ZAID & SOFIYA

ZAID & SOFIYA
SOFIYA DALAM BAHAYA


__ADS_3

Dalam dua hari ini, Ira yang dikenal baik oleh Sofiya dan ibu mertua nya itu, selalu datang tak terduga mengunjungi Sofiya dan ibu mertua Sofiya tersebut.



Ira juga tidak lupa membawakan oleh-oleh untuk ibu mertua Sofiya tersebut Setiap kali ia datang ke rumah ke rumah itu.



Tiga hari sudah berlalu kepergian Zaid dari pulau Kalimantan Selatan dengan sahabatnya, yaitu Heru. Hari ketiga ini kemungkinan Zaid sudah bisa pulang bertemu dengan istri tercintanya itu.



Dan mereka pun akan bersiap-siap minggu depan untuk kembali ke pulau Batam menghadiri acara pernikahan Rini, yang seharusnya pernikahan itu dilaksanakan oleh Rani.



Namun Rani hanya mencintai Heru, maka Rini menggantikan menjadi mempelai wanita di hari pernikahan minggu depan nanti.



Ketika Sofiya sedang berbaring di tempat tidurnya, Sofiya sambil melihat tutorial masak memasak di video yang dia tonton tersebut, Sofiya memang seorang wanita yang mempunyai hobi masak-memasak.



Maka dari itu setiap resep-resep dia suka melihatnya lewat internet, tiba-tiba ponselnya berdering ada panggilan masuk tertera nama Ira di layar tersebut.



"Assalamualaikum Ra," ucap Sofiya.



"Waalaikum salam Fiya, gimana keadaanmu hari ini??" tanya Ira.



"Alhamdulillah, aku sudah membaik," jawab Sofiya.



"Oh..syukurlah, apa bisa temankan aku belanja ke mall hari ini??" tanya Ira.



"Maaf Ra, bukan aku tidak mahu, tapi kemungkinan suami ku akan pulang, dan tidak enak juga jika aku tidak ada di rumah, kami sudah tiga hari tidak bertemu," jawab Sofiya.



"Oh...begitu ya, padahal aku ingin sekali menemuimu Fiya. Maafkan aku ya Fiya, aku tidak berani keluar sendirian, takut nanti orang-orang suruhan mertuaku memaksaku untuk menandatangani surat perceraian," ucap Ira membuat nada sedih lagi.



Ira yang menelpon Sofiya itu sambil terisak-isak menceritakan kalau dirinya benar-benar takut untuk pergi ke mall sendirian. Pasalnya dia menceritakan kepada Sofiya bahwa mertuanya begitu jahat kepadanya dan memaksa dirinya untuk bercerai dari suaminya sendiri.



Padahal itu adalah akal-akalan dari Ira agar Sofiya bisa pergi bersamanya, dan Sofiya tidak menunggu suaminya pulang. Dengan begitu Zaid akan menganggap Sofiya adalah istri yang tidak menghargai suami atau istri yang mengabaikan suami, itu lah tujuan Ira sebenarnya.



"Apa?? kasian sekali kamu, bagaimana ya Ra. Apa bisa kamu tunggu 15 menit lagi??"



"Nanti aku akan mengabarimu, aku akan bertanya kepada suamiku dulu, dia pulang jam berapa, dengan begitu aku bisa tahu mengatur waktuku." jelas Sofiya.

__ADS_1



Sofiya sangat sungkan untuk menolak ajakan Ira tersebut, pasalnya dipikirnya Ira saat ini sedang dalam bahaya, jika Ira pergi bersendirian, pikir Sofiya begitu.



Namun rencana Ira itu sengaja mengajak Sofiya keluar dari rumah untuk Sofiya tidak bisa menemui suaminya tepat waktu.



"Oh...baiklah Fiya, jangan lupa mengabariku ya!! aku tunggu loh kamu, bye," ucap Ira



"Iya Ra...bye."



Sofiya pun mencoba menelepon suaminya tersebut, beberapa kali berdering panggilan itu tak lama kemudian sang suami pun menjawab telepon dari istri tercintanya itu.



Mengingat sekarang ini masih pukul sspuluh pagi, kemungkinan Zaid akan pulang ke rumah sedikit sore hari, dengan begitu Sofiya bisa menemani Ira yang dianggapnya sebagai teman baik itu untuk pergi ke mall.



"assalamualaikum sayangku," ucap Zaid.



"Waalaikumsalam Kanda, gimana kabar kanda hari ini??" tanya Sofiya.




"Alhamdulillah baik sayang, kanda kapan pulang??" tanya istrinya tersebut.



Suara Sofiya begitu manja kedengarannya di telinga Zaid, sepertinya Sofiya benar-benar sangat merindukan suaminya itu. Tiga hari mereka sudah tidak bertemu, batin mereka sama-sama merasa rindu yang teramat dalam.



"Sabar sayangg..jam tiga sore kanda sudah sampai di bandara Nunukan," jawab Zaid.



"Serius kanda?? yasudah Dinda bakalan masakin sayang yang enak-enak hari ini, Dinda minta izin ya...Dinda mau pergi belanja ke mall," ucap Sofiya begitu bahagia.



"Iya sayang...serius! kanda rindu banget sama Dinda, yasudah Dinda perginya sama ibu kan??" tanya Zaid.



"Bukan sayang, tapi sama Ira. Ira meminta Dinda menemaninya belanja ke mall, dan mumpung sayang mau pulang jam tiga nanti, jadi sekarang Dinda bisa menemani Ira sekaligus membeli barang-barang untuk masak nanti," jelas Sofiya.



"Ira?? teman baru Dinda itu kah sayang??" tanya Zaid.



"Iya sayang, teman baru Dinda itu, boleh tidak??" tanya Sofiya lagi meminta izin.

__ADS_1



"Oh...yasudah, Dinda hati-hati ya sayang, kabarin kanda kalau terjadi apapun ya!! i miss you sayang," ucap Zaid begitu romantis.


Zaid begitu hangat berbicara kepada istrinya tersebut, sepertinya Zaid sekarang benar-benar jatuh cinta kepada Sofiya, walaupun mereka berkenalan sangat begitu singkat, lalu menikah pun secara tiba-tiba di rumah sakit.


"Makasih ya sayang...i miss you too," balas Sofiya.



Sofiya tak kalah hangatnya membalas perkataan rindu Zaid tersebut, Zaid seolah-olah sangat percaya dengan teman baru istrinya tersebut yang bernama Ira itu.



Sebelum kepergian Zaid pun, Sofiya memang sempat pergi dengan Ira, namun belum tahu bahwa ketika Sofiya pergi dengan Ira ada accident yang tidak mengenakan terjadi kepada istrinya tersebut.



Jika Zaid sampai tahu pastinya Zaid sekarang tidak akan mengizinkan istrinya untuk berteman dengan Ira. Dan ibu mertuanya pun, ikut menyembunyikan tentang kejadian yang dialami istrinya tersebut tiga hari lalu.



Pasalnya ibu pun takut jika Zaid mengetahui istrinya itu tenggelam di laut, pastilah Zaid tidak akan mengizinkan sama sekali pergi dengan Ira yang belum dikenali oleh Zaid tersebut.



Setelah Sofiya mendapat izin dari suaminya tersebut, Sofiya yang sudah janji kepada Ira yang akan mengabarinya, Sofiya pun kembali menelepon Ira untuk memberitahukan bahwa Sofiya mendapat izin dari suaminya untuk pergi bersama Ira ke mall.



Tutttt...tuttt...



Ira langsung menjawabnya hanya dua kali berdering saja panggilan Sofiya pun dia sambut dengan begitu ramah dan dia begitu yakin, jika Sofiya akan setuju.



"Hallo Fiya, bagaimana??" tanya Ira.



Ira tampak tidak sabar mendengarkan jawaban Sofiya, yang sedari tadi ia telah tunggu.



"Iya Ra, suamiku mengizinkannya, dia pulang pukul tiga sore nanti, jadi kita harus pulang lebih awal ya Ra" ucap Sofiya dengan begitu jujur.



"Oh.. syukurlah Ka, oke aman itu Ka, yasudah kamu siap-siap ya, sebentar lagi aku jemput!!" ucap Ira.



"Iya Ra, terima kasih," jawab Sofiya.



Panggilan telpon tersebut pun di tutup, Sofiya tidak mencurigai apa pun tentang Ira. Ira sangat begitu senang, ketika Sofiya mengatakan bahwa dia setuju dengan ajakan Ira tersebut.



Sekarang, Sofiya sudah dalam genggamannya juga, bahkan Sofiya yang begitu polos dan tidak tahu bahwa Ira adalah mantan dari suaminya tersebut itu, tidak menaruh curiga sedikit pun. Sofiya tampak sudah bersiap-siap dan mencari baju mana yang akan dia kenakan untuk pergi ke mall nanti.


*****

__ADS_1


__ADS_2