A Life

A Life
121. Fitting baju


__ADS_3

...


pagi hari .


Edward bangun dari tidur nya dan melihat Gishella masih terlelap dalam tidur nya, Edward lalu menyelimuti Gishella lagi baru setelah itu Edward bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


.


sementara itu Gishella masih tertidur dengan pulas, Edward yang sudah menyelesaikan mandi nya pun kembali berbaring di sebelah Gishella dan memperhatikan wajah Gishella.


Edward mengelus wajah mungil Gishella dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Gishella.


Gishella mulai terusik dengan perbuatan Edward, Gishella pun membuka mata nya dan melihat Edward berbaring di sebelah nya dengan bertelanjang dada dan rambut yang masih terlihat basah.


"pagi El" sapa Edward sambil mengecup kening Gishella.


"pagi bg" ujr Gishella malu malu


"air panas Lo udh siap tuh, mending Lo mandi abis tuh kita sarapan" ujr Edward.


"atau Lo mau ...." ujr Edward menjeda perkataan nya


"ngk ngk, gw bakalan mandi sekarang" ujr Gishella


"sini biar gw bantu" ujr Edward


Edward bangun dari tempat tidur dan mengendong tubuh Gishella yang masih tertutup selimut. Gishella berusaha menghentikan Edward agar tidak mengendong nya ke kamar mandi tapi Edward mengacuhkan nya.


Edward mendudukkan Gishella di wastafel. Gishella langsung membenarkan selimut nya dan menutupi seluruh tubuh nya.


"Lo mau mandi sendiri atau gw bantuin?" tanya Edward.


"gw bisa sendiri kok bg, udh buruan keluar sana" ujr Gishella


"iya iya, gw tunggu di luar" ujr Edward.


"iya" ujr Gishella.


Edward pun keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi. Gishella pun langsung membersihkan diri nya.


...


Gishella keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan jubah mandi milik Edward, Gishella keluar dari hati hati dan melihat sekeliling. Gishella pun mengendap endap untuk keluar dari kamar Edward.


begitu Gishella ingin membuka pintu kamar Edward, Edward muncul dari ruang kerja nya dan membuat Gishella kaget.


"Lo mau kmn?" tnya Edward sambil menarik Gishella ke dalam pelukan nya


"gw .. gw mau ke kamar bg. " ujr Gishella.


"trs ngpain kek tadi?" tnya Edward lagi


"gw cuman .... cuman.." ujr Gishella bingung.

__ADS_1


"bg bisa lepasin gw dulu gk, gw mau ke kamar bntr" ujr Gishella memohon.


"kasih gw hadiah dulu?" pinta Edward.


"hadiah apaan?" tnya Gishella


Edward hanya bergidik bahu. Gishella terdiam sejenak. Gishella lalu mengecup bibir Edward sekilas tapi Edward langsung menahan kepala Gishella dan mencium bibir nya dengan mesra.


kedua nya berciuman untuk beberapa saat, Gishella pun mendorong tubuh Edward untuk menghentikan Edward.


"udh ah, gw mau ke kamar." ujr Gishella sambil melepaskan tangan Edward dari pinggang nya. Gishella langsung berlari dan keluar dari kamar nya.


...


Edward pergi ke dapur dan memasak sarapan untuk mereka berdua. setelah semua selesai, Edward menata makanan di atas meja dan menunggu Gishella datang.


tak lama Gishella turun dan bergabung bersama Edward di meja makan.


mereka pun mulai sarapan bersama.


"Lo tumben pake baju kek gitu ?" tnya Edward begitu melihat Gishella mengenakan sebuah sweater rajut yang menutupi hingga ke leher nya.


"gk ush pura pura gk tau deh bg, ini juga kerjaan Lo" ujr Gishella


"ya maaf, gw nya terlalu bersemangat." ujr Edward sambil tersenyum kecil.


"bersemangat sih bersemangat, tapi ya gk gitu juga. masa leher gw jdi merah semua" ujr Gishella kesal


"nanti? ogah gw ." ujr Gishella.


"yakin ? Lo yakin gk mau lagi?" tnya Edward sambil


tersenyum nakal.


"au ah" ujr Gishella cemberut


...


selesai sarapan, Gishella pergi ke dapur untuk mencuci piring kotor dan Edward mengikuti nya dari belakang. awal nya Edward hanya melihat nya mencuci piring dari sudut, tiba tiba Edward berjalan mendekati nya dan memeluk nya dari belakang.


Edward menyenderkan kepalanya di bahu Gishella dan tetap memeluk Gishella dengan lembut.


"bg bisa lepasin dulu gk, gw susah gerak nih" ujr Gishella , Edward hanya menggelengkan kepalanya. Gishella hanya bisa menghela nafas dan melanjutkan pekerjaan nya.


Gishella pun segera menyelesaikan cucian piring nya, Edward masih saja menempel pada nya .


Gishella lalu berkata dia ingin pergi ke ruang tengah karna dia ingin menonton TV disana, jdi Gishella meminta Edward agar melepas pelukan nya sebentar. Edward pun mengangguk setuju dan melepaskan pelukannya tapi di saat Gishella ingin berjalan pergi, Edward langsung mengendong yang Gishella dan membawa Gishella ke ruang tengah.


Edward lalu mendudukkan Gishella di sofa dan langsung berbaring di paha Gishella tanpa berkata apa pun. Gishella pun hanya bisa membiarkan nya dan memilih untuk tetap menonton TV.


Gishella mengelus rambut Edward dengan lembut sambil menonton film dan itu membuat Edward merasa nyaman.


tiba tiba Gishella teringat dengan pesan Sandra soal Edward yang harus segera fiting baju.

__ADS_1


"bg !" panggil Gishella


"apa?" tnya Edward


"Lo masih inget sama Rey gk?" tnya Gishella.


"Reyhan maksud Lo?" tnya Gishella.


"bukan, Rey abg nya Sandra" ujr Gishella


"entah lah, gw gk inget." ujr Edward


"tapi klo Sandra gw tau" ujr Edward lagi


"napa emg nya sama dia?" tnya Edward


"si Rey bakalan nikah sebentar lagi, trs Sandra minta kita buat jdi pengiring pengantin. gw sama yg lain udh setuju dan udh fiting baju juga dari beberapa hari yg lalu" ujr Gishella


"tinggal elo aj" ujr Gishella


"gw juga harus ikut gitu?" tnya Edward


"ya klo Lo gk ikut nnti siapa partner gw?" tnya Gishella


"masa iya gw sendirian pas disana? , atau Lo mau gw cari cowo(terpotong)" ujr Gishella


"emg Lo berani?" tnya Edward bangun dari tidur dan menyela omongan Gishella.


Edward mendekatkan wajah nya dengan wajah Gishella, dan bertanya sekali lagi apa Gishella berani melakukan itu. Gishella hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Edward lalu mengecup kening Gishella dan kembali berbaring lagi.


"jgn pernah terpikirkan hal seperti itu lagi, karna gw gak akan pernah ngelepasin elo dari pandangan gw" ujr Edward.


"iya bg, maaf. " ujr Gishella


"nanti sore aj kita pergi sekarang gw masih capek" ujr Edward


"iyaa" jwb Gishella.


Edward masih berbaring di pangkuan Gishella dengan nyaman, perlahan Gishella mulai merasa bosan dan mengantuk. Edward yang menyadari itu bangun dari tidur nya. Edward lalu menarik Gishella ke dalam pelukan, mereka pun berbaring bersama di sofa itu.


Gishella membenamkan wajahnya di dada Edward dan mulai tertidur. Edward mengelus rambut Gishella agar Gishella bisa tidur dengan lebih nyaman di pelukan nya.


mereka berdua pun tertidur bersama hingga sore hari.


...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2