
skip.
selesai makan malam.
ketiga duduk di ruang tengah.
"bg, paket tadi Lo bawa kan abis tuh Lo apain?" tnya Gishella
"gw kasih ke anggota terus gw juga nyuruh mereka buat nyari tau asal muasal nya dari mana" ujr Edward
"lah terus gimn?" tnya Gishella
"dari laporan yg gw dapet paket itu sama sekali gk ada kwitansi pengiriman atau pun dokumen lain semacamnya, bahkan alamat si pengirim pun disitu tidak tertera" jelas Edward
"jdi ada kemungkinan ini semua udh di atur sedemikian rupa dan mereka juga kemungkinan besar berkerjasama dengan beberapa pihak terkait?" tnya Gishella
"klo soal itu, gw juga masih berusaha buat mastiin" ujr Edward
"oh ya tadi sore kalian kan bilang klo si pengirim berinisial LF , knp gk coba aj cari semacam petunjuk gitu di semua paket itu. gw rasa pasti ada petunjuk lain yg bisa kita temuin dari isi paket itu" ujr Erick
"gw udh nyuruh mereka buat nyari petunjuk lain nya jdi kita cukup tunggu aj perkembangan nya" ujr Edward
"entah knp sekarang ini , gw kyk ngerasa klo Felix tuh masih hidup?" ujr Gishella
"klo menurut gw ini cuma skenario yg di buat oleh orang yg mau balas dendam soal kematian Felix" ujr Edward
"dia itu pengen bikin kita bingung dan bertanya-tanya soal kebenaran tentang kematian Felix, tapi gw sendiri yakin klo dia itu dh mati. kecuali ada orang kita yg berkhianat, kemungkinan Felix masih hidup itu bisa aj terjadi" ujr Edward
"orang orang kalian itu kan selalu setia, gw gk pernah sekali pun kepikiran sampe ke arah sana" ujr Erick.
"gw juga tau itu, tapi kita harus bersiap dengan setiap kemungkinan yg akan terjadi baik atau buruk nya" ujr Edward
"kalian bener, yg terpenting sekarang ini kita harus waspada dan berhati-hati dalam setiap tindakan yg akan kita ambil nnti ny" ujr Gishella
"satu hal lagi, jgn sampe masalah ini terdengar oleh Alex dan Alice. gw gk mau sekolah mereka jadi terganggu hanya karna masalah ini" ujr Gishella
"Lo tenang aj, gw bisa pastiin mereka gk tau soal ini" ujr Edward.
...
"udh malam, kalian mending istirahat" ujr Edward
"iya bg, Lo juga" ujr Gishella.
"iya gw bntr lagi juga ke kamar" ujr Edward
"yudh, gw duluan ke kamar ya?" tnya Erick
"iya" ujr Gishella dan Edward
"night all" ujr Erick
"too Rick" ujr Gishella.
"too" ujr Edward.
satu persatu dari mereka pergi ke kamar nya masing masing dan tertidur.
...
skip.
pagi hari.
ketiga nya sarapan bersama. setelah itu Gishella dan Erick pergi ke kantor karna ada pertemuan penting hari ini. sementara itu Edward juga pergi ke Markas tak lama setelah Gishella dan Erick berangkat.
pov Gishella.
kedua nya berangkat ke kantor. mereka menuju gedung G.L Company. mereka masuk dan berjalan menuju ruang kerja Gishella . di depan ruangan Gishella, Sekertaris Kim sudah menunggu.
__ADS_1
"jam berapa pertemuan nya?" tnya Gishella
"sekitar setengah jam lagi Nona" ujr Sekertaris Kim, membukakan pintu untuk Gishella dan Erick.
ketiga nya masuk ke dalam ruangan Gishella. lalu Gishella duduk di kursi nya. Erick pun begitu.
"Nona ini berkas materi rapat nnti silakan Nona periksa, jika ada kesalahan akan segera kami perbaiki" ujr Sekertaris Kim.
"baiklh, kau bisa kembali melanjutkan perkerjaan mu" ujr Gishella
"baik Nona saya permisi" ujr Sekertaris Kim, pergi.
"Rick gw mau nnti Lo yg presentasi" ujr Gishella
"ok ,gw yg urus kali ini" ujr Erick.
"hmm, nih materi nya" ujr Gishella , ngasih materi nya ke Erick.
...
beberapa saat kemudian.
"Nona, Tuan Lee sudah datang" ujr Sekertaris Kim
"ya" ujr Gishella.
ketiga berjalan menuju ruang rapat di lantai 11. mereka naik lift. setelah keluar dari lift, ketiga nya berjalan menuju satu ruangan. Sekertaris Kim membukakan pintu lalu Gishella dan Erick masuk dengan wibawa dan karisma nya. suasana di dalam ruangan pun menjadi semakin serius.
begitu masuk Gishella langsung menunjukkan sikap kepemimpinan nya, namun dalam keadaan seperti itu, dia tetap sopan dan tidak sombong.
"selamat pagi Tuan Lee" ujr Gishella mengulurkan tangannya.
"selamat pagi juga Nona" ujr tuan Lee berdiri dan berjabat tangan dengan Gishella, seorang pria yg mengenakan topeng namun hanya tiga perempat wajah nya yg tertutup, pria itu mengenakan setelan jas berwarna hitam serta kemeja biru dengan dasi bermotif garis hitam dan biru. di samping nya berdiri seorang pria yg tak lain Sekretaris nya, pria itu bernama Park Yeo Sang atau sering di panggil Sekertaris Park. Sekertaris Park mengenakan setelan jas abu abu dengan kemeja putih dan dasi coklat.
sementara itu, Gishella mengenakan kemeja putih yg di lengkapi dengan blazer berwarna pastel dan celana panjang dengan warna senada dan Erick mengenakan Setelan jas berwarna biru dengan kemeja hitam dan dasi garis garis .
mereka semua saling berjabat tangan , kemudian Gishella kembali mempersilakan mereka untuk duduk . baru lah mereka kembali duduk.
"iya baiklh." ujr Tuan Lee
Sekertaris Park pun berdiri dan berjalan ke arah podium. tak lama lampu meredup , sebuah proyektor menyalakan dan menampilkan presentasi nya. Sekertaris Park menjelaskan semua nya dengan lancar dan baik.
skip.
"bagaimana Nona, apa Nona setuju dengan kontrak ini?" tnya Tuan Lee
"kontrak ini cukup menarik namun sebelum itu saya? ingin memberikan beberapa poin yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan" ujr Gishella
"iya silakan" ujr Tuan Lee.
Gishella pun menjabarkan beberapa poin penting , Tuan Lee mengangguk puas mendengar hal itu.
"baik lh Nona, saya setuju dengan saran saran dari Nona" ujr Tuan Lee
" saya akan meminta Sekertaris saya untuk mengubah beberapa poin penting yg ada di kontrak ini, jadi untuk penandatanganan nya kita akan atur di lain waktu"
"baiklah" ujr Gishella.
"maaf Nona, apa setelah ini Nona ada waktu senggang?" tnya Tuan Lee
"ada ap memang ny?" tnya Gishella
"saya ingin mengajak nona minum teh bersama, jika nona sedang sibuk kita bisa minum teh di kantin yg ada di bawah, bagaimana nona?" tnya Tuan Lee.
"kita minum teh di ruangan ku saja" ujr Gishella
"baiklh jika itu mau Nona" ujr Tuan Lee.
mereka semua pergi meninggalkan ruangan itu dan pergi menuju kantor Gishella, disaat mereka turun dari lift, Erick berbisik dan kemudian pamit. Erick harus mengurus beberapa hal di kantor lain.
__ADS_1
mereka semua masuk ke ruangan Gishella.
"silakan duduk Tuan Lee " ujr Gishella.
"terima kasih Nona" ujr Tuan Lee .
mereka berdua duduk, tak lama Sekertaris Kim masuk dan menyajikan teh serta beberapa cemilan ringan.
"tampak nya ada sesuatu yang anda sampaikan pada ku Tuan?" tnya Gishella
"seperti nya Nona sudah mengetahui nya" ujr Tuan Lee.
"tentang apa?" tnya Gishella
"bisa kah kita bicara berdua?" tnya Tuan Lee
"Sekertaris Kim, kau bawa lah Sekertaris Park berkeliling " ujr Gishella
"baik Nona" ujr Sekertaris Kim
"mari lewat sini" ujr Sekertaris Kim
"iya" ujr Sekertaris Park.
kedua sekertaris itu pun pergi meninggalkan Gishella dan Tuan Lee.
"jadi apa keinginan anda?" tnya Gishella
"Nona anda terlalu terburu buru, tidak bisa kah kita sedikit berbeda basi sejenak?" tnya Tuan Lee
"maaf Tuan, aku tidak punya waktu untuk mendengarkan basa basi " ujr Gishella
"baiklah, sebenarnya aku hanya ingin bertanya mengapa wajah cantik Nona malah di tutupi oleh topeng itu?" tnya Tuan Lee
"topeng ini dan aku adalah satu, memakai topeng atau tidak nya itu sama saja semua nya hanya tergantung pada si pemakai" ujr Gishella
"harus nya anda mengerti hal itu, karna anda juga mengenakan topeng seperti ku?" tnya Gishella
"kita memang sama sama bertopeng namun tujuan kita berbeda, anda hanya ingin menutupi identitas anda sedangkan aku hanya ingin menutupi luka masa lalu" ujr Tuan Lee.
"memang nya apa terjadi sesuatu pada wajah anda?" tnya Gishella
"iya, itu mimpi terburuk yg pernah ku alami" ujr Tuan Lee.
"maaf karna sudah mengungkit hal itu" ujr Gishella
"tak apa, lagi pula saya yang memulai nya" ujr Tuan Lee
"hmm" ujr Gishella
...
"seperti nya sudah saat nya saya pamit" ujr Tuan Lee.
"iya, mari ku antar hingga ke lobi" ujr Gishella
"tidak perlu Nona" ujr Tuan Lee
"tak apa," ujr Gishella.
"baiklah jika itu tidak merepotkan Nona" ujr Tuan Lee.
"sama sekali tidak merepotkan" ujr Gishella.
"ah iya suruh saja Sekertaris mu bertemu di lobi" ujr Gishella.
"iya Nona, saya sudah mengabari nya" ujr Tuan Lee
"hmm" ujr Gishella.
__ADS_1
kedua nya berjalan keluar dan menuju Lobi. sesampainya nya di lobi kedua sekertaris itu sudah menunggu di depan meja resepsionis. begitu melihat Gishella dan Tuan Lee mereka langsung menghampiri nya.
Gishella mengantarkan Tuan Lee hingga dia masuk ke mobil nya dan pergi meninggalkan kantor, baru setelah itu Gishella kembali ke ruangan nya.