A Life

A Life
111. Villa


__ADS_3

...


"lalu...." ujr Edward menjeda perkataan saat melihat Gishella tampak sedang berusaha mengingat sesuatu.


"apa Lo ingat?" tnya Edward.


"iya gw inget, gw inget semua nya. " ujr Gishella sambil mengangguk.


"klo jalan di depan itu tempat pertama kali kita ketemu, trs ini berarti duluan rumah Lo?" tnya Gishella


"iya, tapi rumah gw yg dulu udh di gusur dan gw akhirnya beli tempat ini lagi dan bangun villa sesuai janji gw dulu" ujr Edward


"janji?" tnya Gishella


"janji ap?" tnya Gishella.


"dulu waktu nyokap gw masih ada, gw pernah janji gw bakalan bangun satu villa dan tinggal bareng di villa itu" ujr Edward.


"tapi sayang nya, semua nya terlambat. sekarang gw berhasil bangun villa ini tapi ibu udh dapet tempat yang nyaman di atas nya." ujr Edward sambil melihat ke langit.


"ibu Lo pasti bangga sama Lo , dia pasti liat semua yang udh Lo lakuin demi dia" ujr Gishella


"gw harap juga gitu" ujr Edward.


suasana mulai terasa dingin, Edward mengajak Gishella untuk masuk ke dalam villa dan melihat lihat ke dalam villa.


begitu masuk, villa itu terlihat sederhana namun tetap indah dan tertata rapi , semua interior nya berkesan klasik modern.


Edward meminta Gishella untuk duduk di meja makan sementara itu Edward mulai menyiapkan makanan untuk Gishella. Gishella menunggu dan memainkan ponsel nya sesuai permintaan Edward.


Gishella melepaskan mantel yang dia kenakan dan meletakkan di kursi.


...


tak lama makan malam pun siap, Gishella membantu Edward untuk menata makanan di atas meja makan. kedua nya pun duduk berhadapan dan memulai makan malam.


"gimn rasa nya?" tnya Edward.


"ini enak banget bang, gw kangen banget sama menu ini" ujr Gishella di sela sela makan.

__ADS_1


"syukur lh, klo emg Lo suka" ujr Edward


"Lo inget kan ini makanan kesukaan siapa?" tnya Edward


"pasti nya gw inget, ini kan kesukaan nyokap Lo. dulu Lo sering buat menu (sundubu jjiage , sup seafood dengan cita rasa pedas) ini klo ada hari penting" ujr Gishella.


"iya, dan sekarang gw sengaja buat ini karna ini bakal jadi hari penting dalam hidup gw" ujr Edward sambil tersenyum.


"maksud ny?" tnya Gishella sambil menatap Edward.


"bukan apa apa , makan lah yg banyak. " ujr Edward


Gishella hanya diam dan melanjutkan makan dengan rasa penasaran.


kedua telah menyelesaikan makan malam nya, Edward tiba tiba berdiri dan mengambil hidangan penutup kesukaan Gishella untuk Gishella. Gishella sangat senang melihat Edward memberikan desert coklat kesukaan nya. Gishella pun memakannya.


disaat Gishella sedang makan desert nya, tiba tiba lampu utama di villa itu mati dan villa itu hanya di terangi beberapa lilin aromaterapi yang memang sudah menyala sejak Gishella masuk ke dalam villa.


tak berapa lama, beberapa lampu warna warni menyala dan menerangi ruang makan, lampu lampu itu berkelap-kelip seperti bintang. Gishella terpukau dengan keindahan lampu lampu itu.


Edward berdiri dari kursi nya. dan melangkah menuju Gishella.


Edward tiba tiba mengulurkan tangannya , Gishella sempat bingung untuk sesaat tapi Gishella tetap membalas uluran tangan Edward. Gishella pun berdiri di hadapan Edward.


"hari ini, di tempat ini. gw bakal tepati janji terakhir gw ke ibu. " ujr Edward serius.


"gw Edward Finley, ingin menyatakan bahwa gw cinta sama Lo. sejak awal kita ketemu di tempat ini, meski awal nya gw berusaha menyangkal semua perasaan gw tapi gw gk bisa terus menyangkal hal itu lebih lama lagi." ujr Edward sambil berlutut. perasaan Gishella jadi tak menentu, dia merasa senang dan terkejut di waktu yang bersamaan.


Edward mengeluarkan sesuatu dari dalam saku baju nya,


"Gishella, will you make my girlfriend?" tnya Edward sambil menunjukkan sebuah gelang.


Gishella merasa tersentuh dan tidak bisa berkata apa-apa, Gishella hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.


Edward yang merasa senang pun berdiri dan memeluk Gishella dengan erat, tidak hanya itu Edward juga berputar beberapa kali sambil memeluk Gishella. Gishella yang merasa terkejut pun menepuk pundak Edward untuk meminta nya berhenti. Edward pun berhenti dan melepaskan pelukannya.


"sorry El, gw bener bener senang jdi gw gk sengaja ngelakuin itu" ujr Edward.


"iya bg, gw ngerti" ujr Gishella..

__ADS_1


Edward lalu memintanya Gishella untuk menjulurkan tangannya, Edward pun memasang gelang itu di tangan kiri Gishella.


"cantik banget bg" ujr Gishella


"tapi masih cantikan elo El" ujr Edward


"gomawo" ujr Gishella tersipu malu.


Edward kembali memeluk Gishella sekali lagi, Gishella pun membalas nya dengan hangat.


"sarang Hae" bisik Edward . Gishella hanya tersenyum tanpa memberikan balasan.


Edward menatap wajah Gishella dan menyelipkan rambut Gishella ke belakang telinga. wajah Gishella mulai memerah karna merasa malu. perlahan Edward mendekatkan wajahnya ke wajah Gishella dan mencium bibir Gishella.


Gishella terpaku sesaat tapi akhirnya Gishella merespon ciuman itu. Gishella mengalungkan tangannya di leher Edward dan Edward memeluk Gishella dengan penuh kasih sayang.


kedua berciuman dengan mesra, beberapa saat kemudian Gishella tampak mulai kehabisan nafas , Gishella pun menepuk pundak Edward. Edward menghentikan ciumannya dan menyeka bibir Gishella.


Gishella benar benar merasa malu dan tidak tau harus berbuat apa. Gishella pun memilih untuk menyembunyikan wajah di pelukan Edward. Gishella melepaskan pelukannya dan menatap gelang yang ada di tangan nya.


Edward lalu mengendong Gishella , Gishella terkejut dan spontan mengalungkan tangannya di leher Edward agar tidak jatuh. Gishella meminta Edward agar menurunkan diri nya tapi Edward tetap diam dan membawa Gishella masuk ke dalam kamar .


Edward membaringkan tubuhnya Gishella perlahan dan Edward menatap wajah Gishella dengan intens, Edward lalu mengecup kening Gishella dengan lembut, dia juga mengecup kedua pelupuk mata Gishella dan hidung nya . lalu Edward mengecup bibir Gishella sekilas dan kembali menatap Gishella.


Edward naik ke kasur dan menindih Gishella, Edward kembali mencium bibir Gishella dengan mesra, Gishella pun membalas nya dan melingkarkan tangannya di leher Edward.


kedua nya berciuman dengan intens, perlahan tangan Edward mulai menyentuh kemeja yang di kenakan oleh Gishella, Edward pun membuka kancing kemeja Gishella satu persatu,


tapi Gishella yang menyadari itu langsung menghentikan tangan Edward. Edward menatap Gishella. Gishella hanya menggelengkan kepalanya. Edward paham Gishella masih belum siap untuk itu, Edward bangun dan berbaring di sebelah Gishella.


"sorry El, gw hampir aj kebablasan" ujr Edward , Gishella hanya mengangguk kecil. Gishella bangun dan berjalan ke kamar mandi tanpa bicara apa pun. Gishella masih merasa canggung karna dia menolak keinginan Edward.


Edward hanya diam dan menatap punggung Gishella.


...


.


.

__ADS_1


.


end


__ADS_2