A Life

A Life
107. Aiden


__ADS_3

si..si..apa dia?" tnya Alice gemetar.


"dia adalah abg angkat Lo, dia yg udh minta tolong ke Mafia buat nyiksa keluarga gw dengan keji. " ujr Sam


"gk mungkin, bg Ed gk mungkin kyk gitu" ujr Alice membantah


"tapi itu kenyataan nya, dia dalang nya. " ujr Sam


"dan sekarang giliran gw buat ngehancurin hidup dia. sekarang gw rasa dia lagi menangisi kematian adik kesayangannya itu" ujr Sam sambil tertawa


"apa yg Lo lakuin sama mereka?" tnya Alice


"sama seperti yang mereka lakuin ke gw" ujr Sam sambil berjalan ke arah Alice,


"mata di ganti mata , gigi di ganti gigi" ujr Sam sambil mencengkram dagu Alice.


"psikopat gila" ujr Alice sambil meludahi Sam.


Sam mundur selangkah lalu mengelap wajahnya. lalu Sam mengayunkan tangan nya dan menampar Alice dengan keras. melihat hal itu Aiden langsung berdiri dan mendorong tubuh Sam hingga tersungkur.


Sam berdiri dan mengisyaratkan sesuatu pada seseorang. lalu dia berdiri di hadapan Aiden


"apa lagi yg Lo harapin dari pembunuh ini?" tnya Sam pada Aiden


"tutup mulut Lo" ujr Aiden meninju wajah Sam dengan keras. Sam hampir kehilangan keseimbangan nya, dia pun meludahkan darah segar dari mulut nya.


Sam menyeka darah yang ada di bibir nya. lalu Sam mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku nya dan mulai menyerang Aiden. Aiden berusaha menyerang balik dengan sekuat tenaga nya.


kemampuan mereka berdua hampir sama hanya saja karna Sam mengunakan sebuah pisau membuat Aiden terluka dan mulai mengeluarkan darah.


Aiden menerima banyak luka sayat di tubuh nya. Aiden terus berusaha menyerang balik dengan sisa kekuatan nya.


Aiden perlahan mulai terlihat goyah, Sam pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lalu Sam mengarahkan pisau nya dan langsung menusuk uluh hati Aiden .


Aiden batuk darah , lalu terjatuh ke lantai . Sam lalu berjalan menuju Alice , Aiden berusahalah menahan Sam dengan memegang kaki nya. Sam dengan kasar nya menendang wajah Aiden hingga Aiden tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Sam melangkah menuju Alice sambil memutar pisau lipat itu di tangan nya.


tiba tiba terdengar suara tembakan dari arah belakang,


dorr !!


"akh !! " pekik Sam sambil berlutut. Sam menoleh kebelakang dan melihat Alex yang baru saja menembak nya.


Sam berusaha berdiri namun Alex kembali menembak bahu kanan nya , Sam tersungkur ke lantai. Alex bergegas mendekat lalu melepaskan ikatan Alice dan memapah Aiden keluar dari tempat itu,


baru beberapa langkah mereka menjauh dari Sam, tiba tiba Sam melempar pisau lipat nya ke arah Alex dan berhasil mengenai bahu Alex. Alex mencabut pisau itu, dan langsung berbalik menembak Sam dengan membabi buta.


Sam pun tewas dengan mengenaskan di tempat itu.


Aiden , Alice dan Alex langsung dilarikan ke rumah sakit. mereka semua di obati dan di rawat. Aiden terluka sangat parah dan juga kekurangan darah akibat luka tusuk yang di terima nya. Aiden pun harus masuk ke ruang operasi untuk menghentikan pendarahan nya.


Alex yang baru saja selesai di obati menunggu dengan cemas di depan ruang operasi Aiden. tak lama Nyonya Jane datang dan bertanya pada Alex bagaimana keadaan Aiden dan juga Alice.


Alex pun menceritakan semua kejadian nya dan meminta maaf atas kelalaiannya, jika saja Alex datang lebih cepat , Alex pasti bisa membantu Aiden dan Aiden tidak akan terluka separah itu. Nyonya Jane berusaha untuk mengerti situasi yang kini sedang terjadi. Alex terus sana menyalahkan diri nya atas apa yang menimpa Aiden.


Nyonya Jane pun menenangkan nya dan meminta Alex untuk berhenti menyalahkan diri nya atas apa yang telah terjadi.


..


...


menjelang siang hari,


lampu ruang operasi berubah warna, seorang dokter pun keluar dari ruangan itu.


Alex dan Nyonya Jane langsung menghampiri nya dan bertanya bagaimana keadaan Aiden.


dokter itu berkata, operasi nya berhasil dan Aiden juga sudah melewati masa kritis nya. kini mereka hanya perlu menunggu Aiden sadar untuk melakukan observasi lebih lanjut. Alex lalu meminta agar Aiden di tempat di ruang VVIP . dokter pun mengiyakan nya.


...

__ADS_1


Alex berkata pada Nyonya Jane bahwa dia akan melihat keadaan Alice lebih dulu sebelum datang ke ruang rawat Aiden. Nyonya Jane berkata dia ingin ikut dan melihat keadaan Alice. nyonya Jane merasa kasihan dengan apa yang menimpa Alice.


.


kedua pergi ke ruang rawat Alice. begitu kedua nya masuk mereka melihat Alice sudah bangun dan sedang menatap kosong ke arah jendela. entah apa yang tengah dipikirkan nya, tapi Alex langsung membukakan gorden kamar Alice.


Nyonya Jane berdiri di samping Alice lalu memanggil nama Alice daan mengelus rambut Alice. Alice menoleh, lalu Alice langsung memeluk Nyonya Jane dan menangis di pelukan Nyonya Jane. Nyonya Jane memeluk nya dengan penuh kehangatan dan kasih sayang layak nya seorang ibu pada anak nya.


Alice meminta maaf atas apa yang terjadi, Alice merasa bersalah atas apa yang menimpa Nyonya Jane berusaha menenangkan Alice dengan berkata dia tidak bersalah, karna disini Alice juga lah seorang korban.


tiba tiba pintu terbuka, Reyhan masuk dengan tergesa-gesa.


Reyhan bertanya pada Alice dengan khawatir. Alex lalu mengajak Reyhan keluar agar bisa menjelaskan semua nya pada Reyhan. Reyhan menurut. kedua nya pergi ke taman rumah sakit. mereka duduk di kursi taman.


Alex mulai semua yang dia ketahui dia juga memperdengarkan rekaman suara milik Aiden. Reyhan sangat terkejut mendengar semua itu. terlebih lagi disaat Sam berkata soal Edward meminta Mafia untuk melenyapkan keluarga nya.


"bg, gw mau tau keadaan bg Ed sama yg lain, tapi gw masih belum bisa berpikir jernih sekarang" ujr Alex


"gw takut mereka bisa sadar klo ada sesuatu yang terjadi klo gw ngomong sama mereka sekarang" ujr Alex


"Lo bisa telpon mereka gk?" tnya Alex.


"oke gw bakalan telpon, tapi gk sekarang nanti malam aj sekarang disana pasti masih malam jdi biarin mereka Istirahat." ujr Reyhan. Alex pun setuju.


...


malam hari.


Reyhan kembali ke Mansion untuk mengambil pakaian bersih yang sudah di siapkan oleh pelayan. kemudian dia kembali ke rumah sakit. dalam perjalanan menuju rumah sakit, Reyhan menelpon Edward namun tidak tersambung. lalu Reyhan teringat perkataan Edward tentang Reyhan yang harus waspada dan berhati-hati dalam urusan yang menyangkut Alice dan Alex.


akhirnya Reyhan mengerti maksud perkataan Edward waktu itu, dia benar benar merasa lalai atas Alex dan Alice. bahkan dia sudah mendapatkan peringatan dari Edward tapi dia masih saja tidak bisa mencegah mimpi buruk itu.


Reyhan pun berusaha memikirkan sebuah alasan agar Alex dan Alice merasa senang dan tidak menelepon Gishella atau pun Edward untuk beberapa waktu kedepan.


..

__ADS_1


.


end


__ADS_2