
lnjt...
setelah membacanya , Edward memerintahkan kepada anggota itu agar mengumpulkan para ketua Tim di ruang rapat segera. dia akan mengadakan rapat dadakan.
.
Edward dan Erick berjalan bersama menuju ruang rapat. sambil berjalan Edward juga menjelaskan kejadian yang menimpa Gishella tadi siang. Erick merasa khawatir akan Gishella, Edward lalu berkata dia sudah mendapatkan alamat dimana Gishella berada. kini mereka harus menyusun rencana dengan teliti agar tidak ada yang terluka kali juga
..
ruang rapat.
Edward dan Erick masuk dan duduk bersama para anggota Tim. di dalam nya ada beberapa orang yang terdiri dari ketua Tim hacker, ketua Tim sniper, ketua Tim penyerang dan beberapa ketua tim lain nya .
tanpa berbasa-basi, Edward lalu meminta pada ketua Tim hacker untuk menunjukkan cetak biru dari gedung tempat Gishella berada. setelah itu, Edward lalu langsung membagikan posisi serta tugas mereka dalam operasi kali ini.
Edward juga memberitahukan kepada setiap ketua tim agar bersiap dan membawa beberapa anggota sesuai dengan posisi yang telah di tentukan sebelumnya.
semua peralatan dan kelengkapan lain nya di persiapkan dengan seksama, setelah itu mereka langsung berangkat menuju lokasi yang di sebutkan dalam amplop coklat itu.
...
sementara itu.
pov Gishella
.
Gishella perlahan mulai tersadar dari tidur nya. dia memerjap merjapkan mata nya beberapa kali. Gishella lalu melihat ke sekeliling namun dia tida bisa melihat apapun. Gishella merasa ada yang aneh karna dia menyadari bahwa dia sudah tidak berada di rumah sakit lagi,. kini dia terikat di dalam ruangan gelap yang sangat asing bagi nya.
__ADS_1
dari kejauhan terdengar suara langkah kaki seseorang yang kian mendekat. Gishella merasa sedikit ketakutan tapi dua berusaha sebaik mungkin untuk menutupi nya.
"wah wah wah , si tuan putri kita sudah bangun ternyata" ujr seorang pria sambil bertepuk tangan.
"siapa disana ?" tnya Gishella
"tunjukkin wajah Lo kalo Lo berani!!" ujr Gishella.
"ck ck ck, liat lah siapa yang bicara kini?" tnya pria itu
"apa anda lupa dengan posisi anda sekarang?" tnya pria itu lagi
"klo Lo emg cwok lawan gw, jgn pake cara pengecut kek gini. Lo itu cwok bukan?" ujr Gishella marah berusaha memberontak.
terdengar suara jentikkan jari, seketika lampu lampu mulai menyala . seluruh ruangan menjadi terang benderang. Gishella memicingkan mata karena cahaya silau dari lampu lampu itu. tak jauh dari hadapan nya berdiri seorang pria bertopeng hitam yang mengenakan pakaian serba hitam.
pria itu berjalan mendekati Gishella dan berjongkok di hadapan Gishella.
"cuihh gw gk sudi harus bersikap sopan sama orang kek elo" ujr Gishella sambil meludahi kaki pria itu.
pria itu sangat marah, sontak pria itu mencengkeram dagu Gishella dengan kuat dan mendekatkan wajahnya pada wajah Gishella.
"kesabaran ku sudah hampir habis, jadi bersikap baik lh" ujr pria itu penuh penekanan
pria itu lalu melepaskan cengkraman tangan nya lalu Gishella dengan sengaja membenturkan kepalanya pada dahi si pria bertopeng itu dengan keras.
pria itu kehilangan keseimbangan nya dan terduduk di lantai sementara itu Gishella merasa pusing dan juga sakit di dahi nya . pria itu berdiri sambil memegang kepala nya, lalu dia merapikan pakaian nya. disaat dia sedang merapikan pakaian nya tiba tiba topeng yang ia kenakan terjatuh.
Gishella pun melihat wajah nya dan merasa sedikit familiar dengan wajah itu.
__ADS_1
"karna anda telah melihat wajah ku, maka ini sudah tidak berguna lagi" ujr pria itu sambil menginjak topeng itu hingga remuk.
"sayangnya kita harus berpisah sekarang, karna kini tamu ku telah datang" ujr pria itu sambil melihat ke jam tangan nya.
"tamu? siapa tamu yang Lo maksud?" tnya Gishella
"Anda lihat saja sendiri" ujr pria itu sambil berlalu pergi.
Gishella merasa cemas karena dia khawatir Edward atau pun Erick akan datang ke tempat ini untuk menyelamatkan nya.
Gishella melihat ke sekeliling ruangan itu dan dia tidak melihat apapun yang bisa dia gunakan untuk melepaskan diri dari ikatan yang mengikat nya di kursi itu.
Gishella berusaha meraba pergelangan tangan nya dan dia mendapati bahwa jam tangan nya masih terpasang di pergelangan tangan nya. Gishella berusaha menekan sebuah tombol rahasia yang ada di jam tangan nya itu, lalu terbuka lah sebuah lubang kecil dan dari lubang itu keluar lah sebuah silet kecil , dia langsung menggenggam nya .
Gishella dengan bersusah payah berusaha untuk mengiris tali yang mengikat kedua tangan nya. setelah bersusah payah akhirnya Gishella berhasil melepaskan ikatan tangan nya . dengan tangan yang sudah berlumuran darah Gishella terus berusaha melepaskan satu persatu ikatan yang mengikat nya.
sementara itu.
POV Edward.
beberapa waktu lalu.
Edward bersama Erick dan tim nya tiba di area bekas gedung perkantoran yang sudah lama di tinggalkan. begitu mereka tiba mereka langsung menuju ke posisi mereka masing-masing. Erick bersama tim hacker, sniper, dan tim pengawas sudah bersiap di gedung sebelah nya . para sniper mulai menyebar di seluruh atap gedung itu. sedangkan tim hacker dan tim pengawas mulai melakukan peretasan dan penyadapan alat alat elektronik yang ada di gedung itu
Edward lalu masuk seorang diri ke dalam gedung itu sesuai dengan persyaratan nya. Edward masuk dengan di persenjatai pistol G16 dan beberapa piasu kecil dan beberapa alat lain nya.
Edward juga membawa alat penyadap dan pelacak yang terpasang di balik baju tempur nya dan sebuah kamera pengawas yang telah di modifikasi dan di buat sedemikian rupa menjadi sebuah anting-anting.
Edward berjalan dengan hati hati , dia juga siap siaga dengan pistol yang sudah di tarik pelatuk nya tadi. Edward mulai memasuki ruang yang gelap dia pun menyalakan senter yang dia bawa.dari kejauhan terlihat sebuah meja yang di atas nya terdapat proyek. Edward mendekati proyek itu dan mengamati nya.
__ADS_1
tiba tiba sebuah layar putih terbentang di depan nya. sebuah Video pun terputar di depan nya.
video itu .....