
lanjut.
sekarang
back to Edward.
di ruangan nya.
Edward berusaha membuka koper itu namun kesulitan karna dia tidak menemukan kombinasi angka yang benar, Edward pun mendatangi ruang para ahli brangkas. Edward menyerahkan koper itu pada mereka dan meminta mereka agar segera membuka nya.
para ahli itu juga tampak kesulitan dengan kombinasi angka yang ada di koper itu. Edward juga membantu mereka untuk memecahkan kombinasi angka itu.
tiga jam berlalu.
para ahli brankas masih kesulitan untuk memecahkan kombinasi angka dari koper itu. Gishella datang untuk menemui Edward dan memberi tahu soal kalung yang tadi dia bawa.
Gishella bilang, kalung itu aman . tidak ada penyadap atau alat perekam lain nya. Edward sedikit bernafas lega.
"masih belum bisa kebuka juga?" tnya Gishella
"belum" jwb Edward
"coba gw liat koper nya" ujr Gishella.
Gishella mencoba melihat koper itu dengan teliti. Edward memperingati Gishella agar berhati-hati karna ada beberapa bagian tajam dari koper itu yang bisa saja melukai tangan Gishella. Gishella dengan hati hati memperhatikan koper itu.
Tak lama Erick juga datang untuk memberikan kabar melihat kedatangan Erick Gishella menjadi hilang fokus dan telunjuk nya tergores dan terluka. Edward lalu menghampiri Gishella dan melihat luka di telunjuk Gishella.
"kan gw udh bilang hati hati" ujr Edward
"ya maaf" ujr Gishella.
"gw cuma penasaran aj gitu, kenapa bisa ada duri duri kek gitu ?" tnya Gishella
"gw juga gk tau" ujr Edward.
"ehh tapi coba liat ini" ujr Gishella
Perlahan satu persatu kombinasi angkat mulai tersusun .
"bagaimana mungkin?" tnya Edward
"apa yang Lo lakuin tadi?" tnya Edward
"gk ada, gw cuma gk sengaja ngelukain jari gw abis tuh darah nya netes ke koper itu" ujr Gishella
"aneh" ujr Erick
pengait koper itu terbuka, Edward lalu membuka koper itu dengan hati hati. begitu di buka, di dalam nya hanya ada sebuah surat undangan.
Gishella mengambil dan membaca nya.
"apa apa an ini, gw udh mati matian buat nemuin nih koper tapi isi nya cuma kyk gini, gk masuk akal sumpah" ujr Gishella kesal.
"kendaliin diri Lo El" ujr Edward
__ADS_1
"Rick coba Lo bawa ini koper sama undangan nya biar mereka periksa" ujr Edward
"iya bg" ujr Erick.
Erick pergi membawa koper dan surat undangan itu itu ke ahli nya.
...
sore hari.
Erick menemui Edward dan Gishella yang sedang berbincang di ruang pribadi para Prince dan Queen. Erick datang bersama seorang ketua Tim.
Edward menyuruh kedua untuk duduk.
mereka semua duduk .
"jadi apa yang kau dapatkan dari koper itu?" tnya Edward
"jujur saya baru pertama kali nya menemukan sebuah koper yang sudah di modifikasi seperti itu" ujr si ketua
"inti nya?" tnya Gishella
"inti nya, di koper itu terdapat semacam sensor yang hanya menerima respon dari orang orang tertentu. dan seperti nya koper itu memang sudah di atur sedemikian rupa agar hanya Queen dan pihak sana yang bisa membuka nya" ujr ketua
"lalu kombinasi angka angka itu tidak berfungsi?" tnya Edward
"itu berfungsi secara otomatis setelah sensor mengindentifikasi si pemegang koper" ujr ketua.
"kejadian ini hampir sama seperti yang terjadi di rumah tua waktu itu" ujr ketua
"coba jelaskan " ujr Gishella
"keesokan hari nya setelah kejadian itu, saya dan Tim menyelidiki tempat itu lagi. disana kami menemukan beberapa alat dan semacamnya penyadapan serta kamera pengawas di beberapa tempat."ujr ketua
"kami sudah mengamankan semua nya dan kami juga langsung meneliti semua itu" ujr ketua
"jadi apa yang kalian temukan?" tnya Gishella
"ada dua alat yang terpasang di bagian teras rumah itu dan di belakang pintu. seperti nya kedua alat itu di rancang khusus untuk mengindentifikasi suara suara tertentu. karna kami menemukan beberapa rekaman suara suara di alat tersebut. salah satu nya adalah rekaman suara Queen" ujr ketua.
"apa mungkin karna itu pada saat kita masuk ke area rumah itu tidak ada hal aneh uang terjadi?" ujr Edward
"seperti nya begitu, karna alat yang terpasang di teras telah di sambungkan dengan semacam senjata otomatis yang akan langsung menembak orang orang asing yang masuk ke pekarangan itu." ujr ketua
"sedangkan yang terpasang di balik pintu seperti berguna untuk membuka pintu dan menguncinya secara otomatis berdasarkan perintah " ujr ketua lagi.
"apa ada hal lain?" tnya Edward
"maaf Prince, sebagian besar yang kami temukan hanyalah serpihan serpihan perangkat elektronik yang sudah hancur akibat ledakan itu. kami hanya berhasil menemukan beberapa alat yang berfungsi dengan baik meski keadaan alat alat itu sudah hampir hancur" jwb ketua
"baiklah, kau boleh pergi . kabari terus perkembangan nya" ujr Edward
"baik Prince"ujr ketua itu. ketua itu pun pergi.
...
__ADS_1
"tadi bukan nya Lo mau ngasih kabar ya sama kita?" tnya Gishella
"ah iya soal kurir itu, gw udh dapetin identitas nya . sekarang tim gw lagi berangkat untuk mencari tuh orang , kemungkinan sebelum malam mereka sudah kembali. " ujr Erick
"baguslh" ujr Gishella
"kita tinggal tunggu aj kabar terbaru dari mereka" ujr Erick.
"nanti begitu dia datang , bawa langsung ke ruang interogasi. gw bakalan interogasi dia langsung" ujr Edward
"gw ikut" ujr Gishella
"terserah" ujr Edward.
setelah itu mereka bubar dan kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
pov Edward.
Edward masuk ke ruangan pribadi nya. dia duduk di sofa . lalu dia mengeluarkan ponsel nya.
"si Reyhan kok belum ada kasih laporan ke gw, ini dh lewat beberapa hari dari tanggal" ujr Edward
"gw telpon aj lah" ujr Edward
"gw khawatir sama anak anak" ujr Edward.
Edward pun menelpon Reyhan. dia menelpon Reyhan beberapa kali namun tidak ada jawaban. lalu dia melihat jam . ternyata di LA sekarang sudah tengah malam. jadi Edward hanya mengirimkan pesan agar Reyhan langsung menelpon nya setelah dia membaca pesan dari Edward.
Edward merasa sedikit lelah dan tanpa sadar perlahan dia mulai tertidur di sofa.
.
malam hari.
Gishella dan Erick datang ke ruangan Edward sambil membawa makan malam, kedua nya masuk dan melihat Edward sedang tertidur pulas di sofa.
Gishella memperhatikan raut wajah Edward yang tampak lelah, jadi Gishella tidak ingin menganggu Edward . Gishella berniat untuk meletakkan makanan Edward di meja dan keluar dari ruang itu bersama Erick.
disaat Gishella meletakkan makanan Edward, Edward terbangun.
"maaf bg, gw dh ganggu" ujr Gishella
"gpp. santai aj" ujr Edward dengan suara khas bangun tidur
"owh udh malam ternyata" ujr Edward sambil melihat jam tangan nya.
"iya ini gw nganter makan malam buat Lo" ujr Gishella.
"kalian dh makan?" tnya Edward
"belum bg, tadi kami kesini karna niat nya buat makan bareng" ujr Erick
"yudh sini duduk, kita makan bareng bareng" ujr Edward.
"iy bg" ujr Erick.
__ADS_1
mereka semua pun makan malam bersama di ruangan Edward.