
Pasalnya saran itu, ibunya yang mendukung Sofiya untuk pergi bersama Ira, Ibu merasa bersalah karena telah memberi izin Sofiya pergi dengan Ira.
Sampai di rumah sakit RSUD Ulun tersebut, awalnya Ibu ingin memarahi Ira, tapi melihat baju Ira yang basah itu, sambil menangis dihadapan ibu.
Ibu menjadi iba dengan Ira, Ira pun menceritakan bahwa dirinya telah mencoba menolong Sofiya, akhirnya Sofiya pun ditolong dengan cepat dan dibawa ke rumah sakit seperti sekarang ini.
Ibu pun merasa bersalah kepada Ira, karena awalnya Ibu menyimpan amarah untuk Ira, melihat kebaikan dan tanggung jawab Ira kepada menantunya itu, Ibu sangat berterima kasih kepada Ira.
Sepertinya rencana Ira kali ini berjalan lancar, untuk mengelabui Ibu mertua Sofiya itu, ia sengaja mengarang cerita, agar lebih bisa mendekati Ibu Zaid untuk kedepannya.
Ira sebenarnya adalah Jasmin mantan kekasihnya Zaid . Ira sengaja datang ke kota Kalimantan Utara tersebut hanya untuk mengetahui tentang keberadaan Zaid .
Pasalnya Ira menjadi dendam kepada Zaid , karena Zaid berkata kasar kepadanya lewat telepon tempo hari. Dan yang Ira tahu, Zaid Sudahlah menikah, jadi Jasmin yang menyamar jadi Ira itu sengaja untuk mendekati Sofiya.
Karena ia ingin melenyapkan istri Zaid tersebut. Dan kali ini Jasmin berhasil mengambil hati ibu mertua Sofiya, Jasmin tidak akan berhenti sebelum Zaid akan menjadi miliknya seutuh-utuhnya.
Jasmin mengetahui keberadaan Zaid ini, dari salah satu pegawai kepercayaan Udin yang ada di induk perusahaan yang berada di Jakarta.
Orang itu sengaja Jasmin bayar untuk memberikan informasi-informasi mengenai keberadaan dan alamat Zaid saat ini, akhirnya Jasmin berhasil menemukan keberadaan Zaid . Dan Jasmin pun berhasil masuk di kehidupan Zaid dengan mendekati Sofiya sekaligus Ibu Zaid juga.
Udin tidak pernah menaruh curiga sedikit pun kepada orang percayaannya itu. Karena begitu sibukkanya Udin pun tidak terlalu memantau pekerja.
Kini, Udinlah menjadi bos besar disana. Udin juga mengolah perusahaan menjadi baik. Dia tak kalah dermawannyabdengan Zaid . Karena mereka tahu susah itu sangat menyakitkan, itu lah mengapa mereka selalu membantu orang-orang yang kesusahan.
Mereka mempunyai bisnes bukan untuk mengumpul harta, melainkan untuk membantu banyak orang. Panti asuhan yang didirakan Zaid bersama Udin dan Heru membutuhkam makanan dan biaya ang banyak setiap harinya.
Itu lah mengapa, Zaid tidak hentinya menanam saham, agar anak-anak pantinya bisaendapatkan pendidikan yang layak hingga jenjang yang tinggi.
Harapan mereka ssbagai anak panti asuhan kala itu, menjadi ayah untuk anak-anak yanh tidak memiliki ayah seperti mereka.
__ADS_1
Yang merasakan hal seperti itu, pasti tau rasa sakitnya dan rasa rindunya yang tidak pernah tahu di curahkan kemana.
Begitu pula dengan Udin, hidupnya kelam dan benar-benar tumbuh di jalanan. Dari bayi hingga sekarang, wujud orang tua pun tidak pernah ia lihat.
Namun sekarang, dia berdiri di bawah naungan Zaid Fahlevi , dia yang menganggap Zaid malaikat penolongnya juga sama seperti Sofiya yang menganggap Zaid sebagai suami berwujud malaikat itu.
Tidak pernah marah, tidak pernah kasar, dan tidak pernah menunjukkan lemah. Lelaki yang berpenyakitan itu, benar-benar menyimpan segudang kekuatan besarbdalam dirinya tersebut.
Tidak salah jika orang-orang mau pun Sofiya, menyebutnya adalah sosok malaikat yang berada di bumi. Dia yang memiliki wajah tampan, hati baik, serta merta selalu merendah.
Udin tidak tau dengan kejadian staf kepercayaannya telah bersekongkol dengan Jasmin. Hanya karena uang dan uang, itu mengapa mulut seseorang mudah terbuka.
Padahal Zaid mau pun Udin, sudah memberi arahan, agar alamat Zaid yang di kalimanta Utara tidak boleh di bocorkan ke orang luar, selain orang perusahaan.
Kali ini Udin yang sibuk, tampak menelpon sana-sini. Mengurus semua bisnis, dan Udin yang tidak punya sekolah sekarang menjadi bagian dari pengusaha muda.
Walau pun dia bawahan Zaid , Udin juga mendirikan bisnes kecilnya ikut dari cabang Zaid tersebut. Properti mereka memiliki brand terkenal tersendiri di negeri ini.
Ulangan ketika Jasmin meminta alamat kepada orang kepercayaan Udin di cabang utama.
Sebut saja namanya Anto, dia bekerja sebagai manager sekarang ini. Anto yang tamak, anto yang licik ingin memonopoli usaha milik Zaid tersebut.
Anto begitu iri dengan Zaid dan para sahabatnya itu. Mereka tidak memiliki sekolah tinggi, namun mereka bisa memulai bisnes itu dengan maju.
Sedangkan Anto, dia memiliki sekolah hingga jenjang sarjana. Bahkan kemampuannya dalam mengelola dan memanagemen perusahaan Zaid tersebut, sudah tidak di ragukan lagi.
Itulah mengapa, Anto unggul dan begity di percaya Udin. Anto bermuka dua di depan Zaid mau pun Udin. Jasmin pula yang mengenali Anto sejak berpacaran dengan Zaid , itu lah mengapa dengan mudahnya Jasmin bisa menyogok anto dengan segepok uang.
Anto tidak merasa bersalah, dia sengaja ingin membuat Zaid jatuh dan terpuruk. Semakin lama Zaid terpuruk, dia juga ssmakin cepat bisa berkuasa dan memonopoli bisnes tersebut.
__ADS_1
Keahliannya itu sering dia buat untuk mengkoropsi uang perusahaan. Udin yang selalu percayabdengan kerja Anto tidak pernah mengecek ulang kerjaan Anto tersebut.
Karena kepercayaan adalah bagian yang paling utama dalsm berbisnis, itu menurut Udin dan Zaid . Makanya mereka tidak terlalu mengontrol pekerja mereka.
Namun manusia begitu lah, rambut sama hitam namun perangai tidak ada yang tahu. Musuh dalam selimut selalu ada, bahkan benalu yang selalu di uangkapkan dalam pribahasa benar-benar adanya.
Benalu hidup di pohon hanya menumpang sementara, sedangkan jika tumbuh dan berkembang dia mematikan pohon tersebut.
Ilmu benalu yang di pakai anto saat ini, sepertinya tumbuh dengan subur. Di angkat menjadi manager kepercayaan, sekarang menjalar ke perusahaan dengan mengkoropsi sedikit demi sedikit uang perusahaan.
Karena banyaknya anak cabang dari usaha Zaid tersebut, membjat Udin tidak terlalu mengoreksi kerja dan keuntungan dari hasil yang Anto kerjakan. Saat ini pula benalu itu tumbuh bersama temannya.
Anto dan Jasmin, mereka hanya ingin mendapatkan keuntungan. Keduanya melakukan transaksi tanpa sepengetahuan Udin. Anto juga di bayar menjadi mata-mata dalam perusahaan tersebut, mudah saja uang adalah jalan segalanya.
Padahal gaji Anto lebih tinggi dari yang lainnya, namun ketamakan seorang manusia memang tidak pernah habis-habisnya. Tamak dan tamak itu siap manusia yang selalu ada.
Sekain iri dan dengki tamak salah satu penyakit hati yang sulit untuk dihilangkan. Merasa selaku kurang dan tidak cukup, padahal semua ada dan bergelimpangan.
Ketamakan manusi tidak pernah kekal, layaknya hidup pasti akan mati. Begitu juga orang tamak, mau dimana dia bawa hartanya, semua itu hanya menabung dosa.
Manusia, jadi lah seperti Zaid dan sahabatnya, tidak pernah lupa dengan keadaan susahnya dulu, bahkan mereka tidak juga menyimpan dendam dengan musuhnya dahulu.
Hidup akan menjadi damai dan tentram, jika kita benar-benar mengikuti jalan yang di beri oleh Tuhan yang maha kuasa.
****
__ADS_1