
begitu masuk, di dalam ruangan itu hanya ada seorang anggota dan seorang perempuan yang terikat di kursi dengan kepala yang di tutupi kain hitam.
Alex pun memerintahkan anggotanya untuk membuka kain hitam itu, anggota itu melaksanakan nya. begitu di buka , perempuan itu hanya menundukkan kepalanya.
"ternyata emg Elo, padahal gw berharap Lo bukan Agatha yang gw kenal "ujr Aiden. perempuan itu bereaksi dan menegakkan kepalanya ,begitu dia mendengar nama nya di sebut, Agatha pun menatap orang yang baru saja bicara pada nya. begitu melihat wajah orang itu yang tak lain adalah Aiden, Agatha terkejut.
"Lo...Lo..kok bisa disini?" tnya Agatha terbata bata.
"Lo pasti mau bebasin gw kan?" tnya Agatha lagi.
"Lo dh gila?" tnya Aiden
"buat apa gw lepasin orang kek Elo, Lo udh bikin celaka anak orang" ujr Aiden
"ah cewek itu? udh mati kan ?" tnya Agatha santai.
mendengar hal itu membuat Alex merasa panas, Alex pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruang interogasi.
"jaga etika Lo" ujr Alex marah.
"sabar Lex, biar gw yg urus ini. Lo tenang aj" ujr Aiden
"dari sikap kalian, gw yakin dia pasti baik baik aj kan?" tnya Agatha
"sayang banget ya, harus nya dia tuh mati aj sana." ujr nya lagi
"jaga Omongan Lo ! " bentak Aiden
"Lo .. Lo bentak gw?" tnya Agatha
"cuma karna cewek jal@ng itu?" tnya lagi
"gw bilang jaga omongan Lo , jgn pernah lo pancing emosi gw." ujr Aiden marah
"sebenarnya apa salah dia sampe Lo tega lakuin itu ke dia ?" tnya Aiden
"salah dia? Lo mau salah dia?" tnya Agatha
"salah dia itu , dia dah masuk ke dalam kehidupan kita . dia dah bikin Lo berpaling dari gw." ujr Agatha
__ADS_1
"semuanya berubah sejak dia datang, senyum Lo, tawa Lo, sikap hangat Lo semua nya Lo lakuin buat dia. tapi pas Lo sama gw, Lo masih aj dingin dan acuh sama gw." ujr Agatha marah
"Lo sadar gk? gw sesak liat Lo tertawa bareng sama dia, gw sakit hati liat Lo meluk dia , belai rambut dia. apa Lo tau semua itu? " tnya Agatha
"jgn kan buat tau, gw yakin Lo juga gk perduli soal itu" ujr Agatha.
Aiden hanya terdiam. Aiden tidak tau harus berkata seperti apa.
"apa Lo tau , selama tujuh tahun terakhir gw ini suka sama Lo. gw sayang sama Lo tapi Lo gk pernah kasih gw kesempatan buat masuk dalam kehidupan Lo, Lo terus aja buat dinding di antara kita." ujr Agatha
"gw sadar, gw bodoh. gw bodoh karna gw suka sama orang kyk Lo selama tujuh tahun terakhir. tapi gw bisa apa? apa gw bisa memilih sama siapa gw jatuh cinta? atau gw bisa memilih siapa orang yg bikin gw jatuh cinta?" tnya Agatha
"miris kan? gw yang suka sama Lo selama tujuh tahun terakhir, tapi dia yang mendapatkan semua nya, dia dapetin senyum Lo, kehangatan Lo, semua nya. dia yang dapet." ujr Agatha.
.
"seharusnya Lo sadar, perasaan gw buat Lo cuma sekedar sahabat gk lebih" ujr Aiden
"apa sahabat?" tnya Agatha.
"heh, gw bahkan gk pernah ngerasa jadi sahabat Lo, Lo terus aj perlakuin gw kyk orang asing. di mata Lo gw cuma orang asing yang udah Lo kenal sejak lama." ujr Agatha
"rasa sayang, cinta atau apa pun itu, bukan alasan buat Lo bisa bersikap nekat kyk gini. Lo sadar kan Lo bisa aj menghilangkan nyawa orang yang bersalah?" tnya Aiden.
"gw gk perduli lagi, sama kek elo yang gk pernah perduli sama gw. gw juga udah capek , gw capek terus terusan berusaha baik baik aj di depan Lo. gw capek sama semua ini. " ujr Agatha
Aiden kembali diam.
Alex pun angkat bicara.
"lo itu harus nya berpikir sebelum Lo bertindak. skrng gw gk akan tinggal diam lagi, Lo udh bikin adek dan abg gw celaka. gw bakalan bikin Lo menderita." ujr Alex.
"bawa dia ke ruang eksekusi" ujr Alex
"tunggu dulu, gw mohon sama Lo biar polisi aj yang ngehukum dia. " ujr Aiden
"Lo sadar kan , dia udh mengancam keselamatan Alice?" tnya Alex
"gw sadar itu, tapi bagaimana pun ini juga salah gw. gw mohon biarkan polisi yang menanganinya." ujr Aiden
__ADS_1
"gimn klo misal nya dia berulah lagi setelah dia keluar dari penjara?" tnya Alex.
"gw jaminan nya, Lo boleh hukum gw , Lo boleh bunuh gw atau apapun itu kalo emg dia berulah lagi suatu hari nanti." ujr Aiden.
mendengar hal itu membuat Agatha merasa merasa bersalah. Agatha tampak meruntuki diri nya dalam hati.
Alex berpikir sejenak.
"gw setuju, tapi kalau nanti dia kembali berulah, gw gk akan lepasin kalian berdua" ujr Alex penuh penekanan. Aiden mengangguk.
"gw harap Lo bisa merenungkan perbuatan Lo di dalam penjara dan jangan pernah muncul lagi di hadapan gw atau gw akan membuat hidup Lo lebih buruk dari penjara. setelah hari ini kita berdua hanya orang asing. gw harap Lo bisa lebih bijak lagi kedepannya." ujr Aiden.
"gw mohon maafin gw, jgn bawa gw ke penjara, hidup gw udh bener bener hancur "pinta Agatha
"sorry gw gk bisa bantu Lo lagi" ujr Aiden.
Agatha terus memohon agar dia tidak di masukan ke dalam penjara, tapi Alex dan Aiden tidak lagi merespon nya. Alex lalu memerintahkan pada anggota nya untuk menyerahkan Agatha ke penjara.
Agatha pun berdiri dan berjalan menuju pintu keluar dengan di tuntun oleh anggota Alex.
"ini baru permulaan, gw harap Lo bahagia sama dia di neraka" ujr Agatha begitu melewati Aiden. Aiden hanya diam dan berusaha tidak memperdulikan omongan Agatha.
Agatha pun di serahkan ke polisi. Alex dan Aiden membuat pernyataan dan membuat hukuman Agatha menjadi cukup berat. Agatha di jatuhi hukuman penjara seumur hidup.
...
Alex merasa sedikit lega karna dia sudah bisa memenjarakan orang yang membuat Reyhan dan Alice celaka. mereka berdua kembali ke rumah sakit.
sepanjang jalan, Aiden hanya diam . raut wajah Aiden pun tak terbaca. Alex tidak berani menganggu nya dan membiarkan nya .
...
kedua tiba di rumah sakit, mereka masuk ke ruangan VVIP untuk melihat keadaan Reyhan.
.
.
..
__ADS_1
end