
lnjt...
Edward dan Gishella masuk ke rumah itu baru tiga langkah mereka masuk ke dalam rumah, pintu itu secara otomatis terkunci.
rumah itu sangat gelap namun tak lama kemudian semua lampu di ruang itu menyala dan menyinari setiap sudut ruangan.
"Wellcome to my home" ujr seseorang yang entah dari mana asal nya.
"siapa ?" tnya Gishella
"akhirnya Lo dtng juga , gw dh lama nunggu disini" ujr orang itu.
Edward berusaha mencari asal suara itu, dan dia hanya menemukan sebuah speaker yang menyala.
"itu hanya sebuah rekaman" ujr Edward
"jdi rumah ini kosng?" tnya Gishella
"seperti nya begitu" ujr Edward
"sekarang apa yang akan kita lakukan?" tnya Edward
"kita ( terpotong) " ujr Gishella
"karna Lo udh disini, itu arti nya Lo penasaran sama gw. gw bakalan kasih kalian petunjuk asal kalian bisa ngejalanin satu tantangan dari gw" ujr rekaman itu.
"kalian masuk ke ruangan berpintu putih di dalam sana misi Lo akan di mulai" ujr rekaman itu
"gimn?" tnya Edward
"lakuin aj, udh kepalang tanggung" ujr Gishella.
Gishella dan Edward masuk ke kamar berpintu putih itu. mereka berdiri di depan sebuah papan tulis. di sudut papan tulis itu terselip sebuah amplop putih. Gishella mengambil dan membaca nya.
"selesai permainan kata itu, dan tebak inisal gw. Lo punya waktu satu jam. setiap kali Lo salah menebak makan waktu Lo akan berkurang dan klo waktu Lo habis maka akan boom alias meledak" baca Gishella.
"disini ada sebuah boom, lebih baik kita pergi" ajak Edward.
"kalian tidak akan bisa pergi sebelum menyelesaikan permainan ini" ujr seseorang Entah dari mana.
semua pintu di rumah itu terkunci dan itu membuat Edward dan Gishella terkurung di kamar tempat mereka masuk tadi.
"klo gitu berati kita harus menyelesaikan semua ini." ujr Gishella
"Rick Carikan gw semua kombinasi nama dari LV" ujr Gishella
"oke bntr" jwb Erick.
"gw dapet, ada bnyk banget" ujr Erick
"waktu gw gk bnyk" ujr Gishella
__ADS_1
"kasih gw beberapa kata pilihan Lo" ujr Gishella
Erick pun menyebut beberapa nama random yang mengunakan huruf L dan V dalam kombinasi nya.
Gishella mulai memasukan kombinasi nama pertama, namun salah dan itu membuat hitungan mundur di mulai. lalu Edward menyarankan sebuah nama pada Gishella. Gishella juga mencoba nya namun tetap saja salah.
waktu bergulir semakin cepat karna Gishella sudah salah memasukkan kombinasi nama sebanyak lima kali. Waktu nya kini hanya kurang 5 menit lagi.
"coba Lo pake ini, live" ujr Edward
"artinya selamat, mungkin itu kunci nya" ujr Edward
"gw kurang yakin soal itu, karna di surat itu tertulis inisial dia."ujr Gishella
"live....evil " cetus Erick
"kata live kalo di balik menjadi kata evil, ini lebih masuk akal untuk inisial dia" ujr Erick
"Lo taukan dia seperti iblis dalam bentuk manusia" ujr Erick
"masuk akal," ujr Gishella.
"apa Lo yakin?" tnya Edward.
"waktu kita sekarang kurang dari satu menit , gw harus ambil keputusan sekarang" ujr Gishella
"gw gk mau ada yang celaka." ujr Gishella
tak lama kemudian dari sebuah lemari yang berada di sebelah papan tulis itu bergeser dan terlihat lah sebuah brangkas perak. Gishella dengan hati hati mendekat dan memperhatikan brangkas itu.
"analisis brankas ini" ujr Gishella.
"oke" jwb Erick.
"seperti nya ini memiliki sandi yang sama dengan kata kata yang baru aj kita susun" ujr Edward
"liat lh, disana tersusun huruf dan angka" ujr Edward
"masuk akal" ujr Gishella
"klo kita liat lebih dekat, semua huruf huruf itu menunjukkan dua kombinasi angka." ujr Edward
"gw dapet, brankas modifikasi dengan sandi minimal 8 huruf atau angka kombinasi.
"nah kan bener, berarti setiap huruf kemungkinan merupakan kombinasi dari dua angka" ujr Edward
"huruf E ada di baris 1 dan kolom 5 berati 15" ujr Gishella
"bingo" ujr Erick
"gw yakin, itu maksud nya" ujr Erick
__ADS_1
"oke gw coba" ujr Gishella
Gishella memasukkan semua kombinasi angka itu ke sandi brankas. dan benar saja brankas itu terbuka, dan mereka melihat sebuah koper kecil dengan sebuah surat di dalam nya.
Gishella mengambil koper dan surat itu, lalu dia menyerahkan koper nya ada Edward agar dia bisa membaca surat itu.
"waktu kalian kurang dari dua menit untuk pergi meninggalkan rumah ini atau kalian akan hancur bersama rumah ini"itu lh yang tertulis di surat itu.
tak lama mereka mendengar sebuah suara jam berdentang di seluruh ruangan itu. Gishella dan Edward yang mengerti maksud dari surat itu pun memerintahkan semua unit nya untuk mundur dan berlindung.
sementara itu Edward berjuang menghancurkan pintu itu dengan tendangan nya. hingga akhirnya dia dan Gishella bisa keluar dari rumah itu di saat yang hampir bersamaan rumah itu meledak dan hancur seketika.
Gishella dan Edward terpental akibat ledakan itu. namun syukur lah kedua hanya mengalami luka ringan. Erick memimpin tim nya dan memperingatkan mereka agar kembali ke villa dan mengobati para anggota yang ikut terluka dalam ledakan itu.
Erick membaringkan tubuh Gishella di kamar nya dan salah satu anggota pun ikut membaringkan tubuh Edward di sebelah Gishella. Erick memerintahkan anggotanya itu untuk mengambil kan air dan handuk serta kotak P3K. setelah memberikan semua itu pada Erick anggota itu pergi meninggalkan Erick.
Erick dengan telaten membersihkan wajah dan tubuh Edward dia juga mengobati luka yang ada di bahu dan kepala Edward. Edward terluka karna terkena puing puing rumah yang terlempar ke arah nya karna dia melindungi Gishella. sementara itu seperti nya Gishella hanya mengalami luka di kepala akibat benturan .
Erick juga membersihkan wajah Gishella dan mengobati luka Gishella. saat ini Gishella dan Edward masih pingsan akibat shock pasca ledakan .di saat kedua di selamat kedua masih sadar namun mereka pingsan dalam perjalanan pulang.
tempat ini berada di tempat yang sepi, maka dari itu membutuhkan waktu untuk dokter datang ke villa mereka.
menjelang pagi hari, beberapa dokter dan perawat datang untuk mengecek keadaan anggota dan juga Gishella serta Edward yang terluka.
"syukur lh tidak ada luka yang serius, tapi untuk memastikan semua nya mereka berdua harus menjalani CT scan agar jika ada luka dalam kita bisa segera menangani nya" ujr dokter itu
"Baik dok" ujr Erick
"tapi mengapa mereka masih blm sadar?" tnya Erick
"mereka hanya pingsan akibat shock dan mereka juga terlihat kelelahan" ujr Dokter
"jdi kita tunggu saja , jika sampe bsk mereka blm sadar juga maka mereka harus segera di bawa ke rumah sakit" ujr dokter
"baik dok" ujr Erick
"baiklh, aku akan pergi" ujr dokter itu
para dokter itu pergi setelah memberikan pengobatan pada mereka yang terluka.
hingga pagi , Erick terus menjaga Gishella dan Edward di kamar nya.
.
.
.
.
end
__ADS_1