
...
Pagi hari.
Gishella bangun dari tidur nya.dia merasa bingung karna dia bangun dan berada di ruang yang asing. Gishella berusaha untuk bangun tapi pergerakan nya malah membangunkan Edward yang tertidur di sebelah nya.
Edward bangun dan langsung membantu Gishella.
"Lo gpp?" tnya Edward
"ada yang sakit atau apa gitu?" tnya Edward
"gk ada kok bg, gw baik baik aj" ujr Gishella.
"klo Lo butuh apa apa bilang sama gw ya?" ujr Edward
"iyaa bg" ujr Gishella.
Edward melihat ke atas meja di sebelah tempat tidur Gishella, tiba tiba dia melihat sebuah amplop putih. Edward sudah menduga bahwa itu hasil tes kehamilan milik Gishella.
"owh ya , itu hasil tes kesehatan Lo" ujr Edward.
"ini?" tnya Gishella sambil mengambil surat itu. Edward mengangguk dan membiarkan Gishella membaca nya sendiri.
Gishella pun membuka amplop itu dengan rasa penasaran dan cemas karena Gishella khawatir kondisi cukup buruk saat itu.
Gishella membaca surat keterangan itu dengan seksama.
"bg ini serius?" tnya Gishella
"gw beneran hamil?" tnya Gishella
"iyaa, Lo hamil. sebentar lagi kita bakal jadi orang tua" ujr Edward sambil menyentuh perut Gishella.
"gw seneng banget bg " ujr Gishella senang. Gishella pun memeluk Edward dengan erat. Edward lalu membalas nya dan mengecup pucuk kepala Gishella.
"gw juga El, gw seneng banget. pokok nya abis ini Lo harus banyak istirahat. trs soal kerjaan Lo biar gw sama Erick yg handel semua nya." ujr Edward
"tapi bg masa iya gw harus di rumah terus?" tnya Gishella
"okeyy Lo boleh tetep kerja tapi Lo gk boleh maksain diri Lo " ujr Edward
"iya bg" ujr Gishella.
"skrng Lo istirahat aj dulu. gw bakal keluar bntr beli makanan buat Lo" ujr Edward
"Lo mau nitip sesuatu?" tnya Edward
"emm terserah Lo aj bg" ujr Gishella
"yudh Lo tunggu di sini" ujr Edward. Gishella mengangguk.
...
Edward datang dengan membawa makanan untuk diri nya dan Gishella, Edward juga membawa Paper bag yang berisi pakaian untuk mereka berdua .
kedua nya pun sarapan bersama sama.
siang hari, Gishella di periksa lagi oleh dokter dan dokter berkata Gishella sudah baik baik saja dan di perbolehkan untuk pulang.
Gishella pun berganti pakaian dan Edward mengemasi barang barang mereka. mereka berdua lalu pulang ke Mansion.
__ADS_1
...
Mansion.
kedua nya tiba di Mansion dan masuk ke dalam nya. begitu masuk mereka berdua melihat Erick, Mirae, Alex dan Alice serta Aiden sedang duduk bersama di ruang tamu.
Gishella dan Edward pun bergabung dan duduk bersama dengan mereka.
"kak Lo baik baik aj kan?" tnya Alice
"gw baik kok, malah skrng gw baik banget" ujr Gishella sambil tersenyum.
"kok bisa?" tnya Alice
"karna..." ujr Gishella sambil melihat perut nya lalu mengelus perut nya perlahan
"seriusan !!" tnya Mirae kaget
"Lo hamil El ??" tnya nya kaget
"hmm " ujr Gishella sambil mengangguk.
"beneran kak?" tnya Alice
"iyaa, nih klo kalian gk percaya kalian baca aj sendiri" ujr Gishella. ngasih surat keterangan kehamilan milik nya pada Mirae.
Mirae membaca nya bersama Erick. Alice yang penasaran pun mendekat ke arah mereka dan ikut membaca nya.
"selamat ya El atas kehamilan Lo" ujr Mirae.
"selamat ya bg" ujr Erick .
mereka pun saling memberikan selamat untuk Gishella dan Edward. Aiden yang sedari tadi duduk disana merasa sedikit bingung dan canggung. Aiden pun memberanikan diri nya lalu berjalan kearah Edward dan Gishella.
semua orang di rumah itu merasa bahagia mendengar berita kehamilan Gishella. mereka semua pun sepakat untuk merayakan nya dengan makan malam bersama.
Mirae lalu meminta Alice dan Alex untuk berbelanja kebutuhan rumah. sementara itu, Mirae dan Erick akan mulai menyiapkan segala sesuatunya di Mansion.
Alex, Alice dan Aiden pun pergi berbelanja bersama. Edward lalu mengajak Gishella naik ke lantai atas agar Gishella bisa beristirahat di kamar nya.
setelah itu Edward turun ke bawah untuk membantu Erick dan Mirae. setibanya di dapur, Erick langsung menghampiri Edward dan mengajak nya untuk berbicara berdua.
Edward bertanya ada apa, tapi Erick hanya berkata agar Edward mengikuti nya. kedua nya pun pergi ke ruang baca yang ada di lantai 1. mereka masuk ke dalam dan duduk di sofa.
"jdi ada apa?" tnya Edward
"emm sebenarnya gw udh lama banget pengen ngomongin hal ini ke Elo" ujr Erick.
"soal?" tnya Edward
"sebenarnya gw udh ngelamar Mirae di depan orang tua nya waktu gw ke Busan bareng dia" ujr Erick
"knp Lo gk ngomong?" tnya Edward
"maaf bg, gw bingung harus ngomong apa ke Elo" ujr Erick.
"trs , rencana Lo apa?" tnya Edward
"kami berdua sepakat buat nunda pernikahan kami smpe Lo sama El menikah nanti nya" ujr Erick
"knp Lo harus nunda pernikahan Lo?" tnya Edward
__ADS_1
"karna Lo lebih tua dari gw sama Mirae. jdi kami berdua gk mau melangkahi Elo." ujr Erick.
"jdi Lo ngomong semua itu skrng, karna Lo tau kondisi El dan Lo pasti pikir klo gw bakalan cepet nikahin dia?" tnya Edward
"iyaa bg , gw bohong klo gw gk pengen itu. apa lagi gw sama Mirae juga udh pacaran lama" ujr Erick
"oke, gw pikirin semua nya. nnti gw juga bakal kasih tau El dan minta pendapat dia" ujr Edward
"nanti kita cari aj jalan tengah nya" ujr Edward
"iya bg" ujr Erick
"apa ada yg lain?" tnya Edward
"ngk ada , cuma itu " ujr Erick
"yudh, gw bakalan keatas buat ngomongin ini sama El. gw gk bisa bikin Lo nunggu lebih lama lagi." Ujr Edward
"Lo gk perlu terburu-buru, gw gk mau semua nya mendadak" ujr Erick.
"tenang aj, sebelum Lo bilang soal ini pun gw udh pikirin semua nya dari jauh jauh hari" ujr Edward
"jdi Lo gk perlu berpikiran seperti itu" ujr Edward.
"thnk ya bg" ujr Erick
"hmm" ujr Edward.
Edward pun berdiri dan keluar dari ruang baca lalu berjalan ke dapur untuk mengambil segelas jus untuk Gishella. lalu dia naik keatas dan masuk ke kamar nya. sementara itu, Erick kembali ke dapur dan membantu Mirae.
...
kamar Edward dan Gishella.
Edward masuk ke kamar dan duduk di sebelah Gishella yang sedang bersandar di tempat tidur. Edward memberikan jus itu , Gishella pun meminum nya.
Edward meletakkan gelas itu di atas meja.
"El, gw punya hadiah buat Lo" ujr Edward
"hadiah apa?" tnya Gishella
"tutup mata Lo" ujr Edward
Gishella pun menutup mata nya.
Edward berdiri dan berjalan menuju lemari yang ada di sudut ruangan, dia membuka lemari itu dan mengambil sesuatu dari dalam laci.
Edward lalu duduk lagi di depan Gishella.
"Lo boleh buka mata Lo setelah hitungan ke tiga" ujr Edward
"1...2...3" ujr Gishella, Gishella membuka mata nya.
...
.
.
.
__ADS_1
.
end