
lnjut...
Edward pun pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
disaat Edward sedang memasak Alice datang dan ingin membantu nya, Edward hanya meminta Alice untuk menata meja dan membawa makanan yg sudah matang ke meja makan. Alice pun melakukan dengan senang hati.
kini makanan telah tersusun rapi di atas meja , Alice dan Edward pun sudah duduk dan menunggu Alex. setelah Alex dtng mereka pun makan bersama.
skip.
ruang tengah.
Edward sedang duduk di sofa smbil memainkan ponsel nya, Alex dan Alice pun melakukan hal yg sama.
"apa kalian pernah bersekolah sebelum ny?" tnya Edward
"tidak pernah" ujr Alex
"lantas bagaimana kalian bisa belajar?" tnya Edward
"kami belajar diam diam , kami meminjam buku pelajaran milik teman kami" jwb Alex
"mengapa kalian tidak sekolah?" tnya Edward lgi
"paman dan bibi melarang kami" jwb Alice
"iya aku mengerti" ujr Edward
"nnti akan datang seorang guru privat untuk kalian , tpi sebelum itu kalian akan menjalani tes IQ terlebih dahulu" ujr Edward
"apa kalian bisa menjalani tes ny?" tnya Edward
"mungkin saja kami bisa" ujr Alex
"tpi untuk apa kami menjalani tes itu?" tnya Alice
"hanya untuk memastikan pelajaran mana yg akan dia berikan pada kalian" ujr Edward
Alex dan Alice beroh ria.
tak lama kemudian terdengar suara bell , Alice pun langsung membuka pintu nya dan mempersilahkan orang itu masuk.
"Annyeong hasimnikka" ujr guru les
"Kim Ji Na imnida" ujr guru Jia Na
seorang wanita yg berumur sekitar 30 tahunan, badan nya tidaklah terlalu tinggi namun cukup proposional, dia dtng dengan mengenakan pakaian formal berwarna hitam yg di padukan dengan kemeja putih layaknya seorang guru di sekolah.
"annyeong " ujr Alex dan Alice
" Alex imnida" ujr Alex smbil sedikit membungkuk
"Alice imnida" ujr nya smbil melakukan hal yg sama seperti Alex
"sonsangnim , mereka berdua lh yg akan menjalani tes dan les " ujr Edward
"baiklah" ujr Guru Kim
"apa kah bisa di mulai sekarang?" tnya guru Kim
"bisa " ujr Edward
"mari ikuti saya" ujr Edward smbil berjalan duluan
Edward mengajak guru Kim , Alex dan juga Alice ke sebuah perpustakaan yg ada di lantai 1 . perpustakaan itu sangat luas dan ada banyak buku serta barang barang lain nya. perpustakaan itu juga di lengkapi meja dan kursi serta sebuah papan tulis yg sudah di atur sedemikian rupa agar tampak seperti kelas .
setelah mengantarkan guru Kim, Alex dan Alice ke perpustakaan, Edward pergi ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan serta minuman untuk ketiga nya. baru setelah itu Edward Kembali ke kamar nya untuk beristirahat sejenak.
di perpustakaan, Alex dan Alice sedang menjalani tes IQ. mereka berdua di berikan soal sebanyak 50 pertanyaan dari jenjang pendidikan yg berbeda beda.
mereka pun menyelesaikan nya hanya dalam waktu sepuluh menit, jauh lebih cepat dari perkiraan guru Kim
guru Kim pun membiarkan Alex dan Alice untuk istirahat sejenak Dan makan cemilan, sementara itu guru Jia Na memeriksa semua lembar Jawaban dengan seksama.
setelah selesai, guru Kim bertanya , " apa kalian pernah ikut les sebelum ny?"
__ADS_1
"ngk pernah" ujr Alex
"tpi bagaimana mungkin kalian bisa menjawab semua pertanyaan ini dalam waktu singkat bahkan jawaban kalian sangatlah rinci" ujr guru itu Terheran
"kami hanya belajar Beberapa hal melalui buku pelajaran milik teman" ujr Alex
"baiklh menurut hasil tes kali ini , IQ kalian berada di Tingkat 190 -195
dan untuk lebih tepat nya kalian bisa melakukan tes lanjutan di lembaga pendidikan" ujr guru.
"apa kalian bisa bahasa asing?" tnya guru
"kami bisa Inggris tpi hanya beberapa kata dasar" ujr Alice
"selain itu?" tnya guru lagi
"tidak ad" ujr Alex
"baiklh karna kalian sudah pintar dalam urusan pelajaran sekolah maka aku hanya akan mengajarkan kalian beberapa bahasa asing yg biasa di gunakan dalam keseharian" ujr guru Kim
"iya " " jwb Alex dan Alice
akhirnya mereka hanya belajar bahasa Inggris untuk hari itu hingga jam les mereka berakhir. Alice dan Alex sangat cepat dalam hal mengingat dan menangkap pelajaran yg di berikan guru Kim
menjelang siang, jam les kedua nya berakhir di akhir pelajaran Alex dan Alice berikan beberapa buku panduan berbahasa dan semacamnya, agar mereka bisa memperlancar bahasa asing.
ketiga keluar dari perpustakaan dan berjalan ke arah ruang tengah. disaat yg bersamaan Edward juga ingin menemui ketiga nya untuk mengajak mereka makan siang bersama.
awalnya guru Kim menolak namun akhirnya menurut setelah di bujuk oleh Alex dan juga Alice .
mereka pun makan siang bersama
selesai makan siang guru Kim langsung pamit dan pulang.
di ruang tengah.
"bagaimana tes ny?" tnya Edward
"lancar bg" jwb Alex
"kami hanya belajar bahasa Inggris untuk pertemuan kali ini" ujr Alice
Edward beroh ria.
"apa ada hal yg ingin kalian pelajari lagi?" tnya Edward
" sejujurnya aku ingin belajar komputer" ujr Alex
"iya aku juga" ujr Alice
"baiklh , aku akan mengajarkan hal itu pada kalian" ujr Edward
"yesss" ujr Alice senang
"ya sekarang kita ke ruang komputer dulu" ujr Edward
"dimn?" tnya Alex
"ayo ikut aj" ujr Edward smbil mendorong kursi roda Alex.
Alice pun mengikuti nya dari belakang.
Edward membawa Alice dan Alex ke ruang perpustakaan, lalu dia. menekan sebuah tombol yg ada di antara buku buku dan terbukalah sebuah pintu dan mereka pun masuk ke dalam nya.
di dalamnya terdapat banyk sekali komputer dan perangkat elektronik lainny.
"Alice duduk disini" ujr Edward smbil menunjuk sebuah kursi kosong di samping nya.
Edward duduk ditengah tengah antara Alex dan Alice , dia melalui hal itu agar mudah dalam mengamati perkembangan pembelajaran kedua.
Edward mulai menunjukkan cara mengunakan komputer dan aplikasi yg ada di dalam nya satu persatu. Alex dan Alice pun mengikuti nya dan mempelajari semua nya dengan cepat dan mudah.
Edward pun senang melihat perkembangan mereka berdua.
mereka pun belajar hingga sore hari dan setelah itu ketiga nya masuk ke kamar nya masing masing untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Edward turun duluan dan langsung menuju ruang tengah.
tak lama Alex dan Alice pun menyusulnya.
"apa kalian mau makan malam di luar?"
"terserah abg aj,aku ngikut" ujr Alex
"aku juga" ujr Alice
"yudh sekarang kita berangkat, kita cari makan malam di luar" ujr Edward.
Edward pun mendorong kursi roda Alex menuju garasi, lalu menaikkan Alex ke dalam mobil dan menyimpan kursi roda nya di bagasi.
setelah itu Edward pun naik ke mobil .Alice juga begitu.
ketiga nya pergi ke sebuah resto yg berada di pusat kota. resto itu sangat ramai. Edward , Alex dan Alice pun masuk dan duduk di kursi kosong yg ada di dekat jendela kaca jadi mereka bisa langsung melihat ke arah luar resto.
mereka memesan makanan serta minuman. ketika pesanan dtng ketiga ny langsung makan. Setelah makan, Edward mengajak Alex dan Alice berjalan jalan di taman yg tak jauh dari resto.
sebuah taman yg di penuhi bunga dan lampu warna-warni yg berkelap-kelip dengan berbagai warna nya. ketiga nya duduk di salah satu kursi taman.
"apa kalian mau eskrim?" tnya Edward
"mau bg" ujr Alice
"ngikut aj bg" ujr Alex
"yudh kalian tunggu disini biar aku beli dulu eskrim ny" ujr Edward berdiri
"ngk ush bg" tahan Alice
"biar aku aj yg beli" ujr Alice
"tempat nya yg disitu kan?" lnjt nya smbl menunjuk kedai es krim yg ada di seberang jalan
"apa kau yakin ?" tnya Edward
"iya aku yakin" ujr Alice
"yudh nih" ujr Edward smbil ngasih uang
"klo bisa beli beberapa cemilan juga ya" ujr Edward
"ok bg aman itu " ujr Alice
"hati hati pas mau nyebrang" ujr Edward
"ok bg" ujr Alice pergi.
Alice pergi ke kedai eskrim yg ada di seberang jalan dan membeli beberapa es krim. kedai eskrim itu cukup ramai jadi Alice harus mengantri.
semetara itu, Edward sedikit khawatir dengan Alice, dia pun mengajak Alex untuk mencari Alice. di saat Edward dan Alex menemukan Alice . Alice tampak nya habis bertabrakan dengan seorang pemuda.
pov Alice
beberapa saat yg lalu
Alice sudah membeli eskrim dan kini dia tinggal pergi ke minimarket yg ada tak jauh dari kedai itu untuk membeli cemilan. namun di tengah perjalanan Alice tidak sengaja di tabrak oleh seorang pemuda dari arah yg berlawanan.
BRUKK!!!
Alice terjatuh dan semua eskrim nya pun jadi kotor dan rusak.
pemuda itu pun berkata, "maaf " smbil mengulurkan tangannya
Alice tidak menerima uluran tangan itu dan berdiri sendiri lalu ingin berlalu pergi menjauh. namun pemuda itu menahan tangan Alice.
disaat yg bersamaan Edward dan Alex dtng dan melepaskan genggaman tangan pemuda itu dari Alice, Edward meminta Alice bersembunyi di belakang nya.
"jgn salah paham, aku hanya ingin menganti eskrim nya yg sudah jatuh" ujr pemuda itu
"tidak terima kasih" ujr Edward dingin
"ayo " ajak Edward pada Alice smbil mendorong kursi roda Alex menjauh dari tempat itu, Alice pun mengikuti nya dari belakang. sebelum pergi menjauh Alice menatap wajah pemuda itu sekilas dan memberikan tatapan misterius yg membuat pemuda itu binggung dan terdiam di tempatnya.
__ADS_1
disaat Edward, Alex dan Alice sudah menghilang di tengah keramaian, pemuda itu tersadar dan dia melihat ke bawah. pemuda itu menemukan sebuah anting yg tergeletak di dekat kaki nya. pemuda itu pikir anting itu milik sih gadis kecil itu. pemuda itu mengambil nya lalu menyimpan nya dan berjalan pergi entah kmn.