
aku akan pergi sebentar ke ruang administrasi untuk menganti data diri kalian" ujr Gishella lalu berdiri.
"hajima!" tolak Ara
"waeyo?" tnya Gishella
"apa kah aku boleh bertanya ??" ujr Ara
"silakan." jwb Gishella
"siapa nama yg kakak berikan pada kami?" tnya Ara
"sebenernya aku tidak memikirkan nama yg sulit , aku pilih nama Alice untuk mu dan Alex untuk Hyun Ki." jwb Gishella
"kenapa dengan nama itu?" tnya Hyun Ki
"tiba tiba hanya nama itu yg terpikir oleh ku, jdi aku mengunakan nama itu" jwb Gishella
Ara dan Hyun Ki diam sejenak dan saling berpandangan, seolah mereka sedang berbicara melalui mata mereka , beberapa menit kemudian.
"apa kami boleh menggunakan nama itu?"tnya Hyun Ki
"ada apa memang ny?"tnya Gishella
"setelah ini kami ingin pergi jauh, dan memulai lembaran baru jadi kami juga ingin menganti nama kami " ujr Hyun Ki yg juga diangguki oleh Ara.
"apa kalian sudah ada rencana akan pergi kmn nnti nya?" tnya Edward
"mollasoyo" jwb Hyun Ki
"arraseo" jwb Gishella
mereka pun saling bertukar cerita satu sama lain.
lalu Hyun Ki bertanya " mengapa kakak tidak menanyakan apa yg terjadi pada kami?"
"karna aku sudah tau semua nya" jwb Gishella
"sejak kapan?" tnya Hyun Ki lgi
"kemarin sore, sepulang dri sini aku langsung nyari tau semua ttng kalian berdua" jwb Gishella
"berarti kakak dh tau nama kami?" tnya Ara
"tentu saja" jwb Gishella
"lantas kenapa harus bertanya lagi?" tnya Hyun Ki
"hanya ingin mendengar langsung saja dri kalian" ujr Gishella
Ara dan Hyun Ki hanya mengangguk paham.
"El gw pergi dulu, ada urusan" ujr Edward berdiri menghampiri Gishella
"iya udh " ujr Gishella
"nih kunci mobil Lo bawa" ujr Edward smbil memberikan kunci mobil
"trs Lo pergi nya?" tnya Gishella
"gw udh panggil supir" jwb Edward
"owh yudh hati hati" ujr Gishella
"iya iya " ujr Edward
"yudh gw pergi" ujr Edward lalu berlalu pergi meninggalkan ruang rawat.
"kak kapan kami bisa pulang?" tnya Ara
"kalian berdua masih harus menjalani beberapa observasi lagi jadi mungkin 2 atau 3 hari kalian Bru bisa pulang" ujr Gishella
"dan untuk kamu Hyun Ki eh bukan Alex mulai sekarang kalian pakai nama yg ku berikan jadi aku akan panggil kalian dengan nama itu" lnjt nya
"kaki mu itu masih perlu 1 atau 2 bulan untuk sembuh total dan selama kaki mu belum sembuh aku minta kalian untuk tinggal bersama ku" ujr Gishella
"apa kalian mau?" tnya Gishella
"tpi kak kami tidak ingin merepotkan siapa pun" ujr Alex.
__ADS_1
" kalian tidak perlu khawatir, aku dan yg lain tidak akan merasa repot hanya karena ada kalian bersama kami"
"tpi kak?" ujr Alex
"inti nya kalian mau atau gk?" tnya Gishella
"kami pikirkan dulu lh kak" ujr Alex
"ya baiklh" jwb Gishella.
.
.
di tempat lain.
sekolah.
kelas.
pembelajaran sedang di mulai Beberapa saat yg lalu , kini seluruh siswa tengah mengikuti pembelajaran begitu pun Aiden dan yg lain nya.
seperti biasa Aiden hanya menatap cuek ke arah guru dan papan tulis, namun kali ini berbeda, Tampak beberapa kali dia seperti melirik ke arah kursi kosong di samping nya, di saat dia melihat ke arah kursi kosong itu tampak perasaan bersalah terpancar dari wajah nya, namun dia berusaha untuk menutupi semua itu.
di antara sekian banyak siswa di yg ada di kelas itu, ada sepasang mata yg sejak awal memperhatikan nya dalam diam, tanpa sepengetahuan siapa pun sepasang mata ini memperlihatkan setiap gerak gerik dan perubahan ekspresi yg tampak di wajah Aiden.
beberapa jam kemudian.
kring kring kring!! (bell istirahat)
semua siswa langsung pergi meninggalkan kelas.
"Wee ayo kantin gw dh laper nih" ujr Feli
"Lo ikut gk Den?" tnya Sandra
"duluan aj" ujr Aiden
"owh yudh ayo" ajak Sandra
"iya ayo" ujr Feli bersemangat
"oklh" ujr Sandra.
"pesenin gw kyk biasa" ujr Agatha
" ok aman itu" jwb Feli.
Feli dan Sandra pun pergi dari kelas. kini hanya tinggal Agatha dan Aiden saja yg masih ada di kelas, lalu Agatha berjalan menghampiri Aiden dan berdiri di depan nya smbil.bersandar pada meja yg ada di belakang nya.
"Lo nyesel?" tnya Agatha
"ngk juga" jwb Aiden
"bohong !" ujr Agatha
"mungkin Lo bisa bohongi yg lain tpi bukan gw" ujr Agatha
"iya iya gw nyesel , gw nyesel banget puas Lo !" ujr Aiden.
"baguslh, setidaknya itu berarti Lo masih punya hati" ujr Agatha smbil berlalu pergi.
Aiden hanya diam tak bergeming, pikiran kini sedang kacau di tambah lagi dengan kata kata Agatha yg baru saja dia dengar itu semakin memperkeruh suasana hati nya.
omongan Agatha tdi masih terngiang ngiang di pikiran Aiden, dengan mudah nya Agatha mengatakan bahwa setidaknya dia masih punya hati, apa Agatha pikir selama ini dia tidak punya hati , semua pertanyaan demi pertanyaan bermunculan namun tak satu pun yg dia temukan Jawabannya.
lalu Aiden memutuskan untuk pergi meninggalkan sekolah dan menuju ke tempat lain.
back to Gishella
rumah sakit.
Gishella baru saja ingin pergi meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Mansion Finley namun di parkiran dia menerima telepon dari Erick yg meminta nya untuk datang ke perusahaan sesegera mungkin.
Gishella akhirnya pergi perusahaan namun sebelum itu dia mampir ke apart nya berada tak jauh dari perusahaan untuk Menganti pakaian dan mengambil beberapa barang pribadi nya.
setelah itu dia melanjutkan perjalanan ke perusahaan nya. G.L. Company
disaat dia tiba di perusahaan nya dia sudah di tunggu oleh So Yeon di lobi , lalu kedua menaiki lift bersamaan dan menuju ke ruangan pribadi Gishella.
__ADS_1
ruangan pribadi Gishella
di dalam nya ternyata Erick dan sekretaris nya Lee Hyun sudah menunggu kedatangan Gishella .
begitu Gishella masuk , Gishella langsung bertanya
"ada apa?" smbil duduk di sofa yg ada di depan Erick
" seperti nya untuk beberapa hari kedepan kita harus pergi menghadiri pertemuan di London." ujr Erick
"untuk apa?" tnya nya lgi
"biasa perebutan tender perusahaan " ujr Erick
"apa tidak bisa jika hanya Lo yg pergi?" tnya Gishella
"bisa saja , tpi gw tidak begitu yakin dengan hasil akhir nya nnti. jadi gw mau Lo ikut dalam pertemuan itu." ujr Erick
"tender ini sangat besar dan jika kita berhasil memenangkan nya maka kita akan untung besar." ujr Erick
"lagi pula Lo lebih baik dalam hal persentasi dari pada gw" lnjt ny
"kapan acara nya?" tnya Gishella
"4 hari lagi" ujr Erick
"ya baiklh gw ikut, Lo atur sisa nya" ujr Gishella lalu berjalan ke arah meja kerjanya..
"kau atur lh semua keperluan akomodasi kami selama disana" ujr Erick pada Lee Hyun
"baik Tuan" ujr Lee Hyun smbil membungkuk dan berlalu pergi.
"apa ada berkas yg harus ku tanda tangani?" tnya Gishella pada So Yeon
" ada Nona" ujr So Yeon
"sebentar akan saya ambilkan" ujr So Yeon lalu pergi mengambil berkas.
"bagaimana keadaan anak anak itu?" tnya Erick
"mereka sudah sadar dan tampak lebih baik" jwb Gishella
"jdi?" tnya Erick
" ya sesuai rencana awal" jwb Gishella
"mereka setuju?" tnya Erick
"mereka blm menjawab nya" ujr Gishella.
tak lama So Yeon kembali masuk dengan setumpuk berkas di tangan nya dan diikuti Lee Hyun di belakang nya.
"ini nona berkas nya "ujr So Yeon ambil meletakkan berkas itu di atas meja Gishella"
"Tuan semua nya sudah saya atur rincian nya juga sudah saya kirim ke email Tuan" ujr Lee Hyun
"baiklh, kau bisa kembali dan lanjutkan pekerjaan mu" Ujr Erick
"baik tuan saya permisi" ujr Lee Hyun lalu pergi
..
"apa masih ada hal lain yg nona perlukan?" tnya So Yeon
" tidak ad lanjutkn saja perkerjaan mu" ujr Gishella
"baik nona, saya permisi" ujr So Yeon lalu pergi juga.
Gishella mengerjakan semua berkas itu. sementara itu Erick juga sedang di sibukan dengan bahan materi yg akan di presentasikan nya di pertemuan itu.
mereka berdua bekerja hingga sore hari. bahkan mereka juga melupakan makan siang mereka dan hanya terus fokus bekerja.
matahari mulai terbenam, dan akhirnya mereka baru berhenti bekerja.
"ayo El kita pulang" ajak Erick
" iya ayo " ujr Gishella
Gishella berdiri dan melakukan sedikit peregangan otot baru setelah itu berjalan keluar dari ruangan nya dengan diikuti Erick. dan mereka berdua pun pulang ke Mansion Finley.
__ADS_1