
lnjt...
hingga pagi , Erick terus menjaga Gishella dan Edward di kamar nya.
Erick tertidur di sofa dalam duduk nya, tubuh nya tampak tidak nyaman dengan posisi tidur nya itu.
mentari pagi mulai bersinar, sinarnya perlahan masuk dan menyinari kamar itu. perlahan Gishella perlahan mengerakkan jari nya . dia juga perlahan membuka mata dan melirik ke kanan dia melihat samar samar seorang pria yang tertidur dalam duduk nya.
Gishella mencoba untuk bangun dari tidur nya namun karna luka di pada kepala nya membuat diri nya merasa kesakitan dan akhirnya mengerang kesakitan. suara itu membangunkan Erick dari tidur nya.
Erick bangun dan langsung membantu Gishella untuk duduk secara perlahan.
"perlahan lahan" ujr Erick.
"thnk's " ujr Gishella.
"mana bg Ed?" tnya Gishella yang blm menyadari Edward terbaring di depan sebelah nya.
"dia lagi istirahat di sebelah Lo" ujr Erick
"dia knp?" tnya Gishella melihat Edward yang terbaring dengan perban menyelimuti kepala dan bahu kanan nya.
"dia terluka akibat terkena puing puing ledakan" ujr Erick
"tapi dia mulai membaik dia hanya sedang beristirahat" ujr Erick , Erick sengaja mengatakan itu agar Gishella merasa sedikit lega . karna setidaknya Gishella tidak akan terlalu larut dalam kesedihannya.
"sekarang Lo duduk tenang disini, gw bakalan siapin bubur buat Lo" ujr Erick, Gishella hanya diam .
Erick pergi dari kamar itu, Gishella terdiam menatap Edward yang masih tidak sadarkan diri. Gishella mengengggam tangan Edward dengan erat
"bg, Lo baik baik aj kan?" tnya Gishella sendu,"pasti sakit ya?" ,"maaf , karna gw Lo jdi terluka " , "gw bodoh banget. gw harus nya gk ngelakuin hal sebodoh itu." ujr Gishella frustasi
Gishella terbayang kejadian tadi malam, dia membayangkan betapa bodoh nya dia .
flashback..
di saat saat genting.
Edward meletakkan koper nya di lantai agar dia bisa mendobrak pintu kamar itu , setelah Edward berhasil, Edward pun menarik tangan Gishella agar segera berlari keluar . ketika Edward berusaha mendobrak pintu keluar tiba tiba Gishella berlari kembali ke dalam kamar karna dia teringat dengan koper.
ketika pintu terbuka , Edward baru menyadari bahwa Gishella tidak ada di belakang nya. Edward pun kembali masuk mencari Gishella dan melihat Gishella baru keluar dari kamar yang tadi dengan membawa koper itu.
kedua nya berlari keluar. namun baru sekitar 15 langkah mereka keluar dari rumah itu, ledakan terjadi. ledakan itu cukup besar hingga membuat Gishella dan Edward terlempar hampir sepuluh meter dari tempat mereka berdiri. dan demi melindungi Gishella, Edward pasang badan dan menghalangi semua puing puing yang terlempar ke arah nya.
benar saja , akibat ledakan itu Edward terkena sebuah puing rumah yang terlempar ke arahnya dan mengenai bagian belakang bahu kanan nya .
akibat ledakan itu , Gishella dan Edward tersungkur dengan keras ke tanah. pada saat di selamat kan kedua masih memiliki sedikit kesadaran namun mereka tidak merespon panggilan atau sentuhan dari orang sekitar nya. maka dari itu, kedua buru buru di bawa ke villa.
flashback off....
Gishella merasa buruk, dia telah membuat Edward dalam bahaya. Gishella sedih dan menangis sambil menggenggam erat tangan Edward. tangan Edward mulai bergerak, Edward perlahan membuka mata nya dan dia melihat Gishella sedang menangis.
"jangan nangis" ujr Edward lirih , Edward mengusap air mata Gishella.
"bg Ed " ujr Gishella, Gishella merasa lega dia pun memeluk Edward.
"akh" pekik Edward
"maaf bg" ujr Gishella, melepaskan pelukan.
"maafin gw ya bg, Lo jdi terluka karna gw" ujr Gishella
"gw gpp kok, ini cuma luka ringan" ujr Edward berusaha bangun
"ringan dari mana?" tnya Gishella, membantu Edward untuk duduk
"itu bahu lo memar semua, kepala Lo juga di perban" ujr Gishella.
"ini blm seberapa, yg penting Lo selamat gw udh senang" ujr Edward.
ceklek (suara pintu terbuka)
Erick masuk dengan membawa nampan makanan untuk Gishella. begitu melihat Edward juga sadar , Erick merasa lega . Erick lalu duduk sebelah Gishella.
"nih makanan buat Lo" ujr Erick.
__ADS_1
"thank" ujr Gishella
"bg Lo juga harus makan, gw suruh orang buat antar makanan ya?" tnya Erick
"udh gk.ush" ujr Edward
"bg, lo harus makan, barengan sama gw aj klo gk?" tnya Gishella
"gw masih blm pengen" ujr Edward
"Lo harus makan, abis tuh kalian juga harus minum obat" ujr Erick
"nnti sore kita balik ke Seoul" ujr Erick
"soal koper tuh gimn?" tnya Edward
"koper aman, ada di kamar gw" ujr Erick
mendengar Edward menyebutkan kata koper, Gishella menjadi semakin merasa bersalah. Gishella tiba tiba diam dan melamun.
"suapin gw" ujr Edward , mengalihkan perhatian.
"ah ap?"tnya Gishella
"Lo bilang, gw harus makan. jdi suapin gw tangan kanan gw masih agk sakit buat diangkat" ujr Edward
"iya iya, bntr" ujr Gishella.
"Lo juga harus makan El" ujr Erick
"iya tenang aj, gw pasti makan" ujr Gishella
" trs Lo?" tnya Gishella
"gw mah gampang nnti juga bisa" ujr Erick
"ngk ada itu, Lo juga harus ikut makan sekarang" ujr Gishella
"oke oke, gw bakalan ambil sarapan gw dulu" ujr Erick
"iya buruan , gw tunggu" ujr Gishella
ketiga nya makan bersama di atas tempat tidur. mereka bertiga saling bergantian , mereka juga sesekali bercanda dan tertawa bersama.
setelah makan, Erick membereskan semua piring kotor itu dan membawanya ke dapur.
"bg gw mau ke kamar dulu" ujr Gishella
"ngapain?" tnya Edward
" ganti baju " ujr Gishella
"mandi aj seklian" ujr Edward
"iya liat nnti lh" ujr Gishella
Gishella pun pergi ke kamar nya , tak lama Erick kembali.
"lh kmn El?" tnya Erick
"ke kamar nya" ujr Edward
"owh, bg sini gw bantu Lo ganti perban" ujr Erick
"iya" ujr Edward
Erick membantu Edward melepas kemeja putih yang di kenakan nya. lalu Erick membuka perban yg ada di bahu Edward, terlihat sebuah memar yang sedikit membiru di bahu kanan nya. Erick mengoleskan salep pada memar itu dengan hati hati dan kembali memperban dengan rapi. baru setelah itu Erick mengambil kemeja baru untuk Edward kenakan.
"dh siap" ujr Erick
"Sekarang Lo minum obat Lo dulu" ujr Erick
"mana obat ny?" tnya Edward
"bntr," Erick ngasih beberapa pil obat dan segelas air putih.
__ADS_1
"thnk" ujr Edward, Edward mengambil obat iti dan meminum lalu meneguk air putih nya.
"yudh sekarang Lo istirahat aj dulu, gw bakalan nganter obat buat El dulu" ujr Erick
"hmm" Edward berdehem.
Erick membantu Edward untuk kembali berbaring , baru setelah itu Erick pergi ke kamar Gishella.
kamar Gishella.
Erick masuk dan melihat kamar itu kosong, dia hanya mendengar suara air dari kamar mandi, Erick berpikir jika Gishella masih mandi jdi dia menunggu Gishella . dia duduk di tepi kasur nya.
sekitar 15 menit kemudian, Gishella masih blm keluar dari kamar mandi. Erick bingung , Erick pun memanggil nama Gishella berkali kali namun tidak ada sahutan sama skli.
Erick pun memutuskan untuk masuk dan melihat Gishella. ketika dia masuk kamar mandi itu terlihat kosong, lalu dia mendekat ke Shower dan melihat Gishella sedang duduk sambil menekuk lutut nya , Gishella bahkan masih blm melepas pakaian nya. dia hanya menyalakan shower dan duduk di bawah guyuran air shower.
"El , are you okey?" tnya Erick mematikan shower itu dan jongkok di depan Gishella.
"what's wrong with you?" tnya Erick.
"Rick, gw bodoh banget" ujr Gishella sambil tersedu sedu
"ada apa sebenarnya?" tnya Erick memeluk Gishella, Gishella pun membalas pelukan nya dengan erat.
"karna gw bg Ed sama yg lain jdi terluka " ujr Gishella sambil menangis
"karna kebodohan gw, mereka terluka Rick" ujr Gishella.
"itu bukan salah Lo, ini semua di luar kendali kita" ujr Erick sambil mengelus rambut Gishella untuk menenangkan nya.
"tapi tetap aj, klo gk karna gw lakuin hal bodoh itu mereka pasti gk akan terluka" ujr Gishella melepaskan pelukannya
"dengerin gw, Lo gk salah. udh berhenti jgn nangis" ujr Erick sambil mengusap air mata Gishella.
"mending sekarang Lo buruan ganti baju, Lo gk mau kan bg Ed jdi kepikiran karna Lo nyiksa diri kek gini?" tnya Erick
"ngk, bg Ed gk boleh kepikiran soal gw, jgn smpe dia tau soal ini" ujr Gishella
"iya , gw gk akan bilang tapi sekarang Lo ganti baju" ujr Erick
"iya , maaf juga karna gw baju Lo jdi ikut basah" ujr Gishella
"it's okey, gw bisa ganti baju" ujr Erick
"buruan, gw tunggu di luar" ujr Erick
"iya" ujr Gishella.
Erick keluar dari kamar mandi dan pergi ke ruang ganti baju, di sana dia mengambil satu set pakaian dan memakai nya. baru setelah itu dia kembali ke kamar tidur Gishella dan menunggu nya di sana.
tak lama Gishella keluar dari kamar mandi , dia mengenakan sweater Hoodie abu abu dan celana panjang jooger. rambut nya masih basah dan sedikit kusut. Erick yang melihat itu pun menarik Gishella dan mendudukkan Gishella di tempat tidur.
Erick berdiri mengambil handuk , hairdryer dan sisir. lalu Erick duduk di belakang Gishella. dengan telaten, Erick mengeringkan rambut Gishella dengan handuk baru setelah itu dia menghidupkan hairdryer nya dan kembali mengeringkan rambut Gishella hingga kering. setelah itu , Erick menyisirnya dengan rapi dan mengikat rambut Gishella.
"ini lebih baik" ujr Erick ,sambil membalikkan badan Gishella. Gishella hanya tersenyum hambar .
"itu kepala Lo masih sakit?" tnya Erick
"ngk lagi" ujr Gishella
"syukur lh" ujr Erick
"sekarang Lo istirahat aj, nnti sore baru kita pulang " ujr Erick
"hmm" ujr Gishella, Gishella berbaring di tempat tidur nya .
"gw temenin Lo sampe Lo tidur" ujr Erick
Gishella mengangguk.
Gishella mengengggam tangan Erick dan perlahan mulai tertidur. Erick berusaha melepaskan genggaman tangan Gishella namun dia sedikit kesulitan karna dia takut Gishella akan terbangun. Erick pun memutuskan untuk menemani Gishella di kamar itu.
...
.
__ADS_1
.
.end