A Life

A Life
66. Restoran De Rose


__ADS_3

skip!


Gishella pulang ke Mansion , sesampainya dia di depan pintu Mansion dia melihat sebuah kotak berwarna putih Gishella mengambil nya dan membawa nya ke dalam Mansion.


dia duduk di ruang tengah dan memangku kotak putih itu, ukuran kotak itu cukup besar dengan tinggi sekitar 30cm . Gishella membuka pita silver yg mengikat kotak itu lalu membuka penutup kotak itu.


isi nya adalah satu set gaun berwarna hitam. bukan hanya pakaian , ada sebuah tas kecil , sepatu , dan perhiasan. Gishella mengeluarkan semua barang itu dari kotak dan di bagian bawah kotak dia menemukan sebuah surat.


Gishella mengambil dan membaca nya.


"Dear El, karna Lo udh berhasil nemuin tempat itu gw sengaja ngasih Lo sedikit hadiah kecil. oh ya ini sekaligus permintaan maaf gw atas apa yg terjadi dengan dua anak buah yg Lo kirim ke sana. Lo gk ush khawatir gw gk bunuh mereka kok, gw cuma kasih pelajaran yg setimpal sama mereka. mereka udh masuk ke area gw tanpa izin. dan satu hal lagi lebih baik berhenti kirim orang yg gk berkepentingan ke tempat itu atau mereka akan mati sia sia, gw gk akan melakukan pengampunan lagi. LV" baca Gishella


Gishella mengambil ponsel nya dan menelpon Edward.


mode call on.


"yeoboseo" ujr Gishella


"iya ada apa El?' tnya Edward


"gw mau tau apa yg terjadi sama orang yg Lo kirim kemarin bg" ujr Gishella


"mereka baik baik aj kok" ujr Edward


"jgn bohong sama gw, jujur aj apa yg terjadi sebenarnya?" tnya Gishella


"ok, mereka semua terluka cukup parah. mereka tertembak" ujr Edward


"gw sebenernya gk mau ngasih tau hal ini ke elo karna gw gk mau Lo jadi makin khawatir lagi" ujr Edward


"gw ngerti bg, tapi tanpa Lo kasih tau pun gw udh tau " ujr Gishella


"gw cuma memastikan aj" ujr ya lgi


"Lo tau dari mana?" tanya Edward


"gw dapet paket lagi, kali ini satu set gaun sama perlengkapan nya" ujr Gishella


"di dalam kotak itu juga ada surat nya dan di surat itu tertulis dia sengaja kirim paket ini buat ucapin selamat karna gw udh bisa melacak keberadaan rumah itu sekaligus permintaan maaf dia karna udh bikin orang kita jadi terluka" ujr Gishella


"kyk nya kita gk bisa tinggal diam lagi bg" ujr Gishella


"kita harus dtng kesana" ujr Gishella


"jgn gegabah" ujr Edward


"dari apa yg gw tau, rumah itu punya keamanan tingkat tinggi meski rumah itu kosong rumah itu di lindungi oleh persenjataan yg lengkap" ujr Edward


"kita harus susun rencana" ujr Gishella


"tunggu gw sama Erick balik , baru kita susun rencana kita" ujr Edward


"gw masih harus ngurus beberapa hal di sini" ujr Edward

__ADS_1


"jgn bilang Erick soal ini, jgn sampe perkerjaan berantakan karena hal ini" ujr Edward


"iya, bg" ujr Gishella


"yudh gw tutup telpon nya" ujr Edward


"iy bg" ujr Gishella


Edward mematikan telpon nya dan Gishella pun meletakkan kembali hp nya di samping nya.


Gishella mengambil gaun itu dan menjembreng gaun itu . di saat Gishella menjembreng baju itu, ada sebuah amplop putih yg terjatuh dari dalam baju itu. Gishella kembali meletakkan baju itu di meja dan mengambil amplop putih itu.


Gishella membuka amplop itu dan membacanya.


"pakai gaun itu, datang lah ke Restoran De Rose jam 8 malam. datang sendiri itu pun klo elo mau tau apa yg terjadi sebenarnya dan apa maksud dari semua ini" baca Gishella.


"apa gw harus datang?" tnya Gishella pada diri sendiri


"gw emg penasaran tapi gimn klo nnti semua ini adalah jebakan" ujr Gishella


"gw harus ngomong soal ini ke bg Ed" ujr Gishella.


"ehh tapi klo gw ngomong dia pasti gk akan biarin gw pergi sendiri" ujr Gishella


"jdi gw harus gimn?" tnya Gishella


"ah entahlah" ujr Gishella


Gishella melempar surat itu ke meja . Gishella merasa sedikit pusing, dia pun memijat keningnya dan bersender di sofa . Gishella berusaha menenangkan diri nya. tubuhnya mulai relax , hingga akhirnya Gishella tertidur di sofa.


sore hari.


Erick pulang dari kantor.


"aku pu(terhenti)" sapa Erick saat masuk ke rumah, namun terhenti karna dia melihat Gishella sedang tertidur di sofa.


Erick dengan hati hati berjalan mendekati Gishella, Erick mengambil sebuah surat yg tergeletak di meja dan membaca nya,dia pun merasa sedikit bersalah karna dia tidak tahu soal ini, Erick selalu sibuk dengan urusan kantor hingga jarang mengetahui apa yg terjadi di Markas.


Erick kembali meletakkan surat itu di meja dan pergi ke dapur untuk memasak makan malam, Erick memasak makanan kesukaan Edward dan juga Gishella dia juga membuat beberapa eskrim dan desert.


skip.


setelah selesai masak, Erick menata makanan itu di meja makan baru setelah itu dia pergi ke kamar nya. disaat dia melewati ruang tamu, dia sudah tidak melihat Gishella tidur disana. bahkan kotak berisi pakaian itu pun sudah tidak ad. Erick tidak banyak berfikir dia pun langsung pergi ke kamar nya dan membersihkan diri nya.


tak lama. Edward turun dan menuju ruang makan, Edward sudah pulang beberapa saat yg lalu . Edward lh yg membangunkan Gishella dan menyuruh Gishella untuk membersihkan diri nya dan segera ikut makan malam bersama.


..!


Edward, dia menunggu Erick dan Gishella di meja makan. lalu disaat mereka berdua datang mereka pun mulai makan malam bersama.


skip.


setelah selesai makan malam.

__ADS_1


Gishella berkumpul di ruang tengah , Gishella pun membahas tentang rencana pertemuan nya dengan si LV. Edward awal nya menolak namun karna Gishella berhasil meyakinkan nya Edward mulai luluh, tapi Edward tetap bersikukuh untuk mengantarkan Gishella ke tempat itu. Gishella akhir nya pasrah tapi dia tidak ingin di antar hingga ke tempat itu, Gishella meminta Edward dan Erick menunggu nya di taman yg berada tak jauh dari restoran itu. mereka setuju.


Gishella lalu pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian , Edward dan Erick juga bersiap.


...


ketiga turun ke lantai bawah, Edward dan Erick terpesona dengan kecantikan Gishella, Gishella berdandan sederhana namun tetap terlihat cantik dan elegan. kedua nya sempat terpaku sesaat.


Gishella berdiri di hadapan mereka dan melambaikan tangan nya. baru lah mereka tersadar dari lamunannya sesaat nya.


"ayo " ajak Gishella.


kedua nya mengangguk. mereka bertiga berangkat dan pergi ke restoran De Rose, Gishella turun di depan restoran lalu Edward dan Erick meninggalkan nya di restoran itu dan pergi dari tempat itu.


Gishella masuk ke dalam restoran, dia di sambut dengan baik oleh pelayan dan dia juga langsung di antar ke rooftop untuk bertemu dengan LV.


di rooftop.


Gishella berjalan menuju seorang pria yg sedang duduk membelakangi diri nya, begitu Gishella mendekat pria itu menoleh dan berdiri. pria itu menarikkan kursi untuk Gishella lalu mempersilakan Gishella untuk duduk baru setelah itu dia duduk. pria itu mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan sebuah topeng hitam polos yg menutupi tiga perempat wajah nya hanya tersisa mulut dan seperempat wajah nya yg terlihat.


"cantik" puji pria itu, melihat penampilan Gishella, Gishella hanya diam .


"silakan di nikmati makanan nya, gw udh pesen makanan yg paling enak disini" ujr pria itu alias LV. sambil makan


"gw dh makan, langsung aj ke inti nya" ujr Gishella


"setidaknya cicipi lah sedikit, Lo gk ush khawatir gw gk kasih sesuatu yg berbahaya di makanan atau minuman itu" ujr LV


"aisss" Gishella berdengus kesal


Gishella memakan steak daging sapi yg di pesankan oleh LV .dia hanya memakan beberapa potongan kecil.


"jadi Lo itu siapa?" tnya Gishella sambil makan


"gw LV " ujr LV


"gw gk ngerasa pernah kenal atau berhubungan dengan Lo" ujr Gishella


"kita berdua terhubung seiring dengan waktu" ujr LV


"semua tergantung sudut pandang Lo , gw kenal sama Lo tapi Lo engk" ujr LV lagi


"apa maksud Lo?" tnya Gishella


"jawaban nya hanya elo yg tau" ujr LV


"Lo harus cari tau sendiri" ujr LV


"gw minta Lo berhenti ganggu gw" ujr Gishella


"gw gk mau berurusan sama orang yg gk jelas asal usulnya" ujr Gishella


"gw kenyang, gw pergi sekarang" ujr Gishella, Gishella berdiri lalu pergi dari tempat itu. LV sendiri masih diam di tempat sambil melanjutkan makan nya. setelah kepergian Gishella, LV hanya menatap acuh .

__ADS_1


Gishella keluar dari restoran dan Edward serta Erick pun langsung menjemput nya. baru setelah itu mereka bertiga pulang ke Mansion. di perjalanan pulang, Gishella menceritakan semua yg terjadi dalam pertemuan nya, dia juga memberi tahu bahwa dia merasa mengenali suara dari LV. seolah dia pernah mendengar suara itu di suatu tempat. Edward hanya mendengar kan dengan seksama.


__ADS_2