
lnjt.
Felix melangkah maju dengan sedikit sempoyongan. Felix juga mengancam agar jangan ada yang mendekati nya .
Felix lalu menodongkan senjata nya ke arah Gishella. Erick mengisyaratkan para anggota nya untuk bersiap. mereka pun bersiap dengan senjata nya.
Felix pun melepaskan tiga tembakan beruntun ke arah Gishella. Edward yang melihat hal itu langsung pasang badan hingga akhirnya ketiga peluru itu mengenai tubuh nya. Edward pun terjatuh ke lantai Gishella langsung menopang tubuh Edward sementara Erick langsung menembak Felix dengan satu peluru ke kepala nya. Felix pun tewas seketika.
Erick menyuruh mereka untuk memanggil ambulans ke mari secepatnya. Erick juga bilang agar mereka menyelesaikan semua kekacauan ini.
"bg Lo harus bertahan , Lo pasti baik baik aj" ujr Gishella sambil menangis
"jgn nangis, gw gpp kok" ujr Edward sambil tersenyum menahan sakit nya.
"Rick mana ambulans nya kok masih belum sampai?? " tanya Gishella panik
"lagi di jalan, sebentar lagi sampai. tahan luka bg Ed jgn smpe berdarah terus" ujr Erick.
"iya, " ujr Gishella . Gishella menekan luka Edward untuk menghentikan pendarahan nya tapi darah segar terus keluar dari luka luka nya.
"uhuk uhuk " Edward muntah darah.
Gishella menyeka darah yang keluar dari mulut Edward. Edward mulai kehilangan kesadaran nya. Gishella terus berusaha untuk membuat Edward tetap sadar.
"El" panggil Edward dengan lirih
"iya bg" ujr Gishella sambil mendekatkan telinganya ke wajah Edward.
"gw...sa..yang...sama Lo...gw cinta sama...." ujr Edward. tapi belum sempat Edward menyelesaikan ucapannya Edward pingsan akibat kekurangan darah.
Gishella yang melihat Edward pingsan pun semakin panik .Erick segera datang bersama petugas rumah sakit . Edward pun di larikan ke rumah sakit. Gishella benar benar shock hingga akhirnya dia pun pingsan . Erick membawa nya ke rumah sakit dengan mobil nya.
__ADS_1
setiba di rumah sakit, Edward langsung masuk ke dalam UGD dan di periksa dengan intensif. begitu pun dengan Gishella , dia di rawat di bangsal rawat inap. Erick juga mengobati luka luka di sana.
...
setelah selesai mengobati luka luka nya, Erick pergi ke ruang rawat Gishella untuk melihat keadaan nya . disana dia bertemu dengan suster yang mengatakan Gishella sedang dalam pengaruh obat jadi dia tidak akan bangun sebelum pagi hari. Erick bertanya soal luka luka yang di alami Gishella, suster itu hanya menjawab luka luka nya sudah di obati jadi Erick tidak perlu khawatir lagi.
Erick merasa sedikit lega. Erick pun pergi ke UGD untuk melihat apakah Edward sudah keluar dari ruangan itu atau belum. ternyata setiba nya disana, Edward masih berada di dalam ruangan UGD.
Erick pun menunggu dengan cemas di depan ruangan.
jam demi jam terus berlalu, tak terasa pagi menjelang tapi masih saja belum ada tanda tanda bahwa operasi Edward sudah selesai. sepanjang malam , Erick hanya melihat beberapa orang suster bolak balik sambil membawa beberapa kantong darah.
Erick berdiri dan pergi menuju ruang rawat Gishella. Erick harus memastikan keadaan Gishella lebih dulu. Erick merasa Gishella sangat terguncang akibat kejadian tadi malam. maka dari itu Erick harus lebih memperhatikan kondisi mental Gishella.
benar saja, ketika Erick memasuki ruang rawat Gishella. Gishella baru bangun dan sedang berusaha melepaskan infus nya. Erick buru buru mencegah nya.
Erick melihat tangan Gishella kembali berdarah karna Gishella berusaha melepaskan infus nya secara paksa. Erick pun memanggil suster . suster itu datang dan mengobati tangan Gishella sambil memakaikan infus pada Gishella .
Erick berusaha menenangkan Gishella dan menyakinkan Gishella bahwa Edward akan baik baik saja , Erick juga berkata pada Gishella bahwa dia harus segera sembuh karna jika Edward melihat nya dalam keadaan seperti ini Edward pasti akan merasa bersalah.
Gishella mengerti akan hal itu. Gishella pun menurut dan menjalani pengobatan nya .
Erick berkata pada Gishella bahwa dia harus pulang untuk mengambil baju ganti untuk mereka bertiga dan dia meminta Gishella untuk tetap disini hingga dia kembali. Gishella mengangguk. Erick membantu Gishella untuk berbaring . baru setelah itu Erick pergi meninggalkan ruangan Gishella.
sebelum pulang Erick menyempatkan diri untuk melihat apa kah operasi Edward masih berlanjut. Erick melangkah ke ruang UGD. setiba nya disana ternyata operasi nya masih berlangsung. Erick hanya bisa menghela nafas berat , Erick berbalik dan melangkah pergi.
baru beberapa langkah Erick melangkah, tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. Erick berbalik. Erick lalu menghampiri dokter yang keluar dari ruang UGD.
dokter itu mengajak Erick untuk bicara di ruangan nya. Erick setuju.
ruang dokter.
__ADS_1
mereka masuk dan duduk. dokter itu langsung menjelaskan keadaan Edward. dokter itu berkata kemungkinan besar Edward akan mengalami koma akibat luka tembak nya dia alami. luka luka itu semakin di perparah dengan pendarahan yang dia alami selama perjalanan menuju rumah sakit.
para dokter itu sudah berusaha semaksimal mungkin. tapi sekarang mereka hanya bisa berharap agar Edward bisa segera sadar. Edward akan di pindah ke ruang rawat segera setelah para dokter selesai melakukan observasi.
Erick benar benar hancur mendengar hal itu. mata nya mulai berkaca-kaca. Erick langsung mengelap air mata itu. Erick berusaha untuk tetap tegar . Erick berterimakasih lalu dia pergi meninggalkan rumah sakit.
Erick bergegas pulang dan mengambil pakaian nya serta milik Gishella yang sudah di sediakan oleh asisten rumah tangga yang dia pekerjakan.
Erick tiba di Mansion, Erick bergegas masuk ke kamar nya dan membersihkan diri serta berganti pakaian. setelah itu dia mengemas beberapa pakaian nya. baru kemudian dia turun ke bawah mengambil tas yang berisi pakaian milik Gishella. dia juga mengambil paper bag yang berisi sekotak sandwich serta beberapa susu kotak.
setelah itu Erick kembali ke rumah sakit dan menuju ruang rawat Gishella. ketika Erick masuk, Gishella baru saja menyelesaikan sarapan nya.
Erick melihat sisa makanan di piring Gishella dan bertanya mengapa dia menyisakan makanan nya. Gishella hanya menjawab dia tidak menyukai nya karna terlalu hambar. erick membantu Gishella membersihkan bekas makanan Gishella dan meletakkan di atas meja. Erick mengeluarkan sekotak susu kesukaan Gishella. Gishella merasa senang melihat nya dan meminum nya dengan lahap.
"Lo udh sarapan?" tnya Gishella
"udh gw tadi dh makan sandwich di jalan pas mau kesini" ujr Erick.
"kalo Lo udh kenyang, sekarang Lo istirahat aj biar bisa cepet sembuh" ujr Erick
"iya iya" ujr Gishella pasrah.
Gishella kembali berbaring di tempat tidur nya. sementara itu Erick juga ikut berbaring di sofa yang ada di dalam ruangan. kedua nya beristirahat dengan tenang setelah malam yang panjang.
.
.
...
end
__ADS_1