
lnjt...
Edward mengangkat telepon nya di ruang pribadi nya. dia mendengarkan semua hal yg ingin di sampaikan oleh si penelepon lalu di akhir pembicaraan Edward bilang bahwa Edward akan datang menemui sekarang juga. Edward mematikan sambungan telepon nya lalu naik ke atas ke kamar nya berganti pakaian. Bru turun lgi untuk menemui Alex dan Alice.
"aku harus pergi" ujr Edward
"apa kalian tidak apa apa jika ku Tinggal?" tnya Edward
"abg mau kmn?" tnya Alex
"ada urusan pribadi" jwb Edward
"kapan abg akan pulang?'' tnya Alice
"mungkin larut malam atau bahkan bisa saja besok pagi" jwb Edward
"tpi aku akan berusaha untuk pulang secepatnya" ujr ny lgi
"iya bg , abg pergi aj aku bisa kok urus diri ku sendiri" ujr Alex
"udh abg klo mau pergi ya pergi aj, aku bkln bantu jaga bg Alex" ujr Alice
"kalian nnti makan malam aj duluan jgn tunggu abg" ujr Edward.
"yudh abg pergi dulu" lnjt ny
"hati hati bg" ujr Alice
"iya" ujr Edward lalu pergi.
setelah Edward pergi.
"apa kau sudah melihat barang barang yg dibelikan bg Ed tdi?" tnya Alex
"blm , aku blm sempat membuka paperbag ny" ujr Alice
"yudh kita cek sekarang yuk" ajak Alex
"yudh ayo" ujr Alice
"apa kau butuh bantuan?" tnya Alice
"tidak perlu" jwb Alex
Alex dan Alice pun pergi ke kamar Alice untuk mengecek belanjaan yg tdi di letakan para pekerja di kamar itu.alex dan Alice membuka satu persatu Paper bag dan menata nya di kamar Alice baru sisa nya di tata di kamar Alex.
"mau makan apa mlm ini?" tnya Alice
"apa saja lh" ujr Alex
"aku akan memasak , lebih baik kau bersihkan diri mu lalu dtng lh ke meja makan" ujr Alice
" iya iya" jwb Alex
Alice pun memasak dan Alex masuk ke kamar nya untuk mandi dan bersiap untuk makan malam. selesai masak Alice pergi ke kamar nya untuk mandi baru kemudian dia kembali lagi ke ruang makan.
Alex sudah menunggu nya di ruang makan. Alice datang lalu duduk kedua nya pun makan malam bersama.
POV Edward.
Edward pergi ke markas Setelah menerima telpon dari salah satu mata mata yg di berikan tugas untuk mencari tau ttng orang orang yg terlibat dalam masalah Alex dan Alice.
Edward langsung masuk ke ruangan nya dan mengecek file yg di kirim oleh mata mata itu. setelah mengecek nya dia memerintahkan Beberapa orang anggota nya untuk menangkap orang orang itu.
anggota nya pun melaksanakan perintah itu kemudian menangkap beberapa orang yg terlibat lalu memasukan kedalam penjara yg ada di ruangan bawah tanah markas.
Edward masuk ke ruang penjara bawah tanah, satu jam setelah orang orang itu di masukan dalam penjara.
Edward berdiri di depan sel , lalu memerintahkan pada anggota nya untuk mengeluarkan orang orang itu dan mengikat nya di kursi .
Edward menatap dingin ke arah orang orang itu, kini depan nya ada tiga orang yg sedang diikat di kursi , mata mereka juga ditutupi oleh kain hitam. sudah tak ada perlawanan dari ketiga orang itu tidak seperti disaat mereka bertiga di tangkap dan di masukan ke penjara.
orang pertama didudukkan di kursi paling kiri, dia adalah seorang pria paruh baya , berbadan besar dengan tinggi kira kira 180cm lebih, di sebelah nya duduk lh seorang wanita yg tidak terlalu jauh pautan usia nya dari si pria paruh baya itu. kemudian di kursi paling kanan duduk lh seorang pemuda yg kira kira berumur sekitar 20an , berbadan tegap , tinggi nya melebihi pria paruh baya. pemuda ini juga memiliki wajah yg cukup rupawan namun dari wajah nya terpampang jelas tempramen nya yg sangat lh buruk.
Edward memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan penutup mata orang orang itu.
__ADS_1
ketiga orang itu perlahan membuka mata nya lalu melihat ke sekeliling nya lalu mata mereka tertuju pada seorang pria bertopeng yg dudu di depan mereka.
"kau siapa?" tnya salah satu dri mereka
"apa urusan mu dengan kami?" tnya ny lgi
"tidak penting siapa aku, yg penting kalian semua punya urusan dengan ku" ujr si pria bertopeng yg tak lain adalah Edward sendiri.
"kalian telah membunuh adik ku" ujr Edward
" siapa adik mu?" tnya si pemuda
" kami bahkan tidak mengenal mu bagaimana kami bisa membunuh adik mu?" tnya si wanita itu.
"beberapa hari yg lalu di jalan Z" ujr Edward
ketiga nya tampak sedikit terkejut mendengar nama jalan itu di sebut.
."dua anak kecil tewas setelah mengalami penganiyaan dan ketika mereka sedang sekarat kalian bukan nya membawanya ke rumah sakit malah meninggalkan nya di pinggir jalan" ujr Edward.
"ba ba bagaimana mungkin?" ujr si wanita tergagap
"kami tidak terlibat " sanggah pria baya.
"baiklh jika kalian memang tidak terlibat" Ujr Edward
"masukkan mereka kembali ke dalam sel" ujr Edward tegas
"biar My Queen Hell's yg akan menentukan mereka bersalah atau tidak ny" lnjt nya.
ketiga orng itu pun di jebloskan lagi ke dalam penjara, sedangkan Edward pergi ke ruangan ny.
di ruangan itu, Edward tampak sedang sibuk mengetik beberapa dokumen atau semacam rincian.
beberapa jam kemudian.
akhirnya Edward selesai membuat dokumen yg di minta oleh Gishella, dia pun langsung mengirim dokumen itu via email.
Edward bersender di kursi nya , lalu dia mengangkat tangan kiri nya dan melihat jam Tangan ny.
Edward pun bergegas pulang.
Edward tiba di rumah sekitar jam 2 pagi. setiba nya di rumah, pertama tama dia mengecek keadaan Alex, melihat Alex masih tertidur dengan pulas Edward pun senang. kemudian dia membuka pintu kamar Alice dan Edward melihat Alice tengah meringkuk di atas tempat tidur nya.
Edward berjalan mendekat ke arah ny, lalu duduk di tepi tempat tidur Alice
"apa kau baik baik saja ?" tnya Edward
mendengar suara Edward , Alice pun membuka mata nya lalu spontan memeluk Edward. Edward terkejut dengan hal itu namun dengan penuh kelembutan Edward membalas pelukan nya smbil mengusap rambut Alice, Alice pun merasa lebih tenang.
Alice melepas pelukan nya lalu duduk di hadapan Edward, Alice menatap Edward dengan perasaan sendu.
"sudahlah jgn menangis lagi" ujr Edward smbil mengelap air mata Alice yg berlinang di kelopak mata ny.
"tidak akan terjadi apa pun" ujr Edward
"kau tenang saja, disini masih ada aku , kak El , Erick dan juga Alex " ujr Edward
"kini disekeliling mu akan ada kami yg selalu bersama mu" ujr Edward.
Alice hanya terdiam lalu mengangguk.
"kembali lh tidur" ujr Edward
"ini sangat awal untuk bangun" ujr Edward
"apa abg baru saja kembali?" tnya Alice
"iya , blm lama tdi " jwb Edward
"tidur lh aku juga akan ke kamar ku dan tidur" ujr Edward
"bisa gk bg Ed nemenin aku disini?" tanya Alice
"ya setidaknya hingga pagi hari " ujr Alice
__ADS_1
"ya baiklh, tpi mungkin aku akan pergi sebelum kau bangun" ujr Edward
"kenapa?" tnya Alice
"kau kan tau aku selalu berolahraga di pagi hari jadi aku akan bangun lebih awal " ujr Edward
"aku ikut" ujr Alice
"iya iya kau boleh ikut" ujr Edward
"tpi sekarang kau tidur dulu" ujr Edward
Alice pun berbaring di sebelah Edward yg sedang duduk bersender di pinggir tempat tidur. Edward mengusap kepala Alice perlahan Alice pun tertidur. Edward pun ikut tertidur sambil bersandar di dinding tempat tidur.
pov Gishella.
di London.
Gishella baru saja selesai makan malam bersama Erick , kini dia sedang berada di kamar nya untuk memeriksa email yg di kirimkan Edward beberapa saat yg lalu. Gishella tersenyum smirk setelah membaca setiap detail dari dokumen yg di kirimkan Edward.
tak lama.
tok tok tok
Erick masuk ke dalam kamar Gishella, lalu di samping Gishella yg saat itu tengah duduk di atas kasurnya.
"wae?" tnya Gishella
"gw tdi dapet telpon dari asisten Tuan Anderson, dan besok kita sudah bisa teken kontrak lalu dua hari kemudian kita akan ada jamuan resmi untuk perayaan kerjasama kita "
"jadi kita masih perlu beberapa hari lgi ?" tnya Gishella
"seperti begitu" ujr Erick
"bisa gk di percepat?"tnya Gishella
"ngk bisa" ujr Erick
" Tuan Anderson sudah punya rencana lain dan itu tidak bisa di ganggu gugat" lnjt Erick
" ya baiklh" ujr Gishella pasrah
"bsk kita ketemuan jam 11 " ujr Erick
"yudh gw balik dulu ke kamar" ujr Erick berdiri dan berjalan keluar
"night Rick" ujr Gishella
"too El" ujr Erick . Erick pun pergi ke kamar nya lagi.
Gishella pun menyimpan laptop nya lalu beranjak tidur.
back to Korea.
pov Edward.
Edward bangun tepat jam 5 pagi seperti biasa nya dia langsung membangunkan Alice , Alice pun bangun dan langsung ke kamar mandi. Edward pun pergi ke kamar nya untuk bersiap olahraga.
15 menit kemudian.
Edward dan Alice berkumpul di ruang gym. mereka melakukan pemanasan bersama. setelah itu Edward mengajari Alice beberapa gerakan dasar dalam beladiri.
skip.
setelah lebih dari satu jam berlatih, Edward dan Alice pun menyelesaikan latihan nya lalu kembali ke kamar masing masing untuk membersihkan diri.
kemudian Edward turun dan menuju kamar Alex , begitu membuka pintu kamar Alex , Edward melihat Alex sedang berusaha untuk naik ke atas kursi roda seorang diri dan akhirnya Alex berhasil. Edward pun senang melihat perkembangan Alex . Edward menghampiri Alex lalu bertanya "apa kau perlu sesuatu?"
"ngk bg, aku bisa urus sisa nya sendiri" jwb Alex
"ya baiklh" ujr Edward
"setelah itu segeralah dtng ke ruang makan" ujr Edward
"iya bg" ujr Alex
__ADS_1
Edward pun pergi ke dapur untuk membuat sarapan.