pagi ini dia akan ke kantor dan menyelesaikan urusan desainnya di kantor itu. Setelah itu Sofiya berencana ke kantor Capil mengambil surat pindah yang sudah selesai, tiga hari menunggu akhirnya surat pindah nya selesai.


       Awalnya Zaid menyarankan Sofiya untuk pergi dengan heru dan Rani. karena Zaid sedikit khawatir kalau Sofiya pergi seorang diri. Mengingat sikap Mike yang arogan dan penuh amarah, saat mengetahui Sofiya ingin resign.


     Apalagi ketika Mike mendengar Sofiya telah menikah dengan dirinya. Zaid berulang kali meminta istrinya itu untuk tidak pergi sendirian namun Sofiya menolaknya.


       "Udah tenang aja Kanda, lagian itu kantor kan ramai orangnya. Aku cuma mengantar ini saja, dan langsung pergi kok!!"


     "Dan nanti singgah ke kantor Capil lagi


    Sofiya mencoba menerangkan dengan jelas, namun lambat laun Zaid menurut perkataan istrinya itu, sepertinya Sofiya sangat yakin Pak Mike tidak akan menyakitinya.


        "Yaudah bu, Fiya  pamit dulu ya bu!


Dinda pamit YA kanda," tambah Sofiya dan mencium tangan ibu mertuanya beserta suaminya.


    Setelah Sofiya berpamitan kepada mereka, dia pun berlalu meninggalkan ruangan itu. Mengingat hari akan semakin siang, maka Sofiya juga harus bergegas dengan cepat.


       Menuju parkiran mobilnya Sofiya melihat tangan-tangan melambai dari seberang yang berada dekat rumah sakit. Ya tentu saja itu sahabatnya dan sahabat suaminya yaitu Heru. Ternyata mereka sarapan di dekat area sini doang, pikir Sofiya.


      Sofiya pun langsung naik ke mobilnya, dia pun mengarahkan mobilnya agar bisa menyapa kedua temannya itu, dia singgah sebentar mendekati Heru dan Rani berada.


        "Ika, turun dulu ah. Ngapain buru-buru," sapa Rani.


Rani mencoba menyuruh Sofiya untuk turun dari mobilnya itu, dan mereka berharap Sofiya bisa ngobrol sebentar dengan mereka, namun disayangkan hari ini Sofiya sangat begitu sibuk jadi dia singgah hanya untuk duduk sebentar.


        "Iya deh iya, bentar," ucap Sofiya kembali untuk memarkirkan mobilnya.


      

__ADS_1


        "Fiya, mau minum apa?" tanya Heru mencoba menawarkan minuman kepada Sofiya.


        "Enggak deh Her, aku mau cepet hari ini, soalnya mau ngurus surat resign dan surat pindah. Dan nanti mau ke kantor Capil juga," ucap  Sofiya.


     Namun Rani yang mendengar kantor Capil terkejut, dia berpikir ngapain Sofiya  harus ke kantor Capil, pikir Rani. Tak lama kemudian Rani langsung bertanya.


      "Ada urusan apa kamu ke Capil Fiya??" tanya Rani dengan wajah penasarannya. 


      "Zaid ngajakin aku pindah Ran. Dia ingin aku tinggal bersamanya di Pulau Kalimantan," jawab Sofiya sedikit menundukkan kepalanya.


     "Wihh!! rese tu Zaid!! bawa sahabat aku gak bilang-bilang. Eddah kenapa cepat amat si Fiya!!"


    "Jangan pindah kenapa, apartment mu jadinya gimana?" ucap Rani dengan rasa kesedihan yang dalam.


     Rani sangat terlihat sedih ketika Sofiya mengatakan dirinya Akan pindah ikut suami dan mertuanya itu, Sofiya akan jauh dari mereka.


      "Tenang Ran!!


    "elu kalau mau pindah kesana nikah aja sama ku juga! nanti kita ruma di sebel rumah Sofiya, hehehe," ucap Heru.


     Heru seolah membuat lelucon. Namun Rani jadi tersipu malu dengan ucapan Heru itu. Sofiya yang melihat itu tidak ingin mengganggu mereka, dia pun berpamitan untuk segera pergi.


    


     '' Yaudah deh kalian lanjut saja ya, aku mau selesaikan urusanku dulu! bye..assalamualaikum."


   "Iya Ika, waalaikumsalam. Hati-hati ya, kalau ada apa-apa jangan lupa telpon kita," teriak Rani kepada Sofiya yang sudah beranjak ke arah parkiran mobilnya.


 


     Kantornya dengan rumah sakit itu tidak begitu jauh hanya memakan waktu 25 menit akan sampai kesana. Mungkin kedatangannya kali ini akan membuat banyak orang memandangnya aneh dan penuh tanya. Pasalnya dia berhenti tiba-tiba tanpa ada alasan jelas apapun.


    


******


    


     


     

__ADS_1


__ADS_2