A Life

A Life
54.Tuan Sanjaya


__ADS_3

.. skip...


dua hari kemudian,


malam hari.


di dalam sebuah ruangan gelap dan kotor terkurung tiga orang dengan mata yg tertutup kain hitam, mereka diikat di sebuah kursi dan duduk berjejer.


tak seberapa lama, satu persatu dari mereka mulai tersadar. mereka mulai memberontak dan berteriak-teriak memaki dan berkata kata kasar, ada juga yg memohon untuk di lepaskan dengan iming iming akan melakukan apa pun asal dia bisa bebas dari tempat itu.


terdengar suara langkah kaki dan dampak nya ada beberapa orang yg datang . terdengar juga suara seperti benda yg di seret.


suasana di ruangan itu mulai terasa dingin dan mencekam, mereka yg awalnya berteriak meminta untuk di lepaskan perlahan suara nya mulai tak terdengar, mereka hanya bisa berusaha untuk bersikap tenang dan menetralkan rasa takut mereka. lalu ada dua orang yg mendekati mereka, dan melakban dua orang di antara mereka.


"hy pah ups maksud gw tuan Sanjaya yg terhormat" ujr seorang wanita.


"siapa kamu?" tnya tuan Sanjaya


"apa anda sudah lupa padaku?" tnya wanita itu lagi


"siapa kau, aku tidak mengenal mu lepas kan aku" ujr tuan Sanjaya


"mungkin ingatan mu sangat lemah, jdi gw bakalan buat Lo inget lagi sama gw" ujr Wanita itu


"Lima belas tahun yg lalu, anda telah memperlakukan seorang anak kecil dengan sangat buruk, apa anda ingat itu?" tnya wanita itu


"siapa kau sebenarnya?" tnya tuan Sanjaya dengan sedikit tergagap


"apa anda masih belum bisa mengenali siapa gw?" tnya wanita itu


"gw Gishella, anak kecil yg pernah Lo perlakukan seperti seorang budak." ujr Gishella


detak jantung tuan Sanjaya berdegup kencang, dia mulai merasakan sebuah kenangan masa lalu nya mulai menghantui pikiran nya.


"apa mau mu?" tnya tuan Sanjaya


"Anda tentu ingat bahwa gw bakalan ngambil semua yg harus nya jadi milik gw" ujr Gishella


"jdi sekarang adalah waktunya" ujr Gishella


"tapi kau bahkan bukan anak ku" ujr tuan Sanjaya


"jdi apa kau pikir anak itu adalah anak mu?" tnya Gishella, smbil menunjuk seorang gadis yg juga terikat di sebelah nya.


"siapa maksudmu?" tnya tuan Sanjaya


"siapa lagi kalo bukan anak kesayangan mu si Sarah itu" ujr Gishella

__ADS_1


"apa maksudmu?" tnya tuan Sanjaya


"dia adalah anak kandung ku" ujr tuan Sanjaya


"Mungkin anda terlalu buta untuk melihat kebenaran nya" ujr Gishella


"itu tidak mungkin, dia adalah anak kandung ku" ujr tuan Sanjaya


"naif sekali anda" Ujr Gishella.


"dua puluh tahun yang lalu saat anda bertemu dengan wanita itu dia sedang mengandung, dan wanita itu sengaja menjebak anda agar anda mau menjadi ayah dari anak yg dia sendiri tidak yakin siapa ayah nya" ujr Gishella


"itu tidak mungkin, aku sudah pernah melakukan tes DNA dan hasil nya dia adalah anak ku" ujr tuan Sanjaya.


"baik lh jika anda tidak percaya" ujr Gishella


"Anda lihat saja sendiri kenyataan nya" ujr Gishella


lalu ada seseorang yg mendekati Tuan Sanjaya dan membuka ikatan kain penutup mata nya. tuan Sanjaya perlahan membuka mata nya dan mulai mengamati sekitar nya, mata nya tertuju pada dua orang wanita yg sedang terikat dan di lakban mulut nya. lalu mata nya kembali melihat keadaan ruangan itu, hingga dia melihat seorang gadis seumuran dengan anak nya.


"apa kau adalah Gisel?".tnya Tuan Sanjaya,saat melihat seorang gadis bertopeng berdiri di depan nya.


"jgn panggil aku dengan nama itu" ujr Gishella


"aku tidak Sudi mendengar nama itu lagi" ujr Gishella


"tapi aku lah yg telah mengizinkan dia memberikan nama itu pada mu" ujr Tuan Sanjaya


"aku tidak mau tau soal itu,lagi pula bukan urusan ku" ujr Gishella


Gishella Melihat jam tangan nya , malam mulai larut. Gishella pun segera memberikan isyarat pada anggota nya dan anggota itu pun menutup mulut Tuan Sanjaya lagi dengan lakban.


"gw bakalan mulai sekarang" ujr Gishella smirk


Tuan Sanjaya ketakutan dan berusaha memberontak. Gishella berjalan mengambil sebuah pisau yg ada di atas meja. dia berjalan kembali menuju tuan Sanjaya dan jongkok di hadapan Tuan Sanjaya.


"tenang saja jangan takut, aku akan melakukan dengan perlahan lahan" ujr Gishella smbil mengelus pipi tuan Sanjaya dengan pisau nya dan membuat pipi Tuan Sanjaya berdarah akibat goresan itu.


pertama tama, Gishella mulai dengan mencongkel kuku jari tangan milik Tuan Sanjaya, Tuan Sanjaya merintih kesakitan, tidak hanya sampai disitu, Gishella juga menganti alat nya dengan sebuah katana lalu memotong kedua tangan tuan Sanjaya.


slash (anggap aj kek gitu suara nya), tangan tuan Sanjaya terpotong dan darah segar mengalir deras dari kedua pergelangan tangan nya.


"bagaimana perasaan mu?" tnya Gishella sambil melempar katana nya ke lantai.


Tuan Sanjaya hanya mengerang kesakitan , mata nya memerah dan mulai meneteskan air mata.


"apa kau ingin berbicara sesuatu?" tnya Gishella, dengan cepat Tuan Sanjaya mengangguk. Gishella pun mengambil pisau nya tadi dan merobek lakban yg ada di mulut Tuan Sanjaya hingga membuat mulut Tuan Sanjaya ikut robek dan berdarah.

__ADS_1


uhuk uhuk, tuan Sanjaya terbatuk , darah segar keluar dari mulut nya yg telat robek itu.


"to..l.o.ng..ma..aff.kan..ak..u" ujr Tuan Sanjaya terbata bata


"ak..u..su..d..a..h..ti...da..k..ta..han..lagi" ujr nya lgi.


"maaf?" tnya Gishella


"kata kata itu tidak pantas di kata kan oleh orang seperti mu" ujr Gishella.


"apa kau pernah perduli dulu disaat aku dan mommy meminta mu untuk berhenti menyiksa kami?" tnya Gishella marah


"ah sudahlah tidak ada guna bicara dengan mu" ujr Gishella.


Tuan Sanjaya hanya terdiam sambil merintih kesakitan,darah yg keluar dari pergelangan tangan nya pun masih mengalir dan itu membuat nya mulai lemas akibat hampir kehabisan darah.


"El?" panggil Edward


"lebih baik Lo selesai cepet atau dia bakalan mati kehabisan darah" ujr Edward lagi


"iya iya bg" ujr Gishella


tak mau berlama lama Gishella mengambil pedang yg tadi tergeletak di lantai, dia mengambil nya mengayunkan pedangnya nya tubuh Tuan Sanjaya, dan membuat banyak sekali sayatan hingga akhirnya Tuan Sanjaya meninggalkan dunia akibat kehabisan darah.


Gishella meletakkan kembali pedang nya, dia menatap diam mayat yg ada di depan nya. sangat mengenaskan mungkin itu adalah kata kata yg cocok untuk menggambarkan keadaan mayat itu. Gishella juga menatap diri nya sedikit dengan tatapan jijik, dia melihat banyak sekali darah yg mengenai pakaian dan juga tubuh nya. dia berjalan menuju Edward.


"bg Lo urus sisa nya" ujr Gishella


"terus mereka berdua?" tnya Edward


"terserah, mau Lo apa mereka, mau Lo kasih ke anggota atau apapun itu terserah" ujr Gishella


"yg penting gw gk mau liat muka mereka lagi" ujr Gishella


"iya ok " ujr Gishella


"gw mau ke kamar dulu" ujr Gishella


Edward mwngangguk lalu Gishella pergi ke kamar nya.


Gishella pergi ke kamar nya dan mandi, dia berendam di bak mandi untuk menenangkan pikiran. beberapa saat kemudian dia pun melanjutkan mandi nya berganti pakaian.


disaat dia keluar dari kamar mandi, dia melihat Edward sedang duduk di pinggir tempat tidur nya sambil memainkan ponsel nya.


"cepet amat?" tnya Gishella heran, " gw dh nyuruh anggota buat ngurus semua nya " ujr Edward, " dan dua orang itu, gw kasih aj lh ke anggota smpe mereka bosen abis tuh biar mereka aj yg eksekusi" ujr Edward. "ah ide bagus, tpi mayat tdi dh di urus sesuai rencana kan?" tnya Gishella, Gishella duduk di sebelah Edward. Edward pun berkata, "udh,gw dh pastiin semua nya berjalan sesuai rencana".


"jdi sekarang Lo mau balik atau gimn?" tnya Edward, "nginep aj lh" jwb Gishella. "yudh, sekarang Lo tidur ini lewat tengah malam" ujr Edward

__ADS_1


"iya bg, Lo juga harus tidur" ujr Gishella, "iya, gw bakalan tidur nnti" ujr Edward, "nigth bg" ujr Gishella, "too El" jwb Edward. Edward pergi dari kamar Gishella dan menuju kamar nya kemudian tertidur. setelah Edward pergi Gishella pun berbaring dan mulai tidur.


__ADS_2