
skip.
pov Edward.
Markas.
Edward tengah berada di ruangan pengawas untuk memantau perkembangan pencarian petunjuk dan bukti bukti yang mungkin akan berguna untuk mereka gunakan.
Edward juga sudah memerintahkan Beberapa orang untuk melacak keberadaan keluarga si kurir yang sekarang sedang di culik oleh si pengiriman paket.
"Prince 👋! panggil salah satu anggota. Edward langsung menghampiri orang itu. "apa yang kau dapatkan?" tnya Edward. anggota itu berkata " saya sudah melihat beberapa CCTV di sekitar gedung itu, dan saya melihat selalu ada mobil Van yang datang di setiap tanggal yang Prince berikan pada kami. dari semua rekaman itu, saya mau pun yang masih belum bisa melihat siapa orang yang mengirimkan paket itu." ujr anggota, "langsung inti nya" potong Edward.
" pada rekaman ini terlihat dari CCTV ada dua buah mobil yang sedang terparkir sejajar yaitu mobil Van si pengirim dan mobil sedan hitam , jadi kemungkinan jika kita bisa menemukan mobil yang ada dibelakang mobil Van itu. kita bisa melihat rekaman dashboard mobil nya dan mengetahui siapa sih pengirim itu. karna dari analisa saya, orang itu pasti tertangkap oleh kamera dashboard mobil itu." jelas nya panjang lebar. Edward terdiam sejenak mencerna apa yang dikatakan oleh anggota nya barusan.
"baiklah, kalian lacak dan segera kirim orang untuk mengambil rekaman dashboard mobil itu. " perintah Edward. "baik Prince" ujr para anggota.
mereka semua lalu segera melacak keberadaan mobil sedan hitam itu dengan mengandalkan plat nomor kendaraan yang tertangkap kamera. pada awal nya mereka juga sudah mencoba melacak keberadaan mobil Van itu dengan plat nomor nya, namun ternyata plat nomor kendaraan nya palsu dan itu membuat keberadaan mobil itu sulit di ketahui.
....
"Prince !! "panggil anggota lain nya., "katakan!" ujr Edward. "mobil sedan itu sekarang sedang terparkir di area perkantoran K di distrik I. nama pemilik nya adalah xxx beberapa Minggu yang lalu dia sempat datang ke daerah sekitar gedung pengiriman barang untuk berkunjung ke rumah teman lama nya." ujr Anggota itu. "hack kamera dashboard nya . ambil alih semua rekaman dashboard nya." ujr Edward.
mereka pun langsung melakukan hal itu.
"maaf Prince, seperti nya rekaman itu sudah di hapus. kami hanya menemukan rekaman baru baru ini. rekaman pada malam itu, seperti nya telah di hapus." ujr Anggota nya, "cari cara untuk memulihkan rekaman dashboard itu, karna itu salah satu petunjuk penting." perintah Edward. "seperti nya hanya ada satu cara Prince." ujr salah satu anggota. "katakan apa itu?" tnya Edward, "kita harus membawa mobil itu kesini dan membongkar nya. karna di dalam nya mobil itu pasti ada sirkuit yang menjadi cadangan penyimpanan data." ujr nya.
"lakukan apa pun, bawa mobil itu ke mari segera mungkin. jika perlu bayar mobil itu dengan harga tinggi."ujr Edward, "satu hal lagi, jgn ada kekerasan gunakan cara aman" lnjt Edward.
setelah mendengar hal itu, dua orang dari anggota nya langsung berangkat ke distrik I untuk menemui orang itu.
...
pov Gishella.
__ADS_1
Gishella dan Erick baru saja kembali ke kantor nya. Tuan Lee juga sudah kembali ke perusahaan nya setelah selesai makan siang bersama. Erick mampir sejenak di kantor Gishella.
Erick duduk dengan nyaman di sofa. lalu dia memainkan ponsel nya.
"El" panggil Erick, Gishella menoleh dan bertanya " apa?". "Lo ada ngerasa familiar gk sih sama Tuan Lee?" tnya Erick, Gishella hanya menjawab dengan santai " ngk tuh, gw biasa aj" ujr Gishella." emg nya Lo ngerasa dia mirip siapa?" tnya Gishella, "dh lh lupain aj, mungkin gw nya aj yang terlalu sensitif" ujr Erick. Gishella hanya mengerutkan keningnya dan merasa sedikit penasaran tapi Gishella tidak memperpanjang pembahasan itu.
"El gw masih ada urusan, Lo nnti balik sendiri ya?" tnya Erick, "Lo mau kmn?" tnya Gishella. "gw bakalan lembur malam ini. jdi Lo duluan aj" ujr Erick. Erick berdiri dan langsung keluar tanpa mendengarkan balasan dari Gishella.
Gishella semakin merasa ada yang aneh dengan Erick. dia merasa Erick mengetahui sesuatu dan sengaja merahasiakan nya.
pov Erick.
Erick turun ke lobi dan langsung pergi dengan mobil nya meninggalkan kantor. dia pergi ke Markas untuk menemui Edward.
...
Markas.
"bg" panggil Erick begitu dia masuk ke ruangan itu. "jadi ada apa?" tnya Edward, "kita bicara di ruangan Lo" ujr Erick. Edward setuju.
kedua nya lalu menuju ruang kerja Edward.
mereka masuk dan Erick langsung duduk di sofa, Edward mengambil dua kaleng minuman dingin untuk mereka.
"nih minum dulu" ujr Edward, Erick pun membuka minuman itu dan meminum nya. begitu juga dengan Edward.
"gw langsung ke inti nya aj, jadi gini perusahaan El baru aj tanda tangan kontrak perjanjian sama klien baru. nah tadi kami abis makan siang bareng sama dia, trs pas disana gw ngerasa kyk ada yang aneh sama tuh orang." ujr Erick. "maksud Lo?, aneh gimn?" tnya Edward. "gini gini, gw jelasin rinci nya" ujr Erick.
Erick menceritakan semua kejadian selama makan siang.
flashback.
di restoran.
__ADS_1
setelah mereka memesan makanan tak lama makanan mereka datang.
"maaf sebelumnya, jika saya boleh tau apa hubungan di antara kalian? ", "aku tidak bermaksud untuk mencari tahu tentang kehidupan pribadi kalian, aku hanya sedikit penasaran" ujr Tuan Lee, "jika anda tidak ingin menjawab nya juga tak apa" Uje Tuan Lee lagi .
"kami bersaudara, dia abg gw" ujr Gishella singkat. "ah jadi Mr R ini adalah abg Nona El," ujr Tuan Lee, "seperti itu lh" ujr Gishella. " bukankah Anda memiliki dua saudara?" tnya Tuan Lee lagi.
"darimana anda tahu soal itu?" tnya Erick, "aku hanya mendengar nya dari kabar angin yang beredar." jwb Tuan Lee sedikit gugup. "jgn perduli kan kabar angin dan tetap dalam batasan" ujr Gishella tegas. "baiklah Nona, maaf jika saya sudah kelewatan" ujr Tuan Lee.
"kali ini saya memaklumi nya namun jika kedepannya hal ini terjadi lagi, saya akan langsung ambil tindakan tegas" ujr Gishella serius. "baiklah Nona" ujr Tuan Lee.
mereka pun melanjutkan makan nya dengan tenang.
flashback off..
...
"jadi gitu lh inti ny, gw bisa jamin satu hal. gk pernah ada kabar angin soal El punya dua orang saudara" ujr Erick , "Lo juga tau kan, semua pegawai perusahaan gk ada yang berani menyebarkan kabar angin seperti itu meski mereka mengetahui nya. mereka semua sadar akan konsekuensi yang akan mereka terima " lnjt Erick
"ya gw ngerti, jadi inti nya?" tnya Edward, "entah knp gw malah ngerasa suara Tuan Lee sedikit familiar buat gw. kyk gw pernah mendengar suara itu , tapi gw masih belum yakin itu suara siapa" jwb Erick. "gw sengaja kesini karna gw mau mastiin satu hal, gw mau mastiin kali Tuan Lee itu bener bener bisa di percaya atau ngk" ujr Erick.
"oke, biar gw suruh orang gw buat cari tau latar belakang dan semua hal yg berkaitan sama dia." ujr Edward. " thnk ya bg, " ujr Erick. " Sans aj kali" ujr Edward.
kedua nya kembali berbincang.
.
....
..
end
sorry telat up nya.
__ADS_1