
Dua minggu sudah berlalu. Sofiya Mutia tinggal bersama ibu mertuanya dan suaminya itu.
Mereka menjalani kehidupan yang harmonis dua minggu ini, pembantu rumah yang sempat cuti, sudah pada kembali bekerja. Mereka semua sempat terkejut, karena Zaid sudah menikah.
Dan sekarang mereka mempunyai dua nyonya dirumah itu, Bu laras dan anak nya yang berumur 21 tahun itu terlihat tidak suka dengan Sofiya.
Awalnya Bu Laras membawa anak gadisnya itu bekerja di rumah Zaid hanya untuk memikat hati Zaid saja. Bi Sumi sangat tahu akal-akalan Bu Laras membawa anak gadisnya bekerja disitu, dia bermimpi anaknya menikah dengan Zaid.
Sebelum Zaid datang ke rumah ibunya itu, pembantu di rumah itu hanyalah Bu Laras dan Bi Sumi, setelah Zaid datang ke rumah itu, tiba-tiba Bu Laras meminta izin kepada Ibu Zaid untuk mempekerjakan anaknya di rumah itu juga.
Ibu Zaid pun mengizinkan Bu Laras membawa anak gadisnya itu yang berusia 21 tahun, alasannya adalah ibu Zaid merasa kasihan dengan Bu Laras.
Dengan mempekerjakan anak gadisnya itu Bu Laras memberi alasan hutang-hutangnya di kampung begitu banyak, jadi dia dengan anak gadisnya bekerja dengannya, maka akan sangat membantu untuk melunasi hutang-hutang mereka.
Sofiya merasa bahwa Laras dan anak gadisnya itu itu tidak begitu menyukai dirinya, hanya di depan Ibu mertuanya dan suaminya bu Laras seolah bersikap begitu ramah dan baik kepada Sofiya.
Namun jika tidak di depan suaminya dan ibu mertuanya Bu Laras dan anaknya suka mengumpat Sofiya, dan kadang-kadang suka menyuruh Sofiya melakukan pekerjaan rumah sendiri.
Namun sebagai seorang istri yang baik, Sofiya tidak pernah mengadukan itu kepada suaminya maupun Ibu mertuanya.
Bi sumi yang mengetahui hal itu sering mengancam bu laras dan kedua putri nya itu, kalau mereka menyusahkan Sofiya bi Sumi tidak akan segan-segan melaporkan perbuatan mereka berdua kepada Zaid.
Bi sumi tahu Zaid sangat lah mencintai istrinya itu. Bulan depan, Zaid dan Sofiya merencanakan pesta pernikahan mereka, pasalnya waktu itu mereka tidak sempat untuk membuat acara pernikahan.
Bu Laras dan anak gadisnya itu, yang mengetahui rencana Sofiya dan Zaid yang akan membuat acara pernikahan mereka di bulan depan , merasa sangat iri hati dan mencoba membuat rencana jahat untuk menggagalkan acara pernikahan mereka itu.
Siang ini Zaid dan ibu beserta Sofiya pergi ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan Zaid.
__ADS_1
Dan Zaid ingin membawa Sofiya juga bersamanya. Zaid ingin membawa Sofiya ke pakar psikologis agar memulihkan trauma yang pernah Sofiya alami sebelum ini.
Mereka bertiga pergi bersama, dan berencana akan pulang sedikit larut malam, kemungkinan siang ini mereka akan makan di luar dan pulang makan malam di rumah.
Di tengah perjalanan mereka ke rumah sakit, Sofiya mendapat telepon dari sahabat baiknya yang ada di Batam.
Yaitu adik dari Rani, Rini menelponnya mengabarkan hal yang begitu mengejutkan Sofiya dan Zaid. Pasalnya Rini sangat kebingungan saat ini, karena Rani tidak menyetujui perjodohan yang ditetapkan oleh orang tua mereka di Medan.
Bahkan bukan hanya berita itu saja, berita Rini bertemu dengan Mike juga pasti akan membuat Sofiya terkejut. Namun Rini masih takut membicarakan hal itu dengan Sofiya.
Rini takut Sofiya menjadi trauma yang parah lagi, Rini pun tidak jadi untuk membicarakan hal mengenai Mike saat ini kepada mereka.
Rini hanya membicarakan tentang Rani saat ini, Rani yang ternyata sudah di jodohkan dengan orang tuanya di Medan.
"Hallo...assalamualaikum Rin," ucap Sofiya.
"Waalaikumsalam Fiya, tolongin aku Fiya.." ucap Rini dengan Suara gemetar dan takut, seperti nya ada hal yang begitu rumit dialami Rini saat ini.
Rini yang di kenal dengan wanita tomboy ini tidak pernah membuat Sofiya bingung, Rini selalu berani menghadapi apapun, namun kali ini Rini benar-benar terdengar dari suanya sedang ketakutan.
"Fiya, aku gak bisa tenang, kak Rini mengurung diri di kamar, tiga hari ini Fiya! Kak Rini mau di nikahkan tapi bukan dengan mas Heru," ucap Rini.
Lengkap Rini menjelaskan kepada Sofiya, Rini sangat bingung pada siapa lagi dia meminta bantuan, kakaknya tiga hari mengurung diri di kamar.
Dua minggu kepergian Sofiya dari kota Batam, ternyata kedua orang tua Rini datang menemui mereka di apartemen Sofiya.
Pada saat itu, dan sekarang orang tua Rini dan Rani ada tinggal bersama mereka, kedatangan orang tua mereka itu, untuk memberitahukan bahwa Rani telah mereka jodohkan dengan anak teman mereka yang ada di kota Medan.
"Bukan dengan Heru?? Lalu siapa?" tanya Sofiya terkejut.
__ADS_1
Sofiya pun sangat panik mendengar penjelasan Rini itu, dan Sofiya pun sangat merasa kasihan kepada sahabatnya itu karena dipaksa menikah bukan dengan orang pilihannya sendiri melainkan karena paksaan dijodohkan oleh orang tua mereka.
Lalu Zaid menyuruh Sofiya untuk menanyakan di mana Heru sekarang berada, pasalnya dua minggu ini Heru belum ada menghubungi Zaid.
"Iya, dengan jodoh yang dipilihkan orang tua kami untuk kk Rani Ka, aku harus gimana ini??" tanya Rini bingung
"Kamu tenang dulu Rin."
"Jadi selama dua minggu ini, Heru ada disitukan??" tanya Zaid sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui keberadaan sahabatnya itu.
"Mas Heru balik ke Jakarta Ka, karena ibu dan ayahku tidak menyukai mas Heru, aku juga kasian dengan mas Heru KA, bagaimana ini??" ucap Rini.
Apa ponsel Rani aktif?? Tanya Sofiya yang begitu khawatir.
" Enggak Fiya, aku mendengar suara tangisan saja, dia mengunci pintu kamarnya, lalu org tuaku itu tidak memperdulikan tangisan Kak Rani itu. Menurutmu gimana ini Fiya??" Semakin nada cemas yang mendalam dari suara Rini itu.
"Kenapa orang tua kalian ngotot untuk menikahkan Rani dengan bukan orang pilihan Rani sendiri??" tanya Sofiya.
"Sekarang bisnes ayahku dibantu dengan orang itu Fiya, mau tidak mau orang tuaku akan menikahkan kak Rani dengan orang itu," ucap Rini.
"Ya Tuhan...jadi bagaimana ini, apa dirimu sudah ada kekasih Rin?" Sofiya tiba-tiba menanyakan tentang kekasih Rini, entah kenapa Sofiya merasa Rini yang bisa membantu Rani saat ini.
"Kekasih Fiya...maksudmu?" tanya Rini bingung dengan pertanyaan Sofiya itu.
"Iya Rin...apa kamu tidak kasihan kepada Rini, dia kan mencintai Heru, dan kamu apa tidak bis membantu Rani??" tanya Sofiya
"Iya Fiya...aku kasian banget liat dia murung gitu, tapi gimana aku mau nolongnya?" Aku mau menolong kak Rani, tapi aku juga gak tahu caranya. Dan kau apa maksudmu menayakan kekasih ku??" Rini bingung dengan pertanyaan Sofiya.
"Begini Rin, kalian kan kembar, di hari pernikahan nanti kau lah jadi mempelai wanitanya, aku dan Zaid akan datang kesana bersama Heru, dan kami akan menyuruh Heru untuk membawa kabur Rani bersamanya," ucap Sofiya memberikan saran gila kepada Rini.
__ADS_1