
Gishella lalu duduk di sebelah Edward dan memutar CD tersebut. Erick dan Edward memperhatikan video yang akan di putar.
sebuah Video muncul, tampak sebuah siluet seorang pria yang sedang merokok dengan tenang nya. lalu pria itu berkata.
"akhirnya kita ketemu lagi El, gw udh nunggu waktu ini selama beberapa bulan terakhir" ujr pria itu, suara pria itu sudah di samar kan jdi sulit untuk dikenali.
"gw tau Lo pasti penasaran apa alasan gw ngelakuin ini semua dan mungkin Lo juga beranggapan Lo itu gk kenal sama gw" ujr nya
"kenal atau ngk itu gk penting, yang penting pastikan Lo datang ke jalan L tiga hari lagi. gw tunggu Lo disana jam 7 malam. ah iya bawa juga kado gw itu, itu pun klo emg Lo mau pulang dengan selamat. jgn lupa koper gw . gw tunggu Lo." lnjt pria itu. video itu mati seketika.
"kado?" tnya Erick
"kado yg mn?, apa yg ini?" tnya Erick lagi sambil memegang kotak merah
"mungkin itu, oh ya sekarang dimana koper itu?" tnya Gishella
"ada di markas, gw udh suruh mereka buat amankan tuh koper di Markas" ujr Erick
"gw bakalan cek CCTV dulu, baru setelah itu kita ke Markas" ujr Edward
"kira kira ini kotak isi nya apaan ya?" tnya Erick
"coba sini gw liat" ujr Gishella
Erick ngasih kotak itu ke Gishella dan Gishella pun membuka nya. di dalam nya ada sebuah kalung dengan liontin perak dan terukir tulisan Elf di bagian depan kalung itu. Gishella mengambil kalung itu dan mengangkat nya .
"ini kuncinya ?" tnya Gishella
"apa sebenarnya maksud dari semua ini?" tnya Gishella
"lebih baik Lo simpan dulu tuh kalung, nnti pas di Markas Lo kasih sama anggota tuh kalung biar di teliti gw takut nya ada penyadap atau semacamnya" ujr Edward
"iya bg," ujr Gishella
"nah ini dia" ujr Edward sambil menunjuk layar laptop nya
" gw rasa ini masih orang yang sama" ujr Edward
"gw pikir juga gitu, walau gk keliatan muka nya tapi dari postur tubuh nya mirip" ujr Erick
"Rick, nnti Lo bantu tim hackers gw mau Lo cari tau siapa orang ini abis tuh Lo konfirmasi ke gw biar gw bisa mutusin langkah selanjutnya." ujr Edward
"iya bg, nnti gw bakalan cari tau" ujr Erick
"kyk nya sekarang kita harus lebih hati hati lagi, musuh kita kali ini penuh tipu muslihat kita harus lebih cerdik dalam mengambil langkah agar tidak ada kesalahan lagi" ujr Edward
"buat Lo El, pastikan satu hal. gw mau kali ini Lo gk bertindak bodoh lagi" ujr Edward serius
"iya bg, gw janji gw gk akan lakuin hal bodoh lagi" ujr Gishella
"gw pegang janji Lo". ujr Edward
"ayo bersiap, kita sebaiknya segera berangkat ke markas" ujr Edward
mereka semua berganti pakaian dan berangkat menuju Markas.
__ADS_1
...
setiba nya di Markas, mereka semua langsung melakukan tugas nya. Erick langsung pergi ke ruang hacker dan memulai pencarian. Gishella pergi menemui ahli senjata untuk memeriksa kalung yang di dapat nya tadi sedangkan Edward pergi bersama anggota nya ke ruang penyimpanan barang-barang penting. disana Edward mengambil koper itu dan membawa nya ke ruangan nya.
di ruangan nya.
Edward berusaha membuka koper itu namun kesulitan karna dia tidak menemukan kombinasi angka yang benar, Edward pun mendatangi ruang para ahli brangkas. Edward menyerahkan koper itu pada mereka dan meminta mereka agar segera membuka nya.
para ahli itu juga tampak kesulitan dengan kombinasi angka yang ada di koper itu. Edward juga membantu mereka untuk memecahkan kombinasi angka itu.
.
.
..
di sisi lain.
LA
kehidupan Alex dan Alice juga sedang di timpa masalah, semenjak kepulangan mereka dari Kanada kedua nya banyak sekali mengalami masalah terutama Alice.
flashback.
beberapa hari setelah mereka pulang dari Kanada.
Alex dan Alice menghadiri sebuah acara amal tahunan bagi para pengusaha. kedua datang dan menghadiri acara itu. acara itu di adakan di sebuah hotel terkenal di LA , acara itu bertema garden party. semua pengusaha yang datang adalah pengusaha elit dan berpengaruh. begitu pun Alex dan Alice , meski perusahaan mereka di bilang masih baru tapi perusahaan mereka sudah mulai memberikan pengaruh besar bagi pasar saham maka dari itu kedua nya di undang ke acara itu.
Alex dan Alice datang dengan pakaian mewah dan elegan tak lupa juga sebuah topeng untuk menutupi wajah mereka. kedua berjalan dengan elegan menuju taman hotel.
di sana sudah di ramaikan dengan para pengusaha dan beberapa orang penting lain nya. begitu datang kedua nya di sambut dengan hangat oleh beberapa orang kolega mereka, mereka juga saling berbincang ringan.
"gw ke toilet bntr ya, Lo tunggu aj disini" ujr Alex berbisik
"buruan, gw males lama lama disini" ujr Alice berbisik
"iya bntr" ujr Alex, Alex pergi meninggalkan Alice.
Alice melihat acara lelang itu dari tempat duduk nya. Alice duduk di dekat pembatas taman, di taman itu terdapat sebuah kolam renang yang indah . kolam itu berada di tengah taman seolah membelah taman itu. Alice sengaja memilih tempat yang sedikit jauh dari kolam. karna dia masih blm nyaman sedang kejadian yang pernah menimpa nya waktu itu.
Alice sedang duduk seorang diri sambil menikmati sampanye nya. lalu dia mendengar suara seseorang yang memanggil nya.
"nona Liza" panggil seorang wanita paruh baya dari seberang kolam.
"nyonya Jane " ujr Alice saat menoleh ke arah suara itu.
Alice senang dan berdiri, lalu berjalan menghampiri nyonya Jane. dia berjalan dengan hati hati mengitari kolam renang. namun ketika dia hampir tiba di hadapan nyonya Jane tiba tiba Alice tidak sengaja terjatuh ke kolam renang. Alice berteriak meminta tolong dia panik dan hampir kehabisan nafas nya. lalu seorang pria melompat ke kolam dan dan menyelamatkan nya.
Alice sudah mulai kehilangan kesadaran nya. lalu pria itu langsung mengendong nya dan membawanya ke sebuah kamar, nyonya Jane menyusul dengan pria itu setelah dia memberi tahu ada salah satu pelayan untuk mencari Alex dan langsung membawa nya ke kamar no 1.
pria itu membaringkan tubuh Alice di atas kasur dan membiarkan Nyonya Jane memeriksa nya.
"seperti nya dia hanya shock" ujr Nyonya Jane
"apa perlu kita panggil dokter?" tnya pria itu
__ADS_1
"tidak perlu, dia baik baik saja" ujr Nyonya Jane.
"Alice!! " teriak Alex saat masuk ke kamar dengan terburu-buru
"dia hanya pingsan akibat shock, dia baik baik saja" ujr Nyonya Jane.
"syukur lh, maaf karna aku sudah lancang" ujr Alex
"tak apa, aku mengerti perasaan mu" ujr Nyonya Jane
"sebenarnya apa yang terjadi?" tnya Alex.
"tadi aku sedang berdiri di seberang kolam dan melihat nya duduk sendiri jadi aku berniat memanggil nya untuk bergabung dengan ku agar aku bisa mengenalkan nya pada beberapa orang " ujr Nyonya Jane
"tapi sepertinya dia tersandung atau tidak sengaja menabrak sesuatu hingga akhirnya dia terjatuh ke air dan aku langsung menyuruh anak ku untuk membantu nya" ujr Nyonya Jane.
"jdi dia anak Nyonya?" tnya Alex.
"kalian berkenalan lh" ujr Nyonya Jane.
"Alex " ujr Alex sambil membuka topeng nya.
"Aiden" ujr Aiden sambil membuka topeng juga
"seperti nya anda lebih tua dari ku?" tnya Alex
"mungkin" ujr Aiden
"maaf ya Lex, dia emg kek gitu" ujr Nyonya Jane.
"its okey Nyonya" ujr Alex.
Alice perlahan mulai sadar, lalu tiba tiba dia berteriak ketakutan.
"calm down lice, gw disini" ujr Alex yang langsung memeluk nya begitu Alice bangun dari pingsannya.
"Lo baik baik aj, Lo udh selamat." ujr Alex
Alice masih panik dan belum bisa menenangkan diri nya.
"beri dia air" ujr Aiden sambil ngasih segelas air ke Alex
"thnk " ujr Alex
"lice minum dulu ya" ujr Alex
Alex melepas pelukan nya dan topeng Alice ikut terlepas karna tersangkut dengan jas Alex . Aiden menatap Alice seolah dia pernah mengenal nya. namun dia masih blm melihat seluruh wajah Alice, karna wajah Alice tertutup oleh rambut nya yang sedikit berantakan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
end