A Life

A Life
135. Lamaran


__ADS_3

...


skip


Bandara.


mereka semua turun dari mobil dan berjalan masuk hingga ke dalam bandara.


mereka saling memeluk dan berpamitan satu sama lain.


setelah berpamitan, Aiden, Alex dan Alice masuk ke dalam untuk check out dan tak lama kemudian pesawat merpati pun lepas landas.


sementara itu, Edward dan Gishella kembali ke Mansion begitu juga dengan Erick dan Mirae.


...


waktu pun berlalu.


mereka berempat kini sudah mendapatkan kesepakatan untuk pernikahan mereka.


Edward dan Gishella akan melangsungkan pernikahan lebih dulu dan di susul oleh Erick dan Mirae sebulan kemudian.


Edward juga menyarankan ke pada Erick untuk melamar Mirae secara resmi dan membawa Edward sebagai wali nya.


Erick setuju, mereka pun mulai mempersiapkan semua hal untuk lamaran nya.


seminggu kemudian.


keempat berangkat ke Busan untuk menemui orang tua dari Mirae.


sore hari,


keempat nya tiba di rumah Mirae.


rumah nya tampak sederhana namun terbilang luas . di bagian depan , ada sebuah halaman yang cukup luas dan terdapat beberapa pohon besar yang membuat suasana rumah menjadi teduh.


rumah semi permanen itu memiliki dua lantai. di lantai pertama terdiri dari ruang tamu, ruang makan dapur , satu kamar utama dan satu kamar tamu. sedangkan di lantai dua, terdapat satu lagi kamar utama dan dua kamar tamu.


mereka masuk ke dalam. ayah dan ibu Mirae sudah menunggu mereka di depan pintu pun langsung menyambut kedatangan mereka.


mereka pun masuk ke dalam rumah.


semua orang duduk di ruang tamu, kecuali Mirae dan ibu nya. kedua nya pergi ke dapur untuk mengambil minuman. awal nya Gishella ingin ikut membantu namun Mirae menolak dengan sopan dan berkata agar Gishella tetap duduk bersama yang lain.


Mirae mengkhawatirkan keadaan Gishella yang tengah hamil muda. itu yang membuat Mirae sedikit protektif terhadap Gishella.


ruang tamu.

__ADS_1


Edward, Erick dan ayah Mirae saling mengobrol santai sambil menunggu kedatangan kakak dan kakak ipar dari Mirae.


tak lama, kakak laki-laki Mirae pun datang bersama istri dan anak nya. mereka saling berkenalan dan bertukar kabar .


...


Mirae dan Gishella membantu ibu dan kakak ipar nya menyiapkan makan malam . sementara itu, di ruang tamu Edward mulai berbicara serius dengan ayah dan kakak Mirae .


Edward menjelaskan tujuan dan rencana nya untuk pernikahan Erick dan Mirae.


Edward juga menjelaskan situasi nya dengan Gishella serta niat nya untuk menikahi Gishella bulan depan.


baik ayah atau kakak Mirae tidak keberatan dengan situasi dan hubungan Edward serta Gishella. kedua nya juga setuju rencana Edward yang ingin melangsungkan pernikahan Erick dan Mirae satu bulan setelah pernikahan nya.


ayah Mirae pun meminta Edward untuk mengatur semua keperluan pernikahan Erick dan Mirae bersama kakak Mirae.


Edward mengangguk setuju.


Erick pun menyarankan agar keluarga Mirae bisa datang dan tinggal bersama mereka seminggu sebelum pernikahan Edward dan Gishella.


sang ayah merasa tidak keberatan dengan hal itu namun kakak Mirae menolak halus dan berkata dia masih terikat dengan pekerjaan nya dan anak nya juga masih harus sekolah.


kakak Mirae berkata dia akan datang dua hari sebelum pernikahan agar bisa tetap membantu persiapan pernikahan Edward dan Gishella.


"bagaimana dengan wali nikah nya?" tnya ayah Mirae pada Edward


"kebetulan kami berdua memiliki pengacara keluarga. dan mungkin dia yang akan menjadi wali Gishella disaat pernikahan." jawab Edward


"apa tidak ada keluarga lain yang bisa mewakili nya?" tnya ayah Mirae


"tidak ada. baik kami atau Gishella sama sama yatim-piatu " Ujr Edward


Edward pun menjelaskan secara singkat soal keluarga nya dan keluarga Gishella.


mendengar hal itu, ayah Mirae dan kakak nya pun mengerti dan sang kakak pun menwarkan diri untuk menjadi wali dari Gishella sekaligus orang yang akan mengantarkan Gishella menuju pelaminan nanti nya.


Edward sedikit tertegun mendengar hal itu.


Edward tidak mengira bahwa kakak Mirae akan mau berbaik hati menjadi wali di pernikahan nya bersama Gishella.


Edward hanya bisa tersenyum dan menyetujui ide itu. Erick dan ayah yang mendengar hal itu juga ikut senang.


...


makan malam pun sudah tersusun di meja makan. semua orang pun duduk bersama dan mulai makan malam bersama.


Gishella dan Edward kedua tampak bahagia berada di antara mereka semua. mungkin karna ini pertama kali nya bagi mereka merasa kehangatan keluarga. sudah lebih dari sepuluh tahun , mereka tidak merasakan kehangatan dan kasih sayang dari orang tua . hal ini membuat perasaan di hati mereka menjadi semakin hangat dan bahagia.

__ADS_1


...


setelah makan malam. ayah dan ibu Mirae meminta Edward dan Gishella untuk beristirahat di kamar mereka. Mirae juga mengajak Erick untuk beristirahat di kamar nya.


semua penghuni rumah pun masuk ke kamar mereka masing-masing dan beristirahat.


.


kamar tamu


Gishella baru saja selesai mandi . dia keluar dari kamar mandi dengan piyama nya dan handuk yang masih menggulung di kepala nya.


"sini" Ujr Edward sambil menepuk tepian kasur


Gishella duduk di tepian kasur. Edward pun melepaskan handuk yang ada di kepala Gishella dan membantu Gishella mengeringkan rambut nya.


"bg kamu tau gk?" tnya Gishella


"tau apa?" tnya Edward


"aku seneng banget hari ini. aku seneng bisa ketemu sama keluarga nya Mirae" Ujr Gishella sambil tersenyum


"aku juga, aku ikut bahagia melihat betapa hangatnya keluarga ini" Ujr Edward.


"coba aj Mommy..." Ujr Gishella terhenti


Edward membalikkan tubuh Gishella agar menghadap ke arah nya.


"Mommy pasti bahagia banget di atas sana. kamu gk perlu sedih ya" Ujr Edward.


"iya bg" Ujr Gishella


"dh, kamu pasti capek. kita istirahat sekarang?" tnya Edward sambil meletakkan handuk di meja.


"iya ayo" Ujr Gishella.


mereka berdua pun berbaring dan tak lama kemudian langsung tertidur.


.


.


.


...


end

__ADS_1


__ADS_2