
skip.
Reyhan di bawa ke ruangan VVIP yang berada di sebelah kamar milik Alice. Alice, Alex dan Aiden mengikuti nya dan masuk ke dalam ruangan itu.
Alice duduk di sebelah tempat tidur Reyhan. Alice menatap Reyhan sendu, Alice merasa sedih melihat keadaan Reyhan yang masih belum sadarkan diri. mereka bertiga menunggu dengan cemas di dalam ruangan Reyhan.
Alex meninta Alice untuk beristirahat sejenak di kamar nya,tapi Alice menolak. Alice berkata dia tidak ingin pergi kemana mana sebelum Reyhan sadar, Alex hanya bisa menghela nafas mengingat betapa keras kepala nya Alice . lalu Alex menyarankan nya untuk berbaring di sofa sebentar. Alice akhirnya berbaring di sofa, dia berbaring dengan berbantalkan paha Alex .
Aiden pun berpamitan dengan mereka karna dia harus mengurus sesuatu, Aiden juga berkata dia akan kembali pada saat jam makan siang untuk membawakan mereka makanan. Alex menolak keinginan Aiden untuk membawakan mereka makanan karna Alex tidak ingin merepotkan Aiden. tapi Aiden berkata, dia tidak masalah karna dia senang bisa membantu. Alex pun hanya mengangguk kecil.
Aiden pergi meninggalkan rumah sakit. Alice mulai beristirahat di sofa bersama Alex. disaat Alice tertidur, Alex sibuk memainkan ponsel nya. sesekali Alex tampak menyeringai begitu melihat ponsel nya. setelah itu dia meletakkan ponsel nya dan menatap Alice penuh arti.
tatapannya yang penuh arti membuat diri nya seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari Alice. setelah itu, Alex memutuskan untuk beristirahat sejenak agar dia tidak menganggu Alice yabg sedang tertidur.
...
siang hari.
Aiden kembali dengan membawa beberapa makanan. Aiden bergegas menuju ke ruangan VVIP tempat Reyhan dirawat. Aiden mengetuk pintu dan masuk perlahan. begitu dia masuk dia melihat Alex dan Alice sedang tertidur di sofa. Aiden pun berhati hati meletakkan makanan di atas meja.
Alex terbangun karena merasa ada orang lain di ruangan itu,Alex pun menatap Aiden , Aiden pun meminta maaf karna sudah menganggu tidur Alex dengan isyarat. Alex hanya mengangguk.
Alex sedikit ragu untuk membangunkan Alice, Alex pun akhirnya tidak membangunkan Alice dan membiarkan Alice tetap tertidur.
...
__ADS_1
menjelang sore, Alice terbangun. Alice pun duduk, dia melihat Alex tertidur dalam duduk nya begitu pun dengan Aiden yang duduk di sofa yang ada di sudut ruangan. Reyhan masih belum sadarkan diri. Alice berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya.
gemericik air terdengar, suara itu membuat Alex dan Aiden bangun. mereka berdua menyadari Alice tidak ada di dalam kamar itu, mereka pun mengira Alice berada di kamar mandi.
Alice keluar dari kamar mandi. melihat Alex dan Aiden sudah bangun, Alice merasa tidak enak hati. Alex tidak ingin ambil pusing , Aiden meminta Alex dan Alice untuk makan terlebih dulu, karna Aiden tau mereka berdua belum makan apapun sejak semalam.
Alex mengajak Aiden makan bersama, Aiden awal nya menolak tapi karna Alice juga bersikeras untuk mengajak nya makan, Aiden pun ikut makan bersama mereka.
...
sore hari.
Alex berkata dia harus pergi sebentar karna ada hal yang harus dia urus, Alex berkata pada Alice untuk beristirahat di kamar nya tapi Alice menolak dia bilang dia akan menunggu Reyhan sadar. Alex pun akhirnya setuju dan membiarkan Alice tetap berada di ruangan itu
Alex berjalan keluar dari ruangan itu, Aiden mengikuti nya.
"dalang nya?, gw tau Lo udh nangkep dia dan sekarang Lo bakalan ketemu sama dia" ujr Aiden. "darimana Lo tau itu? " tnya Alex. "itu gk penting, yg penting gw kenal sama dia" ujr Aiden
mendengar hal itu Alex tiba tiba merasa marah, Alex pun memojokkan Aiden ke dinding dan mencengkeram erat kerah baju Aiden.
"calm down bro" ujr Aiden. "apa maksud omongan Lo?" tnya Alex, "apa jgn jgn Lo terlibat dalam hal ini?" tnya Alex marah. "gw gk segila itu, lagi pula apa motif gw buat lakuin itu?" tnya Aiden. "mending sekarang Lo tenang" ujr Aiden sambil melepaskan cengkraman tangan Alex.
"gw bakalan jelasin semua nanti, skrng gw mau ketemu sama dia dulu" ujr Aiden. "ada hal yg harus gw luruskan lebih dulu sama dia" ujr Aiden lagi. Alex tampak bimbang. Alex pun berpikir sejenak.
Alex pun setuju. Alex dan Aiden pergi meninggalkan rumah sakit bersama dan berkendara menuju suatu tempat.
__ADS_1
di dalam perjalanan, meminta Aiden untuk tidak bertanya tentang apapun yang akan dia lihat nanti nya. Aiden setuju.
kedua nya berkendara menuju area perumahan terbengkalai, mereka memasuki area itu dan memarkirkan mobil di salah satu bangunan. Alex meminta Aiden untuk mengenakan masker. Aiden menurut, Alex pun memakai topeng nya.
kedua nya turun dari mobil. Alex berjalan lebih dulu, Alex berjalan menuju sebuah rumah tua . Alex lalu memasukan kata sandi pada pintu rumah tua itu. setelah itu pintu itu terbuka, begitu terbuka, Aiden merasa sedikit kaget melihat interior dan desain ruangan yang tampak mewah layak nya istana, kesan yang tampak begitu berbeda. bagian dalam dan bagian luar ruangan itu sangat berbeda.
Alex mengajak Aiden masuk, kedua berjalan memasuki sebuah lorong panjang. sepanjang perjalanan Aiden memperhatikan sekeliling nya untuk mencari informasi yang bisa menyelesaikan rasa penasaran nya. tapi tidak banyak hal yang bisa dia ketahui selain dia yakin kalau Alex merupakan salah satu pemimpin organisasi Mafia, meski kini dia masih belum tau mafia mana yang di pimpin oleh Alex
Aiden merasa penasaran tapi dia tidak berani bertanya lebih dulu karna kesepakatan mereka. di ujung lorong, ada beberapa orang anggota yang tampak nya sudah menunggu Alex . pada awal nya mereka merasa bingung karna biasanya Alex tidak pernah mengajak orang asing ke dalam Markas nya.
Alex hanya mengenalkan Aiden sebagai teman nya. para anggota itu pun tidak berani bertanya lebih lanjut. para anggota itu lalu mengantarkan Alex dan Aiden ke ruangan interogasi. di depan ruangan interogasi, Aiden meminta agar dia bisa masuk lebih dulu untuk memastikan beberapa hal. Alex pun mengizinkan nya. Alex masuk ke ruang monitor, sedang Aiden masuk ke ruangan interogasi.
begitu masuk, di dalam ruangan itu hanya ada seorang anggota dan seorang perempuan yang terikat di kursi dengan kepala yang di tutupi kain hitam.
Alex pun memerintahkan anggotanya untuk membuka kain hitam itu, anggota itu melaksanakan nya. begitu di buka , perempuan itu hanya menundukkan kepalanya.
"ternyata emg Elo, padahal gw berharap Lo bukan......" ujr Aiden
.
...
.
....
__ADS_1
end