A Life

A Life
96. Felix


__ADS_3

lnjt


..


tiba tiba sebuah layar putih terbentang di depan nya. sebuah Video pun terputar di depan nya.


video itu berisi kan video saat Gishella sedang di pingsan dalam keadaan terikat di sebuah kursi. Gishella tampak tak berdaya dalam video itu dan hal itu membuat Edward, Erick serta para anggota lain nya sedang menonton nya dari kamera tersembunyi merasa bersalah karna mereka telah gagal melindungi Gishella. hati Edward terasa teriris melihat keadaan Gishella yang seperti itu.


tak tak tak(suara langkah kaki)


Edward menoleh dengan waspada. Edward juga langsung mengarahkan pistol nya ke sumber suara.


dari kegelapan , perlahan mendekat lah seorang pemuda dengan wajah yang buruk rupa. Edward bersiaga dalam posisi siap menyerang.


prok prok prok !! , orang itu bertepuk tangan.


"lama tak bertemu" ujr pemuda itu.


"dimana El? cepat kasih tau gw!! " perintah Edward dengan nada serius


"uuu aku takut " ujr pemuda itu mengejek


"cihh Lo pikir gw bawa dia kesini cuma demi Lo bisa bawa dia pergi dengan mudah?" tnya pemuda itu.


"Lo itu terlalu naif" ujr pemuda itu lagi.


"gw bakalan biarin Lo ketemu dia tapi dengan satu syarat" ujr pemuda itu


"apa itu?" tnya Edward.


"gw tau Lo kesinj sama Saudara kesayangan Lo itu kan?" tnya pemuda itu


"ngk, gw kesini sendiri" ujr Edward


"Lo pikir gw bodoh? gw tau Lo kesini sama dia , bahkan Lo juga bawa pasukan lengkap iya kan?" tnya pemuda itu


Edward terkejut mendengar perkataan nya tapi Edward berusaha untuk tetep tenang.


"siapa pun nama lo, datang kesini sekarang atau malam ini bakal jadi malam terakhir kalian bersama !! " teriak pemuda itu.


Erick yang sedang mengawasi dari atas gedung bersama tim pengawas menjadi bimbang. di satu sisi dia secara langsung di larang oleh Edward untuk masuk ke dalam gedung itu tanpa perintah langsung dari Edward. tapi disisi lain , dia merasa ancaman pemuda itu tidak lah main main.


Erick berusaha menghubungi Edward dan berkata berikan dia perintah agar dia bisa kesana. Edward hanya diam sambil berusaha berpikir dengan jernih.

__ADS_1


back to Edward.


"jangan libatkan dia dalam hal ini, dia tidak terlibat sama sekali" ujr Edward


"benarkah? , tapi mengapa aku merasa kalian bertiga memang harus terlibat dalam hal ini. seperti yang kalian lakukan waktu itu" ujr pemuda itu.


"waktu itu? kemana sebenarnya arah pembicaraan ini ? " ujr Edward


"siapa Lo ini sebenarnya?" tnya Edward


"klo gw itung itung ini dh kedua kali nya kita bertemu seperti ini" ujr pemuda itu


"dua kali? gw gk merasa pernah bertemu sama orang kek Elo" ujr Edward


"oh ya? ah tentu saja, waktu itu kita bertemu pada saat wajah ku masih tampan" ujr pemuda itu


"tapi sekarang, aku sendiri bahkan merasa jijik dengan wajah ini. " ujr pemuda itu


"dan itu semua karna Lo" ujr pemuda itu


"kalo bukan karna Lo , hidup gw gk akan hancur kek gini." ujr pemuda marah


"gak .. gak mungkin.. gk mungkin Lo itu Felix !! " ujr Edward terkejut


"tapi sayang dia telah bangkit dari kematian nya dan kini dia sedang berdiri di hadapan Lo " ujr pemuda itu yg tak lain adalah Felix.


"seharusnya waktu itu gw sendiri yang mastiin semua nya" ujr Edward


"sudah lah aku tidak punya waktu untuk membahas luka lama " ujr Felix


"mana adik bodoh mu itu?? apa dia terlalu takut untuk datang kemari? tnya Felix memprovokasi.


Erick berkata pada Edward bahwa dia akan datang kesana sekarang juga. Edward melarang Erick tapi tak di hiraukan oleh Erick. melihat hal itu, Felix tersenyum penuh arti.


tiba tiba dia menjentikkan jari nya. seluruh lantai itu pun menjadi terang benderang. Edward melihat ke sekitar nya.


"gini aj, kita by one. klo Lo menang gw bakalan kasih tau dimana Gishella berada." ujr pemuda itu.


"tangan kosong" lnjt nya


"deal " ujr Edward.


"buang semua senjata Lo" ujr Felix

__ADS_1


Edward meletakkan senjata nya di lantai dengan sedikit ragu. lalu dia menendang nya ke arah lain.


Felix mulai melangkah maju begitu pun dengan Edward. mereka kemudian berkelahi dengan sengit. Edward masih unggul seperti waktu itu dan itu membuat Felix babak belur . Felix tersungkur di lantai, dia berusaha bangkit dan menyeka darah segar yang mengalir di sela bibir nya.


Felix melangkah mundur perlahan, Edward merasa bingung dengan apa yang akan Felix lakukan. dari arah belakang tiba tiba ada seorang penjaga yang menyerang nya. Edward dengan sigap menghindari nya. para penjaga lain nya mulai berdatangan. kini Edward terkepung oleh sepuluh penjaga.


para penjaga itu menyerang Edward secara membabi buta. tentu saja itu membuat Edward kewalahan karna kalah jumlah. Edward pun tidak punya pilihan selain mengunakan pisau yang tersembunyi di balik sarung tangan nya. Edward mengunakan pisau itu untuk melumpuhkan para penjaga itu.


sementara itu, Erick yang sedang bergerak untuk memasuki gedung itu pun di jegat oleh beberapa orang penjaga lain nya. Erick bertarung dengan sengit didepan pintu masuk. merasa kewalahan, Erick memerintahkan semua anggota nya untuk menyerang dan membantu diri nya dan Edward. lalu Erick juga memerintahkan Beberapa orang lain nya untuk segera mencari Gishella.


terjadi pertarungan sengit antar dua kubu, semua bertarung mati matian. Erick berhasil menyelinap masuk dan membantu Edward menghajar para penjaga di detik detik terakhir. mereka berdua berhasil melumpuhkan para penjaga itu.


disaat mereka masih berusaha mengatur nafas nya. baik Erick maupun Edward terluka cukup parah akibat pertarungan itu. dari kejauhan mereka melihat Gishella yang sedang berjalan sambil di papah oleh beberapa anggota nya. Edward dan Erick merasa sedikit lega .


sementara itu, Felix berhasil di lumpuhkan oleh anggota lain nya.


"Lo kok babak belur kek gini El? tnya Edward


"gw gpp kok, cuma luka kecil aj" ujr Gishella . Gishella terluka saat dia sedang melarikan diri dari ruangan itu, dia di jegat beberapa anggota dan akhirnya dia harus bertarung melawan mereka. Gishella kewalahan karna kondisi dia sekarang yang masih lemah dan ditambah lagi jumlah penjaga itu yang lebih banyak dri perkiraan nya. membuat Gishella juga terluka cukup parah.


"luka kecil kek mana, ini muka Lo sampe bonyok gitu" ujr Erick


"udh lh tinggal di obati aj nnti" ujr Gishella.


...


"sungguh mengharukan" ujr Felix


"tapi sayang , mungkin itu tidak akan bertahan lama." ujr Felix.


Edward, Gishella dan Erick langsung waspada.


benar saja, Felix melakukan perlawanan dengan melumpuhkan anggota yang sedari dari menodongkan senjata ke arah nya. Felix mengambil senjata itu dan langsung menembak anggota itu tanpa ragu . anggota itu pun tewas seketika karna luka tembak di dada nya.


Felix melangkah maju dengan sedikit sempoyongan. Felix juga mengancam agar jangan ada yang mendekati nya .


Felix lalu menodongkan senjata nya ke arah Gishella. Erick mengisyaratkan para anggota nya untuk bersiap. mereka pun bersiap dengan senjata nya.


Felix pun ......


.


.

__ADS_1


end


__ADS_2