
(Di Atas Motor)
Di sepanjang jalan tama dan della mengobrol hal biasa , karna della yang mengajak tama mengobrol, tama hanya menjawab setiap pertanyaan dari della ,sampai dipersimpangan jalan della meminta tama untuk berbelok ke arah kiri ,ia ingin lewat didepan salah satu SMA favorite dikota sana
"Kak Belok ke kiri ya , kita lewat didepan SMA 1 aja " pinta della
"Oke del , apa alasan kita harus lewat sana? "
"Iya kak ,sebenarnya dulu pas lulus smp , della ingin sekolah disana ,tapi orang tua della ga setuju mereka ingin della masuk ke sekolah kejurusan seperti SMK " jawab della dan wajahnya yang tampak sedih
tama melihat della dari kaca spionnya , ia melihat wajah della yang tampak begitu sedih hanya diam dan merasa kesal dengan dirinya sendiri ,karna ia tidak bisa melakukan apa apa ketika della sedang bersedih
"bangs*at begitu menyedihkannya diriku ,aku tidak bisa melakukan apa - apa ketika perempuan yang sangat kusukai sedang bersedih , menghiburnya dengan kata-kata pun aku tidak bisa !" Ucap tama dalam hati
sesampai didepan SMA 1 tama mengurangi kecepatan laju motor yang dikendarai nya dan memerhatikan sekolah yang begitu bagus dan berkelas , sebenarnya dulu tama juga berniat masuk ke SMA 1 tapi ia mengurungkan niatnya karna suatu alasan
"*della? , sebenarnya kakak dulu juga ingin ke sekolah ini "
"eh kakak juga? , terus kenapa kakak ga jadi masuk ?,apa kakak diminta sama orang tua kakak untuk masuk sekolah kejuruan juga,sama seperti della*?"
"*Bukan del , orang tua memang menginginkan kakak untuk masuk ke sekolah kejuruan , tapi ia tidak memaksa kakak untuk harus masuk kesekolah yang mereka ingin , kakak punya alasan sendiri kenapa kakak lebih memilih masuk ke sekolah kita yang sekarang"
"hmm gitu ya kak*"
__ADS_1
setelah melewati SMA 1 , mereka bertemu para siswa siswi SMA disana yang tengah nongkrong , lalu ada sekelompok siswa disana yang memperhatikan mereka berdua
"Hei hei Boy ,liat tuh , itu bukannya della ya, cewek yang lu tembak kemarin? Berarti kemarin lu ditolak boy? " Ucap Rendi salah satu siswa SMA 1
"iya bangs*at gue ditolak sama tu cewek , tapi gue ga tau kalau dia punya cowok ,kemarin dia bilang ga ada pacar " Ucap Boy sambil mengepalkan tangannya
"kita samperin ga boy? berani amat mereka siswa norak kayak mereka lewat sini " ucap Bobi salah satu komplotan Boy dengan penuh semangat
"Ga usah ,mending kita pantau apa benar tuh cowok pacarnya della " ucao boy
mendadak perasaan tama jadi tidak enak , dan ia melihat komplotan siswa SMA 1 yang tengah memerhatikan mereka , merasa tidak nyaman diperhatikan ia langsung menambah kecepatan motor nya dan melaju dengan cepat didepan Boy dan teman-temannya
"Ehh...kenapa jadi ngebut kak? " tanya dela karna bingung melihat tama menambahkan kecepatan motornya
"hmmm ga usah deh kak , mending kita pulang aja , Panas ni dan juga badan della capek ni ingin cepat-cepar tidur siang hehe , maaf ya kak "
"ya udah deh della gapapa kok "
tama pun pergi mengantar della kerumahnya dan setelah itu tama langsung pulang kerumah ,ia merasa begitu sedikit kecewa karna baru sebentar jalan berdua della malah minta pulang , sesampai dirumah tama memarkirkan motor disamping rumahnya , mengganti pakaian sekolahnya setelah itu makan siang dan langsung bekerja (cuci motor dan mobil)
2 jam berlalu , tama masih bekerja mencuci sebuah mobil ,baju dan celana pendek basah kuyup ,wajah tangan dan kaki begitu kotor ia tidak malu sama sekali jika ada wanita apa lagi teman sekolahnya melihat keadaannya ketika bekerja ,di jalanan di depan tempat tama bekerja ia melihat sebuah mobil mewah sedang melintas ,tama menyipitkan matanya dan melihat orang didalam mobil itu, ternyata seseorang yang berada didalam mobil bewah itu ialah della dan orang yang mengendarai mobil tamoak seperti laki-laki
tama hanya terdiam , hatinya begitu sakit melihat seseorang yang disangat disukainya telah berbohong kepadanya , lalu tama melihat pakaian yang ia kenakan .
__ADS_1
"tadi ia mangatakan bahwa ia capek dan ingin tidur ,tapi apa yang barusan gue liat? hmm
.. gue kenapa sih jelas jelas keadaan gue begini , ya jela tidak selevel lah , gue mah cuma anak miskin yang hanya bekerja sebagai tukang cuci
setelah melihat yang sebenarnya tidak ingin tama lihat , moodnya hancur seketika tapi ia tetap gigih bekerja karna memang itu pekerjaan yang harus ia lakukan
(kesokan harinya disekolah)
tama hanya duduk diam dibangkunya , ia hanya memerhatikan siswa siswi lain yang tengah asik dengan urusan mereka masing masing
"Kalian beruntung yah ,hidup berkecukupan tidak memikirkan masalah perekoniman ,seperti tidak ada beban hidup sama sekali " gumam tama
Tama yang dari tadi hanya bergumam sendiri tentang nasib hidupnya , tiba-tiba tedy,irfan,dan ryan datang menghampirinya
"bro , kantin yuk merok*k " ucap teddy sambil duduk diatas meja tama
"duluan aja deh gua mager nih " jawab tama
"hei teman yang lain udah pada nunggu dikantin , dan juga nanti keburu jam istirahatnya keburu habis" Ryan mengajak tama dengan menarik tangan si tama
"haah.. iya deh ,kalian ada rok*k kan? gue belum beli soalnya " tama mengikuti ryan yang terus menariknya
" santai aja ,stock udah kami beli tadi pagi " teddy menunjukkan sakunya yang tercetak bungkus rok*k
__ADS_1
"asikk ngepul trus seharian nih , yok ligat ligat ntar keburu habis jam istirahatnya" tama kegirangan karna dapat rok*k gratis (wkwk)