
skip.
Mansion.
setiba nya di Mansion mereka langsung masuk ke kamar masing masing dan beristirahat.
kamar Gishella.
Gishella baru saja selesai berganti pakaian dan sedang berbaring di kasur nya. Gishella berusaha untuk tidur namun dia kesulitan dan akhirnya dia memutuskan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan kantor yang sempat tertunda.
Gishella bangun dan pergi ke ruang kerja nya.
Gishella kembali sibuk dengan tumpukan berkas yang harus dia periksa.
setelah memilah beberapa berkas, Gishella mulai terasa mengantuk hingga akhirnya dia tertidur di meja kerja nya.
...
Gishella membuka mata nya , dia melihat sekeliling namun semua gelap. dia mencoba melangkah sambil meraba raba. dia merasa ada yang aneh dengan kedua tangan nya yang tampak basah dan terus meneteskan cairan kental. Gishella lalu melihat kedua tangan dan menyadari bahwa kedua tangan nya berlumuran darah.
seketika Gishella panik , dia juga langsung melihat ke arah tubuh nya yang juga berlumuran darah.
dari kejauhan terdengar suara seseorang meminta tolong. Gishella berlari ke arah suara itu. begitu dia mendekat dia melihat seorang pria yang terbaring dengan luka di sekujur tubuh nya.
Gishella memanggil orang itu dan mencoba mendekati nya. namun orang itu seolah tak merasakan kehadiran Gishella.
bahkan ketika Gishella berjongkok di hadapan nya dia masih tidak melihat keberadaan Gishella. Gishella memperhatikan pria itu.
"bg Ed !! " ujr Gishella kaget hingga terduduk lemas.
"ngk ngk ngk mungkin, itu pasti bukan bg Ed" ujr Gishella sambil beringsut mundur.
tiba tiba Gishella terhenti karna ada sesuatu yang di todongkan ke kepala nya.
"kalian harus mati"!! ujr seseorang yang menodongkan senjata ke Gishella. Gishella sempat terpaku namun dia langsung melakukan perlawanan dan mengambil senjata itu lalu menembak orang tadi.
dorr!! dorrr!! (dua tembakan yang tepat sasaran)
pria itu langsung tergeletak tak berdaya.
"gk gk mungkin, gk mungkin " ujr Gishella yang tak percaya dengan apa yang dia lihat. sekujur tubuh nya menjadi lemas hingga dia terduduk tiada daya.
Gishella terkejut melihat orang yang tadi dia tembak adalah Edward. Gishella terdiam tanpa bisa berkata kata lagi, Gishella lalu berusaha berdiri untuk berjalan menuju Edward namun dia tidak bisa mendekati Edward karna ada sebuah penghalang seperti kaca transparan yang membatasi diri nya . Gishella memanggil manggil nama Edward berulang kali agar Edward bisa sadar.
Gishella merasa frustasi, Gishella lalu mengambil lagu senjata api yang tadi dia gunakan untuk menembak Edward, dengan tangan yang gemetar Gishella secara membabi buta menembaki dinding penghalang itu namun hasil nihil.
"bg Ed !!! bangun bg !!! bangun!!" ujr Gishella
"Lo gk boleh pergi , gw masih butuh Lo bg" ujr Gishella putus asa
"bg Ed!!" panggil Gishella.
__ADS_1
"BANG EDWARD!!!!" teriak Gishella.
Gishella pun tersadar dan bangun dari tidur nya. Gishella menangis tanpa suara , dia bahkan tak sanggup berkata kata .nafas tak beraturan begitu detak jantung nya yang berdegup kencang.
perlahan Gishella mencoba berdiri dan berjalan dengan tertatih menuju kamar tidur nya. begitu masuk Gishella lalu membuka laci meja dan mencari beberapa botol obat . Gishella mengambil obat obatan itu dan meminum nya sekaligus.
Gishella terduduk di lantai sambil bersandar di ranjang nya. dia menekuk kedua lutut nya dan menenggelamkan wajahnya.
...
*semenjak kejadian di Villa nya hari itu, Gishella sering mengalami mimpi buruk dan mimpi buruk itu menjadi lebih parah setelah kejadian yang menimpanya sebulan yang lalu. jadi tanpa sepengetahuan Edward mau pun Erick, Gishella pergi ke psikiater untuk mendapatkan resep obat penenang. sejak hari itu, Gishella hampir selalu meminum obat itu di setiap kali dia bermimpi buruk.
...
back to story*'.
...
Gishella perlahan mulai tenang dan merasa lebih nyaman dari sebelumnya tapi dia masih enggan untuk beranjak dari tempat nya duduk.hingga akhirnya dia kembali tertidur dalam keadaan seperti itu hingga pagi hari.
...
sementara itu.
di LA
pagi hari.
Reyhan bangun dan keluar dari kamar setelah bersiap siap. kemudian dia sarapan bersama anggota yang lain di kantin Markas. setelah sarapan dia langsung mengerjakan semua perintah Edward.
setelah itu dia menelepon Alex untuk mengajak nya bertemu tanpa Alice ikut bersama mereka. setelah mengatur janji dengan Alex , Reyhan kembali fokus dengan pekerjaan Markas nya seperti biasa.
skip.
siang hari.
Reyhan pergi meninggalkan Markas untuk menemui Alex di cafe sesuai janji mereka tadi pagi.
cafe.
Reyhan masuk dan mencari tempat duduk yang jauh dari orang orang. lalu dia memesan minuman dan beberapa cemilan ringan.
tak lama Alex datang dan langsung duduk di meja yang sama dengan Reyhan.
"pesen aj dulu, baru nnti kita ngobrol" ujr Reyhan (dalam.bahasa Inggris)
"iy bg" ujr Alex.
Alex memesan minuman untuk nya .
pesanan mereka pun datang .
__ADS_1
"semalem Edward nelpon gw" ujr Reyhan membuka topik pembicaraan
"bg Ed nanya ap?" tnya Alex.
"yg pasti dia tanya soal kalian". ujr Reyhan
"dia nanya gimn keadaan kalian, gimn keseharian kalian" ujr Reyhan
"cuma itu aj?" tnya Alex
"iya, sebenarnya gw ngajak Lo kesini buat bahas soal Alice" ujr Reyhan
"kapan Lo bakalan cerita semua ke Alice?" tnya Reyhan
"gw masih belum bisa bg, gw takut Alice drop lagi" ujr Alex
"tapi jujur gw gk tenang kyk gini terus" lnjt Alex
"gw paham perasaan Lo, tapi gw takut dia malah tau kebenaran nya dari orang lain " ujr Reyhan
"dan klo itu smpe terjadi , gw yakin Alice pasti kecewa" ujr Reyhan lagi.
"itu pasti bg, tapi ya gw bisa ap? gw juga gk berdaya" ujr Alex
"gw terlalu takut buat ceritaiin semua nya ke Alice" ujr Alex
"tapi cepat atau lambat dia tetep harus tau" ujr Reyhan.
"nanti gw pikirin lagi lh bg" ujr Alex
...
Reyhan tidak berani berbicara lebih tentang mereka,
tak lama Alex mengatakan dia harus segera pergi , Reyhan pun juga berkata dia harus kembali ke Markas. mereka pun meninggalkan cafe itu dan pergi ke tempat tujuan mereka masing masing.
...
back to Korea.
pagi hari.
Edward sudah bangun sejak pagi dan sedang membuat Sarapan untuk mereka makan bersama-sama. tak lama Erick turun dan membantu nya.
makanan sudah selesai di masak namun Gishella masih belum juga turun. Edward meminta Erick untuk memanggil Gishella agar segera turun dan sarapan bersama.
Erick naik ke lantai atas dan menuju kamar Gishella. Erick mengetuk pintu kamar Gishella namu tidak ada jawaban. lalu Erick memutuskan untuk masuk. begitu dia masuk dia tidak melihat Gishella di tempat tidur nya . untuk sejenak dia berpikir bahwa Gishella sedang mandi.
Erick pun berteriak memanggil Gishella dan meminta nya untuk segera bersiap dan turun sarapan. namun tidak ada sahutan juga.
Erick mulai merasa bingung karna dia tidak mendengar suara air dari kamar mandi. Erick pun memutuskan untuk menunggu Gishella di kamar nya. Erick berjalan menuju jendela kamar Gishella dengan niat untuk membuka gorden kamar Gishella.
__ADS_1
baru beberapa langkah dia melangkah ke depan. mata tertuju pada .....