
Segera Sofiya membuka balasan tersebut, isinya kali ini sepertinya mengandung bawang lagi. Namun tangis kali ini lebih menyelimuti tangis haru yang akan pecah.
"Dinda. Aku sebagai Lelaki nggak akan ngasih kamu nemuin aku, baiklah kalau kamu memang maksa untuk ketemu aku dalam waktu dekat ini. Aku bakalan nemuin kamu, sabar aja ya..!! Doain aku bisa pulih dari operasi sebulan lalu yang aku jalani," balasan dari Zaid sungguh luar biasa lelaki banget.
Ternyata sebulan lalu Zaid memang dioperasi, kemungkinan besar operasinya bisa gagal. Maka dari itu sebelum apapun yang terjadi dia sudah memberi pesan terlebih dahulu kepada temannya.
Sayangnya juga dia bisa-bisa nya berbohong kepada Sofiya, karena takut Sofiya akan sengsara bersamanya.
"Uuuhhh!!" sweett banget dia!!" Fiya..tuh liat ini baru cowok. Dia aja gak setuju kamu nemuin dia duluan," Rini mencoba mempengaruhi pikiran Sofiya.
"Iya!! Tuh liat Fiya, tunggu aja deh ya jangan kemana mana," ucap Rani juga menambahkan semangat untuk Sofiya.
"Gaiss, apa benar dia bakal nemuin aku??" tanya Sofiya.
"Kasian ternyata dia baru habis operasi, aku tahu penyakit yang diderita nya memang terbilang parah. tapi aku sanggup ngerawat dia dalam kondisi apapun," ucap Sofiya lagi la mengulang keinginannya.
"iya Fiya, kita tahu kamu memang tulus sama Zaid, tapi percaya deh, dia bakalan nemuin kamu secepat mungkin. Coba deh kamu bales semangatin dia!!" biar dia cepat pulih, kamu juga harus semangat nunggu nya. Dan jangan pernah berburuk sangka dengan Tuhan ya Fiya..!!" pinta Rani menasehati Sofiya dengan kata-kata powernya.
"Iya deh iya. Aku benar salah, terima kasih ya gais!!"
"Ini aku bales pesannya si Zaid dulu," ucap Sofiya.
Pesan di ketik..
"Kalau kamu memang benar mau datang menemui aku, bawa ibu ikut dengan mu ya!! aku juga mau bertemu ibu," tulis Sofiya.
Pesan terkirim..
Pesan itu tak kunjung dibalas lagi oleh Zaid Fahraja.
Dua minggu kemudian!!
Jam menunjukkan pukul 12.00, ini adalah jam makan siang. Walau hati Sofiya masih diselimuti tanda tanya besar, Sofiya juga sudah sedikit ada kelegaan.
Dua minggu ini dia tegarkan hatinya untuk menunggu balasan dari seorang Zaid Fahraja. Kerjaannya belum selesai dia terlihat masih sedikit sibuk.
Ting..tong..
Notif pesan masuk.
"Fiya, Makan siang bareng yok!!" aku tunggu di tempat biasa," tulis Rani.
__ADS_1
Sedangkan Sofiya masih sibuk dengan jari jemari di komputernya, sepertinya banyak nasabah yang datang hari ini. Jam sudah menunjukkan pukul 12.05, ya waktunya untuk para pegawai istirahat, namun Sofiya masih terfokus dengan pekerjaannya.
"Fiya, Gak makan siang??" Udah jam istirahat ni," Fadil mencoba menyapa Sofiya yang tengah fokus dengan pekerjaannya.
"Ha eh dil!! iya iya nanti, ada yang belum beres ni kerjan ku. kamu duluan aja," ucap Sofiya menyarankan fadhil duluan makan siang.
"Yaudah kalau kamu gak mau gabung, aku duluan ya," ucapnya lagi.
Jauh fadil melangkah sepertinya Sofiya masih sibuk, sambil melirik di balik komputernya ternyata fadhil sudah hilang dari pandangannya.
"Ehh Fadhil pergi gak pamit, apa aku yang gak denger ya!!" ucap Sofiya Karena terlalu fokus sampai-sampai dia gak sadar fadhil berpamitan dengannya.
Kembali Delisha melihat jam tangannya, jam sudah menunjukkan 12.15, perutnya pun sudah tidak bisa diajak kompromi.
Panggilan masuk..
Sambil ingin mengakhiri pekerjaannya, ponsel Sofiya berdering, dia pun menggapai ponselnya. Tertera nama Rani disana. Sofiya pun segera mengangkat telpon masuk dari sahabatnya itu.
"Hallo Ran! Ada apa??" tanya Sofiya.
"Kamu gak baca pesan dari ku Fi??" jawab Rani.
"Aku udah nungguin kamu ni, ditempat biasa!!" ucapnya lagi.
Rani merasa sedikit sebal, ternyata delisha tidak melihat pesan yang dikirimnya,sudah hampir 20 menit Rani menunggu untuk makan siang bersamanya.
"Eh ha iya iya!! Maaf aku bener-bener gak liat Ran, Sibuk banget aku. Ini baru selesai mau keluar, ya udah tunggu deh aku samperin kamu!! di Era Cafe kan??" kembali Sofiya seolah bertanya.
"Hmm! Iya dimana lagi, yaudah buruan Ka. Hati-hati dijalan ya!!" ucap Rani.
"Huh kelar juga nih kerjaan!!" Sofiya pun segera keluar dari kantornya.
Mengingat ini jam sudah mepet, kalau dia mengendarai mobilnya, dia akan lambat sampai, Karena Pulau Batam bukan lah begitu besar.
Namun Pulau ini selalu dipenuhi kendaraan khususnya mobil. Seperti biasa kalau dia sudah terburu-buru, dia pasti memesan Motor online(Mojek).
Sofiya punya langganan sendiri, karena bukan sekali dua kali, dia memesan mojek online ini. Lumayan sering!! tak menunggu lama mojek yang di ordernya pun sampai.
"hai mbak Fiya!" sorry nunggu lama yak!!" sapa pengemudi itu, sangat kenal dengan Sofiya.
Bahkan nama Sofiya pun dia sangat hafal.
"Hehe...gak apa-apa pak!!" ayok kita berangkat pak, soalnya saya udah ditungguin!!" ucap Sofiya.
Sofiya pun langsung duduk dibelakang pak mojek langganannya tersebut, keakraban keduanya memang terjalin sejak lama.
"Ok mbak Fiya!! Berangkatt!!" Pak mojek online ini sangat bersemangat.
Kadang juga Sofiya sering menceritakan keluh kesah nya dengan pak mojek ini, karena mereka sudah terbilang akrab, Sofiya pun menganggap pak mojek ini layaknya keluarganya.
__ADS_1
15 menit kemudian..
"Sudah sampaii!!" ucap pak mojek.
"Hehe iya pak!! ini pak ambil aja semua," ucap Sofiya.
"Ehh!! kebayakan ini mbak Fiya. "hmmm malah kabur aja!!" ucap Pak Mojek.
Delisha sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya ke pak mojek, ini bukan hal asing lagi. Selalu ia memberikan lebih kepada mojek langganannya tersebut.
"Udahhh cantik, baik hati pula lagi!!" kalau aku ada anak usia mbak Fiya, udah tak jodohin," ucap Pak mojek berbicara sendiri sambil membelokkan motornya.
"Ran, huhh haahhhuhh!!" sorry sorry udah nunggu lama kan!!" ucap Sofiya ngos- ngosan karena berlari lari kecil menuju Era Cafe.
Era Cafe yang letaknya didalam mall besar yang ada di central Batam, walau pun mall itu tak jauh dari kerjaan nya kalau naik mojek online hanya memakan waktu 15 menit. Tapi kalau naik mobil bisa-bisa 1 jam karena macetnya perjalanan di kota batam.
"Hmm iya iya!!" Udah minum dulu nih, udah aku pesanin minuman kesukaan kamu. Teh obeng kurang manis kurang ais," lengkap penjelasan Rina.
"Heheh!!" Tau aja lah sahabat ku ini, Kamu udah pesan makanan Ran??" laper nih aku," ucap Sofiya sambil memegang perutnya yang sudah lama berbunyi.
"Ya belum lah, aku kan nungguin kamu Ka!!" mana asik makan sendirian," jelas Rani.
"Hehe iya iya!!" Yaudh yok kita pesan, kali ini aku yang traktir kamu. Karena kamu udah nunggu lama," Sofiya merayu sahabat nya itu biar kembali mood boossternya.
"Nah gitu dongg!!" ucap Rani
Rani pun melambaikan tangan ke waiters, seperti biasa waiters lelaki ini yang menghampiri kedua wanita cantik yang ingin memesan makanan.
"Spagetti carbonara, dengan nasi goreng pattaya!! Belum juga Rani dan Sofiya memesan waiters pria ini sudah hafal.
"Hehehehe hafal banget!!" ucap Rani tertawa girang.
"Eeh!! hari ini aku gak mau makan spagetti carbonara," ucap Sofiya sepertinya ingin tukar menu.
"Wah, tukar menu nih Fiya!!" Rani tak percaya biasanya makan siang Sofiya memang spageti.
Itu adalah favorite nya dan Sofiya jenis yang memang menjaga badannya agar tetap ideal.
"Iya aku laper banget nih, aku mau tukar nasi goreng usa, telur mata sapi nya yang agak cair gitu ya bang. Jangan lupa pedas," pinta Sofiya.
"Oke!! mbak- mbak cantik ditunggu ya!!" ucap pelayan laki-laki itu.
******
__ADS_1