
skip
Rumah Sakit.
Alice dan Aiden tiba di rumah sakit. Alice masih terus menangis sepanjang perjalanan, Aiden sudah berusaha menenangkan diri nya namun Alice masih saja merasa sedih dan terpukul atas kejadian tadi.
Sam sekarang sedang di tangani di ruang UGD , Alice dan Aiden menunggu nya di ruang tunggu . tak lama Alex datang dan memeluk Alice. tangis Alice kembali pecah dalam pelukan Alex.
"bg.... Sam... bg ... Sam" ujr Alice dalam tangis nya
"udh Lo tenangin diri Lo dulu, abis tuh Lo jelasin pelan pelan sama gw ada apa sebenarnya?" tnya Alex.
Alex melepas pelukan nya dan menyeka air mata Alice. perlahan Alice mulai mengendalikan diri nya dan mulai tenang lagi.
"apa yg terjadi?" tanya Alex pada Aiden
"gw juga gk tau, pas gw dtng ke situ . semua nya udh terjadi" ujr Aiden
"trs Lo ngapain distu?" tnya Alex.
"itu salah satu hotel gw, jdi gw memang sering ke situ buat mantau" ujr Aiden
"gw lupa klo Lo anak nya Nyonya Jane" ujr Alex.
"hmm" ujr Aiden
"lice, coba Lo jelasin sama gw apa.yg terjadi?" tnya Alex
Alice pun menceritakan semua kejadian itu dari awal secara rinci. Alex dan Aiden menyimak baik. setelah selesai bercerita Alice kembali menangis , Alex pun memeluknya lagi.
di depan ruang UGD , para perawat berlarian bolak balik. Alex mencoba menanyai mereka namun mereka semua hanya meminta Alex dan yg lain untuk menunggu.
menit demi menit berlalu, tak terasa hampir satu jam berlalu.
dari kejauhan, datang lah dua orang pria berjas . kedua ny berlari menuju ruang tunggu yang ada di depan UGD.
"apa sudah ada kabar tentang Sam?" tnya pria itu panik.
"maaf, anda siapa nya Sam?" tnya Alex
"saya paman nya, tadi saya dapat kabar dari salah satu staf rumah sakit ini. klo Sam sekarang sedang di rawat di UGD" ujr pria itu.
"sebenarnya apa yg terjadi?" tnya nya lagi
"polisi sedang menyelidiki nya" ujr Aiden
"mengapa ini harus terjadi, kalau saja dia tidak keras kepala pasti dia sekarang dia sudah ada di Belanda bersama keluarga nya" ujr pria itu sedih
"keluarga?" tnya Alice angkat bicara
"bukankah dia tidak punya keluarga?" tnya Alice
__ADS_1
"tunggu dulu, apa kau Alice ?" tnya pria itu sambil menunjuk Alice dengan telunjuk nya
"singkirkan tangan mu dari hadapan ku" ujr Alex tegas
"pasti semua ini ulah mu, pasti kau yg sudah membujuk Sam untuk tetap disini, iya kan ?" tanya pria itu marah
"ak.. ku..aku tidak memaksa nya, dia yang mengajak ku" ujr Alice
"jaga Nada bicara anda, ini rumah sakit jdi tolong jaga sikap anda" ujr Aiden
"alah, semua ini pasti karna ulah mu" ujr nya sambil menunjuk Alice
"jaga sikap anda" ujr Alex marah
"aku... aku ..aku tidak terlibat" Ujr Alice
"liat saja kau kalau terjadi sesuatu dengan (terpotong)" ujr pria itu.
"maaf Tuan, ada sesuatu yang harus anda ketahui sekarang ini penting" ujr pria satu lagi yg tak lain asisten pribadi nya
"ada ap?" tnya pria itu
"tadi saya menerima telepon dari Belanda, kata mereka Tuan besar meninggalkan dunia" sedikit berbisik.
"apa !!" tnya pria itu shock
"apa yang terjadi?" tnya pria itu
"bagaimana dia bisa mengetahui kejadian ini?" tnya pria itu
"berita nya sudah jadi topik pembicaraan di media massa, bahkan berita itu menjadi trending topik" ujr asisten itu sambil menunjuk tablet, dia menunjuk berita itu pada si pria.
"haisss siall, kenapa semua ini harus terjadi?" tnya pria itu kesal
"kau cari tau siapa orang yg menyebarkan berita ini, tangkap dia dan bawa kepada ku secepatnya" ujr pria itu marah
"baik tuan" ujr asisten
asisten itu pergi dan mengerjakan perintah nya.
tak lama setelah itu, Aiden menerima telepon dari Nyonya Jane. Aiden pergi menjauh dari tempat nya berdiri tadi. dia mengangkat nya. setelah menerima telepon dari Nyonya Jane, baru lah Aiden mengerti dan dia juga baru tahu soal trending topik. Aiden lalu menelpon staf hotel nya untuk mencari tau dalang dalam kejadian ini dan siapa saja yang terlibat di dalam nya. Aiden juga menekankan untuk segera menyelesaikan nya agar itu tidak membuat citra hotel mereka menjadi buruk.
Aiden kembali ke tempat Alex dan Alice menunggu.
"Lex lebih baik Lo bawa Alice pulang" ujr Aiden
"kasian dia , dia pasti capek" ujr Aiden
"iya Lo bener, ayo Lice kita pulang , bsk pagi baru kita kesini lagi" ujr Alex
"ngk mau, gw mau nunggu Sam sampe dia sadar" ujr Alice
__ADS_1
"jgn keras kepala Lis, ayo pulang dulu" ujr Alex
"gw gk mau bg" ujr Alice
"seenggaknya Lo perlu ganti baju, Lo juga harus istirahat. " ujr Alex
"gw gk mau bg, gw harus tau keadaan dan dulu " ujr Alice
"gw gk tenang, klo gw belum tau gimn keadaan dia" ujr Alice
"gw juga gk akan bisa istirahat apa lagi tidur tenang bg" ujr nya lagi
Alex mengalah dan membiarkan Alice tetap menunggu disana bersama nya. Alex sudah meminta Aiden untuk pulang namun Aiden menolak karna kejadian ini terjadi di hotel nya dan kejadian ini bisa menjadi citra buruk bagi hotel nya. maka dari itu dia harus memastikan bahwa semua nya baik baik saja.
tiba tiba pintu UGD terbuka, semua berdiri dengan penuh harapan.
seorang dokter berjalan ke arah mereka.
"apa ada keluarga dari pasien?" tnya dokter
"saya dokter, saya paman nya" ujr pria itu
"sebelum nya kami minta maaf,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi pasien sudah kehilangan banyak darah dalam perjalanan menuju kemari, dan pasien juga terkena luka tembak di bagian dada kiri nya. resiko nya menjadi semakin serius, peluru yang mengenai dada nya telah menggores jantung nya dan membuat nya tidak bisa di selamat kan lagi. kami minta maaf , kami sudah berusaha untuk menolong nya, namun yg di atas punya kehendak lain" ujr dokter.
berikut mendengar pernyataan itu, tubuh Alice seketika melemas dia pun terduduk di lantai. si pria itu juga langsung jatuh dan terduduk di lantai. pria itu tampak meruntuki diri nya sendiri.
"tadi sewaktu masuk ke UGD, pasien sempat sadar sebentar. pasien itu menyerahkan kotak ini , dan dia meminta agar kotak ini di berikan pada Alice, ini untuk mu" ujr dokter itu ngasih kotak kecil berwarna merah muda pada Alice
Alice menerima nya dan membuka nya. ternyata di dalam nya terdapat sepasang cincin couple. Alice terharu melihat cincin itu, karna itu adalah cincin yang sangat dia inginkan. perasaan Alice menjadi tidak karuan, Alice merasa senang dan juga sedih di saat yang sama.
Alice mengengggam erat kotak cincin itu dan meletakkan nya di dada nya. tangisan Alice kembali pecah, Alice menangis sambil meneriakkan nama Sam. Alex lalu memeluk nya untuk menenangkan nya. namun tiba tiba tubuh Alice melemah dan kemudian Alice pun pingsan.
Alex lalu mengendong Alice dan membawa nya ke kamar rawat, Alice pun di berikan perawatan oleh dokter. Alex menunggu nya dengan cemas. di saat yang bersamaan, pria tadi memanggil asisten nya untuk datang dan mengurus semua keperluan pemindahan jenasah Sam. pria itu ingin jenazah Sam segera di makamkan di makam keluarga yang ada di Belanda.
asisten nya lalu mengerjakan perintah itu dan mengurus semua hal.
sementara itu, Alice masih pingsan. Alex dan Aiden menunggu nya di depan ruang rawat dengan wajah panik. kedua nya masih belum mengetahui soal rencana pemakaman Sam yang akan di lakukan sesegera mungkin di Belanda.
keesokan harinya.
Alex dan Aiden tertidur di ruang tunggu. lalu mereka bangun, Aiden pamit untuk pulang ke rumah dan akan segera kembali setelah dia menyelesaikan masalah di hotel. Alex hanya bilang pada nya untuk tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Alice , Alex hanya ingin Aiden bisa fokus dengan urusan hotel nya. Aiden mengerti tentang itu, tapi apa pun itu Aiden tetap bersikeras untuk datang setelah dia menyelesaikan masalah nya. Alex pun mengizinkan nya.
setelah Aiden pergi, Alex masuk ke kamar rawat Alice. dia melihat Alice masih tertidur . Alex duduk di sebelah Alice, Alex mengengggam tangan Alice dan berkata....
.
.
.
.
__ADS_1
end