A Life

A Life
29. Penyiksaan


__ADS_3

skip.


hari hari berlanjut....


semua orang mulai disibukan dengan urusan nya masing-masing, namun mereka semua ttp menyempatkan waktu nya untuk berkumpul dan bersantai bersama. Alex dan Alice sekarang mulai disibukan dengan persiapan ujian tes ijasah yg akan di ikuti nya sebulan yg akan datang.


begitu pun Gishella dan Erick , mereka sedang disibukan dengan proyek yg baru saja mereka terima Beberapa waktu lalu, sedangkan Edward masih seperti biasa dia selalu mengurus Markas dan melatih Alice di pagi hari.


skip.


dua Minggu kemudian..


selesai makan malam.


di ruang tengah.


Gishella dan yg lain sedang berkumpul di ruang tengah, namun tak lama kemudian Alex dan Alice pamit dan masuk ke kamar nya lebih awal.


setelah Alex dan Alice masuk ke kamar, Edward berkata," mau Sampai kapan Lo tahan mereka?" tnya smbil melihat ke arah Gishella


"siapa?" tnya Gishella


"mangsa Lo lh" ujr Edward


"owh" Ujr Gishella


"gw lupa klo gw ad mangsa" ujr Gishella santai


"dasar pikun" ujr Edward


"yudh mumpung gw lagi senggang malam ni aj lh kita urus mereka semua" ujr Gishella


"gw ikut ya???" tnya Erick


"yudh " ujr Gishella


mereka pun bersiap siap dan berangkat ke Markas.


skip.


Markas ketiga nya berjalan dengan sikap dingin dan angkuh. Edward langsung menyuruh anggota nya untuk mengeluarkan para tahanan dan di bawa ke ruang eksekusi.


ruang eksekusi.


didalam ruangan yg cukup luas namun tidak begitu terang, di ruangan ini hanya terdapat beberapa lampu yg tidak bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik.


ketiga tahanan itu di keluarkan dari penjara dan di diikat di sebuah kursi .


Gishella, Edward dan Erick pun memasuki ruangan itu lalu duduk di kursi yg ada di pojok ruangan yg tak begitu terang.


"gw urus sih tua bangka, kalian urus sisa ny." ujr Gishella dingin


"ok siipp" ujr Erick bersemangat.


Erick memang bukan anggota aktif dari mafia Gishella tpi dia ttp akan ikut serta dalam beberapa urusan penting atau hal hal semacam ny.


sedangkan untuk urusan seperti ini, dia mungkin orang yg paling bersemangat setelah Gishella. dan Edward, dia tampak tidak bersemangat tpi dia selalu melakukan hal ini dengan cara yg mematikan.


baik Edward , Gishella maupun Erick mereka bertiga tidak akan mengunakan hati jika sedang berurusan dengan hal seperti ini.


mereka selalu melakukan hal hal yg di luar ekspektasi, namun mereka tetap mempertimbangkan segala kemungkinan terburuk nya.


Gishella berdiri dan berjalan maju menuju pria tua itu, lalu mengambil sebuah pisau yg ada di meja . dia berjalan terus berjalan hingga akhirnya dia berhenti tepat di depan pria tua itu.


pria tua yg ada di depan nya tampak ketakutan dan berkeringat dingin, dia ingin berteriak namun itu percuma saja, mulut nya sudah di lakban dengan solasi hitam.


Gishella memainkan pisau itu di depan wajah nya, lalu secara tiba tiba Gishella menyayat lakban yg ada di mulut pria itu hingga membuat mulut si pria tua itu robek . pria tua itu memuntahkan darah segar dari mulut nya yg sudah robek itu.


lalu dengan kasar , Gishella melepaskan lakban yg masih tersisa di mulut pria itu. Dan hal itu membuat pria itu semakin kesakitan.


"akhhhhh!!" teriakan pria itu , suara nya cukup kuat hingga memgema di ruang itu.


wanita dan pemuda yg juga di tawan bersama nya juga menyaksikan hal itu, si wanita tua itu menutup mata nya karna tidak sanggup melihat keadaan si pria tua. sedangkan si pemuda itu dia berusaha memalingkan wajahnya dan menatap ke arah lain nya.

__ADS_1


"wa..ae..yo?" ujr pria itu terbata bata


"wae?" ujr Gishella dingin


"ini hukuman karna telah membunuh adik ku" ujr Gishella


"si..a..pa?" tnya pria itu lgi ambil berusaha menahan sakit


"Hyun Ki dan Ara"ujr Gishella


"ku yakin kalian mengenal mereka" lnjt nya.


begitu mendengar nama Hyun Ki dan Ara di sebut seketika tubuh pria itu melemas, seolah olah dia sudah pasrah dengan apa yg akan terjadi nnti nya, begitupun dengan wanita tua dan pemuda itu mereka juga merasakan hal yg sama.


"ini masih awal " ujr Gishella.


Gishella pun mengambil cambuk lalu mencambuk pria itu secara membabi buta.


cetarrr!!! (suara cambuk mengema di seluruh ruangan)


cetarrr!!!


Gishella terus mencambuk tanpa ampun hingga seluruh tubuh pria itu mengelupas kulit nya karna cambukan.tidak berhenti disitu Gishella seolah menutup telinga nya dari rintihan pria itu, dia mengambil sebuah ember berisi air. lalu menyiramkan nya ke tubuh pria itu.


"akhhhh!!" teriak pria itu


"pe..rih.." rintih pria itu


tentu saja itu perih karna air yg baru saja disiramkan nya adalah air garam.


Gishella tak bergeming dia hanya tersenyum puas.


"Bu..nuh... a..k..u" ujr pria itu


"itu terlalu mudah untuk mu" jwb Gishella


"ku...mo..hon...bu..nuh..sa...ja...a.k..u" ujr pria itu


cihhh... Gishella meludah.


"apa dulu kau pernah mendengarkan rintihan adik adik ku?" tnya Gishella marah.


"ku..mo..hon..maaf..kan...aku." pinta nya


"aku sendiri tidak Sudi memaafkan orang orang seperti kalian." ujr Gishella


Gishella tidak lagi mau mendengarkan semua ocehan dan rintihan yg keluar dari mulut pria itu. Gishella mengambil sebuah pistol lalu berjalan mundur beberapa langkah.


lagi lagi Gishella menyerang pria itu dengan menghujani tubuh nya dengan puluhan peluru secara membabi buta hingga akhirnya pria itu pun meregang nyawa di ujung pistol nya.


si wanita dan pemuda itu tak bisa menahan tangis melihat si pria itu tewas dengan mengenaskan. tubuh pria itu sudah hancur dibeberapa bagian tubuh nya. luka luka dan kulit nya yg mengelupas semakin membuat jasad nya menjadi mengenaskan.


Gishella pergi dan duduk kembali di sofa .


"giliran kalian , cepat selesai gw dh ngantuk" ujr Gishella.


tanpa menjawab perkataan Gishella Erick dan Edward berjalan maju , Erick dan Edward mengambil senjata nya masing masing.


pov Erick.


Erick mengambil sebuah katana lalu menyayat tubuh, tangan dan kaki pemuda itupun dengan acak.bahkan salah satu kaki dari pemuda itu hampir putus akibat sayatan katana nya.


"ck kurang bagus" ujr Erick, lalu Erick meletakkan katana nya dan mengambil sebuah pisau dan menusuk perut pemuda itu.dengan kasar Erick menarik pisau yg ada di perut nya . darah pun keluar dari seluruh luka yg ada di tubuh nya, tpi dia masih sadar dan mencoba bertahan dengan rasa sakitnya. Erick Dengan sengaja tidak membuka lakban yg ada di mulut nya karna dia ingin melakukan nya dengan tenang namun menyakitkan.


merasa sudah cukup bermain main Erick pun mengambil sebuah pistol dan menembak tepat di jantung pemuda itu, pemuda itu tewas seketika.


pov Edward.


beberapa saat yg lalu.


Edward sudah memegang sebuah pisau di tangan nya, namun dia kembali meletakkan nya dan memanggil seorang dari anggota nya .


seorang pria berumur 30an pun maju dan mendekat ke arah Edward.

__ADS_1


(kita anggap aj si anggota ini si A). Edward membisikan sebuah perintah pada si A. si A pun melakukan nya, pertama tama dia membuka ikatan tali si wanita itu dan membawanya pergi dari tempat itu .


Edward pun langsung kembali ke sofa nya dan duduk bersama Gishella.


di sofa Gishella sedang makan Snack sambil melihat bagaimana Erick menyiksa pemuda itu, Edward duduk di samping nya lalu menyenderkan kepalanya di bahu Gishella. Gishella pun membiarkan nya dan sesekali menyuapi Edward Snack yg sedang dia makan.


.


Erick mendatangi Gishella dan Edward yg sedang duduk di sofa , lalu bertanya pada Edward,"itu dia mau Lo apain?"


"kyk biasa biar anak buah gw yg urus" ujr Edward


"ternyata Lo masih aj gk berubah" ujr Erick


"buat apa gw berubah?" tnya Edward


"buat diri Lo sendiri lh" jwb Erick


"ya itu lh diri gw" jwb Edward santai.


"ayo kita pulang" ajak Gishella saat melihat Snack yg ada di tangan sudah habis.


"yudh ayo" ujr Edward berdiri.


Gishella dan Erick pun berdiri dan berjalan lebih dahulu diikuti Edward di belakang nya. mereka pun pulang ke Mansion.


sementara itu, wanita itu di bawa ke sebuah kamar dan di lepaskan lakban yg ada di mulut nya.


"apa yg mau kau perbuat?" tnya wanita itu


"karna perintah prince kau di akan di bebaskan" jwb si A


"benarkah??" tnya wanita itu tak percaya.


"hmm" ujr si A ambil memberi nya segelas air


"minum lh" ujr nya


"terimakasih" ujar wanita itu , wanita itu pun meminum nya.


si A pergi keluar dan meninggalkan wanita itu di kamar itu seorang diri.


di dalam kamar wanita itu masih tampak tak percaya dengan apa yg di dengar nya barusan.tpi itu tak berlangsung lama, karna tiba tiba seluruh tubuh nya memanas dan menegang, panas nya semakin menjadi hingga dia tidak tahan lagi dia pun melepaskan semua pakaiannya.


disaat itu si A kembali masuk bersama beberapa orang anggota lain nya.


melihat wanita itu sudah tidak berbusana, Anggota lain nya juga Langsung melepaskan pakaian mereka dan mulai mengilir wanita itu bergantian.


skip.


back to Gishella.


Gishella dan yg lain tiba di Mansion sekitar pukul 1 pagi, Edward dan Erick langsung masuk ke kamar nya sedangkan Gishella dia pergi ke dapur untuk mengambil sekaleng bir dan meminum nya di dapur.


mengingat kejadian tdi Gishella tersenyum puas, seolah dia baru saja mendapatkan Lotre.


namun tanpa dia sadari ada sepasang mata yg mengamati nya dari kegelapan, ada seseorang yg dtng mendekat ke arah Gishella.


.


"loh Lis kok kau blm tidur?" tnya Gishella


"mengapa kakak tersenyum seperti itu ?" tnya Alice , ya mata yg sedari tadi memperhatikan nya adalah Alice.


"senyum yg bagaimana?" tnya Gishella seolah tak paham


"aku melihat nya, kakak tersenyum dengan puas" ujr Alice


"bagaimana kau tau jika itu adalah senyuman karna rasa puas ?"tnya Gishella


"karna......." ....


end.

__ADS_1


__ADS_2