ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
CERITA SEMALAM


__ADS_3

    Semalam berlalu, hampir setengah satu Pak kirman baru sampai menjemput Zaid di bandara. 


     Zaid yang kala itu kelihatan menyimpan amarahnya itu, karena sebuah masa lalunya datang kembali, walaupun begitu Zaid mencoba menutupi kisah silamnya nya dari Sofiya.


    Zaid ingin melupakan semua kisah silamnya dengan Jasmin, luka itu sangat mengguris di ingatannya. 


     Dan untuk kali ini dia mencoba melupakan semuanya dan memulai hidup baru bersama Sofiya, yang sekarang  telah menjadi istri sah nya itu.


     Dalam perjalanan pulang semalam ke rumah Zaid, Sofiya tidak ingin banyak bertanya terlebih dahulu. Rasanya semalam itu bukan waktu yang tepat untuk menanyakan kan siapa seseorang yang bernama Jasmin tersebut.


      Walau rasa penasaran Sofiya masih disimpannya, sampai nanti ada waktu yang tepat untuk ia bicarakan dengan suaminya itu. 


     Sofiya juga memahami mimik wajah suaminya yang sejak awal  mendengar nama Jasmin dari Udin, membuat mood nya hilang dan berantakan.


      Letak rumah Zaid ke bandara hanya memakan waktu sekitar 1 jam jam lebih 15 menit. Semalam Zaid  yang duduk di sebelah Pak kirman, hanya menatap kosong ke arah jendela mobil.


     Sedangkan Sofiya dan ibu duduk berdua di belakang mereka, ibu yang memahami hati Sofiya saat itu mencoba selalu tersenyum hangat kepada menantunya itu.


     Di perjalanan pulang itu, Zaid tidak banyak bicara, namun di dalam hatinya rasa kesal sungguh pun mendalam. Dan rasa bertanya begitu besar pun ia rasakan, mengapa sekian lamanya Jasmin baru kembali mencari dirinya lagi.


      Padahal yang ia tahu, Jasmin telah pun menikah  dengan anak dari teman ayah Jasmin berbisnis. Namun Jasmin menyetujui perjodohannya dengan lelaki yang bernama Ramzi tersebut.


     Lalu Jasmin meninggalkan dirinya waktu itu, karena Zaid hanyalah pelukis jalanan, yang tidak mempunyai penghasilan tetap saat itu. Entah mengapa setelah dirinya sukses, dan mempunyai banyak cabang perusahaan properti, sekarang Jasmin kembali mencari dirinya.


       Jasmin Dira Widodo, anak dari bapak Herlambang widodo, yaitu pengusaha minyak bumi di Jakarta, Zaid pun tahu cabang perusahaan ayahnya ada juga di daerah Kalimantan Utara ini.


      Namun Zaid tidak peduli lagi dengan hal itu, bertahun-tahun dia sudah mencoba melupakan Jasmin, akhirnya sekarang dia benar-benar menemukan cintanya kembali yaitu kepada Sofiya, pikirnya.


     Walau Zaid berpikir begitu, entah kenapa rasa sakitnya tidak pernah hilang di hatinya, hinaan-hinaan yang di lontarkan ayah Jasmin, masih terngiang di ingatannya.


      Ayah Jasmin dulu pernah  berkata kepada Zaid,  bahwa Zaid tidak pantas untuk anaknya, dari segi ekonomi Zaid hanyalah seorang laki-laki yang hidup pas-pasan waktu itu.

__ADS_1


     Namun sekarang Zaid menjadi orang yang terkenal dan perusahaannya mempunyai banyak cabang yang di Jakarta, Bandung, Tangerang, Banten, dan yang lainnya.


         Hinaan-hinaan itu menjadikan Zaid termotivasi untuk lebih maju, Zaid fikir awalnya Jasmin tidak akan mengikuti perjodohan Yang Ayahnya tentu kan itu. 


      Namun entah mengapa tiba-tiba Jasmin berubah pikiran dan menyetujui itu semua, bahkan sebelum meninggalkan Zaid, Jasmin sempat berkata jika dirinya hidup dengan Zuan kemungkinan dirinya akan hidup susah. 


     Dan segala kebutuhannya kemungkinan Zaid tidak bisa memenuhinya, Zaid tahu Jasmin adalah wanita yang yang berperilaku sosialita, ya! itu wajar saja, karena dari kecil pun dia sudah terbiasa hidup dalam kemewahan, pikir Zaid.


         Sebenarnya nya jika Jasmin bertahan hidup dengan Zaid, maka Zaid sebagai seorang lelaki akan berusaha sebaik mungkin untuk mencukupi kehidupan Jasmin.


     Tapi Jasmin malah mematahkan semangatnya, dan mengata-ngatai dirinya adalah seorang yang tidak akan mampu untuk memenuhi segala keinginan dirinya.


     Akhirnya perpisahan itu pun terjadi dan mereka hampir 4 tahun belakangan ini tidak pernah bertemu sama sekali, hingga hari ini tiba-tiba seorang Jasmin  mencari kembali seorang Zaid Fahraja yang pernah ia rendahkan dahulu.


       Dahulu Jasmin sempat dikabarkan tinggal di Melbourne Australia, kemungkinan tahun ini adalah tahun pertamanya kembali ke Indonesia.


     Di Melbourne Australia, Jasmin diketahui mengikuti suaminya yang bertugas mengurus cabang perusahaan mertuanya itu, Wajar saja Ayah Jasmin lebih memilih pasangan yang kaya untuk anaknya.


     Apalah Zaid waktu itu, menghidupi dirinya dari melukis di jalanan, hingga akhirnya dia sukses di bidang properti sekarang ini.


       ["boss...udah sampai..]" Pak kirman mencoba menepuk bahu Zaid, entah apa yang membuat Zaid tiba tiba termenung saat itu.


       ["Ha...sudah sampai, ok...baiklah]" Zaid menjawab, mencoba menutupi kegelisahan pikirannya itu.


    Dia pun segera membuka kan pintu untuk ibunya dan istrinya, sedang pak Kirman membuka bagasi mobil, dan mengeluarkan semua barang bawaan mereka.


    Mobil yang di kendarai pak Kirman cukup besar dan luas, makanya barang bawaan mereka semua bisa masuk.


       Zaid tersenyum hangat kepada istrinya, dan mendekati istrinya, Zaid tidak ingin membuat istri nya itu cemas, dan khawatir dengan dirinya.


     Kala itu, Zaid pun tidak boleh terlalu banyak beban fikiran, takut sakit kepala yang disebabkan tempurung kepala nya yang retak itu kambuh kembali.

__ADS_1


    Sofiya yang memahami kondisi Zaid, dia pun akan hati-hati jika berbicara kepada suaminya itu, dia takut kata -katanya akan menambah beban di kepala Zaid.


       ["Selamat datang sayang...]" ucap nya kala itu.


     Tersenyum hangat, dan sambil menggenggam tangan istrinya, Zaid menuntun Sofiya untuk masuk, sedang Sofiya terlihat masih memegang tangan mertuanya itu.


      "Ibu terima kasih juga telah menerimaku menjadi menantu, dan hari ini aku memulai hidup baru bersama ibu dan anak mu ibu ini," ucap Sofiya tersenyum hangat.


      "Iya sudah, jangan terima kasih mulu, ibu dan suami mu ini, sangat menyayangi mu. Jadi jangan sungkan kalau ada apa-apa bercerita kepada ibu, yasudah ayo kita masuk." 


     "Dan biarkan pak Kirman dan suamimu membawa barang-barang itu," ucap Ibu.


     Ibu mertuanya itu sangat lembut dan pengertian, Ibu Pun menuntun menantunya  itu kedalam rumah.


      Sofiya sedikit bingung dengan keadaan rumah yang besar itu, namun penghuninya sangatlah sepi, kelihatan rumah itu mempunyai banyak kamar.


    Rumah dua lantai ini ditempati hanya dengan tiga orang saja, namun yang terlihat Sofiya hanya ada Ada Pak kirman, Ibu, dan suaminya  itu.


    Dan sekarang Sofiya masih termenung dengan kejadian semalam. Semalam masih terngiang nama Jasmin di kepalanya itu.


     Tanya dan tanya yang ada, rasa cemburu itu tiba-tiba muncul seketika. Muncul dengan semena-mena di relung hatinya itu.


      Ingin bertanya dengan berhadapan langsung kepada suaminya, Sofiya masih takut dengan jawaban yang akan nanti dia dengar.


       Siapa Jasmin??


 


 


       Apa Sofiya hanya pelampiasan??

__ADS_1


      Pikiran Sofiya terbang jauh di dalam cermin yang tengah menatap dirinya sendu itu.


     ******


__ADS_2