A Life

A Life
106.Hyeon


__ADS_3

...


"wah wah wah, sungguh mengharukan" ujr pemuda itu sambil bertepuk tangan.


"gw cuma pergi sebentar trs skrng Lo malah udh bahagia sama dia?" tnya pemuda itu


"ngk...ngk.. ngk mungkin, Lo pasti bukan Sam" ujr Alice tak percaya.


"secepatnya itu kah Lo ngelupain gw?" tnya Sam


"apa gw gk pernah ada arti nya mata Lo?" tnya Sam lagi.


"klo itu emg Lo, knp Lo bohong sama gw soal kematian Lo, Lo juga bohong sama yang lain soal itu. Lo bohongin kita semua Sam" ujr Alice marah dan kecewa


"Lo tau gk betapa terpuruk nya gw waktu itu, gw hancur Sam . Lo sadar gk sama apa yang Lo lakuin sekrng?" tnya Alice marah


"gw tau itu, gw liat semua nya. gw tau semua nya." ujr Sam


"tapi itu semua bahkan belum cukup, hidup gw bahkan lebih hancur dari apa yg pernah Lo alami. dan itu semua karna Lo !" bentak Sam.


"gw ? apa salah gw sama Lo?" tnya Alice


"Lo dan Abang Lo yang si@lan itu adalah penyebab kematian keluarga gw !! " bentak Sam.


"gw ,bg Alex? gw sama bg Alex bahkan gk pernah tau soal keluarga Lo" ujr Alice


"Lo gk pernah cerita soal mereka, gimn mungkin gw bisa jdi penyebab kematian mereka?" tnya Alice


"Lo gila? apa menurut Lo , gw bakalan cerita soal keluarga gw sama pembunuh kayak Lo?" ujr Sam


"jaga batasan Lo" ujr Aiden marah


"Lo diam, ini urusan gw sama si j@l@ng gk tau diri itu" ujr Sam


"gw bilang jaga batasan Lo" ujr Aiden marah, Aiden melangkah maju baru beberapa langkah Aiden maju tiba tiba entah dari mata terdengar suara tembakan yang sangat keras hal itu membuat langkahnya terhenti.


Aiden mundur dan bersiap siap pasang badan untuk melindungi Alice.


"jgn jgn coba coba maju, atau nyawa Lo taruhan nya" ujr Sam penuh penekanan.


"ah iya gw hampir lupa, setelah ini berakhir seperti gw harus menyiapkan beberapa pemakaman untuk kalian." ujr Sam


"apa Lo punya saran?" tnya Sam

__ADS_1


"Lo gila ? kyk nya kematian dh bikin Lo gila" ujr Alice marah


"kematian? Lo bicara seolah Lo pernah ngalamin itu atau malah Lo mau jdi orang yang pertama mati?" tnya Sam


Aiden berusaha mengendalikan amarah nya, dia berusaha tetap tenang dan melindungi Alice .


"seharusnya Abang kesayangan Lo sekarang udh sampe sini, kira kira gimana ya keadaan dia?" ujr Sam sambil melihat jam tangan nya.


"apa yang Lo lakuin ke bg Alex?" tnya Alice


"Sam jawab gw !!" bentak Alice


"owh, menyenangkan." ujr Sam sambil tersenyum.


Sam tiba tiba berjalan menuju dinding dan mengambil sebuah kursi. lalu dia menyeret kursi itu ke sebelah Alice. Sam memerintahkan Aiden untuk duduk di kursi itu, jika Aiden menolak satu peluru akan segera bersarang di tubuh Alice.


Aiden terpaksa menuruti nya. Aiden duduk di kursi itu.


Sam mengambil satu kursi lagi, dan duduk di kursi itu. dia duduk tak jauh dari tempat dia berdiri sebelum nya.


"okey, sambil menunggu Abang kesayangan Lo datang. gw bakalan ceritain satu kisah" ujr Sam.


Alice dan Aiden sama sekali tidak tertarik dengan hal itu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa pun. dalam hati Alice terus berdoa agar Alex baik baik saja, sementara itu Aiden terus berpikir cara agar diri nya bisa keluar bersama Alice dari situasi ini.


"sejak saat itu, kedua anak itu tinggal bersama keluarga itu. namun, semenjak mereka datang keluarga itu mulai sering bertengkar karna beberapa hal , salah satu nya karna kedatangan kedua anak itu dalam keluarga itu" ujr Sam.


"sementara itu, si anak bungsu dari keluarga itu terus bersikap baik dan menerimanya kedua anak itu dengan senang hati apa lagi jarak umur mereka tak terlalu jauh. mereka sering bermain bersama dan tertawa bersama, tapi kenyataannya si anak bungsu itu juga merasa tertekan akibat pertengkaran kedua orang tua nya . " ujr Sam


"lama kelamaan, si anak bungsu merasa semakin tertekan dan memilih untuk pergi dari rumah dengan alasan bersekolah dan tinggal di asrama sekolah." ujr Sam


"tunggu dulu, cerita siapa yang sedang Lo bicara kan?" tnya Alice menyela


"lebih baik dengarkan hingga gw selesai bercerita. mungkin dengan itu Lo bakalan paham" ujr Sam.


"setahun kemudian, si anak bungsu itu kembali ke rumah namun naas nya dia tidak bisa menemukan satu orang pun dari keluarga nya berada di rumah itu, rumah itu tampak kacau dan banyak bekas perkelahian. si anak bungsu itu merasa cemas dan gelisah, lalu si bungsu itu pergi menemui teman nya dan meminta bantuan teman nya untuk menemukan keluarga nya lagi" ujr Sam


"Lo mau tau, apa yang si bungsu temukan?" tnya Sam , Alice dan Aiden hanya terdiam.


"ah ini terlalu membosankan,Lo bahkan masih belum mengerti semua yang gw jelaskan . " ujr Sam


"Ara Ara , ternyata Lo masih naif kyk dulu" ujr Sam.


Alice terkejut mendengar Sam menyebutkan nama asli nya, begitu pun dengan Aiden, Aiden bingung mengapa Sam memanggil Alice dengan sebutan Ara.

__ADS_1


"Hyeon oppa " ujr Alice ragu


"lama tak berjumpa Ara"ujr Sam


"akhirnya Lo inget sama gw juga Ra" ujr Sam alias Hyeon.


Hyeon adalah anak bungsu keluarga yang merawat Alice dan Alex sewaktu kecil, semenjak Hyeon pergi meninggalkan rumah untuk bersekolah, keluarga itu mulai melakukan banyak penyiksaan terhadap Alice dan Alex karna mereka merasa Alice dan Alex adalah penyebab utama kepergian Hyeon dari rumah.


.


Sam (Hyeon) berdiri dari tempat duduk nya .


"gw seneng Lo dah inget sama gw, tapi gw kecewa sama Lo. " ujr Sam


"Hyeon oppa, gw..gw.. sama sekali gk ngerti. sebenarnya apa maksud semua ini" ujr Alice


"Lo tau, pas gw pulang ke rumah apa gw liat pertama kali?" tnya Sam.


"darah. gw liat darah di rumah itu. dan apa Lo tau darah siapa itu?" tnya Sam


"itu darah abg gw." bentak Sam marah sambil membanting kursi yang tadi dia duduki.


Alice merasa ketakutan. Aiden berusaha menenangkan Alice . Alice menangis karena ketakutan. Alice benar benar shock hingga tidak bisa berkata kata lagi. dia hanya menundukkan kepalanya sambil menangis. Aiden terus berusaha menenangkan Alice namun Alice sudah benar benar tidak bisa mengendalikan ketakutan nya lagi.


ingatan ingatan Alice tentang kehidupan nya di rumah itu terus bermunculan dan itu membuat Alice semakin tertekan. meski pun begitu, Alice tetap berusaha tegar agar dia tidak ingin menjadi beban untuk Aiden.


"dan Lo tau apa yang lebih parah? bukan cuma abg gw, ayah ibu juga di bawa mereka dan disiksa dengan keji lalu mayat di buang begitu saja " ujr Sam


"gw bahkan gk sanggup lagi buat melihat keadaan tubuh mereka" ujr Sam


"sekarang coba Lo pikir betapa hancur hati gw waktu itu. " ujr Sam


"Awal nya gw ngerasa lega karna Lo sama Hyun Ki udh pergi dari rumah itu dan di adopsi oleh keluarga lain . tapi setelah gw tau siapa orang yang udh ngelakuin itu ke keluarga gw. gw bener bener gk bisa tinggal diam " ujr Sam


"si..si..apa dia?" tnya Alice gemetar.


..


.


..


end

__ADS_1


__ADS_2