
...
sore hari.
Gishella bangun dari tidur nya dan melihat Edward yang masih tertidur di sebelah nya. Gishella hanya terdiam dan menatap Edward yang sedang tertidur. Gishella tidak berani bergerak karna takut membangunkan Edward.
Gishella berusaha menyesuaikan tubuh nya agar bisa berbaring dengan lebih nyaman lagi, Edward yang merasa pergerakan pun membuka mata nya perlahan.
Gishella yang melihat Edward terbangun pun langsung meminta maaf, Edward hanya tersenyum dan berkata dia memang harus bangun.
kedua nya pun bangun dan duduk . Gishella menyenderkan kepalanya di bahu Edward.
"jadi pergi nya?" tnya Edward
"ah iya, hampir aj gw lupa." ujr Gishella
"buruan siap siap , nnti kita langsung ke sana." Ujr Gishella.
Gishella bangun dan meraih ponselnya yang ada di atas meja dan mencoba menelpon seseorang.
"santai aj , gk ush buru buru" ujr Edward saat menarik tangan Gishella dan membuat Gishella jatuh ke pangkuan nya.
"nanti keburu kemaleman " ujr Gishella.
Edward masih tidak ingin melepaskan Gishella dan tetap memeluk Gishella. Gishella pun membiarkan nya dan kembali mencoba menelpon seseorang.
...
"ayo bg , nnti keburu malem" ujr Gishella.
"kita nnti makan di luar aj ya?" ajak Edward
"iya, gw setuju." ujr Gishella.
Edward pun melepaskan pelukannya, Gishella pun bangun dari duduk nya dan menarik tangan Edward agar Edward mau segera berdiri dan bersiap siap.
Edward pun berdiri. kedua nya pun masuk ke dalam kamar masing masing dan bersiap siap untuk pergi.
...
butik .
kedua tiba di butik itu , Gishella langsung meminta desainer untuk mengukur jas untuk Edward. sambil menunggu Edward fiting baju, Gishella melihat lihat koleksi busana pengantin yang terpajang di etalase butik itu.
Gishella berkeliling dan melihat koleksi gaun pengantin yang berjejer rapi dengan aneka model dan warna.
.
Edward sudah menyelesaikan fiting baju nya, Edward pun menghampiri Gishella yang sedang melihat lihat gaun pengantin.
"apa ada yg Lo suka?" tnya Edward begitu tiba di belakang Gishella.
"Omo! " Gishella kaget
"haiss, jgn ngagetin napa" ujr Gishella
"ya maaf, abis nya Lo kek nya gk sadar gw dari tadi udh berdiri disini" ujr Edward.
"hmm," Gishella berdengus kesal
"Lo pasti cantik banget pake gaun pengantin ini" ujr Edward sambil menunjukkan sebuah gaun pengantin yang sedari tadi di lihat oleh Gishella.
"gw bakal pastiin Lo bakalan jadi cewek paling cantik di hari pernikahan kita nanti" ujr Edward.
__ADS_1
Gishella hanya bisa tersenyum sambil membayangkan pernikahan nya.
Edward lalu mengajak Gishella untuk pergi dari butik dan mencari restoran untuk makan malam.
...
restoran.
Gishella dan Edward masuk ke dalam duduk di tempat kosong . Edward lalu memanggil pelayan dan memberitahukan pesanan mereka berdua. setelah itu, pelayan itu pun pergi dan menyiapkan pesanan mereka.
"btw Erick kmn?" tnya Edward
"owh iya, gw lupa. dah tiga hari ini ke Busan bareng Mirae. " ujr Gishella
"jdi dua malam kmrn Lo sendirian?" tnya Edward
"iyaa" ujr Gishella sambil mengangguk.
"klo aj gw tau Lo sendirian, gw pasti bakalan langsung pulang" ujr Edward.
"gw gpp kok bg, lagian cuma dua malem ini" ujr Gishella.
"masalah di sana udh selesai emg nya?" tnya Gishella
"udh, semua selesai lebih cepat dari dugaan gw" ujr Edward
"kok bisa?" tnya Gishella
"itu punya nya (mafia) Alex, jdi ya gw sama dia sepakat buat gk memperbesar masalah nya , lagipula baik kita atau dia sama sama rugi besar" lnjt Edward.
"Lo tau dari mn klo itu dia?" tnya Gishella
"gw tau dari gelang ny, Lo tau sendiri kan yg punya gelang ini cuma cuma gw , Erick sama Alex" ujr Edward sambil menunjukkan gelang nya.
Gishella pun hanya mengangguk kecil, Gishella lalu kembali bertanya soal Alex dan mafia nya , Edward pun menjawab nya dan memberitahu semua yg dia ketahui soal Alex dan mafia nya.
...
Mansion.
kedua nya tiba di Mansion dan naik ke lantai atas.
"gw ada kejutan buat Lo" ujr Edward sambil menahan tangan Gishella.
"apaan?" tnya Gishella
"tutup mata Lo" ujr Edward.
Gishella pun menutup mata nya, Edward lalu menuntun Gishella menuju sebuah kamar. Edward membuka pintu itu dan menuntun Gishella masuk ke dalam nya.
"buka mata Lo" ujr Edward.
Gishella membuka mata nya, dia melihat sekeliling.
Gishella terkejut melihat dekorasi kamar yang indah itu, di lantai dan meja tersusun puluhan lilin putih. dari pintu masuk hingga ke dekat tempat tidur tersusun lilin yang membentuk jalan dan di taburi kelopak bunga mawar merah.
ditempat tidur juga terdapat banyak sekali kelopak bunga yang bertebaran dan membuat suasana kamar itu menjadi lebih romantis.
Gishella berbalik dan menatap Edward.
"ini bakalan jadi kamar kita " ujr Edward.
"gw sengaja siapin semua ini buat Lo" ujr Edward
__ADS_1
"gimn ? Lo suka?" tnya Edward
"gw suka banget bg,ini bagus banget." ujr Gishella sambil memeluk Edward.
"syukur lh," ujr Edward
"kapan Lo siapin semua ini?" tnya Gishella
"tadi, gw sengaja suruh pelayan buat ngatur kamar ini" ujr Edward.
Edward lalu menuntun Gishella sambil melingkarkan tangannya di pinggang Gishella. Edward mengajak Gishella untuk duduk di tepi tempat tidur.
Edward menyentuh pipi kanan Gishella dan menyelipkan anak rambut Gishella ke telinga nya.
Edward mengecup kening Gishella lalu Edward mendorong tubuh Gishella perlahan agar berbaring di tempat tidur.
Edward lalu mencium bibir Gishella dan Gishella pun membalas nya. Edward lalu bersiap untuk meninggalkan beberapa bekas di leher Gishella tapi Gishella menahan nya.
Gishella menghentikan Edward dan berkata dia merasa gerah dan ingin mandi lebih dulu. Edward pun hanya bisa pasrah dan berguling ke sebelah Gishella.
Edward lalu membiarkan Gishella untuk mandi lebih dulu, Gishella bangun dan hendak keluar dari kamar itu tapi Edward menghentikan nya dan berkata agar Gishella mandi di kamar mandi yang ada di kamar itu. Edward juga berkata di sana sudah terdapat pakaian milik mereka berdua.
Gishella pun masuk ke dalam dan mandi tanpa rasa curiga.
...
Gishella sudah menyelesaikan mandi nya dan tengah mengenakan jubah mandi nya. Gishella berjalan menuju ruang ganti dan melihat ruangan itu kosong dan hanya ada beberapa kotak hadiah di atas meja.
Gishella mendekati nya dan membuka isi kotak itu, begitu melihat isi nya Gishella langsung berteriak kaget.
Edward yang mendengar suara itu pun mengetuk pintu kamar mandi dan menanyakan keadaan Gishella.
Gishella pun berteriak dan berkata dia tidak apa apa. Edward lalu berkata agar Gishella segera keluar dari kamar mandi , Edward juga berkata dia akan mandi di kamar nya. Gishella hanya mengiyakan nya.
Gishella membuka kotak kotak lain nya dan semua isi nya sama saja, di setiap kotak kotak berisi sebuah lingerie seksi dengan beberapa pilihan warna.
Gishella mengambil satu lingerie berwarna coklat dan melebarkan. Gishella merasa itu terlalu seksi dan tipis.
Gishella pun akhirnya terpaksa mengenakan lingerie berwarna coklat dan berencana pergi ke kamar nya untuk berganti piyama sebelum Edward kembali ke kamar itu.
Gishella keluar dari kamar mandi dan melihat sekeliling, setelah merasa kamar itu sepi Gishella pun melangkahkan kaki nya menuju pintu.
di saat Gishella akan membuka pintu , tiba tiba Edward masuk ke dalam. Gishella pun langsung berbalik dan memeluk tubuh nya erat. Edward yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
Edward lalu memeluk Gishella dari belakang.
"cantik " bisik Edward di telinga Gishella.
"santai aj gw bakalan pelan pelan kok . " ujr Edward sambil memutar tubuh Gishella agar menghadap ke arah nya.
Edward melingkarkan tangannya di pinggang Gishella dengan nyaman dan mulai menciumi wajah dan leher Gishella. Gishella merasa semakin bersemangat, Gishella pun melingkarkan tangannya di leher Edward.
Edward pun mengendong Gishella dan membaringkan tubuh Gishella di kasur. Edward lalu melepaskan atasan nya. dan menciumi Gishella dengan mesra.
malam hangat kedua pun di mulai, mereka melakukan nya selama beberapa waktu hingga akhirnya kedua kelelahan dan tertidur bersama.
...
.
.
.
__ADS_1
.
end