ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
KEHADIRAN MIKE KEMBALI


__ADS_3

    Bandar kota Batam masih saja terlihat ramai. Orang-orang dengam kehidupan masing-masing meneruskan hidup mereka. Begitu juga dengan Rani dan Rini.


      Gadis kembar baik hati, kini sudah jauh dari sahabat bainya yang bernama Sofiya Mutia. Rini yang hari ini sedang sibuk bekerja, dan kemungkinan lembur.


     Atasannya mengatakan, hari ini mereka akan bertemu dengan orang penting yang akan memakai jasa desain perusahaan Rani itu.


     Sepagi mungkin Rani telah pun berangkat. Hari ini dia membawa beberapa katalog buatannya. Dia akan menunjukkan kepada klien penting ini agar memakai jasa dirinya tersebut.


     Proyek besar ini tidak akan di sia-sia kannya.Mobilnya yang memiliki empat ban besar itu bisa dibilang mobil berjenis Jeap ini sangat diminati oleh Rini, karakternya yang tomboy itu membuat dia suka dengan mobil seperti itu.


        Karna dia berangkat di awal pagi, dia pun tidak terkena macet yang panjang. Jalanan begitu mudah dia lewati, kali ini mobilnya itu melaju kenjang hingga di parkiran kantornya.


     Janji dengan bos dan klien tersebut pullkul delapan. Dan ini masih pukul setengah delapan, namun dia sudah siap dan bersahaja.


     Celana jeans biru dan kemeja kotak-kotak berwarna merah membuat Rini tampak terlihat cantik dengan busana yang terbilang tidak feminim itu.


      Tinggi Rini juga lebih daripada Rani kakaknya tersebut. Dia memakai sepatu buts warna hitam pekat, rambut di kuncir satu.


      Tangannya memegang gulungan yang panjang, tas ransel tidak lupa melekat di bahunya itu.


     Wanita tomboy satu ini benar-benar bersemangat untuk terus mengejar karirnya sebagai arsitektur terkenal.


      Jam delapan hampir tiba, Rini pun keluar dari ruangannya dan menghampiri ruang meeting yang sudah di janjikan oleh atasan tersebut.


      Sedikit deg-degan, membuat dia ingin ke kamar mandi sejenak sebelum masuk ke dalam ruangan tersebut. Rini pun masuk ke kamar mandi, dan bercermin sejenak sambil menguatkan dirinya sendiri.


     "Hei Rini, kau pasti bisa!!" ucapnya sendiri sambil bercermin.


     Dia pun keluar dari sana, langkahnya mantap untu memasuki ruangan meeting tersebut. Kemungkinan orang-orang sudah menunggu dirinya disana.


     Dia mulai membuka pintu. Mata Rini terbelalak tak berkedip, melihat seseorang yang tidak asing di pandangannya, orang itu tersenyum dengan menyungginggkan satu bibir ke atas.


     "Rini, kenapa kamu terpaku di sana!" ucap Bos nya mengejutkan Rini yang masih memandang wajah orang yang menatapnya dengan senyum licik.


    Rini mulai membetulkan jantungnya dan pikirannya. Dia tidak habis pikir, mengapa kliesn besar yang di bilang bosa nya itu adalah orang yang membuat onar beberapa hari lalu, pikir Rini.

__ADS_1


       Apa dia sengaja??


       Apa dia punya rencana jahat lagi??


       Bagaimana ini??


     Tanya dan tanya yang ada di pikiran Rini saat ini. Mata tajam dengan senyum licik itu tidak berakhir di wajah Rini yang sekarang terlihat nerves.


      "Pak Mike, kenalkan ini Arsitek wanita terbaik di perusahaan saya," ucap bos Rini memperkenalkannya kepada klien yang bernama Mike tersebut.


    "Oh Rini...kenalkan Saya Mike!!" ucapnya dengan nada di tekan, dan mengulurkan tangannya kepada Rini.


     Mahu tidak mahu Rini menyambut uluran tangan Mike tersebut. Dia memandang wjah Mike dengan geram.


     "Ya, saya Rini," ucapnya singkat.


     "Baik Rini, apa bisa kamu langsung menjelaskan seperti apa desain yang,sudah kamu buat??" ucap bossnya itu mengarah kepada Rini yang sedari tadi sudah di tunggu.


    "Baik, bisa pak!" ucapnya mengalihkan mata ke atasannya.


     Dia tidak mengira, proyek untuk bangunan Bank tersebut, ternyata Mike yang menginginkannya. Entah ini sengaja atau kebetulan, namun Rini memang tidak menyukai keadaan ini.


     Andai bisa dia tolak, Rini pasti menolaknya. Namun dia sudah terlanjur menerima tawaran dari atasannya tersebut untuk desain Bank besar ternyata milik Mike tersebut.


     Jika nanti Mike setuju, maka Rini akan banyak bertemu dengan Mike, pikir Rini.


Namun bagaimana lagi, dia harus tetap profesional dalam bekerja, ini adalah impiannya, dan ini adalah tangga untuk karir yang akan dia lanjutkan kedepan.


       Rini menjelaskan dengan tegas, walau jantung sedikit berdegup, Mike tidak beranjak sedikitpun. Mata tajam itu memandangi Rini dari ujung kaki dan rambut.


       Apa Mike menyimpan dendam kepadanya??


       Apa Mike akan melibatkan dirinya untuk mendapatkan Sofiya??


     Mike yang begitu menggilai Sofiya, akan mampu melakukan apapun sesuai kehendaknya. Tidak di pungkiri, sekarang Mike pula berada begitu dekat di lingkungan pekerjaan Rini.

__ADS_1


       Hampir setengah jam berlalu, layar lebar yang terkembang di sana membuat banyak orng kagum, Mike yang tidak melihat sedikitpun apa yang di jelaskan Rini, namun tiba-tiba dia ingin angkat bicara.


     "Bagaimana pak Mike menurut anda??" tanya bos Rini.


    " Iya, saya setuju dengan desain ini," ucap Mike tanpa mengalihkan pandangannya ke arah wajah Rini.


      Sial!! ucap Rini dalam hati.


     Rini bukan malah senang, dia malah mengutuk dirinya sial, karena Mike menerima desainna tersebut. Padahal Rini telah merubah persentase itu agar terlihat buruk, namun Mike tetap saja mengatakan dia setuju.


     Rini tidak habis-habisnya mengutuk dirinya tersebut. Dia tahu, untuk proyek ini dia akan selalu bertemu Mike. Proyek ini bukan di dirikan di kota Batam, melainkan Mike membuka cabangnya di provinsi Kalimantan Selatan


     Awalnya, Rini yang melihat proyek tersebut karena pulau tersebut tidak jauh dari pulau dimana Sofiya tinggal, dan dia sangat senang, itu lah mengapa Rini langsung menyetujui bos nya tersebut.


     Tak di sangka pula, proyek ini sepertinya mengandung kesengajaan, pikir Rini.


    Jika dia ingin membatalkan semua maka bisa jadi karirnya akan rusak, pekerjaannya akan di pecat. Dan dirinya tidak bisa meraih kembali gelar yanh sekarang berada di tangannya.


     Rini diam dan bingung, yang lainnya sudah terlihat bubar, bos nya tersebut meninggalkan Rini dan Mike disana. Dia menyarankan Rini agar lebih akrab dengan klien mereka tersebut.


      Karena sangat penting bagi Arsitektur berhadapan langsung dengan klien. Pekerjaan ini harus benar-benar teliti dan saling keterbukaan. Segalanya sudah di siapkan Rini dengan baik dan matang.


    


      Hasil yanh dia inginkan dari rumah juga dia dapatkan, sayangnya orang yang mengambil desain tersebut membuat dirinya mengutuk diri sendiri.


     Mike, yang baru saja menculik dirinya itu kembali muncul di hadapannya, dan menjadi klien terbesar untuk dirinya sast ini.


     Mike tersenyum puas melihat wajah Rini yang tampak sedikit pucat di hadaoan Mike tersebut. Lama mereka saling diam, Rini mengalihkan pandangannya, sepertinya dia ingin bangkit dan keluar dari ruangan itu.


     "Pak Mike, saya pikir sampai disini, dan jika ada yang ingin anda rubah kembali, bisa hubungi saya di sini!!" ucap Rini berdiri dan menyerahkan kartu namanya.


     "Hei, jangan terburu-buru, kau masih punya masalah denganku!!" ucap Mike juga berdiri dan suara itu tepat di telinga Rini.


******

__ADS_1


__ADS_2