A Life

A Life
22. Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

lanjut...


di sekolah Beberapa jam sebelum nya.


Aiden dkk dan Sandra dkk sedang bolos dari jam pelajaran pertama mereka . mereka berkumpul di rooftop sekolah .


"kalian ada dapet kabar dri El gk?" tnya Aiden tiba tiba


"tumben amat Lo tanyain dia?" ujr Calvin heran


"iya biasa nya Lo cuek aj tuh mau dia ada atau ngk" ujr Rey menyambung perkataan Calvin


"gw cuma mau ketemu sama dia" ujr Aiden


"gw mau minta maaf soal kmrn" ujr Aiden


"kmrn sih gw sempet nelpon El sama Erick tpi kyk nya hp mereka berdua mati , soal nya gk bisa tersambung" ujr Sandra


"coba telpon lgi" ujr Aiden


"Lo telpon aj sendiri" ujr Sandra


"iya kn Lo yg butuh " ujr Feli


"gw gk punya nomor nya" ujr Aiden


"nih gw kirim Lo telpon aj sendiri" ujr Sandra ,


lalu Sandra mengirimkan nomor hp Gishella dan Erick pada Aiden. Aiden pun berdiri dan berjalan sedikit menjauh dari mereka untuk menelpon Gishella namun hasil nya nihil , nomor nya tidak bisa dihubungi begitupun dengan nomor Erick. akhirnya dengan sedikit kecewa dia kembali duduk bersama yg lain di sofa .dia menyenderkan kepalanya ke sofa dan mulai menutup mata .


semua yg ada disitu memperhatikan perubahan ekspresi Aiden namun mereka tak ingin menganggu Aiden yg sedang dalam mood yg cukup buruk saat itu, jadi mereka membiarkan Aiden menenangkan diri nya sendiri dengan cara nya sendiri.


mereka berenam berada di rooftop hingga menjelang makan siang baru setelah itu mereka pergi ke kantin untuk makan siang .


.


.pov Edward


Markas


di ruangan Edward.


Edward kini tengah duduk di meja kerja nya , dia tengah menyiapkan berkas yg di minta oleh Gishella sebelum Gishella berangkat tadi.


sedikit flashback...


di bandara


beberapa waktu sebelumnya.


"bg gw minta tolong Lo siapin semua berkas buat Alex sama Alice ya?" ujr Gishella


"udh Lo tenang aj gw pasti siapin kok" jwb Edward


"oh ya sama klo mereka udh boleh keluar dari rumah sakit Lo kabari gw " ujr Gishella


"iya gw pasti bkln kabarin elo terus soal mereka" jwb Edward


"Lo tenang aj, semua kebutuhan mereka biar gw yg urus"ujr Edward


"sekarang yg penting tuh , Lo bisa dapetin proyek ini dan segera pulang"ujr Edward


"dah itu aj" lnjt ny


"thnk ya bg" ujr Gishella


"gw pasti bkln cepet pulang" ujr Gishella smbil memeluk Edward.. Edward pun membalas nya


Gishella melepaskan pelukannya,


.

__ADS_1


"dan buat lo Rick, Lo harus jagain El jgn smpe dia kecapean atau pun terluka , inget itu" ujr Edward dengan nada serius


"gk perlu Lo ingetin juga gw pasti jaga dia bg" jwb Erick santai


"lgi pula siapa yg mau ganggu singa tidur" ujr Erick


"apa Lo bilang!!!" ujr Gishella kesal


"ehh maaf gw cuma bercanda" ujr Erick


"udh lh ayo kita masuk, kita masih harus ngurus beberapa hal di dalam" ajak Erick


"iya bntrlh" ujr Gishella


"buruan" ujr Erick


"yudh bg kami pergi dulu" ujr Gishella


"iya kalian hati hati selama disana" ujr Edward


"iya bg" ujr Gishella dan Erick. lalu mereka berdua masuk kedalam Bandara


Edward pun langsung pergi menuju markas.


flashback selesai....


Edward membuat berkas berkas baru untuk identitas Alex dan Alice, setelah selesai Edward pun langsung pulang ke Mansion, karna dia masih harus menyiapkan kamar untuk Alex dan juga Alice.


skip


di Mansion Finley


Edward memanggil beberapa orang pekerja untuk mendesain kamar untuk mereka, dia hanya menunjukan konsep dan detail detail yg harus diperhatikan setelah itu Edward membawa para pekerja ke kamar kosong yg ada di lantai 1. ada beberapa kamar kosong di lantai 1 karna Edward , Erick dan Gishella menempati kamar yg ada di lantai 2 dan lantai 1 di pergunakan untuk kamar tamu.


di karna kan beberapa pertimbangan akhirnya Edward memilih kamar lantai 1 untuk Alex dan Alice. dia melakukan itu agar dapat mempermudah Alex dalam keseharian nya. karna menurut nya Alex masih akan berada di kursi roda hingga sebulan kedepan.


renovasi itu memakan waktu hingga 9 jam.setelah selesai Edward langsung melihat hasil kerja para pekerja, dan hasil nya sangat bagus dan sesuai dengan keinginan nya. Edward pun langsung membayar upah para pekerja sebelum mereka pulang ke rumah nya masing masing.


setelah para pekerja pulang. Edward pun memasak sebuah ramyeon untuk makan malam nya. malam ini dia hanya makan ramyeon dengan kimchi.


Edward merasa kesepian tanpa ada Gishella dan Erick di Mansion.


setidak nya jika ada mereka masih ada orang yg bisa di ajak berbicara namun karna mereka sedang pergi Edward pun merasa kesepian.


Edward memutuskan untuk tidur .


skip.


hari hari berlalu.


Edward masih rutin datang ke rumah sakit sesuai permintaan Gishella.


dia terus mengabari setiap perkembangan dari Alex dan Alice.


begitupun hari ini, Edward datang dengan membawa beberapa cemilan untuk Alex dan Alice. setelah mengantarkan cemilan itu ke kamar rawat Alex dan Alice, Edward pergi untuk menemui dokter.


ruang Dokter


Edward masuk lalu duduk setelah di persilakan.


"bagaimana keadaan mereka dok?" tnya Edward


"keadaan mereka sudah stabil, mereka sudah bisa pulang hari ini" ujr dokter


"nnti saya akan menulis resep obat untuk kedua anak itu dan obat ini harus di minum secara teratur dan untuk Alice sesekali dia bermimpi buruk jadi setiap kali dia mimpi buruk minta dia untuk minum obat yg ini."ujr Dokter


"apakah itu tidak akan membuat nya kecanduan?" tnya Edward..


"tidak tpi jgn biarkan dia memakan obat ini untuk waktu yg lama" ujr dokter


"selama satu dua bulan ini jika dia masih mimpi buruk maka mintalh dia meminum obat ini dan jgn di lanjutkn lagi setelah dua bulan." ujr Dokter

__ADS_1


"obat ini sangat tidak di anjurkan untuk di minum dalam jangka panjang" lnjt dokter


"baiklah dok " ujr Edward


"apa ada hal lain?" tnya Edward


" tulang kaki Alex yg retak sudah pulih seperti sedia kala namun kaki nya masih mengalami kelumpuhan jadi dia harus menjalani terapi agar bisa segera berjalan lagi" ujr Dokter


"ingat satu hal lagi kedua anak itu harus check up sesuai jadwal nya" ujr dokter.


"iya dok" ujr Edward


"saya permisi dulu" ujr Edward smbil berlalu keluar . si dokter hanya mengangguk.


Edward pun menelpon anak buah nya untuk membelikan pakaian untuk Alex dan Alice.


tak lama kemudian. dtng lh seorang pria yg berseragam seperti Supir mengantarkan paper bag untuk Edward.


setelah mengambil paperbag itu Edward langsung mengurus semua administrasi dan keperluan lain nya.


menjelang sore baru semua urusan rumah sakit nya selesai, dia masuk ke ruang rawat Alex dan Alice untuk memberikan paperbag dan meminta agar mereka bergantian pakaian Karna mereka sudah boleh pulang hari ini.


skip


setelah itu ketiga nya langsung pulang ke Mansion , sebelum pulang Edward, Alex dan Alice mampir ke sebuah resto untuk memesan makanan untuk makan malam mereka nnti. setelah itu mereka melanjutkan perjalanan nya pulang ke Mansion


Mansion Finley.


Edward membantu Alex untuk turun dan mendudukkan nya di kursi roda , sebelum membawa nya masuk ke dalam Mansion. Edward meminta Alice untuk membawa makanan yg di beli nya tdi . Alice pun mengambil lalu membawa nya masuk. setelah itu Alice meletakkan makanan itu di atas meja yg di tunjuk oleh Edward.


Edward langsung mengajak Alex dan Alice untuk melihat kamar mereka.


Edward mendorong kursi roda Alex dan membuka pintu pertama.


"ini kamar mu" ujr Edward pada Alex.


mereka bertiga pun masuk ke kamar itu. kamar yg bernuasa putih dengan ornamen perpaduan antara hitam dan abu abu , sederhana namun tampak berkelas. dan konsep nya sangat cocok untuk anak seumuran Alex .didalam nya terdapat sebuah tempat tidur berukuran Queen size. yg di lengkapi dengan sprai serta bed cover dengan warna senada. disisi lain ada sebuah meja belajar yg sudah di lengkapi dengan berbagai jenis buku dan beberapa pajangan lain nya. serta sebuah sofa kecil di sudut lain nya.


.


Alex yg melihat kamar nya sangat kagum dan bahagia karna dia bisa mendapatkan kamar seperti ini, ini tidak lh jauh berbeda dengan apa yg diinginkan Alex namun menurut nya ini saja sudah cukup untuk saat ini.


"bagaimana apa kau suka?" tnya Edward


"suka banget bg, ini keren banget" ujr Alex kagum


"iya syukur lh, nih Disni aku menyimpan obat obat mu ,jika kau perlu bantuan bunyikan saja bell ini nnti aku atau Alice akan dtng membantu mu" ujr Edward


"iya bg" ujr Alex


"iya sekarang kita keluar dan liat kamar Alice" ujr Edward


"kami gk satu kamar bg?" tnya Alice


"kalian punya kamar yg berbeda, tpi ttp bersampingan" ujr Edward.


Alice dan Alex beroh ria.


Edward kembali mendorong kursi roda Alex dan menuju kamar berikut nya. Edward membuka pintu kamar yg ada disamping kamar Alex


"ini kamu lis" ujr Edward


ketiga nya masuk. kamar bernuansa putih dengan ornamen warna warni yg ceria , semua isi kamar ini tampak berwarna namun tetap selaras warna ny.


ketika masuk ke kamar Alice sedikit kecewa dengan nuansa kamar nya, Edward pun melihat hal itu dan bertanya " apa kau tidak menyukai nya?"


Alice Hanya ......


.


.

__ADS_1


.


end


__ADS_2