
...
seorang penghulu sudah bersiap untuk membimbing kedua nya mengucapkan sumpah pernikahan mereka.
kedua nya pun mengucapkan sumpah pernikahan mereka dengan sepenuh hati. setelah itu, Rey memakaikan cincin kawin di tangan mempelainya begitu pun sebaliknya.
Rey lalu mengecup kening mempelai wanita dan juga mencium bibir sekilas. para hadirin pun bertepuk tangan dengan meriah.
kedua nya lalu berjalan menuruni Altar. si mempelai wanita pun bersiap melempar buket bunga yang ada di tangan nya.
Gishella dan yg lain serta beberapa tamu undangan pun mulai berkumpul di tengah aula dan bersiap untuk menangkap buket bunga yang di lemparkan si mempelai.
si mempelai lalu berbalik dan menghitung mundur dengan penuh semangat, dia pun langsung melempar buket bunga itu dengan sekuat tenaga.
buket bunga itu terbang di atas Gishella dan para tamu undangan.
buket bunga itu pun mendarat di tangan Alex yang sedang menerima telepon saat itu. Alex bingung dan menatap buket bunga itu.
para hadirin pun bertepuk tangan dengan meriah.
"kek nya abis ini elo yg nyusul nih bg?" goda Alice, Alex hanya diam dan menatap sekilas. lalu Alex pergi begitu saja dan melanjutkan pembicaraan nya di telpon.
...
acara resepsi pun di mulai.
para tamu undangan mulai memberikan selamat para kedua mempelai. mereka bergantian menyalami dan memberikan kado untuk kedua mempelai itu.
Gishella dan yang juga melakukan hal yang sama.
Gishella dan para Bridesmaids yang lain mulai sibuk membantu kedua pengantin itu, mereka juga memastikan bahwa setiap acara akan berjalan dengan lancar.
Gishella sendiri, dia sibuk membantu Sandra memastikan semua nya berjalan lancar bahkan dia melewatkan makan siang nya.
Edward yang khawatir pun mengajak Gishella untuk makan terlebih dulu, Edward merasa khawatir karna Gishella hanya sarapan selembar roti dengan selai tadi pagi .
awal nya Gishella menolak dan berkata dia masih ada beberapa pekerjaan, Gishella juga berkata dia baik baik saja dan dia akan akan makan nanti.
Edward pun hanya bisa pasrah, Edward lalu membantu Gishella menyelesaikan pekerjaan nya.
sore hari,
Edward mulai merasa semakin resah melihat Gishella yang masih sibuk dan belum makan apapun. Edward pun akhirnya memaksa Gishella makan. Edward menarik Gishella ke meja dan mengambil makanan untuk Gishella.
Edward juga menemani Gishella makan. Gishella pun makan dan menghabiskan makanan yang di bawa Edward.
...
malam hari.
acara resepsi masih berlanjut.
kedua mempelai juga sudah berganti pakaian, sementara itu, Gishella dan yang lain juga sudah berganti pakaian.
__ADS_1
Gishella dan Edward mengenakan pakaian yang senada dengan dominasi warna maroon. Erick dan Mirae juga mengenakan jas dan gaun yang senada dengan warna krem.
Alice dan Aiden mengenakan pakaian dengan warna Lilac, sementara itu Alex mengenakan sebuah jas berwarna navy dengan perpaduan kemeja putih dan celana dengan warna senada.
acara itu pun berlangsung dengan meriah.
di tengah acara, tiba tiba Alex pergi ke lobi gedung. tak lama Alex datang bersama seorang wanita yang mengenakan gaun dengan warna senada dengan jas yang di kenakan Alex.
Gishella dan Edward yang melihat itu pun menatap Alex dengan rasa penasaran.
Alex mengandeng tangan wanita itu dan berjalan menuju Gishella dan yg lain berkumpul.
"kak kenalin, ini temen ku Yuri." ujr Alex pada Gishella dan Edward.
"Yuri, ini kakak sama abg gw"ujr Alex pada Yuri
"annyeong haseyo, Choi Yuri inmida" ujr Yuri.
"Annyeong, gw Gishella panggil aj El " ujr Gishella
"Edward " ujr Edward singkat.
"cwek Lo ini bg?" tnya Alice yang muncul tiba tiba
"bukan bukan" sangkal Yuri buru buru.
"temen gw" ujr Alex.
"dia adek gw. Alice yg di sebelah nya itu Aiden cowok nya dia" ujr Alex.
"kak kok Lo mau sih temenan sama bg Alex?" tnya celetuk Alice
"emg nya dia kenapa?" tnya Yuri
"dia kan orang gk asik" celetuk Alice lagi
"lice, gk ush ngomong yg aneh aneh" ujr Alex memperingati
"masa iya sih? setau gw dia baik kok, dia juga care dan asik banget buat di ajak ngobrol" ujr Yuri.
mendengar hal itu Alex pun tersenyum puas. Gishella yang melihat hal itu pun mulai menyimpulkan sesuatu tapi dia tetap diam dan menyimpan nya sendiri.
setelah perkenalan singkat, Alex mengajak Yuri untuk pergi ke Altar dan menemui kedua mempelai.
...
setelah Alex pergi, Gishella dan Edward duduk di meja kosong dan menikmati acara resepsi itu. Gishella menjadi lebih diam dan tampak lemas.
"Lo gpp?" tnya Edward
"gpp kok bg" ujr Gishella
"kita pulang aj yok, kek nya Lo capek banget" ujr Edward
__ADS_1
"gw gpp kok bg, lagian juga acara nya dh mau selesai" ujr Gishella.
"klo Lo ngerasa pusing atau apa kasih tau gw " ujr Edward. Gishella mengangguk.
beberapa saat kemudian, Edward berkata Dian akan pergi ke kamar mandi sebentar. Gishella pun mengangguk. Edward pun pergi ke kamar mandi.
Gishella duduk sendirian dan meneguk minuman nya. tiba tiba diri nya merasa mual. Gishella pun bangun dan berjalan menuju kamar mandi dengan terburu-buru.
di persimpangan lorong, Edward melihat Gishella yang berlari ke kamar mandi. Edward pun langsung menyusul Gishella dan menunggu di depan pintu toilet dengan cemas.
tak lama Gishella keluar dengan wajah pucat, tubuh nya juga tampak lemas. Edward lalu menopang tubuh Gishella.
Edward pun langsung pergi menuju parkiran dan ingin segera pulang kerumah. tapi, tiba tiba Gishella pingsan Edward pun berusaha untuk tetap tenang dan mengubah tujuan nya lalu pergi ke rumah sakit.
rumah sakit.
Edward tiba di rumah sakit, dia mengendong Gishella masuk ke dalam dan para suster yang melihat itu pun langsung mengambil bangkar lalu membawa Gishella ke UGD.
beberapa menit kemudian.
seorang dokter keluar dari ruang UGD dan menghampiri Edward yang sedari tadi menunggu.
"bagaimana dok keadaan nya?" tnya Edward.
"dia baik baik saja, dia hanya kelelahan. ini juga hal yg biasa di tahap awal kehamilan" ujr dokter itu
"apa hamil? maksud dokter dia hamil?" tnya Edward tak percaya
"iyaa, selamat ya atas kehamilannya." ujr dokter itu
"sama sama dok, klo boleh tau berapa usia kehamilan nya?" tnya Edward
"hampir tiga Minggu" ujr dokter itu.
"karna ini masih semester awal, dia harus banyak banyak istirahat. karna kandungan nya saat ini masih rawan" jelas dokter itu pada Edward.
"baik dok, terimakasih dok" ujr Edward.
"iyaa" ujr dokter itu sambil mengangguk.
dokter itu pun pergi setelah memberitahukan hal itu, Edward merasa senang mendengar berita itu. dia pun ingin mengabari orang rumah nya tapi dia menunda nya. Edward berpikir lebih baik jika Gishella yang tau soal ini lebih dulu.
Edward pun pergi ke ruang rawat Gishella dan menunggu Gishella sadar. Edward juga mengabari Erick dan yg lain bahwa Gishella ada di rumah sakit tapi Edward tidak memberitahu soal kehamilan Gishella.
Edward juga berkata bahwa Gishella baik baik saja dia hanya perlu istirahat malam ini dan mereka akan kembali besok pagi.
Edward menemani Gishella sepanjang malam di ruang rawat nya, Edward sama sekali tidak pergi dari sisi Gishella. Edward bahkan tertidur dalam keadaan duduk dan menggenggam tangan Gishella.
...
.
.
__ADS_1
.
end